*ini asli cuma imajinasi
* no plagiat
Dan karya pertama ku
***
Alena Attahirah cewek paling nakal di SMA Bina Bangsa, harus rela di jodohkan dengan seorang ketos dingin dan juga orang yang Alena sangat ia benci
Gevan Alvaska tak menyangka ia akan di jodohkan dengan orang yang selalu ia beri hukuman setiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xypdmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perubahan sikap gevan
"Nana sini duduk" ucap gevan lembut sambil menepuk tempat duduk di sebelah nya
Alena kaget melihat sikap gevan yang alay pikir nya, secara kan Alena cewek tomboy
"kenapa lo lay, jadi alay kayak gini" ucap Alena dengan tampang jijik melihat gevan
"kok kamu gitu sih na, aku kan cuma nyuruh kamu duduk di samping aku" ucap gevan dengan wajah sedihnya, bukannya iba Alena malah tambah menjauh dari perubahan gevan yang ia anggap sangat drastis itu
"lay jangan berubah jadi alay gini dah ngeri gue liat tau gak" ucap Alena dengan intonasi pedasnya itu
"na dingin" ucap gevan langsung memeluk tubuhnya sendiri, Alena memang sedari tadi melihat wajah gevan yang sudah pucat tapi ia pikir itu cuma ekspresi gevan karna ia selalu tampil dingin
Alena meletakkan tangannya pada dahi gevan ragu-ragu untuk mengukur suhu tubuh gevan, Alena merasakan panas pada tangannya saat dahi gevan bersentuhan dengan tangannya
"lay lo demam" ucap Alena duduk disamping gevan
"dingin na" kembali gevan mengatakan kalau dirinya dingin dan itu berhasil menarik simpati Alena
Alena yang duduk di sebelah gevan langsung memeluknya karna Alena tak membawa jaket atau pun kain yang bisa di jadikan selimut untuk menutupi tubuh gevan yang sedang kedinginan
"tenang ya, bentar lagi kita keluar kok lay" ucap Alena mencoba menenangkan gevan sang suami
Alena merasa iba akan kondisi gevan sekarang, orang yang dulunya selalu bermuka datar dan irit bicara sekarang seperti bocah berumur 5 tahun yang merengek kalau sedang sakit
"gue heran sama lo lay, kenapa sih lo itu selalu aja memasang muka datar di tambah irit bicara, tau gak gue tu gak suka liat orang gitu"
"jadi besok-besok lo gak boleh gitu ya... "
"yah ternyata gue ngomong sendiri dari tadi ya, tapi bagus lah jadinya lo gak ngerasa sakit terlalu lama" sambung Alena saat melihat gevan sudah tertidur dengan posisi kepala gevan menyender pada bahunya
tak berselang beberapa lama di susul oleh Alena pergi alam mimpinya, karna ia bosan tidak ada teman yang ia ajak mengobrol jadinya ia tertidur dengan posisi masih memeluk tubuh gevan
.
.
.
paginya tidur Alena terusik oleh suara koko kan si ayam, saat ia membuka mata, Alena di buat spot jantung oleh tingkah gevan yang menatap nya intens saat ia membuka mata
"astaghfirullah" kaget Alena mengelus dadanya
"kenapa sih lo lay, pagi-pagi udah bikin orang olahraga jantung aja" ucap Alena hendak berdiri dari duduk nya yang terlalu dekat dengan sang suami
tapi tangan Alena dipegang oleh gevan, sehingga Alena menghentikan langkah nya untuk pergi, ia menoleh pada gevan dengan penuh tanda tanya
"kenapa" tanya Alena bingung
"oh ya lo gak sakit lagi kan" teringat Alena ia langsung memeriksa dengan menyentuh kan tangan nya pada dahi sang suami
gevan menggeleng pertanda bahwa ia sudah baik-baik saja sekarang
"makasih"
"hah" ucap alena beo
"harus di ulang" ucap dingin gevan
"cih, tadi malam aja pas sakit kayak anak kecil lah sekarang pas udah sehat kumat lagi penyakit dingin nya"
"..... " gevan hanya diam tidak menanggapi ucapan alena, dan reaksi gevan yang seperti ini di benci Alena
.
.
.
.
.
jangan lupa dukungan nya ya☺