NovelToon NovelToon
Sekedar Pelampiasan

Sekedar Pelampiasan

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Hamil di luar nikah / Tunangan Sejak Bayi / Tamat
Popularitas:932.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Weny Hida

"Jika sebelumnya aku bisa membaca skenario kehidupan, mungkin aku akan menghapus bagian tentangmu. Sakit, itu aku, dan cukup diriku karena kisah cinta ini hanya ada aku tanpa ada kamu."
Luna.

"Just sexxx, no love, itulah yang selalu kukatakan padamu, tapi terkadang ada banyak hal di luar dugaan, termasuk mengendalikan hatiku untuk tidak jatuh cinta padamu, padahal waktuku telah habis denganmu."
Devano.

---------
Demi membayar hutang-hutang adiknya, Luna terpaksa harus menuruti keinginan bosnya, Devano untuk memenuhi nafsunya. Saat cinta mulai tumbuh mereka harus berpisah karena Devano sudah dijodohkan seorang wanita yang keberadaanya masih misterius.
Sebuah kisah masa lalu akhirnya membawa Devano pada dua buah nama, Dea dan Luna itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbelenggu

"Ada apa Jeng Viona?" ucap sebuah suara yang terdengar mendekat ke arahnya.

"Oh, Oma Fitri."

"Bagaimana? Apa Devano sudah bisa kau hubungi?"

"Ponselnya sibuk."

"Kalau begitu, biarkan saja, mungkin dia benar-benar sedang sibuk dengan pekerjaannya. Lagipula, Shakila juga tidak bisa datang karena dia sedang sakit."

"Oh, iya Oma."

'Aku yakin, Devano pasti tidak sedang sibuk! Tadi aku sudah menelepon ke kantornya, dan salah seorang karyawan kepercayaanku mengatakan jika Devano pergi dengan sekretaris miskin itu sejak tadi pagi! Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan! Dia bahkan mengabaikan janjinya padaku demi wanita miskin itu! Aku harus memberi mereka pelajaran!' batin Viona.

Sementara itu, di apartemen Devano, Luna tampak menghentikan ciumannya karena mendengar ponsel Devano yang berbunyi berkali-kali.

"Kenapa Luna? Bukankah ini sangat menyenangkan?" ledek Devano.

"Tapi Tuan, ponsel anda terus berbunyi."

"Biarkan saja."

"Siapa tahu penting?"

"Tidak ada yang lebih penting dibandingkan kita, Luna," ucap Devano sambil membelai wajah Luna.

"Tapi Tu... "

Belum sempat Luna menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Devano sudah melummat bibirnya kembali. 'Astaga, bisa-bisa bibirku bengkak kalau dia terus menerus menciumku seperti ini. Aku harus punya alasan untuk menghentikan laki-laki messum ini,' batin Luna.

Dia kemudian melepaskan ciumannya kembali dari Devano. "Ada apa lagi, Luna? Apa kau mau lebih dari sekedar berciuman?" ucap Devano sambil mengedipkan mata kanannya.

"Emhhhh, maaf tidak Tuan. Sebenarnya, saya mau mengingatkan anda nanti pukul dua siang kita ada meeting dengan Tuan Chow. Sebaiknya, kita pergi ke kantor sekarang karena saya belum menyiapkan berkasnya."

"Astaga, kau benar juga. Ayo kita kembali ke kantor sekarang Luna!"

"Eh, emhhh iya Tuan."

'Syukurlah, aku selamat,' batin Luna.

Mereka kemudian keluarga dari apartemen Devano menuju ke kantornya.

***

05.00 pm

Luna tampak sedang merapikan pekerjaannya, saat sebuah suara langkah kaki terdengar mendekat ke arahnya di tengah suasana kantor yang sudah sunyi.

"Tuan, apa anda sudah selesai? Kita pulang sekarang?" ucap Luna tanpa melihat siapa yang sedang berjalan ke arahnya.

"Pulang sekarang? Apa maksudmu? Kau menyuruh putraku untuk pulang denganmu? Lancang sekali!" jawab sebuah suara yang mengagetkannya.

'Astaga, kupikir tadi Tuan Devano. Ternyata Nyonya Viona, aku sudah salah bicara. Ini benar-benar gawat, bagaimana jika dia tahu saat ini aku tinggal bersama putranya? Bisa-bisa aku dipecat dari kantor ini? Tuhan, kenapa akhir-akhir ini rasanya begitu banyak musibah terjadi di dalam hidupku,' batin Luna.

"Kenapa kau diam? Kenapa kau tadi mengatakan seperti itu? Kau menyuruh putraku untuk pulang denganmu? Memangnya kau siapa? Kau cuma wanita miskin yang beruntung bisa bekerja dan kantor ini! Apa kau mengerti?"

"Maaf, saya salah bicara. Maksud saya, saya sedang menanyakan pada Tuan Devano apakah saya sudah bisa pulang atau belum."

"Tidak usah banyak alasan! Kau pasti sering menggoda putraku dengan kecantikanmu kan? Kau pasti sering merayu putraku dengan tubuhmu itu kan? Akui saja semua tingkah menjijikanmu itu! Aku tahu bagaimana akal licik dari wanita sepertimu yang hanya mengandalkan wajah dan tubuhnya untuk mendapatkan apa yang kau inginkan! Termasuk uang dari putraku kan?"

"Tidak Nyonya, sungguh saya tidak pernah menggoda putra anda. Saya bekerja di sini karena saya membutuhkan pekerjaan ini, saya tulang punggung keluarga. Jadi, saya tidak berniat untuk menggoda Tuan Devano," jawab Luna dengan bibir bergetar.

"Alasan saja! Tidak usah banyak alasan karena aku tahu akal busukmu! Dasar wanita tidak tahu diri! Wanita penggoda! Kau memang tidak sepantasnya bekerja di kantor ini!"

"MAMMAAAA!"

Viona lalu menghentikan kalimatnya, kemudian membalikkan tubuhnya ke arah sumber suara.

"Kau mau apa Devano? Kau mau membela wanita penggoda ini kan? Dia memang benar-benar telah merusak akal sehatmu!"

"Tolong jangan bicara seperti itu pada Luna, Ma."

"Cuihhh, benar kan kau mau membela wanita ini? Devano, apa kau tidak sadar kalau kau sedang diperalat oleh wanita ini?"

"Diperalat bagaiman maksud Mama?"

"Kau belum juga sadar, Devano? Bukankah kemarin kau berjanji pada Mama untuk menghadiri rencana pertunanganmu tadi siang? Kenapa kau tidak datang? Padahal Oma Fitri sudah menunggu dan ingin berkenalan denganmu! Bahkan saat Mama meneleponmu, kau juga tidak mengangkat panggilan dari Mama, Devano!"

"Mama, mengertilah Ma. Tadi siang aku sibuk, aku ada rapat dengan Tuan Chow."

"Alasan saja! Aku tahu wanita jallang ini pasti sudah mempengaruhimu agar tidak pulang ke rumah dan bertemu dengan Oma Fitri kan? Dasar wanita murahan! Kau wanita pengobral tubuh!"

Mendengar perkataan Viona, Luna tak dapat lagi menahan rasa sakit di dalam hatinya.

"Permisi, saya pulang dulu Nyonya. Tuan saya permisi," ujar Luna. Dia kemudian berlari meninggalkan Devano dan Viona yang masih berdebat.

"Mama benar-benar keterlaluan!" bentak Devano. Saat dia ingin mengejar Luna, tiba-tiba Viona mencekal tangannya, hingga membuat langkahnya terhenti.

"Tunggu Devano! Mama belum selesai bicara denganmu!"

"Apa lagi, Ma? Memangnya Mama pernah mendengar penjelasanku? Memangnya Mama percaya dengan semua yang kukatakan? Mama tidak mempercayaiku, kan?"

"Kenapa kau tiba-tiba bersikap seperti ini pada Mama? Kau pasti terpengaruh oleh wanita jallang itu kan?"

"MAMA! TOLONG JANGAN PERNAH SEBUT LUNA WANITA JALLANG, MA!"

"Lihat, lihat kau bahkan berani membentak mama untuk membela wanita itu! Kau sepertinya sudah tidak bisa menggunakan akal sehatmu karena tergila-gila pada wanita seperti itu, Devano!"

"Aku bersikap seperti ini karena Mama sudah keterlaluan!"

"Devano, mama hanya ingin kau ingat jika kau akan bertunangan dan menikah dengan Shakila! Jadi, tolong batasi hubunganmu dengan wanita itu!"

"Aku ingat Ma! Aku tahu! Tapi tolong ijinkan aku untuk menghabiskan waktuku dengan Luna sebelum aku menikah! Aku hanya ingin bersenang-senang dengan Luna, Ma!"

"Hanya bersenang-senang? Tapi bagaimana jika hubunganmu dan Luna akhirnya berjalan terlalu jauh? Bagaimana jika hubunganmu dan Luna akhirnya berdampak pada pertunanganmu dengan Shakila? Apa kau tidak berfikir panjang sebelum menjalani semua ini, Devano?"

"Aku sudah dewasa, Ma! Bukankah aku mau menerima perjodohan yang dipaksakan ini karena ambisi Mama dan Papa? Setidaknya biarkan aku bebas menentukan jalan hidupku sebelum aku terbelenggu pada hubungan yang tidak pernah aku inginkan! Ingat Ma! JUST SEXXX NO LOVE!" bentak Devano sambil berjalan meninggalkan Viona.

1
Rita Juwita
luar biasa...
Linda Liddia
Kok gak ada ya ceritanya
Mari Anah
Luar biasa
Mari Anah
🤣🤣🤣devano somplak otak y
Yuniyasa
mungkinkah luna itu sachi yg hilang toor
Metro Kdw
bodoh nya/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sneer/
Nami chan
RECOMENDED POLLL
ceritanya ga bosenin, dan ga tll bertele2 konfliknya. aku suka 😘
ma aciw otor buat karyanya
Nami chan
donor jantung?
Nami chan
ih anjay udh dibayar malah ember mulutnya..
rp ga salah jg sih, devano ga jelas ngasi perintah wkkwwk
Nami chan
karepmu /Curse/
Nami chan
daebak semua umur di spil /Curse/
Nami chan
lg marah woeee sempet2nya /Curse/
Nami chan
astagaaa real bgt lg /Facepalm/
pura2 pusing pdhl ngantuk akibat semalem gadang nonton pilem
Nami chan
pdhl dia tau kan alesan ibunya naruh di panti biar dia jg bs dpt pengobatan, selain mmg ada tujuan egois mamanya.

luna yg menderita, luna yg nanem enak aja dia mau menuai 😤
Nami chan
astagaa kok ampe sebegitunya ampe nusuk ibu nya sndr
Nami chan
kskwwkkwkw astaga
Nami chan
bengek bgt ama kelakuan devano /Curse/
Nami chan
yg disebut kan sachi yeeeey
Nami chan
mau nyiram air panas tp sayang kena hp sndr
Nami chan
dea akhirnya tau kalo lg di tes dna?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!