NovelToon NovelToon
Sang Pemilik Hati

Sang Pemilik Hati

Status: tamat
Genre:Duniamasadepan / Cintamanis / Teen / Romantis / Komedi / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:74.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: patrickgansuwu

Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?

Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.

Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.

Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.

Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.

Baca yuk kisah selanj

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tukang palak sekolah

Kriiinggg... Kriiinggg...

Bel pulang telah terdengar di telinga para murid, ya semua langsung bersiap memasukkan barang mereka ke dalam tas dan akan segera pulang alias pergi dari sekolah.

Termasuk tentunya juga Sahira serta para teman sekelasnya, akan tetapi Sahira masih sibuk mencatat apa yang ada di papan tulis ke dalam bukunya dan tak perduli dengan bel yang berbunyi, baginya ia harus menyelesaikan catatan itu dulu sebelum pulang.

"Eh Sahira, lu gak siap-siap buat pulang apa? Itu udah bel loh, malah masih nulis aja!" ujar Raisa.

"Eee ini sebentar lagi gue selesai kok, nanggung lah kalau gak dilanjutin. Nanti abis ini baru deh gue siap-siap buat balik," jawab Sahira tersenyum.

"Ohh, rajin banget sih lu! Gak salah deh kalo lu dapet beasiswa disini, salut gue!" puji Raisa.

"Ah lu gak perlu berlebihan gitu, ada kalanya gue males juga Sa! Kebetulan aja ini lagi rajin, makanya gue mau nyatet yang ada di papan tulis dulu sebelum pulang. Kalau masalah beasiswa, itu mah hoki aja gue waktu itu!" ucap Sahira.

"Hahaha, emang dah ya lu suka banget merendah!" ujar Raisa tertawa kecil.

Sahira pun lanjut mencatat tulisan gurunya itu.

Setelah selesai mencatat, Sahira pun mulai beberes dan siap untuk pulang ke rumah. Terlihat di kelasnya juga sudah sepi hanya tersisa beberapa murid yang memang masih ingin main disana, termasuk Raisa.

"Raisa, lu kok gak balik sih? Bukannya tadi lu kepengen banget pulang, ya?" tanya Sahira heran.

"Eee ini loh Ra, cowok gue mendadak gak bisa antar gue pulang. Makanya sekarang gue bingung harus pulang pake apa? Terus uang jajan gue juga udah abis tadi buat makan di kantin, gimana dong ya?" jawab Raisa sambil cemberut.

"Ya ampun, Raisa! Perasaan lu anak orang kaya deh, ya hidup lu gak blangsak lah pokoknya! Masa mau pulang aja bingung harus pake apa? Lu kan bisa minta jemput supir lu, atau pesan taksi online bayar di rumah nanti! Kalau masih gak bisa juga, lu kelewatan berarti!" usul Sahira.

"Hehe, masalahnya jajan gue tuh dijatah. Nah sehari gue cuma dikasih uang sejuta, jadi kalau misal udah abis ya gak akan dikasih lagi Sahira! Makanya gue panik nih sekarang!" ucap Raisa.

"Hah??"

Sahira terkejut bukan main mendengar jumlah uang yang diberikan oleh orang tua Raisa itu pada putrinya, satu juta sehari untuk anak SMA adalah jumlah yang besar dan bisa-bisanya Raisa menghabiskan uang itu dalam waktu delapan jam.

"Lu gila sih Rai, gila banget! Gue aja sehari jajan lima puluh ribu selalu nyisa terus ditabung, lah ini lu dikasih sejuta bisa abis gitu aja! Emang lu beliin apa sih tadi, ha?" ujar Sahira bingung.

"Itu dia Sahira, gue kan emang boros. Setiap hari gue gak bisa tahan kalau gak jajanin cowok gue, biasanya sih gak nyampe sejuta. Tapi, kali ini dia malah ajak teman-temannya juga dan minta gue buat traktir mereka! Ya dalam beberapa menit uang gue ludes dong, makanya gue panik!" jelas Raisa.

"Eee ini gue yang bodoh atau gimana sih? Raisa, lu kok mau-maunya aja gitu disuruh traktir mereka? Apa alasannya, Raisa?" ucap Sahira heran.

"Gak tahu juga sih, tapi gue selalu gak bisa nolak permintaan cowok gue!" jawab Raisa.

Sahira pun menepuk jidat sambil geleng-geleng kepala mendengar jawaban Raisa, ia tak menyangka bisa ada wanita sebucin itu pada lelakinya yang belum tentu akan menjadi suaminya di masa depan nanti.

"Yaudah, nih gue kasih uang sisa gue buat lu! Lu pulang naik taksi online pake promo, ya? Soalnya gue cuma punya segini," ucap Sahira memberikan uang sepuluh ribu pada Raisa.

"Gapapa Sahira, makasih banyak ya!" ucap Raisa.

"Sama-sama,"

Mereka pun keluar kelas secara bersamaan setelah Raisa mengambil uang dari tangan Sahira itu.

Ketika mereka hendak menuju gerbang, tanpa sengaja mereka malah berpapasan dengan sekumpulan pria berbadan kekar yang berdiri di dekat pintu keluar sekolah itu. Ya kalau dihitung jumlah pria itu ada sekitar delapan orang dan semuanya menatap ke arah Sahira serta Raisa.

"Sahira, gawat nih! Mereka pasti mau malakin kita deh, mana uang gue udah habis! Kalo kita gak kasih uang ke mereka, pasti kita gak bisa keluar!" ucap Raisa panik.

"Tenang aja Raisa! Gue tiap hari bisa-bisa aja tuh keluar lewat sini, ya emang sih gue baru kali ini dicegat begitu sama mereka. Mungkin karena gue jalan sama lu kali, ya? Soalnya kan semua orang juga tahu, lu anak orang kaya!" ucap Sahira.

"Hah? Terus maksud lu, gue ini pembawa sial buat lu gitu?" tanya Raisa kesal.

"Bukan gue yang bilang ya!" ujar Sahira.

"Heh!"

Disaat mereka tengah asyik mengobrol, tiba-tiba seorang pria itu maju mendekat dan membentak mereka tanpa permisi lebih dulu.

"Apa? Bisa gak sih kalo ngomong tuh nyantai aja? Mau bikin kita berdua jantungan terus mati muda? Jangan dong, nanti cowok jomblo di bumi ini makin melimpah tau!" ujar Sahira.

"Wah kurang ajar nih cewek beasiswa! Belum tahu kan lu kita ini siapa?" ujar pria itu.

"Udah, tadi Raisa kasih tau ke gue kok. Kalian itu preman sekolah yang suka malakin murid-murid disini kan? Nih denger ya, kalo mau malak orang tuh jangan pilih-pilih dong! Masa cuma yang kaya aja yang dipalak? Itu namanya kalian mandang harta dong, ah gak beres nih!" ucap Sahira.

"Apaan sih lu? Yaudah, kali ini gue palak lu juga! Sini serahin semua uang atau apapun yang lu punya ke gue, kalau lu mau mana!" bentak pria itu.

"Duh sorry, tapi gue gak punya apa-apa. Kan lu tau sendiri gue sekolah disini pake beasiswa, lagian kalaupun gue punya uang, gue juga gak bakal mau kasih ke kalian kok!" ucap Sahira santai.

"Bener-bener mau cari gara-gara lu ya! Oke, kalo gitu lu gak boleh keluar dari sini!" ucap pria itu.

"Hah? Lu siapa larang-larang gue? Gue bisa laporin tindakan lu ini ke BK, mau apa lu ha?" ancam Sahira tanpa rasa takut sedikitpun.

Sementara Raisa justru gemetaran hebat merasa takut dengan tingkah Sahira.

"Oh ya? Hey, cewek beasiswa! Asal lu tau ya, bos Riki ini anak yang punya sekolah! Bapaknya dia itu yang ngasih beasiswa buat lu, jadi gak akan mempan walau lu laporin kita ke BK!" ujar pria yang lain membela temannya.

Sahira pun terkejut mendengar kata-kata pria itu, ia tak menyangka kalau anak pemilik sekolah justru malah tumbuh menjadi anak yang nakal dan suka memalak murid-murid disana.

"Jadi, sekarang masih mau ngelawan gue?" ucap pria bernama Riki itu.

Sahira menggeleng, lalu mengambil sejumlah uang dari saku bajunya yang masih tersisa dan hendak memberikan itu pada Riki.

"Iya, nih uang gue!" ucap Sahira menyodorkan uang.

"Nah gitu dong!" ucap Riki senang.

Akan tetapi, dengan santainya Sahira menarik kembali tangannya ke belakang sehingga Riki gagal mendapat uang tersebut dan tampak kecewa.

"Tapi bohong, wle!" ledek Sahira menjulurkan lidah.

"Kurang ajar! Cari ribut nih cewek, oke gue jabanin!" ucap Riki kesal dan bersiap memukul Sahira.

"Tahan!" teriak seseorang dari belakang Sahira.

Riki yang sudah bersiap melayangkan pukulan ke wajah Sahira pun berhenti karena mendengar suara teriakan itu.

"Lu?" ucap Riki kaget.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

1
Siti Nurjanah
lumayan. kalo intinya sih bagus. persahabatan yang tak tak kan putus meski badai ataupun ombak datang. 👍👍👍
Ety Chandra
Buruk
endang
bagus ceritanya lucu, menghibur banget ..semoga ada sesi 2 nya...Sahira sama El y...
pat_pat: makasih kak
total 1 replies
Dehan
pass banget visualnya
cantik
Dehan
SAHIRA
jd sah.. 🤣🤣
Dehan
suka sama nama tokohnya, elargano
Dehan
seru nih ceritanya.. sayang kalo dilewatin gitu aja
Dehan
penjahit cantik hadir
park jum
sebenarnya bagus, tp cerita nya kaya main" dan peran utamanya sahira, el atw keira sih, agak plinplan, q kira endingnya sahira sm el, dan keira akan ikhlasin el buat keira. dan nyatanya tdk, kecewa para readers 😭
pat_pat: hiks sekali2 ada novel yg pemeran utamanya ga bersanding😁
total 1 replies
Fransiska Siba
kalau dilihat dari sinopsisnya Sahira yg seharusnya pemeran utama, dari ceritanya lucu.
endang: yaah seseion 2 dong Sahira sama El
total 3 replies
Erna Ningsih
ko ada batasan lesti nya kakak idola lesti jg yah wkwkwkwk
pat_pat: hanya mengikuti trend😂
total 1 replies
Dehan
buktinya sahira gak kenal..

penjahit cantik mampir
Dehan
jejak ❤❤
mom mimu
yahhh... sayang banget harus tamat kak, semangat terus berkarya ya kak 💪🏻💪🏻💪🏻
pat_pat: kn ada yg baru kak😍
total 1 replies
Terra Chi
yeay, pertama!
Terra Chi
lanjut lagi...
semangat!

mampir juga yaa
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Elisabeth Ratna Susanti
mampir tuk taburkan like 👍😍
mom mimu
El rese banget sih, urusannya apa coba kalo Sahira beneran atau engga nya pacaran sama Farhan... situ siapa??? gak ada kerjaan banget urusin pacarnya Sahira...
pat_pat: dia kn mau godain Sahira trs😁
total 1 replies
mom mimu
bener kei gak usah dengerin si Ibrahim... penghasut tuh orang... 😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!