Ceyda Azra, seorang gadis (21 tahun), yang sudah merasakan kerasnya hidup akibat dari hancurnya bisnis ayahnya. Ceyda merupakan anak tunggal sehingga dia tidak melanjutkan kuliah dan bekerja di kedai cake. Ceyda memiliki pacar seorang polisi yaitu Rendy Rey (28 tahun), pada awalnya semua baik-baik saja tapi pada suatu ketika Rendy menyuruh Ceyda untuk masuk dalam keluarga Winston sebagai mata-mata untuk keuntungan Rendy, karena keluarga Winston masuk dalam dunia mafia.
Agra Zev Winston (31 tahun) laki-laki arogan dengan segala ketampanan dan kharismanya. Dia sangat membenci ibu tirinya. Zev selalu mencari siapa pembunuh dari ibu kandungnya itu, sehingga hanya ada dendam yang selalu menyelimuti dirinya. Namun pada suatu hari ketika Zev sedang terburu-buru untuk berangkat meeting dia menabrak seorang gadis pengantar cake.
Akankah ada rasa cinta yang tumbuh dalam mewarnai kisah ini? Apakah sebuah rahasia akan terungkap mengenai keluarga Winston ?
Jika penasaran, ikuti terus ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fikiprasasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Ziva
"Serius by? ah senangnya" ujarnya girang.
"Umm maksudku senangnya kamu mau membantuku by, aku semakin mencintaimu" ujar Rendy sambil mencium kedua tangan Ceyda.
Ceyda ikut tersenyum melihat sang kekasih sangat senang karena dia membantunya.
Setelah memakan cake dan berbincang-bincang dengan kekasihnya, kemudian Rendy pergi dari kedai cake tersebut.
📞
Calling
"Halo komandan, seperti rencana, pacarku menyetujuinya" ujar Rendy.
"Kerja Bagus, jika rencana ini berjalan mulus seterusnya, kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan" ujar dari sebrang telefon.
"Baiklah siap komandan" ujar Rendy.
Tut
📞
"Huft akhirnya, Ceyda bisa mempermudah urusanku" gumam Rendy dalam hati.
Kemudian Rendy pergi meninggalkan kedai cake itu dengan wajah bahagianya.
___
Disisi lain, Zev sedang pergi ke markas untuk mengecek keadaan di sana setelah dari perusahaan.
Lebih tepatnya markas ayahnya dulu.
Zev telah sampai di markas dan para bawahannya langsung memberi hormat padanya.
Disana tidak hanya Zev dan anak buahnya saja melainkan ada dua sahabatnya itu.
Yap Reza dan Fariz mereka juga bergabung menjadi anggota kelompok mafia untuk membantu Zev lebih tepatnya.
Karena Zev sebenarnya tidak ingin terlibat di dunia mafia karena dia tidak ingin jika sudah berkeluarga nanti harus berhubungan dengan mafia.
Zev juga terpaksa harus terlibat karena itu merupakan bisnis ilegal Ayahnya dan dia juga ingin mengetahui siapa dalang dibalik pembunuhan Ibunya itu.
Sehingga mau tidak mau Zev harus terjun di dunia mafia untuk melanjutkan bisnis Ayahnya dan menyelidiki penyebab kematian Ibunya.
"Selamat datang bos" ucap mereka serempak.
"Hem" Zev hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya.
Zev berlalu dan memasuki ruangan nya untuk membahas masalah seseorang yang sedang mengintai kelompok mereka.
"Bagaimana apa ada informasi mengenai masalah ini?" tanya Zev serius.
"Mengenai peretasan kemarin sudah aman dan bisa kami tangani dengan baik" ucap salah satu perwakilan kelompok.
"Bagus" ucap Zev.
"Menurutku nanti bakal ada pengintaian lebih lanjut terhadap kelompok kita Bos" ujar Faris dengan serius.
"Iya benar, ada kemungkinan juga mereka akan mengirimkan mata-mata Bos" ujar Reza serius.
"Ya benar itu pasti akan terjadi, jadi kita harus lebih waspada lagi!" ujar Zev menatap mereka dengan mata tajamnya dan serius.
"Siap Bos!" ujar mereka serempak.
Setelah menyelesaikan urusan di markas nya, Zev kembali ke perusahaan raksasa tersebut karena sudah hampir jam makan siang.
___
Di kediaman Zev, Ziva baru saja pulang kuliah.
"Aku pulanggg" suara Ziva menggema di seluruh sudut rumah mewah itu.
"Ziva ke dapur nak" Oma nya berseru dari arah dapur.
Ziva menghampiri Omanya yang berada di dapur.
"Kamu pulang lebih awal nak?" tanya Oma nya.
"Iya Oma" ujar Ziva tersenyum.
"Oiya Oma tadi kan aku ke rumah Nita, dan aku tadi dikasih cake bikinan dia sendiri dan rasanya itu enak"
"Ziva pengin dong Oma di ajarin cara bikin cake, biar jago bikin cake dan rasanya enak seperti buatan Ibu dulu yang rasanya lebih enak melebihi cake buatan Nita Oma" pinta Ziva pada Omanya.
Oma nya yang sedang mengaduk teh dan mendengar celotehan cucu perempuan nya itu hanya tersenyum.
"Cucu Oma yang cantik, Oma kan tidak jago bikin cake, mungkin kalo minta diajarin bikin makanan lainnya Oma bisa bantu nak" ujar Oma pada Ziva.
"Mungkin kamu bisa minta bantuan maid nak" usul sang Oma.
"Ayolah Oma, kalo misalkan Oma tidak bisa setidaknya panggil chef yang handal untuk mengajariku, aku ingin seperti Nita yang bikin cake nya diajarin oleh chef handal" rengek nya pada Omanya.
"Hem baiklah cucu Oma, nanti Oma carikan chef nya" ujarnya sambil mengelus kepala Ziva.
"Wahh terimakasih Oma sayang" ujar Ziva sambil memeluk Omanya.
.
.
.
Tbc
Yang berjudul "Noda Cinta"
Ceritanya tentang sebuah pengkhianatan. Yuk yang tertarik langsung mampir dan tinggalin jejak nya di Komentar dan jangan lupa Like nya.💙