NovelToon NovelToon
After We Meet

After We Meet

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Duda
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nocturnlax

[After We Meet]

Zelma Agatha, merupakan sesosok gadis yang memiliki Toko Kue yang cukup ramai akan pembeli di kotanya, Heavent Hills. Ia membuka toko kuenya seperti biasa, hari itu ia dihampiri oleh sesosok pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Pria tersebut merupakan seorang Mafia ternama, Marc Lawrence. Ia juga merupakan seorang duda yang memiliki seorang anak tunggal.

Pertemuannya dengan pria tersebut benar-benar membuatnya tidak akan menyangka akan mengubah kehidupan romansanya kedepan.

Ikuti terus cerita ini, akan ada banyak kisah menarik dan hal-hal baru yang akan di hadapi Zelma selama bersama Marc!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nocturnlax, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan apa ini? (Bagian Dua)

"Kamu sudah lama punya usaha Toko Kue, Nak?" Ibunya Marc semakin penasaran akan gadis ini.

"Sebenarnya itu Toko Kue punya almarhum Mama, jadi sekarang aku yang nerusin, Mom."

Ibunya Marc mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan singkat dari Zelma. Mereka kemudian melanjutkan sarapan.

"Mom, ingat Chocolate Salted Caramel Tart yang aku beli saat Ulang Tahun Aurellia? Aku membelinya di Toko Kue milik Zelma." Ujar Marc sambil menggigit roti bakar miliknya.

"Benarkah itu, Nak? Chocolate Salted Caramel Tart milikmu benar-benar sangat lezat, bahkan malam itu semuanya habis tak tersisa," Puji Ibunya Marc kepada Zelma, Zelma merasakan perasaan yang teramat bahagia ketika mendengar produk olahan Tokonya sangat berkesan baik kepada konsumen.

"Tapi, kenapa malam itu kamu tidak datang? Marc tidak mengajakmu?" Mata Zelma membelalak mendengar pertanyaan dari Ibunya Marc. Diingatnya lagi kejadian saat anak buah Marc mengambil pesanan Chocolate Salted Caramel Tart. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, ia takut membuat Marc tersinggung.

"Uhm, Mom, sebenarnya bukannya aku tidak mengajak Zelma," Ujar Marc sambil memegang tengkuknya dan menatap Zelma dengan rasa bersalah.

"Hari itu aku memberi surat ancaman kepadanya ditambah lagi anak buahku juga ikut mengancamnya dengan pistol. Maafkan aku, karena ku pikir dia tidak akan bisa menyelesaikan pesananku, aku juga tidak ingin mengecewakan Aurellia di hari spesialnya." Marc menundukkan kepalanya, tak ingin menatap Zelma maupun Ibunya.

Ibunya Marc terkejut dengan pengakuan yang baru saja dikatakan oleh anaknya, ia merasa tidak enakkan kepada Zelma atas apa yang telah Marc perbuat padanya. Sedangkan Zelma hanya bisa terdiam dan mencoba untuk tidak ingin mengingat hal itu lagi sebenarnya.

Suasana di meja makan kala itu terasa tegang, karena tak ada dari mereka yang berani membuka percakapan, Marc kemudian inisiatif untuk memecah suasana.

"Aku minta maaf, Mom," Ujar Marc lirih.

"Sekali lagi maafin gue ya, Zel." Marc meminta maaf lagi ke Zelma, ia masih merasa bersalah atas apa yang telah ia perbuat.

"Marc Lawrence, you are too far, why you always do the silly things like that? Kau harus mengubah sikapmu yang seperti itu, kau benar-benar sudah membuatku malu atas apa yang telah kau lakukan." Ibunya Marc menekan setiap kata yang ia ucapkan kepada Marc, pria itu terdiam sambil menatap remah-remah roti bakar di piringnya.

"I'm so sorry, Mom. I just... You know..." Marc tidak tau harus berkata apa lagi.

"Zelma, maafkan Marc yang sudah keterlaluan padamu ya, Nak?" Ibunya Marc meraih tangan gadis itu dan mengelusnya, dirasakan oleh Zelma penyesalan yang sangat amat dalam dari sentuhan yang diberikan padanya.

"Tidak apa-apa, Mom. Aku sudah memaafkan Marc sedari lama," Zelma mencoba untuk tersenyum sembari menahan air matanya yang ingin sekali mengalir keluar.

"Gue minta maaf ya, Marc. Gue juga salah waktu itu ka—"

"Bukan salah lo kok, gue udah gak sopan banget. Harusnya gue bisa komunikasiin baik-baik waktu itu." Marc beralih menatap gadis itu, lagi-lagi dengan tatapan lembutnya yang entah mengapa membuat Zelma merasa tenang. Gadis ini makin tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.

Ditengah-tengah suasana dengan perasaan campur aduk ini, muncul sosok gadis remaja yang sedang memakai piyama berwarna biru kemudian duduk di samping Ibunya Marc. Aurellia, terlihat ia masih belum mengumpulkan seluruh nyawanya.

"Good Morning Pumpkin!" Seru Ibunya Marc, Aurellia hanya bisa menatap Grandmanya sambil menguap dan tersenyum.

Melihat cucunya yang masih belum sepenuhnya sadar, ia kemudian mengambilkan piring dan menaruh tiga keping roti bakar yang ia buat, ia menuangkan saus coklat favorit Aurellia dan memberikan sepiring roti bakar tersebut padanya.

Zelma yang sedari tadi menatap gadis itu dengan senyum, pun menyita pandangannya. Ia masih merasa asing dengan sosok Zelma, ia sudah lama tidak melihat Daddynya membawa perempuan ke rumah.

"Tante temannya Daddy ya?" Tanya Aurellia secara frontal.

"Iya sayang, Tante ini teman dekatnya Daddy," Belum sempat dijawab oleh Zelma, jawaban atas pertanyaan Aurellia telah diwakilkan oleh Ibunya Marc.

"Ayo kenalan dulu." Suruh Ibunya Marc sembari tersenyum kepada Aurellia.

"Aku Aurellia Genoveva Lawrence, panggilannya Aurell atau Aurellia." Ucap gadis remaja itu dari tempat duduknya.

"Namamu cantik ya? secantik orangnya." Ujar Zelma, ia terkekeh mendengarnya tak lupa ucapan 'Terima Kasih' ia berikan kepada Zelma.

"Daddy yang namain aku, Tante. Kalau tante sendiri namanya siapa?" Tanya Aurellia dengan wajah penasarannya.

"Tante namanya Zelma Agatha, panggil aja Tante Zelma ya." Jawab Zelma, Aurellia kemudian menganggukan kepalanya tanda mengiyakan.

"Tante udah lama ya temenan sama Daddy?" Tanya Aurellia sekali lagi.

"Aurellia, habiskan dulu sarapanmu ya? Nanti setelah itu kamu boleh tanya-tanya apa aja sama tante Zelma." Tegur Marc, ia tahu anaknya penasaran dengan sosok Zelma, tapi cepat-cepat dicegatnya sebelum ia melontarkan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

"Baik, Dad." Aurellia kemudian melahap roti bakarnya.

"Nak, sebentar sore kamu ada waktu luang?" Tanya Ibunya Marc beralih kepada Zelma.

"Sepertinya ada, Mom. Tokoku tutup pukul lima sore. Ada yang bisa dibantu?"

"Aku ingin mengajakmu makan malam bersama kami. Apakah bisa, Nak?" Tanya Ibunya Marc sekali lagi memastikan bahwa Zelma benar-benar bersedia untuk ikut makan malam bersama mereka.

"Akan aku usahakan, Mom." Ibunya Marc tersenyum ke arah Zelma dan beranjak dari tempat duduknya.

"Tiada kesan tanpa kehadiranmu." Tutur Ibunya Marc. Marc, Zelma dan Aurellia hanya bisa menatap wanita berumur tersebut melangkahkan kakinya dari hadapan mereka.

"Nanti gue jemput, kalau misalnya pas gue udah sampe lo masih beres-beresin Toko, bakal gue tungguin. Pokoknya lo harus datang." Ucap Marc dan menghabiskan segelas susu miliknya.

"Iya-iya, tapi sebelum gue pulang, gue mau beres-beres dulu dikit. Gue udah ngerepotin Mom." Zelma beranjak dari tempat duduknya sembari membereskan piring-piring dan gelas bekas mereka sarapan.

Marc mencegatnya namun sia-sia, ia tetap bersikeras dan berjalan menuju wastafel dapur yang berada tak jauh dari meja makan. Ia menaruh piring-piring dan gelas bekas mereka pada wastafel tersebut.

Pria tersebut belum beranjak dari tempatnya, ia memilih untuk memainkan ponselnya sembari menunggu Zelma menyelesaikan aktivitasnya.

"Tante, aku boleh bantu gak?" Suara Aurellia yang berada tepat di samping kanan membuatnya beralih menatap gadis itu.

"Aurell duduk aja ya, biar tante yang beresin." Ujar Zelma dan kembali melanjutkan aktivitasnya untuk mencuci piring.

"Gak mau, pokoknya Aurell mau bantuin tante," Gadis itu sama keras kepalanya seperti Daddynya, pikir Zelma.

"Tante, menurut tante Daddy itu orangnya gimana?" Pertanyaan Aurellia membuat otaknya menayangkan proyeksi Marc yang terkadang menyebalkan dan keras kepala, namun sifat Marc yang perhatian kepadanya juga melengkapi semuanya.

"Daddymu orangnya baik walaupun terkadang nyebelin," Zelma tersenyum menjawab pertanyaan tersebut.

"Dia juga perhatian dan—"

"Hot, pasti benar 'kan tante dugaanku? banyak teman lawan jenisnya yang selalu memuji seperti itu." Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Aurellia sudah menyela duluan.

Zelma tersenyum malu-malu mendengar Aurellia berkata seperti itu, ia tidak bisa mengelak karena jauh di dalam lubuk hatinya ia akui Marc memang sangat menggoda.

Berbagai macam pertanyaan yang dilontarkan Aurellia membuat Zelma dan gadis itu semakin dekat, bahkan tak terasa piring-piring dan gelas yang ia cuci sedari tadi sudah tersusun rapi dan bersih pada tempatnya.

Zelma berlalu menuju Marc yang menopangkan dagu dengan tangannya, pria itu sedang menonton YouTube di ponselnya. Sedangkan Aurellia sudah duluan pergi dari dapur, gadis itu sempat berpamitan kepada Zelma bahwa ia ingin bersantai di ruang tengah.

"Gue udah selesai. Ayo, anterin gue sekarang." Marc beranjak dari tempatnya sembari menguap, ia meregangkan badannya beberapa saat kemudian berjalan beriringan bersama Zelma menuju ke ruang tengah, tetapi sebelumnya Zelma singgah terlebih dahulu di kamar tamu yang ia tempati semalam untuk mengambil barangnya.

Setibanya mereka di ruang tengah, Zelma langsung berpamitan pulang pada Ibunya Marc dan juga Aurellia. Ibunya Marc kembali mengingatkan Zelma soal Makan Malam yang akan ia adakan, Zelma mengiyakan kemudian ia dan Marc berlalu dari hadapan mereka.

Mereka berdua kini berada di garasi, Zelma menunggu Marc memanaskan mobilnya beberapa menit. Pria itu kemudian keluar dari dalam mobilnya dan membukakan pintu pada jok depan penumpang, ia mempersilahkan Zelma untuk masuk.

"Makasih." Ucap Zelma saat Marc sudah berada di dalam mobil, Marc menganggukan kepalanya.

Mobil milik Marc telah melewati pelataran Mansion, ia menempuh dengan kecepatan sedang. Selama dalam perjalanan, suasana hening mengelilingi mereka berdua; tak ada yang berkata sepatah kata, namun mereka dapat mendengar deru mesin dari mobil yang mereka tumpangi sekarang.

Zelma telah tiba di depan rumahnya, beberapa karyawan telah menunggu di depan gerbangnya entah sudah berapa lama. Zelma kembali mengucap 'Terimakasih' kepada Marc tak lupa berpamitan. Namun, ketika ia hendak membuka pintu mobil, tangannya dicegat oleh Marc.

"Biar gue yang bukain." Marc turun dari Mobil dan berjalan memutar untuk membukakan Zelma pintu.

"Makasih banyak lagi, maaf ya gue ngerepotin." Ujar Zelma yang berdiri sejajar dengan Marc.

"Lo gak ngerepotin kok, entar siang mobil lo dibawain kesini sama anak buah gue. Take care, Zel. Tetap waspada sama sekitar." Marc mengelus kepala Zelma sebelum berlalu menuju mobilnya, Zelma masih terpatung dengan apa yang baru saja diperbuat Marc.

Pria tersebut berlalu dari hadapannya, ada perasaan senang yang tidak bisa ia jelaskan memenuhi hatinya. Senyum sumringah memenuhi wajahnya saat itu juga.

1
Endah Winarni
fav dan like dulu kak
Nocturnlax: Makasih kak, ditunggu buat baca-baca ceritanya pas waktu senggang🌟
total 1 replies
Jiya™:彡
gk sabar nunggu lanjutannya 👍
Kang cilok: Mampir kak ke hantu tampan dan CRUSH 😄
total 2 replies
•⁠ᴗ⁠• JOFENDLOTRUVE •⁠ᴗ⁠•
kan bisa tuh minta baik baik, kenapa harus pakai pistol sih
Nocturnlax: agak laen emg wkekekekeke
total 1 replies
Neyna 🎭🖌️
yeeey dilanjut lagi, semangat Nes 💪💕💕
Nocturnlax: aww maaciiw kak ney, semangat jg buat kak ney💗💗💗
total 1 replies
Zhara
Semangat thorr
Nocturnlax: Makasih kak udah mampir💫
total 1 replies
Zhara
Sangar nya 🤐
Nocturnlax: Bener wkekekeke
total 1 replies
Dirgantara Danas Santoso
up dong kak aku masih nungguin😕
Nocturnlax: Makasih banyak kak udah nungguin, entar malam bakal update kok, pantengin terus ya💫
total 1 replies
Achi
Haai Thor, saya sudah mampir..


semangat Thor 💪💪
Nocturnlax: Makasih kak udah mampir, semangat juga ya💫
total 1 replies
Nurul
hai Thor salam kenal, favoritkan kembali novelnya ya 🙏🙏
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁɪ᥉ׅ᥉֒ɑׁ🐅⃫⃟⃤⟢
minta baik² bisa nggk😬pake nodong² pistol segala
Nocturnlax: Ngeselin emg, Nis. Wkkwkwkwk
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁɪ᥉ׅ᥉֒ɑׁ🐅⃫⃟⃤⟢
jgn galak² dong mas nya😐
HOLAAA KAK NESSS NISAA MAMPIR YA😻😸
Nocturnlax: MAACIIIW NISAA💗💗💗
total 3 replies
Dewi Melow
how you doing???
Winda Oriza Mutia
suka ceritanya
Nocturnlax: Makasih kak, stay tune terus ya buat updatean selanjutnya🌟
total 1 replies
RX LHC R4{M}4
aku tunggu episode berikutnya... siap pencet like.
Nocturnlax: Makasih banyak ya sudah mampir, stay tune ya🌟
total 1 replies
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
seru but percakapannya kurang
Nocturnlax: Makasih kak Manami udah mampir🌟
total 1 replies
El Nurcahyani
Semangat Thor 🥳🥳🥳
Nocturnlax: Makasih banyak kak udah mampir🌟
total 1 replies
🎤K_Fris🎧
astaga, ada ya pelanggan yang smpai nodong piatol kyanya gitu🙄
gila sih
Nocturnlax: Emang bener-bener dah kelakuan anak buahnya Marc bikin geleng-geleng pala, kak🤭
total 1 replies
Rini Antika
Aku mampir kak, smg berkenan mampir jg ya ke karyaku yg msh pemula..🙏
Nocturnlax: Makasih ya kak sudah mampir, semangat🌟
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir lagi disini memberi, like....
Nocturnlax: Makasih kak sudah mampir🌟
total 1 replies
𝐏𝐨𝐝𝐤𝐚
semangat kak👏👏
Nocturnlax: Makasih banyak kak🌟
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!