NovelToon NovelToon
Dewa Alkemis Sembilan Benua

Dewa Alkemis Sembilan Benua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.

Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.

500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.

Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.

Mereka salah besar.

Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.

Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.

Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:

Menagih darah dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Mekarnya Teratai Kematian

Di dalam ruang Kehormatan Nomor 1, energi spiritual mengamuk seperti badai.

Master Yan terpental ke dinding kaca akibat tekanan Qi Lin Xuan. Hanya Xiao Ya yang tetap aman karena berada di belakang tuannya.

Lin Xuan memejamkan mata. Di Lautan Jiwa, Naga Kedua dalam Kuali Naga Hitam baru saja bangkit. Qi purba yang pekat mengalir deras ke seluruh meridiannya.

Energi ini terlalu ganas. Jika kubiarkan terus meningkatkan kultivasiku, pondasiku bisa runtuh.

Lin Xuan segera mengubah arah aliran energi.

"Kalau begitu, biarkan daging dan tulangku yang menanggungnya."

Ia meraih Batu Roh Urat Bumi dari nampan. Api Teratai Bumi Terdalam menyala di telapak tangannya dan dalam sekejap mencairkan batu itu menjadi cairan emas kecokelatan.

"Teknik Tungku Daging Sembilan Kesengsaraan. Putaran Ketiga!"

Cairan Batu Roh Urat Bumi meresap melalui pori-pori tubuhnya.

Rasa sakit yang luar biasa menjalar hingga ke tulang. Sumsum lamanya hancur lalu digantikan oleh energi bumi yang jauh lebih padat.

Pada saat yang sama, Qi yang selama ini ia tekan akhirnya menembus batas.

Boom!

Kondensasi Qi Tingkat 8.

Boom!

Kondensasi Qi Tingkat 9 Puncak.

Lin Xuan segera menghentikan penyerapan sebelum mencapai Setengah Langkah Pembentukan Fondasi.

Ia tidak ingin terburu-buru menerobos. Qi harus dipadatkan terlebih dahulu agar pondasinya benar-benar kokoh.

Cahaya keemasan dan biru kehijauan menyelimuti tubuhnya sebelum perlahan menghilang.

Lin Xuan membuka mata.

Pupil hitamnya kini dikelilingi lingkaran emas samar. Setiap tarikan napas membuat udara di sekitarnya bergetar.

Kultivasinya hanya berada di Tingkat 9 Puncak. Namun kekuatan tubuhnya sudah setara dengan kultivator Pembentukan Fondasi Tingkat Akhir.

Lebih dari itu, kebangkitan Naga Kedua telah memberinya kemampuan baru.

Domain Penekan Naga Sejati.

Selama berada dalam jangkauannya, kultivator yang kultivasinya lebih rendah atau setara dengannya akan mengalami penekanan Qi hingga tiga puluh persen.

"S-sempurna... sungguh kekuatan dewa..." gumam Master Yan sambil bangkit. Tatapannya pada Lin Xuan penuh kagum.

Lin Xuan berdiri dan merapikan jubahnya.

"Terima kasih atas bantuanmu hari ini. Xiao Ya, kita pergi."

"T-Tuan Muda Lin, tunggu!" Master Yan buru-buru mencegahnya. "Keluarga Ouyang telah mengerahkan seluruh kekuatannya. Tiga kultivator Pembentukan Fondasi sudah mengepung semua jalan keluar. Biarkan kami mengantar Anda lewat jalan rahasia."

"Jalan rahasia?"

Lin Xuan mencibir.

"Seorang kaisar tak pernah kabur lewat pintu belakang. Biarkan anjing-anjing itu menunggu di depan."

Ia tak memedulikan peringatan Master Yan dan langsung turun melalui tangga utama.

Di luar, hujan masih membasahi jalanan Ibukota.

Ratusan prajurit Keluarga Ouyang mengepung Rumah Lelang Kekaisaran. Zirah merah mereka berkilau di bawah hujan. Pedang dan busur telah diarahkan ke pintu utama.

Di depan pasukan berdiri Ouyang Lie bersama dua tetua Pembentukan Fondasi Tingkat Awal.

Ouyang Chen berdiri di belakang mereka. Tatapannya penuh dendam. Sesekali tangannya menekan dada yang terasa semakin panas.

"Ayah, orang dari ruang Kehormatan Nomor 1 pasti masih di dalam. Dia merebut Batu Roh Urat Bumi dan mempermalukan Keluarga Ouyang. Kita harus mencincangnya!" desaknya.

Ouyang Lie mendengus.

"Siapa pun dia, hari ini dia akan mati. Bahkan jika dia putra Kaisar atau keturunan naga, tak seorang pun boleh menginjak Keluarga Ouyang di kota ini."

Saat itu juga terdengar derit pintu tembaga Rumah Lelang.

Pintu raksasa itu terbuka perlahan. Ratusan busur silang langsung terangkat dan diarahkan ke pintu.

Sesosok pemuda berjubah hitam bersulam perak melangkah keluar. Langkahnya tenang. Xiao Ya mengikuti di belakang sambil membawa payung kertas minyak.

Mata Ouyang Chen membelalak.

"L-Lin Xuan?!"

Ia menunjuk dengan tangan gemetar.

"Tunggu... jubah itu! Kau orang dari ruang Kehormatan Nomor 1?!"

Ucapan itu membuat seluruh pasukan Ouyang tersentak.

Pemuda yang menghabiskan ratusan ribu Batu Roh di pelelangan ternyata Lin Xuan. Bocah enam belas tahun yang berani mempermalukan Pemimpin Keluarga Ouyang.

Wajah Ouyang Lie menggelap.

"Jadi kau orangnya! Kau membunuh Serigala Mata Satu dan merebut Batu Roh Urat Bumi milikku!"

Auranya meledak. Hujan di sekelilingnya langsung berubah menjadi kabut.

"Bagus. Kau menghemat waktuku untuk mencarimu. Malam ini akan kucabut meridianmu satu per satu!"

Lin Xuan berhenti di anak tangga terakhir.

Ia menatap ratusan prajurit di hadapannya dengan wajah bosan.

"Kau membawa semua sampah ini hanya untuk menyambutku?" Lin Xuan tersenyum tipis.

"Aku tersanjung. Tapi aku tak suka keramaian."

Lin Xuan lalu menatap Ouyang Chen yang bersembunyi di balik ayahnya.

"Ouyang Chen. Masih ingat hadiah yang kutinggalkan kemarin?"

Ouyang Chen mengernyit. Ia tak pernah menerima apa pun. Namun saat tatapan mereka bertemu, hawa dingin langsung menjalar di punggungnya.

"Kau bicara apa?!"

Lin Xuan mengangkat tangan dan menjentikkan jarinya.

Ting!

"Mekarlah."

Satu kata itu menjadi vonis baginya.

Ouyang Chen langsung menjerit. Tubuhnya kejang. Cahaya biru kehijauan menembus dada dan jubahnya dari dalam.

"Aargh.Panas. Ayah, tolong aku!"

Ia berguling di atas batu yang basah.

Benih Teratai Api yang ditanam Lin Xuan di jantungnya akhirnya mekar. Lin Xuan sengaja mempercepat kemunculannya dengan Kekuatan Jiwa.

"Chen'er!"

Ouyang Lie segera berlutut dan mengalirkan Qi ke tubuh putranya.

Namun begitu Qi-nya menyentuh dada Ouyang Chen, Api Teratai Bumi Terdalam justru menyala semakin ganas.

Qi itu malah menjadi bahan bakarnya.

Blaaar!

Pilar api biru kehijauan meledak dari dada Ouyang Chen dan menelan seluruh tubuhnya. Dalam tiga tarikan napas, pewaris Keluarga Ouyang itu berubah menjadi abu hitam yang hanyut bersama air hujan.

Pelataran mendadak sunyi.

Ouyang Lie berlutut di tengah lumpur sambil menggenggam abu putranya. Tangannya gemetar. Putra satu-satunya telah mati di depan matanya sendiri.

Saat ia mengangkat kepala, matanya dipenuhi amarah dan kebencian. Seluruh akal sehatnya telah lenyap.

"Lin Xuan!"

Raungannya mengguncang langit.

Ouyang Lie mengeluarkan tombak perak dari cincin penyimpanannya. Qi berwujud cair melonjak dari tubuhnya. Dua tetua Pembentukan Fondasi di belakangnya juga menghunus senjata dan mengunci Lin Xuan dari tiga arah.

"Bunuh dia! jangan sisakan tubuhnya!"

Ratusan prajurit Keluarga Ouyang menyerbu seperti gelombang merah. Panah-panah spiritual melesat dan menutupi langit.

Lin Xuan tetap berdiri di tempat.

Cahaya keemasan perlahan menyelimuti tubuhnya. Kekuatan fisiknya dari Putaran Ketiga Teknik Tungku Daging Sembilan Kesengsaraan bangkit sepenuhnya.

"Kau bertanya mengapa aku tidak lari lewat terowongan?"

Lin Xuan membentuk segel dengan kedua tangannya. Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Karena untuk meracik pil di medan perang..." Tatapannya menyapu lautan musuh di hadapannya. "Aku hanya membutuhkan kuali yang lebih besar."

Saat itu juga, perang pembantaian pun dimulai.

1
Arinto Ario Triharyanto
mantap Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk Thor lanjut terus 💪💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
ini baru mantab Lin Xuan lanjutkan aksimu terus bikin dunia berguncang
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Arinto Ario Triharyanto
mantap nih👍
Rinaldi Sigar
lnjut
Aman Wijaya
mantab pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
babat semuanya Lin Xuan biar keluarga Zhao lenyap semua
Aman Wijaya
mantab Lin Xuan habisi aja tuh Lin Hao biar ayahnya stres
Aman Wijaya
api teratai bumi udah ada di tangan Lin Xuan
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
mantull Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Saifuloh Oting
Thor,,yg membuat cerita ini begitu epic,.... mantap Thor...
Celestial Quill: Terimakasih, gas terus💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Lin Xuan
Green Boy
Jos ceritanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga ouyang sampai ke akar akarnya panjang tubuh mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!