Seorang ilmuan jenius yang meninggal di usia muda akibat kelelahan, karena memiliki tubuh yang lemah. Tidak disangka jiwanya merasuk pada seorang pria desa yang hidup sebagai petani miskin.
Orang tua baru saja mati dan dia mendapatkan jatah tanah warisan paling sedikit?
Dikenal orang yang pasif karena tidak pernah melawan?
Namun dia tidak mengeluh, dengan melihat tubuhnya yang kuat dan sehat saja dia sudah sangat bersyukur.
[ Selamat! Kamu telah terikat pada sistem Sugar Daddy ]
"Ha?!"
Dengan sistem yang aneh ini, Lin Chen mendadak menjadi Sugar Daddy zaman kuno.
"Suami, carilah istri lagi... Kami tidak kuat, huhuhu..." Istri pertama mengumpulkan keberanian nya dan menyuarakan suara hati para istri.
***
Kembali lagi di cerita author RAS(BY/AR)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Setelah air panas, satu persatu dari mereka mulai mandi. Dan karena hari sudah hampir larut, Lin Chen memasak hidangan yang satset.
Nasi di masak di wajan besi baru, di atasnya di taburi garam, potongan daging, lemak daging dan beberapa rempah lain seperti lada Sichuan dan sedikit irisan bawang daun. Hanya seperti itu saja? Tentu tidak, makan tanpa sayur tidak akan bisa eek~
Lin Chen membuat sup jamur hutan bening, rasanya bisa menetralisir rasa berminyak pada hidangan utama.
An Roro dan Chi Yao berdiri di belakang Lin Chen dengan perasaan tidak enak. Mereka ingin membantu, namun Lin Chen mengatakan jika mereka sudah mandi dan nanti akan berkeringat dan tidak nyaman saat tidur.
Awalnya mereka bersikeras ingin membantu, kepercayaan mereka sebagai istri yang berbakti kepada suami terasa di pukul keras saat melihat suami mereka sendiri memasak.
Namun apalah daya, suami mereka sangat mandiri dan pekerja keras. Di rumah ini, entah apa yang bisa mereka kerjakan. Rasanya suami mereka mengerjakan nya sendiri.
Bai Xue yang melihat kedua perempuan itu begitu terpukul hanya bisa memutar bola matanya, suami mereka sudah berkata tidak perlu ya tidak perlu. Lagipula apa susahnya duduk tenang menikmati kue.
Bai Xue menatap kue yang tinggal satu dan kemudian melirik mereka. "Kue nya aku habiskan ya!" Melihat tidak ada jawaban, Bai Xue mengangkat bahu dan tak peduli lagi langsung memasukkan kue terakhir ke dalam mulutnya.
Bibirnya Lin Chen berkedut tipis melihat kejadian ini, namun dengan cepat dia memfokuskan dirinya pada api tungku di depannya. Dirinya benar-benar tak kuat menatap tiga perempuan ini. Karena hari sudah malam, mereka tidak mau memakai pakaian baru yang baru saja di beli.
Alasannya terlalu sayang, dan daripada merasa canggung. Lin Chen memberikan pakaian nya, biasanya perempuan akan memakai dua sampai tiga lapis hanfu, namun karena tidak enak meminjam dan menganggap sudah malam. Mereka hanya memakai satu lapis pakaian saja.
Dia bukannya mesum, hanya saja bagian lekuk tubuh mereka memang benar-benar terlihat menonjol dengan jelas. Apakah mereka ini sudah benar-benar menganggap nya suami, atau emang sengaja mengundang nya memakan?
Pikirannya sedikit stres, dia tetap diam berpura-pura sibuk. Padahal masakan nya sebenarnya hanya perlu menunggu matang.
Lin Chen tidak sengaja menatap ruang mandi, suara gemericik air terdengar di dalam sana. Dia kembali tertegun, gambaran Zhi Zhilan sedang mandi... Pakaian terbuka dan wajah lembut nya yang imut.
Dia terdiam, pikiran nya tiba-tiba tidak bisa dia kendalikan.
Lin Chen Iblis. "Masuk saja! Masuk, dia itu sudah jadi istrimu~"
Lin Chen Malaikat. "Tidak boleh, kamu tidak boleh memaksa nya. Dia akan sedih!"
Lin Chen Iblis. "Dengarkan ucapan ku, kalian sudah sah! Dan istri mu itu kemungkinan besar sangat menyukai mu~"
Lin Chen Malaikat. "Tidak boleh, kamu harus menahan hasrat terlarang mu itu. Jangan sampai berbuat hal yang akan membuatmu menyesal!"
Lin Chen Iblis. "Heh, Lin Chen Malaikat! Lo tol*l atau gimana, kan mereka udah sah! Ngen*** terus hamil ya gak apa-apa, mereka kan emang suami istri!!!"
Lin Chen Malaikat tertegun. "Benar juga, yasudah ent** saja tuan"
[ Terdeteksi tuan rumah mengalami halusinasi karena terlalu gugup dan bersemangat unboxing ]
Suara sistem bagaikan siraman air es di tengah hujan, rasanya makin berisik dan otaknya makin panas. Lin Chen menghela napas pelan dan menenangkan dirinya, setelah sedikit tenang dirinya memijat pelipisnya.
'Apakah ini adalah efek dari sistem Sugar Daddy? Membuat pikiran ku jadi begitu mesum, aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.'
[ Sedikit, namun sebagian besarnya di picu oleh sifat buas laki-laki yang terkubur di dalam diri anda ]
[ Tuan, daripada anda mengalami halusinasi ringan seperti ini. Lebih baik anda nyicil saja, hingga otak anda kembali normal ]
Lin Chen mendengar ucapan sistem, lalu melirik ke arah suara gemericik air di sana. Dia menghela napasnya pelan, yasudah. Punya istri tapi masih menahan-nahan saat ngac**g juga sama saja menyiksa diri sendiri.
Lin Chen berdiri dan mengambil pakaiannya yang sudah dia siapkan sejak awal. "Kalian bisa membantu menjaga api, namun jangan sampai kelelahan. Sebentar lagi matang, jika sudah matang bawa ke meja makan dan siapkan. Bisa?"
Seperti mendapat titah suci, keduanya mengangguk senang. Lalu dengan cekatan langsung duduk di depan api namun tetap menjaga jarak agar tubuh tidak kotor.
Lin Chen tersenyum tipis lalu berjalan santai dengan langkah yang sengaja di pelan kan agar tidak menimbulkan suara.
Bai Xue yang bermata tajam hanya memiringkan wajahnya, dengan wajah dingin, matanya kemudian berputar seolah tak peduli atau seolah meremehkan.
Di dalam ruangan mandi, Zhi Zhilan duduk di sebuah kursi sambil bersenandung pelan menikmati air yang mengalir dari batok kelapa ke tubuhnya.
Dia tidak menyadari sosok yang perlahan menurunkan pakaian nya dan berjalan mendekat ke arahnya dengan keadaan yang sama seperti Zhi Zhilan.
"Suara mu merdu juga ya"
Suara bisikan dari arah belakang nya secara tiba-tiba mengagetkan nya, Zhi Zhilan bangkit maju ke depan beberapa langkah sampai mentok ke dinding. Lalu bersuara dengan nada bergetar, "s-siapa!"
Entah kenapa melihat reaksinya yang seperti itu, seperti kesenangan sendiri terhadap Lin Chen. Dengan bibir yang menyeringai Lin Chen mendekati nya.
Zhi Zhilan mendengar suara langkah nya, dia tidak ingin berbalik karena dapat mengekspos area memalukan nya. "S-siapa kamu, j-jangan mendekat!"
"Apakah kamu tidak mengenali suara suamimu sendiri, huh?"
Zhi Zhilan tertegun mendengar suara yang familiar itu. Dia tahu suara itu, Zhi Zhilan ingin menoleh ke belakang untuk memastikan nya.
Namun tangan besar langsung melilit perutnya, "tenanglah. Ini suamimu~"
"S-suami?"
"Hmm~ "
Zhi Zhilan agak tidak menyangka, suami An Roro-- maksudnya suaminya juga mengapa masuk ke ruang mandi saat dirinya mandi. Tidak, Zhi Zhilan melihat tatapan pria ini--- maksudnya suaminya hanya tertuju pada istri pertama. Tapi...
Tidak, mengapa kamu merasa ini tidak benar? Dia suamimu juga, dia berhak dan bisa melakukan apapun kepadamu. Jika kamu mendapatkan kasih sayang nya, walaupun sedikit, walaupun hanya sekali menemaninya tidur.
Itu sudah menjadi hal bagus baginya, bagaimanapun... Zhi Zhilan tahu hatinya tidak menolak.
"Suami... Apa yang kamu lakukan?"
Suara Zhi Zhilan terdengar lirih.
"Aku ingin mandi bersamamu, apakah tidak boleh?"
Zhi Zhilan bisa merasakan dada yang keras dan perut yang bergelombang. Itu dada suaminya, pikiran nya jadi membayangkan nya, tidak! Wajahnya dengan cepat memerah dan dia merasa sangat malu.
"B-boleh"