NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:105.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rini Antika

Nadia, gadis cantik yang malang karena harus terjebak Pernikahan Tanpa Cinta dengan seorang lelaki bernama Devan.

Devan terpaksa menikahi Nadia untuk menebus kesalahannya yang telah menabrak orangtua Nadia sehingga menyebabkan mereka meninggal.

Akankah Nadia bertahan dengan Pernikahannya? karena akan ada orang ketiga yang hadir dalam pernikahan mereka berdua.

Baca Kisah selengkapnya dalam 'Pernikahan Tanpa Cinta'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 ( Pernikahan tanpa cinta )

Saat ini tim penata rias pengantin sudah sampai di kediaman Pratama, Mama Mayang langsung saja mengantar mereka menuju kamar Nadia.

"Sayang kamu kenapa?" tanya Mama Mayang yang melihat Nadia menangis.

Rasanya Nadia ingin sekali berkata jika dia mencintai Revan dan tidak mau menikah dengan Devan.

"Nadia teringat sama mendiang kedua orangtua Nadia Ma, padahal ini adalah hari yang spesial untuk Nadia, tapi Ibu dan Ayah tidak dapat menyaksikannya," jawab Nadia.

"Nadia yang sabar ya, Ayah dan Ibu pasti bahagia melihat Putrinya akan segera menjadi seorang istri. Maafin Devan juga ya sayang, karena Devan yang telah menyebabkan Nadia kehilangan orangtua," ujar Mama Mayang dengan memeluk tubuh Nadia.

Nadia memaksakan diri untuk tersenyum dan menganggukan kepalanya.

"Ya sudah, kalau begitu sekarang Nadia harus didandani dulu, sebelum nanti siang kita melakukan acara ijab kabul," ujar Mama Mayang yang kemudian mempersilahkan MUA untuk merias wajah Nadia.

"Wah, Mbak nya cantik sekali, wajahnya juga bersih gak ada bekas jerawat, pasti calon Suami Mbak merasa beruntung karena bisa menikahi gadis secantik Mbak Nadia," ujar Penata rias.

Nadia hanya tersenyum kecut mendengarnya, karena diantara dia dan Devan sama sekali tidak ada perasaan cinta, yang ada hanyalah kebencian yang selalu Nadia rasakan apabila melihat wajah Devan.

Setelah Nadia selesai di rias, Mama Mayang begitu terpesona karena Nadia terlihat sangat cantik.

"Sayang, kamu cantik sekali, Mama pangling lihat Nadia, biasanya kan Nadia gak pernah memakai make up," ujar Mama Mayang dengan memeluk tubuh Nadia.

Mama Mayang dan Nadia akhirnya keluar dari kamar, dan Revan yang melihat Nadia sampai diam mematung tanpa berkedip.

"Revan, gimana Nadia cantik kan?" tanya Mama Mayang.

"I_iya Ma," jawab Revan dengan suara yang gugup.

"Kamu tolong bantu Nadia ke bawah ya, soalnya Mama mau benerin dulu sanggul, ini pegangin tangannya, kasihan Nadia gak biasa pake high heels," ujar Mama Mayang dengan memberikan tangan Nadia kepada Revan.

Nadia dan Revan kini saling berpandangan, ada rasa sakit dalam hati mereka sehingga mereka berdua meneteskan airmata.

"Jangan menangis sayang, nanti make up kamu luntur," ujar Revan dengan mengelap airmata yang menetes di pipi Nadia.

"Kak Revan bisa melarang Nadia untuk tidak menangis, tapi Kak Revan sendiri kenapa menangis," ujar Nadia yang kini juga mengelap airmata Revan.

"Ya sudah sekarang kita turun ya, Nadia hati-hati," ujar Revan dengan menggandeng tangan Nadia, tapi karena Nadia tidak bisa berjalan dengan benar akhirnya Revan mengangkat tubuh Nadia, lalu menggendongnya menuruni tangga.

Jantung mereka berdua berdetak kencang, bahkan Nadia terlihat enggan untuk melepaskan pandangannya dari wajah Revan.

Revan akhirnya mendudukkan Nadia di atas kursi ruang tamu karena masih menunggu Mama Mayang yang belum selesai dandan, sedangkan Papa Agung sudah berangkat bersama Devan ke tempat acara akan diselenggarakan, begitu juga dengan Bi Surti yang sudah terlebih dahulu berangkat ke sana.

"Kak, apa bisa kita membatalkan semuanya?" tanya Nadia dengan terus memegangi tangan Revan.

"Tidak sayang, maafin Kakak karena Kakak tidak berdaya. Nadia harus janji ya, kalau nanti Kakak sudah pergi ke luar negeri, Nadia akan selalu bahagia," ujar Revan dengan memeluk tubuh Nadia.

Mama Mayang sempat melihat Nadia dan Revan berpelukan pada saat menuruni tangga, beliau yakin jika Revan dan Nadia saling mencintai.

Bagaimana ini, ternyata benar dugaanku kalau Nadia dan Revan saling mencintai. Maafin Mama Nak, seandainya kemarin kamu jujur pasti Mama akan meminta Papa untuk menikahkan kalian, tapi sekarang semuanya sudah terlambat, apa nanti kata orang jika yang akhirnya menikah bukan Devan tapi Revan, ucap Mama Mayang dalam hati.

Mama Mayang pura-pura tidak melihat Revan dan Nadia yang tadi sempat berpelukan, dan beliau bersikap seperti biasa.

"Sayang, yuk sekarang kita berangkat," ajak Mama Mayang kepada Revan dan Nadia.

"I_iya Ma," jawab Nadia dengan gugup, karena dia mengira jika Mama Mayang telah melihat Nadia dan Revan berpelukan.

Revan dengan setia membantu Nadia yang kesusahan berjalan dengan menggenggam erat tangan pujaan hatinya.

"Makasih Kak," ucap Nadia dengan lirih.

Sepanjang perjalanan Nadia dan Revan terus saja saling memandang, sehingga Mama Mayang merasa semakin bersalah kepada mereka berdua.

Setengah jam kemudian, Nadia, Mama Mayang dan Revan sampai di hotel tempat acara diselenggarakan, dan Revan sengaja turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobil.

"Hati-hati sayang," ucap Revan dengan berbisik, karena tidak mau jika Mama Mayang mendengar perkataannya.

Nadia langsung saja menggenggam erat tangan Revan, dan mereka tampak sangat serasi saat berjalan berdampingan menuju ke dalam Hotel.

Jantung Nadia dan Revan berdetak kencang pada saat memasuki tempat acara, semua mata kini tertuju kepada mereka.

Devan kini telah berada di depan penghulu, dan dia begitu terpana melihat Nadia yang sangat cantik.

Ternyata cewek kampung ini kalau di dandani cantik juga, ucap Devan dalam hati.

Revan dan Nadia kini telah berada di depan Devan, dan mereka terlihat enggan untuk melepaskan pegangan tangannya.

Devan yang terhipnotis dengan kecantikan Nadia secara tiba-tiba mengulurkan tangannya dan mempersilahkan Nadia untuk duduk di sampingnya.

Revan dan Nadia dengan berat hati kini melepas pegangan tangan mereka.

Secara perlahan Revan mundur dari tempat duduk Nadia dan Devan yang akan segera melaksanakan ijab kabul, tapi mata Nadia masih tetap melihat ke arah Revan yang telah berlari menjauh dari hotel.

Apa ini rasanya mengantarkan perempuan yang kita cintai untuk menikah dengan lelaki lain. Luka tanpa darah ternyata lebih menyakitkan, batin Revan yang merasakan sakit pada hatinya.

Penghulu saat ini sudah memulai acaranya.

"Nak Devan apakah sudah siap?" tanya Pak Penghulu.

"Siap Pak," jawab Devan dengan mantap, entah kenapa dia merasa sudah siap untuk menikahi Nadia, padahal sebelumnya Devan sangat menentang keras keinginan Papa nya untuk menikahi Nadia.

"Ananda Devandra Pratama, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Adinda Nadia puspita Bin Almarhum Bapak Burhan dengan mas kawin perhiasan emas seberat satu kilogram dibayar Tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Ananda Nadia Puspita Bin Almarhum Bapak Burhan dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai," ucap Devan dengan lantang.

"Bagaimana para saksi?"

"Sah..sah..sah.."

Selamat tinggal Kak Revan, saat ini Nadia sudah menjadi istri lelaki lain yang tidak Nadia cintai, ucap Nadia dalam hati dengan meneteskan airmata.

Mama Mayang yang daritadi melihat Nadia dan Revan menangis akhirnya ikut menangis juga.

"Mama kenapa menangis?" tanya Papa Agung.

"Mama kasihan sama Revan dan Nadia Pa," jawab Mama Mayang.

"Kenapa kasihan Ma?" tanya Papa Agung.

"Kita sepertinya telah salah menikahkan Nadia dengan Devan, karena ternyata Nadia dan Revan saling mencintai," jawab Mama Mayang sehingga membuat Papa Agung kaget.

1
falea sezi
gk bs nikah lah wong sepupu dket bgt lo kakak adek lo ortu mereka hadeh belajar lagi deh Thor satu kakek apalagi sepupu dr ayah yg sama2 laki laki g boleh woy kecuali sepupu yg kakak adeknya cwek cwok baru boleh hadeh
Rini Antika: oke, makasih 🤭
total 1 replies
falea sezi
tua bangka g sadar umur
falea sezi
semoga mayang tau kelakuan suaminya
falea sezi
bner ortu biarin pasangan kumpul kebo mending cerai dulu lahh bodoh
Patrick Khan
kan mereka sedara kak..tasya sm rendra
Patrick Khan: ok lah kak
total 2 replies
Patrick Khan
..wes kiamat kiamat .ajorrrrr😆😆😆😆😂
Patrick Khan
.wahhhh ada yg gk beres sm si bik surti
Rini Antika: makasih banyak, maaf kalau ceritanya tidak sebagus karya teman teman lain. aku masih harus banyak belajar lagi 🙏
total 3 replies
Jane
jangan2 bi surti mak nya devan lagi? hmmm /Sly/
Jane: siap 🫡😁
total 2 replies
Euis Kindar Wulan
up
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak 🙏
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
klo jodh pasti bersatu
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
10 vidio untuk novel ini🥰🥰🥰
Rini Antika: makasih banyak say, 🙏
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
kasian🤧🤧🤧🤧
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
kasian
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
mata gk liat liat
Rini Antika: makasih banyak dukungannya, 🤭
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
kasian tapi dia masih muda banget masa nikah sih
Rini Antika: kirain km mau nikah muda juga, 🤭
total 1 replies
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
hiks kasian
༄㉿ᶻ⋆𝓥𝓲𝓭𝔂𝓪
tau rasa gk tuh
Bunbun Oke
Alhamdulillah MM Mayang menyayangi 2 anak lelakinya walupunsdh tehu kebenarannya
Rini Antika: iya Kak. Makasih banyak Kak, sudah berkenan baca karya receh saya 🙏
total 1 replies
Bunbun Oke
Yesss buat mm Mayang
Yani Mulyani
lanjut tour,,kayak nya seru ni😘🥰
Rini Antika: makasih banyak Kak, Selamat membaca, Karya nya udah tamat ya..🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!