NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Bos Boris dan anak buahnya seketika mundur selangkah dengan wajah pucat pasi melihat pecahan kaca itu hancur seperti kerupuk. Mereka baru sadar bahwa pemuda berpenampilan elit ini bukanlah orang sembarangan yang bisa digertak begitu saja.

Namun Saka belum selesai menghancurkan trik kotor sindikat penipuan tersebut sampai ke akar-akarnya. Dia melangkah mendekati meja etalase toko dan meraba bagian ujung nampan tempat gelang itu diletakkan sebelumnya.

Sret.

Saka menarik sebuah benang nilon yang sangat tipis dan transparan dari ujung nampan tersebut.

"Ini adalah bukti utamanya, sebuah benang pancing transparan yang diikat ke nampan dan ditarik dari bawah meja kasir." Ucap Saka sambil menunjukkan benang itu ke udara agar semua orang bisa melihatnya.

"Kalian sengaja menarik benang ini saat ada pengunjung yang lewat agak dekat agar gelangnya jatuh dan kalian bisa memeras mereka." Bongkar Saka dengan suara lantang yang mengakhiri drama mafia tersebut secara total.

Para pengunjung pasar yang awalnya diam kini mulai berteriak marah dan memaki-maki Bos Boris beserta anak buahnya. Mereka merasa sangat kesal karena pasar tempat mereka mencari barang antik ternyata dikuasai oleh sindikat penipu yang sangat licik.

Wajah Bos Boris kini benar-benar merah padam menahan rasa malu dan amarah karena ladang uangnya dihancurkan di depan umum. "Habisi pemuda keparat ini sekarang juga, patahkan kedua kakinya biar dia tahu siapa penguasa pasar ini." Perintah Boris kepada tiga orang preman di belakangnya.

Tiga preman berbadan besar itu langsung mencabut tongkat besi dari pinggang mereka dan berlari maju menyerang Saka secara serentak. Gadis yang masih duduk di lantai itu langsung menjerit histeris dan menutup matanya tidak berani melihat.

Namun Saka sama sekali tidak bergeser dari tempatnya dan hanya membuang napas pelan merasa sangat bosan. Saat tongkat besi pertama mengayun ke arah kepalanya Saka dengan mudah menangkap ujung tongkat itu hanya dengan satu tangan.

Preman itu terkejut setengah mati karena tongkat besinya seolah membentur sebuah tembok beton yang tidak bisa digerakkan sama sekali.

Bug.

Saka melepaskan tendangan lurus yang sangat cepat tepat ke perut preman tersebut.

Preman bertubuh besar itu langsung terbang terpental ke belakang sejauh tiga meter dan menabrak etalase toko hingga hancur berantakan.

Prang.

Suara kaca etalase yang pecah membuat dua preman lainnya mendadak menghentikan langkah mereka karena ketakutan.

Saka menatap kedua preman yang tersisa itu dengan tatapan mata sedingin es yang menusuk langsung ke tulang sumsum mereka. "Ada yang mau mencoba terbang ke belakang lagi menyusul teman kalian itu." Tanya Saka dengan nada suara yang sangat pelan namun mematikan.

Kedua preman itu langsung menjatuhkan tongkat besi mereka ke lantai dan lari terbirit-birit meninggalkan bos mereka sendirian. Bos Boris yang melihat anak buahnya kabur juga langsung berbalik arah dan ikut lari menerobos kerumunan penonton karena takut mati konyol.

Suasana pasar langsung meledak dalam sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari para pengunjung yang merasa sangat puas melihat kekalahan preman pasar tersebut. Mereka mengelu-elukan Saka layaknya seorang pahlawan besar yang baru saja membebaskan kota dari penjajahan.

Saka hanya tersenyum tipis dan berbalik menghampiri gadis muda yang masih terduduk lemas di lantai itu. Dia mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri dari tumpukan debu.

"Kamu sudah aman sekarang, mereka tidak akan berani mengganggumu lagi setelah ini." Ucap Saka dengan nada suara yang lembut menenangkan.

Gadis itu menerima uluran tangan Saka dan berdiri dengan kaki yang masih sedikit gemetar menahan sisa ketakutan. "Terima kasih banyak Mas, kalau tidak ada Mas saya tidak tahu lagi harus bagaimana membayar uang lima ratus juta itu." Ucap gadis itu sambil membungkuk berkali-kali.

"Sama-sama, lain kali hati-hati kalau berjalan di tempat kumuh seperti ini dan jangan berjalan sendirian." Pesan Saka memperingatkan gadis tersebut.

Saka kemudian merogoh dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu kepada gadis itu. "Ini untuk ongkos taksi pulang, segeralah tinggalkan pasar ini sebelum preman lain datang mencari masalah lagi."

Gadis itu menerima uang tersebut dengan air mata haru yang kembali menetes membasahi pipinya. Dia mengucapkan terima kasih sekali lagi sebelum akhirnya berlari pergi meninggalkan area pasar loak yang mengerikan itu.

Saka membersihkan debu di jaketnya dan berniat untuk melanjutkan perburuannya mencari sisa enam ratus poin energi Qi hari ini. Namun baru saja dia membalikkan badan sebuah tepuk tangan pelan terdengar dari arah kerumunan yang mulai bubar.

Prok prok prok.

Suara tepukan tangan itu berasal dari seorang pria tua berkacamata yang mengenakan kemeja batik tradisional yang sangat rapi.

Pria tua itu berjalan perlahan menghampiri Saka sambil bertumpu pada sebuah tongkat kayu hitam yang ujung pegangannya berukir kepala naga. Wajah pria itu memancarkan aura kebijaksanaan dan kekayaan yang sangat kental menutupi usianya yang sudah senja.

"Analisis yang sangat tajam, pengetahuan barang antik yang mendalam, dan keberanian fisik yang luar biasa anak muda." Puji pria tua itu dengan suara bariton yang berat dan berwibawa.

Saka menyipitkan matanya menatap pria tua itu dan baru saja akan membalas pujian tersebut dengan basa-basi. Namun layar sistem di depan matanya mendadak menyala merah terang dengan notifikasi peringatan yang luar biasa masif.

[Benda Pusaka Tingkat Dewa Terdeteksi Secara Langsung.]

[Tongkat Kayu Naga Hitam: Pusaka sakral peninggalan pendiri sekte bela diri kuno yang menyerap energi alam semesta.]

[Status: Mengandung energi Qi murni yang sangat masif sebesar enam ratus poin secara penuh.]

Napas Saka seakan berhenti sejenak membaca angka enam ratus poin yang tertera dengan sangat jelas di layar sistemnya. Jantungnya berdebar liar karena jika dia berhasil menyerap energi tongkat ini maka misi seribu poinnya akan langsung selesai detik ini juga.

Saka buru-buru menyembunyikan keterkejutannya dan memasang senyum ramah yang sangat terkontrol di wajahnya. "Bapak terlalu memuji, saya cuma kebetulan tahu sedikit trik rendahan yang biasa dipakai pedagang nakal di sini." Jawab Saka merendah.

Pria tua itu tertawa pelan mendengar jawaban Saka yang terdengar sangat rendah hati tersebut. Dia mengulurkan tangan kanannya ke arah Saka untuk mengajak bersalaman.

"Perkenalkan namaku Darmawan, aku adalah seorang kolektor barang antik pribadi yang sedang mencari teman diskusi." Ucap Tuan Darmawan memperkenalkan dirinya dengan sopan.

Saka menyambut uluran tangan pria tua itu dan merasakan genggaman tangan yang masih sangat kuat untuk ukuran orang seusianya. "Nama saya Saka Pak, senang bisa bertemu dengan sesama penikmat sejarah di tempat yang berantakan ini." Balas Saka menyebutkan nama aslinya.

Tuan Darmawan mengangguk puas mendengar jawaban Saka dan menatap pemuda itu dengan pandangan yang semakin tertarik. "Saka, apakah kamu punya waktu luang siang ini untuk menemani orang tua ini minum teh sebentar." Ajak Tuan Darmawan tiba-tiba.

"Saya kebetulan baru saja mendapatkan sebuah barang antik misterius yang membuat saya kebingungan selama berminggu-minggu." Lanjut pria tua itu memberikan umpan yang sangat menarik.

"Melihat kemampuan matamu yang setajam elang tadi, aku yakin kamu pasti bisa membantuku menilai keaslian barang tersebut." Ucap Tuan Darmawan berharap banyak pada Saka.

Otak Saka langsung berputar cepat menyusun strategi untuk masuk ke dalam lingkaran kehidupan kolektor kaya raya ini. Undangan minum teh ini adalah kesempatan emas baginya untuk menyentuh dan menyerap energi dari Tongkat Kayu Naga Hitam tersebut secara diam-diam.

Selain itu barang misterius yang disebutkan oleh Tuan Darmawan pasti juga bukan barang antik sembarangan. Bisa jadi itu adalah pusaka lain yang memiliki energi Qi melimpah untuk persiapan misi sistem di tahap selanjutnya.

"Tentu saja Pak Darmawan, suatu kehormatan bagi saya bisa berdiskusi langsung dengan kolektor besar seperti Bapak." Jawab Saka menyetujui tawaran itu tanpa ragu sedikitpun.

Tuan Darmawan tersenyum sangat lebar dan mempersilakan Saka untuk berjalan di sampingnya. "Mari ikut mobilku Saka, kedai teh langgananku tidak jauh dari pasar ini dan suasananya sangat tenang untuk mengobrol."

Saka berjalan beriringan dengan pria tua itu menuju area parkir pasar loak meninggalkan sisa keributan di belakang mereka. Di dalam hatinya Saka terus menatap tongkat kayu hitam di tangan Tuan Darmawan layaknya singa yang sedang mengincar mangsa utamanya.

"Enam ratus poin terakhir, bersiaplah untuk kuserap dan kembalikan senyum ibuku hari ini juga." Batin Saka dengan tekad yang sudah bulat tak tergoyahkan menuju kemampuan penyembuhan mutlak.

1
yani
seru banget
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!