NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena Anak Itu Anakku!

Sementara itu, di kediaman yang berdiri cukup jauh dari hiruk-pikuk jalanan ibu kota London, suasana terasa begitu tenang. Di area meja makan berdesain modern, Alexa tampak duduk santai menikmati makanannya dengan sangat lahap.

​Sikapnya begitu tenang, seolah-olah kepergian Lucas yang tergesa-gesa beberapa saat lalu sama sekali tidak memengaruhi suasana hatinya. Apakah Alexa memikirkan ucapan dan sikap pria itu? Tentu saja ia memikirkannya. Hanya saja, ia memilih menundanya sampai perutnya terisi penuh. Ada calon bayi di dalam kandungannya yang membutuhkan asupan nutrisi bernilai tinggi. Alexa berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak boleh egois dan ceroboh seperti di kehidupan atau masa lalunya.

​Di area terpisah, para pelayan rumah memilih untuk kembali ke kamar mereka yang terletak tidak jauh dari dapur. Keputusan itu diambil atas permintaan halus dari Alexa sendiri yang mengaku ingin menghabiskan makanannya dalam ketenangan. Kendati demikian, para pelayan tetap memasang telinga lebar-lebar, bersiap dan bersiap-siap jika sewaktu-waktu Alexa memanggil atau membutuhkan sesuatu.

​Makanan yang sedang disantap Alexa dengan lahap ini tidak lain adalah hidangan bernutrisi tinggi yang dibawakan Lucas semalam. Setelah dihangatkan kembali oleh pelayan, cita rasanya ternyata sangat pas dan cocok di lidah Alexa yang kerap kali mual.

​Sambil mengunyah pelan, Alexa bermonolog dalam hati. Ia sungguh bingung dengan situasi rumit ini. "Sebenarnya apa yang dipikirkan Lucas? Apakah dia sengaja mempermainkanku? Aku sudah memintanya mengurus perceraian secara baik-baik, tetapi dia justru diam membisu lalu pergi begitu saja. Lalu aku harus bagaimana sekarang?"

​Dug!

​Sebuah gerakan kecil namun bertenaga terasa dari dalam perutnya. Alexa tersentak kaget, lalu senyum tipis mendadak terukir indah di wajah cantiknya. Bayi di dalam kandungannya baru saja menendang pelan, seolah-olah sedang menghibur dan berkata, "Semuanya akan baik-baik saja, Mama. Aku akan selalu ada bersama Mama."

​Alexa tertawa kecil, sebuah tawa tulus yang amat jarang terdengar dari bibirnya. Tangannya mengusap-usap lembut permukaan perutnya yang kian membesar.

​"Kamu lapar juga, ya?" bisik Alexa sangat halus pada perutnya.

"Ucapkan terima kasih pada makanan ini, rasanya ternyata lumayan enak."

"Makanannya papa yang beli lho!" ucapnya semangat.

​Dug!

​Sebuah tendangan balasan kembali terasa, membuat Alexa terkekeh pelan dengan mata berbinar bahagia.

"Anak pintar... Jangan cepat-cepat menendang lagi, Mama masih mengunyah."

​Rasa hangat menjalar ke seluruh dada Alexa. Di tengah penolakan keluarganya sendiri dan dinginnya sikap orang-orang di sekitarnya, kehadiran bayi ini membuat Alexa merasa akhirnya memiliki keluarga sejati, sosok yang benar-benar menerimanya tanpa syarat dan membagikan ikatan batin dengannya.

​Tanpa Alexa sadari, beberapa meter di belakangnya, sosok bertubuh tinggi besar berdiri mematung dalam kegelapan lorong yang terhubung ke ruang makan.

​Lucas Damarion Clinton.

​Pria itu baru saja melangkah masuk kembali ke dalam rumah dan menghentikan tungkainya begitu menangkap pemandangan di meja makan. Dari posisinya, Lucas menyaksikan seluruh interaksi manis antara Alexa dan calon anak mereka.

​Mata abu-abu gelap Lucas terkunci rapat pada raut wajah Alexa. Melihat wanita itu tertawa kecil, mengelus perutnya yang membuncit, lalu meringis pelan saat menerima tendangan sang bayi, ada pergolakan perasaan aneh dan dahsyat yang mendadak menghantam jiwa Lucas.

​Rasa marah, kecewa, bingung, dan yang paling mendominasi adalah... rasa bersalah yang teramat besar.

​Semua emosi itu bergulung menjadi satu, memukul telak dadanya hingga terasa sesak. Melihat kebahagiaan sederhana Alexa di meja makan itu, Lucas menyadari satu hal yang menakutkan bagi dirinya, ia sama sekali tidak rela jika wanita itu benar-benar menghilang dari pandangan matanya.

​Lucas terus berdiri membisu, menyorotkan pandangan matanya pada setiap pergerakan Alexa. Tawa renyah Alexa yang begitu polos, ekspresinya saat mengajak perutnya berbicara, serta raut leganya saat menikmati makanan, semua terekam jelas dan mendalam di dalam memori Lucas.

"​Apakah aku sanggup kehilangan semua ini?" batin Lucas bertanya pada dirinya sendiri, jemarinya mengepal amat erat di samping tubuhnya.

​Tidak sanggup lagi menahan gejolak di dadanya, Lucas akhirnya mengikis jarak dan melangkah keluar dari kegelapan lorong menuju meja makan. Suara pantulan sepatu kulitnya menapak lantai marmer memecah keheningan ruangan.

​Alexa terperanjat pelan. Ia buru-buru menghentikan usapan di perutnya dan menoleh. Mata birunya melebar tatkala mendapati Lucas sudah berdiri di samping meja makan dengan balutan mantel tebal yang sedikit basah oleh rintik hujan.

​"Lucas?" panggil Alexa kaget, menatapnya heran.

"Bukankah kamu sudah pergi?"

​Lucas tidak langsung menjawab. Pria itu menarik kursi kayu di hadapan Alexa lalu mendudukkan tubuh tingginya di sana. Matanya menatap lurus pada piring makanan Alexa yang sudah hampir habis, lalu beralih menatap wajah pucat istrinya.

​"Hujannya makin deras," pangkas Lucas singkat dengan suara bass yang berat.

​Alexa menetralkan keterkejutannya, kembali memasang raut wajah datar dan biasa saja. "Oh. Begitu."

​"Makanan itu... bagaimana rasanya?" tanya Lucas kaku, memecah kecanggungan di antara mereka.

​Alexa sedikit tertegun mendengar pertanyaan yang tak biasa dari suaminya. "Enak. Cukup cocok di lidahku. Terima kasih."

​"Bagus kalau cocok," sahut Lucas kaku, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Pandangannya turun, menatap lekat pada perut buncit Alexa yang tertutup gaun rajut.

"Dia... sering menendang?"

​Alexa mengedipkan matanya lambat, merasa aneh dengan ketertarikan Lucas yang tiba-tiba. Namun, ia memilih menjawab jujur.

"Iya. Dia sangat aktif, terutama setelah aku selesai makan."

​"Apakah itu sakit?" cecar Lucas lagi, suaranya terdengar makin rendah namun menyimpan kehati-hatian yang tak biasa.

​"Kadang-kadang," jawab Alexa pelan seraya merapikan sendok di piringnya.

"Tapi rasa sakitnya tidak seberapa dibanding rasa bahagianya."

​Lucas diam membisu mendengarnya. Kata-kata Alexa terngiang-ngiang di kepalanya, menyentil nuraninya yang paling dalam. Pria itu memajukan tubuhnya sedikit, menopang kedua tangannya di atas meja makan.

​"Soal perbincangan kita di ruang tengah tadi..." Lucas memulai, matanya menatap tajam persis ke dalam iris mata Alexa.

​Alexa menghentikan gerakannya. Wajahnya kembali serius. "Soal perceraian?"

​Rahang Lucas seketika mengetat mendengarnya kata itu terucap begitu gampang dari bibir Alexa.

"Aku tidak pernah menyetujuinya."

​Alexa menghela napas pendek, menatap Lucas dengan raut lelah namun sangat tenang.

"Lucas, untuk apa kita mempertahankan ini? Kamu tidak mencintaiku. Kamu mencintai Bibi Catherine, dan kalian sudah merencanakan pernikahan. Pernikahan kita bahkan tidak sah secara hukum. Perpisahan adalah hal paling benar yang harus kita lakukan."

​"Aku yang menentukan apa yang benar dan salah dalam hidupku, Alexa!" potong Lucas dingin dan tajam, tidak memberikan celah sedikit pun.

"Jangan pernah mengangkat topik perceraian ini lagi."

​Alexa menatap suaminya bingung. "Tapi kenapa?! Mengapa kamu begitu keras kepala, Lucas? Aku sudah melepasmu! Aku tidak akan menuntut apa pun darimu!"

​"Karena anak itu adalah anakku!" bentak Lucas pelan namun sarat akan penekanan yang mutlak. Pria itu berdiri dari kursinya, menatap down pada Alexa yang terdiam di tempatnya.

"Anak di dalam kandunganmu berdarah Clinton. Dan selama anak itu ada di dalam sana, kamu adalah tanggung jawabku. Jangan pernah bermimpi untuk pergi ke mana pun, terutama ke Swiss."

​Sebelum Alexa sempat memprotes atau menanyakannya lebih lanjut, langkah kaki Ben terdengar mendekat dari arah pintu depan seraya membawa dokumen tebal.

​"Tuan Lucas," sapa Ben membungkuk sopan, mengabaikan ketegangan hebat yang melingkupi meja makan.

"Berkas yang Anda minta sudah saya siapkan di ruang kerja."

​Lucas mengalihkan pandangannya dari Alexa ke arah asisten pribadinya. "Bagus. Kita ke sana sekarang."

​Lucas melirik Alexa untuk terakhir kalinya, sebuah tatapan protektif bercampur amarah tersembunyi yang sulit diartikan sebelum akhirnya memutar badan dan melangkah lebar meninggalkan area meja makan bersama Ben.

​Alexa hanya bisa terduduk membisu di kursinya, mengusap perutnya yang kembali memberikan tendangan halus, sementara pikirannya kian dipenuhi oleh tanda tanya besar atas sikap membingungkan dari suaminya.

Bersambung...

Udahlah Lucas, lepasin aja Alexa! Ngeselin banget jadi laki.🙄

1
ina
sedihnya alexa
Sribundanya Gifran
thor kpn pernikahannya diresmikan,setidaknya ada catatan buku nikah secara sah walau belum pesta, kasian anakny nanti mau sekolah susah
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
It's me Ri🥕: Sabar ya kak🙏
total 1 replies
Dila Dilabeladila
ko jadi curiga sm chatherine ya??????.🤔🤔🤔🤔
It's me Ri🥕: Waduhhh... bisa jadi
total 1 replies
Dewi Anggraeni
keluarga Lucas udah tau keburukan keluarga Cathrine
Sumawita
apa sih rencana keluarga nya lucas pada Alexa
Isma Nayla
mungkinkah Alexa di jebak bibinya sendiri?🤔
lanjut thor
It's me Ri🥕: Hmmm... bisa jadi
total 1 replies
Shuttttttttttt
ayoo up lagi
Kusii Yaati
tapi tidak ada salahnya juga kan kalau Lucas mau memperbaiki rumah tangga mereka.kecuali Lucas sendiri yang menginginkan perceraian itu
Dewi Anggraeni
Aduh Lucasss ... yg gak jelas itu sikap /Hammer/, bukannya diumumkan pembatalan pertunangan dgn Catherine
Dewi Anggraeni
Pasti yg menjebak Alexa sm Lucas ortunya 🤭,mungkin ortunya Lucas udah tau sifat aslinya Catherin /CoolGuy/
Kusii Yaati
alexa bukan anak kandung mungkin 🤭
Ita Putri
tapi kyknya keluarga clinton semua sayang sama alexa
Ita Putri
🤣aturan dr mana orang lain gk boleh nyakitin istrinya tp malah dia sendiri yg buat istrinya nangis ketakutan 😭
Ita Putri
jangan " yg njebak Alexa & Lucas malam itu Orlando sama Esmeralda 🤣
It's me Ri🥕: Wkwkwkwk... Entahlah 🤭 Sepertinya bukan sihh
total 1 replies
mery harwati
Masih banyak rahasia yang belum terungkap tentang masa lalu Alexa
JasmineA
kek nya keluarga Lucas maunya Alexa yg jadi mantu mereka bukan Catherine
It's me Ri🥕: Jeng... Jeng... Jeng... Rahasia 😁
total 1 replies
Wulan
pasti dalang dr pernikahan Lucas dan Alexa ,, Mami n papi ny lucas
Bela Viona: nunggu reaksi lucas 🤭
total 3 replies
Susi Nugroho
Semoga keluarga lucas mau menerima Alexa.... Di tunggu lanjutannya....
Potatoes 🥔
Bagus banget.🥰
mery harwati
Aq baca dulu Alexa sampai tamat ah, kuatir malah gak keburu baca kisah novel yang baru karena aq bisa nyantai baca klo udah beres bekerja 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!