NovelToon NovelToon
Menatap Senja

Menatap Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Chicklit / Tamat
Popularitas:120.4k
Nilai: 5.2
Nama Author: winda siregar

Bismillah... Kisah ini aku ambil dari beberapa orang yang memiliki pengalaman yang sama. Aku menggabungkannya menjadi sebuah kisah yang mungkin banyak sekali terjadi di kehidupan ini.

Gerd Anxiety adalah Masalah pencernaan, seperti heartburn, mual, dan sakit perut adalah gejala umum yang bisa ditimbulkan baik oleh GERD maupun anxiety. Kalau di masyarakat lebih di kenal dengan sakit asam lambung akut.

Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita yang ingin sembuh dari penyakit yang dia derita. Berbagai cobaan hidup, jatuh bangun dalam menghadapi kehidupan ini hingga dia akhirnya sembuh dan sukses.

Jangan lupa pilih menu Favorit ya sebelum dibaca 🥰🥰

*****

Deg.. deg.. deg..

Tiba - tiba saja aku merasa sesak dan kesulitan bernafas. Aku segera meraba dadaku, jantungku sangat kencang sekali berdetak. Keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Pakaianku mulai basah karenanya.

Lututku bergetar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Hari minggunya aku membuat dessert box untuk keluarga kecilku dan minuman untuk cemilan kami di hari libur.

Karena aku buat nya agak banyak hari seninnya aku bawa ke kantor dan dimakan oleh teman - temanku.

"Gi.. minumannya seger lho. Enak, Mbak suka" puji salah satu teman kantor.

"Alhamdulillah kalau Mbak suka" jawabku.

"Anggi pinter masak" puji yang lain.

"Waduh Mbak salah, aku jarang masak biasa mertua yang masak di rumah. Aku baru - baru aja belajar masak. Kalau minuman ini sih memang sering dibuat di keluargaku. Biasa kalau ada acara keluarga sering dihidangkan minuman ini" jawabku.

"Jualan aja Gi" saran teman yang lain.

"Jualan? Belum kepikiran Mbak, lagian ribet, kapan aku buatnya" balasku.

"Hari libur, terus kamu masukin kulkas. Kalau mau tahan lama bisa masukin ke freezer. Kalau ada yang beli kan bisa kamu keluarin dan cair lagi. Jadi tidak mudah basi" saran temanku tadi.

Aku terdiam sesaat.

"Anggi.. bulan depan anak Mbak mau nikah lho.. buatin Mbak minuman seperti ini donk" pinta temanku yang bernama Yuni.

"Ha... gimana ya Mbak" ujarku.

"Udah dek buat aja, lumayan kan bisa belajar jualan. Lihatlah kantor kita ini sudah mulai tidak jelas. Siapa tau kantor tutup kamu bisa buat usaha" saran teman kantor yang bernama Tyas. Temanku ini duduk paling dekat dengan aku.

"Tapi aku gak tau betapa jualnya Mbak?" ujarku.

"Kamu hitung aja semua modal terus tambahin untuk uang capeknya. Kalau untuk yang pertama ini gak apa - apa kamu gak dapat untung banyak. Hitung - hitung buka dasar" pesan Mbak Tyas.

"Gitu ya... " sahutku.

"Jangan mahal - mahal ya win" pinta Mbak Yuni.

"Nanti ya Mbak, Anggi hitung - hitung dulu. Seminggu ini Anggi kasih kabar jadi atau nggaknya" jawabku.

"Oke. Mbak tunggu ya" balas Mbak Yuni

Aku memikirkan saran teman - temanku. Apalagi beberapa hari yang lalu suamiku juga memberi saran seperti itu. Gak ada salahnya kan aku coba. Mumpung Mbak Yuni kasih penawaran bisa dijadikan ajang promosi dikalangan teman - teman kantor.

Sepulang kerja aku menemui atasanku di kantor.

"Pak besok Anggi boleh permisi masuk setengah hari?" tanyaku kepada pimpinan cabang dikantorku.

"Kamu mau kemana Gi?" tanya Pak Bambang.

"Anu Pak, saya mau ke rumah sakit. Mau berobat, beberapa bulan belakang ini asam lambung saya sering sekali kambuh Pak. Saya mau rutin berobat sampai sembuh" ungkapku.

"Kalau untuk berobat silahkan Gi. Semoga cepat sembuh ya" sambut Bosku memberi semangat.

Dengan keadaan perusahaan dan tekanan yang lebih berat membuat rasa persaudaraan di kantor jadi lebih kuat. Rasa senasib sepenanggungan membuat kami jadi kompak dan saling memberi semangat.

Sebenarnya banyak yang sakit seperti aku hanya saja gejalanya berbeda - beda. Malah sudah ada yang berobat ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

"Terimakasih ya Pak, setelah dari Rumah Sakit saya akan langsung ke kantor" ungkapku.

"Santai aja Gi, kamu fokus aja pada kesehatan kamu" balas Pak Bambang.

"Iya Pak, saya pamit pulang dulu ya Pak" ucapku.

"Hati - hati" jawabnya.

Sesampainya di rumah malam harinya aku bercerita kepada suamiku tentang tawaran Mbak Yuni.

"Terima aja Bun, nanti Ayah temani Bunda belanja bahan. Saat acara biar ayah antar sampai ke rumah Mbak Yuni" sambut suamiku.

"Apa Bunda sanggup buatnya Yah?" tanyaku.

"Kenapa nggak" balas suamiku.

"Kalau penyakit Bunda kambuh bagaimana? Sementara Bunda sudah terima pesanannya kan gak mungkin tiba - tiga batal" ucapku.

"Hal yang belum terjadi ngapain di pikirin Bun. Yang ada Bunda akan merasa terbebani. Kalau hal itu terjadi ya tentu saja penyakit Bunda kambuh" nasehat suamiku.

Aku terdiam dan berpikir sesaat.

"Bismillah aja dan jalani. Fokus pada apa yang akan Bunda kerjakan. Jangan pikirin yang lain - lain" tegas suamiku.

Aku menarik nafas panjang.

"Baiklah Bunda akan mencoba" jawabku.

"Oh iya kapan mau ke Rumah Sakit dan mulai berobat sesuai rujukan dokter kemarin?" tanya suamiku.

"Besok pagi Yah. Bunda sudah minta izin setengah hari masuk kantor tadi sama pimpinan" jawabku.

"Ya sudah kalau begitu besok setelah absen di kantor ayah temani ya Bunda ke Rumah Sakit" sambut suamiku.

*****

Esok harinya pagi - pagi aku duluan pergi menuju Rumah Sakit untuk mengambil antrian berobat. Suamiku terlebih dahulu absen ke Kantor baru menyusulku ke Rumah Sakit.

Satu jam kemudian suamiku datang.

"Sudah dipanggil Bun?" tanya suamiku.

"Belum yah, tinggal sedikit lagi nih giliran nomor Bunda" jawabku.

"Syukurlah Ayah belum terlambat.

"Nomor 20" panggil perawat.

Aku langsung berdiri dan maju ke meja pendaftaran.

"Mau berobat ke poli apa Bu?" tanya Perawat.

Aku menyerahkan surat rujukan yang aku bawa.

"Poli Jiwa ya.. Silahkan isi formulir terlebih dahulu" perintahnya.

"Baik Sus" balasku.

Aku segera mengisi formulir. Setelah itu aku di suruh kebelakang untuk periksa tekanan darah.

Setelah semuanya selesai baru aku menunggu di depan ruangan Dokter Jiwa ditemani suamiku.

"Takut?" tanya Suamiku.

"Sedikit" jawabku.

Dia menggenggam tanganku memberikan semangat dan mentransfer kekuatannya.

"Ibu Anggia Permata" panggil seorang perawat.

"Ya saya... " jawabku.

"Silahkan masuk Bu" perintah Suster itu.

Bismillah... ucapku dalam hati.

Aku dan suami masuk bersamaan. Di dalam aku melihat seorang dokter setengah baya. Dokter tersebut memang sudah terlihat berumur tapi wajahnya sangat bersahabat. Dia tersenyum dengan tulus menyambut kedatanganku.

"Silahkan duduk Bu Anggia" perintahnya lembut.

"Saya boleh menemani Dok?" tanya suamiku.

"Bapak siapanya?" tanya Dokter itu ramah.

"Saya suaminya Dok" jawab Mas Fadil.

"Oh silahkan Pak, memang lebih baik datang berdua. Silahkan duduk" sambut Dokter.

Aku menatap wajah dokter itu. Dia membalasnya dengan senyuman lembutnya seolah - olah ingin mengatakan kalau semua baik - baik saja. Senyumannya memberikan kenyamanan di hatiku.

"Ada yang bisa saya bantu Bu?" Dokter mulai bertanya.

"Begini Dok, saya mengalami sakit asam lambung akut, kalau sudah kambuh saya merasa sesak, jantung saya berdetak kencang, keringat dingin dan lutut saya lemas" ungkapku.

Dokter itu kembali tersenyum setelah mendengar keluhanku.

"Sebelumnya maaf ya Pak, Bu saya bertanya lebih dulu. Apa ada masalah dengan rumah tangga Bapak dan Ibu?" tanya sang Dokter.

Aku menatap suamiku lalu kembali menatap Dokter.

"Tidak ada" jawabku.

"Syukurlah" sambut Dokter lega.

"Jadi apa permasalahan lain yang mengganggu pikiran Ibu, yaaah yang mungkin membuat Ibu merasa terbebani?" tanya Dokter dengan hati - hati.

"Saat ini masalah yang terbesar Dok adalah masalah kantor. Perusahaan saya saat ini sedang tidak baik - baik saja. Sehingga banyak sekali tekanan. Ketepatan saya bekerja di Perusahaan asuransi dan tugas saya menerima keluhan nasabah. Sehingga setiap hari yang saya hadapi adalah amukan dan amarah para nasabah. Apakah saya harus berhenti Dok dari pekerjaan saya?" tanyaku menjawab pertanyaan dokter sebelumnya.

.

.

BERSAMBUNG

1
Andi
banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik
nonelnya seperti kehidupan kita sehari'', benar'' hidup seperti nyata kita alami,
luar biasa sekali pengalaman yang bisa kita petik
Masfaah Emah
terima kasih Thor smoga sukses d karya selanjutnya 👍,aku suka ceritanya bagus malah ni kisah nyata bukan halu,aku dah baca karya k Winda pernikahan yg 2, play boy insyaf,kita yg berbeda,n menatap senja sekarang mu mampir yg lain nya , karya k Winda emang the best smoga sukses d karya yg lain nya 🤲👍👍
Masfaah Emah
Alhamdulillah buah dari kesabaran Anggi jdi sukses 👍 smoga lancar usahanya, ni benar2 kisah nya seperti aku, yg pindah rumah baru setahun, karena korona usaha nya jdi merosot,aku jga bikin rumah uang nya separo pinjam dri bank selama 4thn , Alhamdulillah sekarang jga dah lunas walaupun dgn terseok-seok k uanganku, emang benar kata suamiku bahagia nya ga punya utang, karena untuk yg pertama x nya aku punya utang itupun demi ingin punya rumah sendiri, cuman yg beda aku blum bisa mengumpul kan uang untuk menjalankan rukun Islam yang kelima, karena usaha nya makin sulit, mungkin karena banyak nya saingan, tapi Alhamdulillah cukup lah buat makan mah ga susah2 amat, terimakasih ya Thor novel nya banyak pelajaran d kisah ini karena ni bukan kisah halu tpi nyata smoga sukses d cerita berikut nya 🤲🤲🤲👍👍🖕💪💪💪
Masfaah Emah
sma seperti orang tua ku klau berdoa 8 nama anaknya d sebut satu persatu, smoga lancar usahanya, itu kta orang tua ku 🤲
Masfaah Emah
ni novel cerita nya bukan dunia halu, ceritanya seperti nyata, ada kesamaan nya dengan kehidupan ku,
Masfaah Emah
ya Allah ni salah siapa,,? salah didikan nya apa,,? atau salah pergaulan,,? anaknya ga ada hati tuk membantu nenek n kakeknya padahal yg mengurus dia n memberi makan sedari kecil,,,?
Masfaah Emah
Allah memberikan Wati kesempatan untuk menjadi orang yang baik
Masfaah Emah
cobaan demi cobaan telah mereka lalui, tapi blum jga mereka bahagia
Masfaah Emah
Alhamdulillah,, smoga cepat sembuh n seperti sedia kala
Masfaah Emah
npa sih novel ini kaya kisah aku,aku jga yg slalu mengalah,aku 8 bersaudara,kamar ada 7 yg stu ortu kakak rumah nya deket jdi ga pernah nginep klau lgi kumpul aku slalu ga kebagian kamar,aku jga slalu ngalah ska tidur d ruang tv kadang aku jga suka sedih,
Masfaah Emah
seperti bapak ku,pke HP nya yg jadul,ga mau katanya yg sekarang pusing,ga ngerti 🤦😅
Masfaah Emah
emang pada saat itu penuh ketegangan, klau mau keluar takut soal nya d sana sini banyak yg meninggal
Masfaah Emah
emang d waktu itu sakit sedikit ja takut bgt kena covid
Masfaah Emah
bener2 ni anak ngeyel bgt hadeeeh 🤦 harus d gimanain ni anak 🙈
Masfaah Emah
terima kasih Thor benar2 ini pelajaran buat aku cara mendidik anak perempuan Yg susah d atur, pa lgi ni anak tiri susah d kasih taunya d marahin g mna ga d marahin g mna jga, padahal kita ngasih tau tuh sayang sma dia bukan nya benci toh buat kebaikan nya jga, eeh tanggapan nya apa coba,,,?
Masfaah Emah
emang klau punya anak perempuan khawatir bgt, apalagi anaknya yang yg susah d nasihati,klau kata orang Sunda mah seperti nanggey telor d tangan takut jatoh
Masfaah Emah
jadi ingat aku jga, waktu pertama x pindah rumah, awal nya usaha ku jg maju,pas baru setahun pindah rumah kena kofit akhirnya usaha ku menurun, malah waktu pertama kofit ga boleh jualan dan akhirnya usaha ku merosot n suamiku menyalahkan sejak pindah rumah usaha kita menurun, suami ku bilang mungkin rmh ini ga bwa hoki n slalu menyalahkan aku karena aku yg ingin cepat pindah rumah, padahal waktu kita ngontrak usaha kita bagus ,pas pindah ja usaha kita begini , kisah ini persis bgt kaya aku,pasbikin rumah aku ga mau pinjam k orang karna aku jga anti pinjam k orang, karena aku punya ga punya slalu diam, maka angpan orang itu aku slalu punya,
Masfaah Emah
gara2 covit banyak sanak saudara, temen kita yg meninggal, hampir tiap hari dengar orang meninggal d sana sini,aku juga sampai takut 🙈
Masfaah Emah
ya Allah cobaan nya bertubi-tubi, istilah nya sudah jatuh tertimpa tangga,, sabar ya Gi,,,!
Masfaah Emah
🤲🤲🤲,,, walaupun aku terlambat bacanya karena aku baru tau kalo ada novel yg bagus ceritanya 👍,ni padahal pengetahuan cara menyembuhkan penyakit macam Anggi yg d kira penyakit jantung,,..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!