Mohon maaf, karya dalam masa hiatus dan dalam revisi kosakata maupun alur agar lebih baik.
--- SINOPSIS ---
Seorang gadis 17 Tahun mengalami kenaasan dalam hidup! Namanya Katerinna Alister, dia mati mendadak karena sebuah biji salak, kemudian di hidupkan kembali di masa depan di usianya yang ke 23 tahun.
"APAAAA?"
𝚂𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚝𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚜𝚝𝚎𝚖 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙𝚊𝚗, 𝚊𝚗𝚍𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚒𝚕𝚒𝚔𝚒 𝚖𝚒𝚜𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚙𝚎𝚖𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚞𝚝𝚊𝚖𝚊 𝚙𝚛𝚒𝚊 𝚓𝚊𝚝𝚞𝚑 𝚌𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚍𝚊!!
"HAJIGUUUR!!"
Pria tampan itu bernama Richard Karl, Presidir arogan dan memiliki tempramen yang buruk di jodohkan oleh ibunya dengan Kate yang tak sengaja menolong keluarga mereka.
Gimana keseruan kisahnya? Yuk cari tahu dengan pencet ♡ masuk daftar pusaka, dan press LIKE, COMMENT,GIFT, AND VOTE!!
Terima kasih sudah dukung ♡♡♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayang aku ga?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 # Terciduk
Sepanjang perjalanan pulang keduanya terdiam sungkan karena mereka salah mengambil pembahasan di hari kencan pertama mereka.
'Kencaan?! Aku kan emang belum nerima perasaan dia. Kita belum sah jadi pasangan!!'
Seketika wajah Kate merona atas kepercayaan dirinya bahwa mereka tengah berkencan saat ini.
Cekiiit!
Kate terperanjat, pasalnya ternyata Ree mengajaknya ke sebuah taman tepi sungai yang ada di luar jalur kota. Dengan gemerlap lampu kota di hadapan mereka yang pantulan cahayanya memancar di riak air sungai.
"Ko kesini?!" Tanya Kate penasaran masih terduduk di motor Ree.
"Mau menikmati indahnya kota Petra di malam hari bersama wanita tercantik di kota ini!"
Wajah Kate memerah seperti tomat terus di puji oleh pria di hadapannya. Keduanya kemudian turun, seperti biasa Ree membantu Kate membuka helm yang menempel di kepala Kate.
Kedua netra mereka kembali beradu, wajah Ree mendekat tiba-tiba saja. Dia menelan salivanya seolah tersihir dengan pesona kecantikan Kate. Kate mengatupkan erat bibirnya dengan wajah yang mulai memucat.
Perasaan gelisah, berdebar tak karuan dengan sejuta perasaan yang sulit di ucapkan kata. Kate mengeratkan genggaman tangan di tepi celana dasarnya. Ree menahan laju wajahnya kemudian tersenyum manis sekali di hadapan Kate.
"Kamu wanita yang paling cantik sekaligus menggemaskan yang pernah aku kenal Kate!"
DEG!!
Jantung Kate seolah dihantam panah asmara dari senyuman Ree. Ree kembali ke posisinya semula.
'Thats it?!'
Kate pikir Ree akan menciumnya, 'Astagaaaa Kate otak mu sungguh nista!! Pria di hadapan mu tentu saja pria baik-baik tidak seperti si cabul yang baru kenal semalam udah nyosor ajaaa!!'
"Sini Kate!!"
Kate segera menyusul Ree, menatap keindahan gemerlap kota di tempat mereka saat ini.
"Kamu sering kesini ya ama mantan?!" Celoteh Kate asal.
"Hehehe mantan apa, aku ga pernah pacaran!!"
"Masa sih?! Cowok setampan kamu ko g ada yang mau!!"
"Kalau kamu gimana Kate?!"
"Apa kamu juga ga mau sama aku?!"
DEG!!
'Kate bodoh ngapain nanya kek tadi seolah mancing!!'
"Aku mau..." Lirih Kate sangat lirih namun terdengar jelas di telinga Ree yang seketika menundukan wajahnya tersipu dan terkekeh lirih.
Ree kembali memberanikan diri menggenggam erat kedua jemari Kate.
"Mau ga kamu jadi pacar aku?!"
Kedua bola mata Kate membulat sempurna. Belum di tambah denyut jantungnya berdebar tidak karuan. Rasanya waktu terhenti saat ini bagi Kate. Dia bahkan seperti mati rasa sesaat. Selama ini tidak ada yang menyatakan perasaan padanya ini kali pertama.
"Aku mau..."
"Benar kah?!"
Ree tidak percaya Kate menerima perasaan cintanya saat ini.
"Apa kamu benar sungguh-sungguh Kate?!"
"Tentu, aku juga menyukai mu saat aku pertama kali melihat mu saat itu!"
Ree tertawa lirih dengan kedu netra yang tengah berkaca.
"Terima kasih Kate."
"Eh tapi, bukankah Debora menyukaimu?!"
"Iya itu dulu..."
"Sepertinya di sudah menyukai orang lain. Semenjak aku menolaknya dia tidak lagi mengganggu ku hanya saja aku takut kamu dalam bahaya jika aku nekat pdkt sama kamu waktu itu!"
"Itu alasan aku menghindar dan ga jadi pdkt sama kamu saat itu."
Kate tertawa lirih dengan wajah yang masih semerah tomat. Ree mengusap pipi Kate perlahan, rasanya hari ini perasaan Kate terus di bawa melayang-layang oleh Ree.
"Boleh aku memanggilmu dengan panggilan sayang?!" Ujar Ree malu-malu.
"Up to you..." Kate tak kalah malu menundukan wajahnya.
"Terima kasih sayaang..."
"Boleh aku memelukmu?!"
'Ya tuhaaaaan dia mau meluk aja minta ijin duluuu!!'
Kate tersentuh oleh sikap manis Ree dalam memperlakukannya. Tidak seperti kebanyakan romansa yang dia baca, kalau mau peluk main peluk aja, mau cium main sosor aja!
'Aku tidak salah memilih kan, aku sangat menyukai pria yang menghormati dan menghargai wanita! Dia benar-benar type ku!!'
Kate lebih dulu memeluk Ree bahagia, senang dan haru bercampur satu. Ree merasakan hal yang serupa, dia memeluk Kate penuh kelembutan dan rasa sayang yang teramat menjalar begitu saja di tubuh keduanya.
"Aku akan berusaha membahagiakanmu Kate!"
"Terima kasih Ree..."
"Pulang sekarang?! Ini sudah larut..."
Ree melonggarkan pelukannya, dia membuka jaketnya dan mengenakannya pada Kate. Kate bisa mencium aroma tubuh dan parfume kekasihnya menguar di hidungnya membuatnya nyaman dan ingin kembali memeluknya.
"Kamu nanti kedinginan?!" Tanya Kate.
"Kan ada sayang yang peluk aku!"
"Iisshh kamu gombal terus aku udah ga kuat!!"
"Bisa-bisa aku masuk UGD pingsan gara-gara jantungan!!"
"Hahahaha!!"
Ree mencubit hidup Kate perlahan.
"Aku mencintai mu Katerinna Alister!"
"Terima kasih Sheung Ree!"
Keduanya tertawa bahagia bersama, kembali saling peluk sebelum akhirnya mereka benar-benar meninggalkan tempat itu. Sepanjang jalan Kate memeluk erat pada tubuh kekasih pertamanya.
'Bukankah aku berhak memilih kebahagiaan ku sendiri?!'
Kate tersenyum membayangkan bahwa pacar pertamanya ternyata teman semasa sekolahnya dulu.
Cekiit!
Kate turun, begitu juga Ree. Dengan sigap dia membukakan pengaman kepala Kate. Kate membuka jaket kekasihnya.
"Kamu pake aja ga papa sayaang!"
'Ya ampun dia bilang sayaaaang tubuhku lemasss seketikaa!!'
"Aku ga mau gara-gara aku kekasih ku masuk angin dan sakit terus ga bisa jemput aku besok!!"
Ree terkekeh dengan jawaban kekasihnya. Kate mengenakan jaket pada Ree perlahan dan menaikan zipper menutup sepenuhnya tubuh kekasihnya. Ree menggenggam kedua pipi Kate gemas mendekatkan wajahnya dan mencium kening Kate mesra.
"Selamat malam Kate ku sayang, sleep well!"
"You too!!"
Kate tidak bisa menahan dan menyembunyikan betapa wajahnya kini seperti kepiting rebus.
"Besok aku jemput ya sayaang..."
Ree masih merasa enggan berpisah dengan Kate saat ini. Rindu yang membuncah itu entah datang dari mana yang menginginkan dia terus berada dekat dengan kekasihnya.
"Gih masuk duluan, nanti baru aku pulang!" Titah Ree lembut.
Kate mengangguk antusias dan melambai pada kekasihnya. Saat akan berbalik badan betapa terkejutnya dia melihat sosok pria yang sangat mengganggunya semenjak kedatangannya di dunia ini tengah memasang muka yang sulit dia artikan.
"Kamu kenal dia sayang?!" Tanya Ree merasa tidak nyaman.
"Sayaaang?!" Richard mengerutkan keningnya.
"Kakak ngapain kesini?!" Umpat Kate kesal.
"Kakak?!" Giliran Ree yang mengerutkan keningnya.
Ree sendiri tahu bahwa Kate adalah anak tunggal. Kakak yang dia maksud apa ada yang dia lewati selama ini.
"Kenalin ini kakak angkat aku..."
"Owh... Sheung Ree..." Dengan ramah Ree menjulurkan tangan lebih dulu mengawali perkenalan mereka.
Dengan enggan dan kesal Richard menjabat menyambut uluran tangan Ree. "Richard Karl!"
Ree mengerutkan keningnya 'Richard Karl?! Pria nomor satu di Negara Petra?!'
"Kamu ngapain pacaran semalam ini?!"
"Aku bilang sama momy kamu keluyuran sampe semalam ini biar kamu ga perlu tinggal di Apartemen lagi!!"
"APAAA?!"
Richard menyulut emosi Kate saat ini, menggunakan ibunya mengancam dirinya.
"Eh maaf kak, jangan salahkan Kate. Aku mengajaknya menonton theatre sepulang kami kerja."
"Kamu ga berhak ikut campur urusan pribadi ku!"
"Urusan momy aku akan bilang sama beliau nanti!!"
"Urusan kamu urusa aku juga Katerinna!!"
"Kamu sungguh terlalu dimanja sampai membangkang seperti ini!!!"
"APAAAA?!"
"Kate, sudah jangan adu mulut lagi."
"Saya minta maaf kak, semua ini salah saya."
"Jangan hukum Kate!!"
"Cih, emang kamu siapanya dia sampai harus mencari muka di hadapannya seperti ini?!"
Richard berkata dingin dan sinis melayangkan tatapan tajam dan tidak suka pada Ree. Ree hanya menundukan wajahnya merasa sangat bersalah.
"DIA PACARKU PUAS!!!" Sungut Kate kesal atas perlakuan Richard padanya saat ini.
**✿❀ To be Continue ❀✿**