NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:367.9k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Lebih dari 10 tahun Haris memendam rasa pada sahabatnya Elena, namun apalah daya rasa itu tak jua hilang meskipun Elena bersikeras menolak nya, bahkan setelah 8 tahun berpisah rasa itu tetap mengendap di hatinya.
hingga suatu kejadian membuat mereka dipaksa menikah oleh kedua orang tua mereka. Hal itu membuat Elena semakin frustasi, karena terus menerus menolak menerima fakta bahwa hatinya mulai lemah pada pesona sang calon suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Klik

Elena memasang seat belt agar Sisi aman sepanjang perjalanan, siang ini Elena sengaja meluangkan waktu menjemput Sisi dari  sekolah, selama di rumah, Elena hanya bermain bersama Sisi saat gadis kecil itu pulang dari sekolah, hari ini Elena ingin memanjakan Sisi dengan membawanya bermain di Mall sepuasnya.

“Tante kita mau kemana?” tanya Sisi riang.

Elena tersenyum bahagia melihat keceriaan di wajah Sisi “Sisi mau kemana?” tanya Elena balik.

“Sisi mau main tante, mau makan, mau jajan, mau beli mainan juga” bibi nya tak henti henti menyebutkan semua keinginannya.

“Baiklah, hari ini tante traktir semua yang Sisi mau ... Setuju?”.

Elena mulai menjalankan mobil nya.

“Yeeeeee.... Kita main” teriak Sisi senang.

Bagaimana mungkin, keponakannya ini memiliki kebiasaan yg sama dengan dirinya, Elena tersenyum sendiri memikirkan dirinya yang hanya suka bermain, sementara Eliza sang kakak begitu gila dengan urusan pekerjaan.

tuuut tuuut tuuut

Dering ponsel membuat Elena menepikan mobil nya ke sisi jalan, dia mengernyitkan dahinya ketika melihat siapa sang penelepon nya, tumben kak Eliza telfon , pikirnya.

“Iya kak??” jawab Elena.

“Kamu di mana dek?”.

“Elena lagi d jalan kak, jemput Sisi sekolah”.

“Ke kantor pusat sekarang” perintah Eliza “kan tadi pagi kakak sudah bilang, kamu ke kantor pusat siang ini” lanjut Eliza dengan nada tinggi.

“Harus yah? Elena ikut ikut urusan perusahaan” jawab Elena sebel, pasalnya dirinya memang sama sekali tak berminat ikut bergabung di perusahaan, gak ingin peduli juga kalau para petinggi dan karyawan perusahaan menganggapnya anak manja yang hanya bisa bermain main.

“Mau sampai kapan kamu bermain main, sudah sepantasnya kamu mulai mengurus perusahaan” balas Eliza gemas.

“Tapi Elena sudah janji dengan Sisi mau ajak dia main dan jajan sepuasnya”.

“K noakak gak mau tau, ke kantor sekarang juga” ujar Eliza tegas.

Elena mendengus sebal, Eliza memang tak pernah kompromi dengan urusan pekerjaan.

“Iya ... iya ... Aku ke sana sekarang” jawab Elena pasrah.

Kemudian Eliza mengakhiri telfonnya.

Elena menoleh ke arah Sisi, rasanya tak tega membuat harapan gadis cilik itu pupus begitu saja “Sisi ... Maafkan tante yah”.

“Kenapa tante, kita gak jadi pergi yah?” tanya Sisi polos.

Elena hanya mengangguk pelan “lain kali yah, kita ke Mall nya” bujuk Elena lirih.

Sisi menatap kecewa ke arahnya, mata yang tadi berbinar cerah, kini tampak mendung, “tante janji lain kali kita main ke mall”.

Elena pun melajukan mobil nya memecah keramaian kota, 40 menit kemudian, dia sudah di lobi HS grup construction.

Security tampak memandang aneh ke arah Elena, pasalnya gadis itu hanya memakai mini dres dengan jaket denim, rambut terurai begitu saja, tas selempang, plus sendal jepit, tentu nya dia pasti akan di tahan pihak keamanan, karena aturan  berlaku tidak mengizinkan nya.

“Ada perlu apa yah” tanya security.

“Mau ketemu Bu Eliza” jawab Elena.

“Sudah ada janji?” tanya security.

“sudah pak”.

“tapi anda tidak memakai sepatu, karena nya saya tidak mengizinkan anda masuk”.

Elena terkejut, baru teringat dirinya hanya memakai sendal jepit.

“Haruskah saya beli sepatu pak?” Tanya Elena pasrah.

“Bila di perlukan”jawab security tegas.

Elena meringis memaksakan senyum nya.

Begitulah seorang Elena, jika dia ingin, dia hanya perlu mengatakan bahwa dia adalah putri pemilik perusahaan, tapi dia tidak suka dengan hal itu, dia ingin dilihat sebagai dirinya, bukan dilihat sebagai putri Harun Sebastian, Direktur utama sekaligus Sang pemilik perusahaan.

Sisi yang sejak tadi menggenggam erat tangannya, tiba tiba melepaskan genggamannya kemudian berlari meninggalkan Elena “Om Baguuuuusss” teriak Sisi.

Bagus yang melihat Sisi memanggil namanya sontak merentangkan tangannya kemudian menggendong gadis kecil tersebut, Elena melambaikan tangan kearahnya.

Kemudian Bagus menghampiri Elena yang masih tertahan bersama security.

“da apa ini pak” tanya Bagus pada security.

“Oh ... Selamat siang pak Bagus” sapa security sopan.

Bagus hanya mengangguk kan kepalanya.

“Ini pak, beliau tidak memakai sepatu, karena itulah saya belum mengizinkan beliau untuk masuk”

Pandangan Bagus langsung mengarah kebawah, Elena tanpak santai walaupun hanya beralas sendal jepit.

“Gak papa pak, wanita ini tamu saya juga” ujar Bagus.

“Baik pak, maaf saya menahan tamu anda” balas security sambil berlalu.

Bagus hanya melirik sebal ke arah Elena, yang dilirik hanya memasang wajah senyum tanpa dosa, kemudian berjalan mengikuti Bagus menuju Lift.

“kau ini benar benar” ingin rasanya bagus menjambak rambut gadis dihadapannya itu, tapi apa daya dia anak pemilik perusahaan.

“Apa susah nya kamu bilang kalau kamu anak tuan Sebastian, suka sekali berdebat untuk hal hal tidak penting, buang buang waktu saja” Bagus meluapkan emosi nya.

Tapi saat Elena hendak menimpali “om Bagus jangan marah, Sisi takut” ujar Sisi polos.

“Oh Sisi takut yah maafkan om yah” bagus membelai pipi gadis kecil itu, wajahnya Sisi kembali tersenyum ceria

“Sisi kangen Om Bagus”.

“Mana buktinya?”.

Kemudian Sisi mencium pipi Bagus.

“Aaaaaa ... Om bagus jadi semangat lagi, terimakasih Sisi sayang” Bagus mencium puncak kepala sisi.

Elena Terperangah menyaksikan Adegan tersebut “Hei keponakanku masih kecil, jangan coba coba merayunya”.

“Aku tidak merayunya, kami memang seperti ini setiap bertemu, kamu tau kan, aku sering ke rumahmu, menyerahkan dokumen dan berkas pekerjaan pada pak Krisna, begitulah kami jadi sedekat ini”.

Tak lama Lift yang membawa mereka, berhenti d lantai 5, dan langsung di sambut Eliza di depan pintu lift.

“Mamiii ...” Teriak Sisi senang.

Bagus menurunkan Sisi dari gendongannya, Sisi pun berlari memeluk Eliza “Mami, ayo kita main” pinta Sisi manja.

“Tapi mami masih kerja sayang”.

“Tadi mami suruh tante Elena ke kantor, kenapa mami masih kerja juga, biar tante saja yang kerja” Sisi mulai merengek.

“Oke oke ... Kita main, ayo ke ruangan mami ambil tas”.

Senyum lebar mengembang dari bibi Sisi.

“Elena ... segera ke ruangan rapat bersama Bagus” perintah Eliza.

“Iya kak” jawab Elena pasrah.

Bagus pun berjalan menuju ruangan rapat, disana sudah hadir beberapa orang yang akan terlibat dalam proyek HS grup construction kali ini, betapa terkejutnya Elena ketika pandangan matanya melihat Haris yang tengah sibuk dengan ponsel nya, tak menyadari kehadirannya.

“Duduk lah rapat akan segera d mulai” bagus menarik kursi di sebelah Haris, Haris yang mulai menyadari kehadirannya, mendongak kan wajah kearah Bagus dan Elena.

Senyum manis tampak tersungging dari bibirnya, siang itu Haris hanya memakai jas semi formal, dengan celana jeans dark blue, tampak menawan dengan rambut yang tertata rapi, tiba tiba Elena merasa dada nya berdesir, ini pertama kalinya Elena melihat Haris tampak menawan dalam penglihatannya, tapi cepat cepat dia menepis fikirannya.

Elena pun duduk ketika Haris menarik kursi di sebelahnya, mereka saling melempar senyum, tak lama Sekertaris Bagus membagikan dokumen agenda rapat hari ini.

Dan beberapa saat kemudian, Direktur muda HS grup memasuki ruangan rapat, dia pria tampan berkacamata, wajahnya selalu serius, jarang sekali dia menebar senyuman kepada bawahannya, bahkan ketika d rumah pun dia selalu fokus pada pekerjaan nya, "entah apa yang membuat kak Eliza jatuh cinta padanya", batin Elena

Yah pria muda itu adalah Krisna Aditama suami dari Eliza, menantu pertama Harun Sebastian dan Marisa, sekaligus kakak ipar Elena, di usia nya sekarang, dia sudah menjadi pebisnis yang di segani, dia pintar, tegas dan memiliki insting bisnis yang tidak diragukan, dan lawan yang tangguh untuk para pesaing HS grup, tak heran Tuan Harun mempercayakan posisi direktur kepadanya.

Krisna jugalah yang menjadi mentor sekaligus pembibing, ketika Elena, Haris, Bagus dan Priyo menjadi peserta magang di HS grup, dan sekarang tinggalah Bagus yang menjadi orang kepercayaan Krisna, tentu tak mudah mendampingi krisna dalam hal pekerjaan, tapi Bagus dengan sifatnya yang humoris dan mudah bergaul, nyatanya sanggup bertahan di sisi Krisna.

1
Nadi Rosmiaty Manaba
suka ceritanya😍
Sunny Kwok
Luar biasa
Dewi Oktavia
hahahaha
adelina rossa
hadir disini kak sekarang...
fatin Rahman
hahaha
suka hatimu thor
fatin Rahman
ulah c Bagus..melibatkan gambar2 Elena dan Haris dalam hotel tmpo hari kpd pak sebestian. ku kira mereka akan dijodohkan. pasti/Drool/
fatin Rahman
29/8/2025
TRIDIAH SETIOWATI
good story
Dewa Nara
kasian Harris
Dewa Nara
jadi geng Elena kerja sama papa Elena
Dewa Nara
lah katanya tadi rambutnya Elena pakai tusuk konde
Dewa Nara
kok Harris gitu
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
pipi gemoy
di tunggu bab nya bagus Thor 🙏🏼
pipi gemoy
thor lanjut cerita Bagus
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
pipi gemoy
sudah baca duluan Thor 😎
moon: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/

padahal ini yang novel pertama
total 1 replies
pipi gemoy
Haris 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼✌🏼
pipi gemoy
si Haris pasti nya 😎
pipi gemoy
tersepona si Haris
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!