NovelToon NovelToon
The System'S Guide To Ruining The Villainess

The System'S Guide To Ruining The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / CEO
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: DinaRyu

Up setiap hari

Stella Odette Rosewood terbangun dengan reputasi hancur, dikelilingi teman toxic, dan adik tiri bermuka dua yang ingin merebut segalanya termasuk Neo Hayes Blake, CEO dingin incaran banyak orang.

Satu-satunya jalan keluar adalah "Vix", sistem berwujud rubah ekor sembilan cerewet yang memaksanya menjalankan berbagai misi demi bertahan hidup. Stella pun mengubah taktik: membuang orang-orang toxic, merombak penampilannya, dan sengaja mendekati Neo untuk menghancurkan rencana adik tirinya.

Awalnya, interaksi mereka canggung dan Neo terlihat tak peduli. Namun, di balik kelakuan absurd dan omelan Stella pada sesuatu yang tak kasatmata, Neo melihat sosok wanita cerdas yang mati-matian berjuang sendirian.

Saat bahaya sesungguhnya dari intrik keluarga mulai mengancam nyawa Stella, sang CEO mengambil langkah.

Pria dingin itu kini menjadi pelindung posesif yang tak segan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16: Jendela Status

System Glicth

[ JENDELA STATUS HOST ]

Nama Asli: [Disembunyikan]

Nama Host: Stella Odette Rosewood

Level: 3 (Pemula yang Sangat Tengil)

Poin Karma: 150 / 500 (Digunakan untuk belanja di Toko Sistem)

[ ATRIBUT FISIK & MENTAL ]

 Kecerdasan: 85/100 (Bonus +10 karena kelihaian memanipulasi situasi)

 Karisma: 75/100 (Aura cegil dan tengil mu menarik perhatian khusus)

 Stamina: 35/100 (Status: Tubuh masih lemah. Risiko pingsan tinggi jika kurang tidur).

 Afeksi Neo Blake: 15% (Status: Rasa Penasaran Mematikan & Obsesi Ringan. Peringatan: Pria ini berbahaya!)

 [ MISI AKTIF ]

  [Misi Utama] Rebut Kembali Kursi Direktur Utama (Status: Berjalan - 90% Selesai)

  [Misi Sampingan] Hancurkan Topeng Chloe Rosewood (Status: Sedang Berlangsung)

 [ INVENTARIS ]

  1x Parfum Eksklusif White Tea & Peony (Efek: Menenangkan saraf, anti-mual untuk target tertentu).

  1x Cincin Berlian (Telah Digadaikan).

  Uang Tunai: £17.500

Stella membaca rentetan status itu dengan saksama. Matanya bergerak dari kiri ke kanan.

Ia cukup puas dengan poin Kecerdasan dan Karisma yang naik, tapi poin Staminanya membuat ia mendesah pelan.

Pantas saja bahunya terasa sangat pegal dan kepalanya agak pusing sejak tadi pagi. Tubuh Stella asli memang sangat jarang dilatih dan terlalu banyak mengonsumsi alkohol di masa lalu.

Lalu, tatapannya terhenti pada satu baris aneh di bawah atribut.

"Tunggu dulu," batin Stella, dahinya berkerut tidak senang.

"Vix, apa-apaan indikator 'Afeksi Neo Blake' ini? Kenapa ada di statusku?"

Rubah putih yang sedang melayang sambil makan popcorn imajiner itu mengangkat bahu.

"Itu karena Sistem mendeteksi fluktuasi emosi yang tidak normal dari target utama di ruangan ini, Nona Cegil. Asal kau tahu saja, sejak tadi matanya tidak pernah lepas dari wajahmu. Dia menatapmu seperti serigala yang sedang menimbang-nimbang dari mana ia harus mulai mengunyah mangsanya."

Stella mengalihkan pandangannya dari layar holografik.

Benar saja. Saat ia menatap lurus ke depan, melewati kekacauan Paman Arthur yang sedang diborgol dan Chloe yang masih meratapi nasibnya di lantai, mata monolid Stella bertubrukan langsung dengan tatapan obsidian yang gelap dan pekat.

Neo Hayes Blake masih berdiri di tempat yang sama. Pria itu tidak peduli dengan polisi, tidak peduli dengan Arthur yang berteriak-teriak minta tolong.

Seluruh atensi, fokus, dan aura dominannya hanya terkunci pada satu titik: Stella.

Neo memiliki insting predator yang sangat kuat. Sedari tadi, ia mengamati setiap perubahan kecil pada wanita di depannya.

Ia melihat bagaimana Stella menatap udara kosong dan tersenyum miring, seolah wanita itu bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain.

Ia melihat bagaimana wajah Stella yang tenang mendadak berkerut sesaat, lalu kembali memancarkan aura angkuh yang begitu alami.

Dan yang paling membuat darah Neo berdesir aneh adalah fakta bahwa wanita ini... telah merencanakan semuanya.

Stella tidak hanya sekadar duduk di kursi direktur. Wanita itu telah memanggil polisi, menyegel bukti-bukti, dan memastikan paman yang mengkudeta nya hancur tepat di depannya.

Tidak ada teriakan histeris. Tidak ada tangisan bodoh. Hanya kalkulasi dingin yang dibungkus dengan senyum tengil dan permen jeli beruang merah muda.

Neo memasukkan sebelah tangannya ke saku celana bahan jasnya. Jemarinya di dalam saku mengepal perlahan.

Menarik. Bagi Neo, dunia bisnis yang selama ini ia kuasai selalu terasa membosankan karena semua orang terlalu mudah diprediksi.

Mereka rakus, mereka takut, dan mereka tunduk.

Namun Stella? Wanita ini tidak tunduk padanya. Ia menantangnya secara terang-terangan.

"Bawa dia pergi," suara Inspektur membuyarkan lamunan semua orang. Dua petugas menyeret Arthur yang terus memaki-maki Stella.

Sementara Chloe yang menyadari tidak ada gunanya menangis lagi dengan susah payah berdiri sendiri, merapikan gaunnya, dan menunduk dalam-dalam menyembunyikan wajah kebenciannya saat berjalan keluar mengikuti polisi.

Dalam hitungan detik, ruangan yang tadinya penuh sesak itu kembali sepi. Hanya tersisa Stella yang masih duduk santai di kursinya, dan Neo yang berdiri seperti patung dewa Yunani yang mengintimidasi.

[ Ding! ]

[ Misi Utama Arc 2 Selesai! ]

[ Selamat, Host. Kursi Direktur Utama resmi kembali ke tanganmu tanpa setetes darah pun. ]

[ Hadiah: 200 Poin Karma ditambahkan. ]

Stella menutup layar statusnya dengan sapuan tangannya di udara. Ia kemudian menopang dagunya, menatap pria bermata kelam di hadapannya.

"Nah, Tuan Blake," suara Stella memecah keheningan yang tersisa. Ia memutar sedikit kursinya ke kiri dan ke kanan dengan santai.

"Pertunjukannya sudah selesai. Kandangku sudah bersih dari hama. Sekarang, apa kau mau minum teh, atau kau masih mau berdiri di situ dan menatapku seolah aku berutang nyawa padamu?"

Neo melangkah maju perlahan. Sepatu kulitnya tidak mengeluarkan suara sama sekali, namun tekanan yang ia bawa membuat udara di ruangan itu terasa semakin menipis.

Pria itu berhenti tepat di seberang meja Stella.

"Kau bukan Stella," desis Neo pelan.

Suaranya bukan pertanyaan, melainkan sebuah pernyataan absolut yang keluar dari sela giginya.

"Wanita bodoh itu tidak memiliki kapasitas otak untuk melakukan semua yang baru saja kulihat."

Stella tertawa pelan.

Aroma White Tea & Peony-nya tanpa sadar bereaksi dengan hawa dominan pria itu, mencoba mempertahankan wilayahnya dari desakan aroma Dark Musk yang mengintimidasi.

"Orang berubah, Tuan Blake. Kadang, hampir mati karena diracun oleh keluargamu sendiri bisa memberikan pencerahan yang luar biasa," jawab Stella lancar, tidak sedikit pun merasa gentar.

"Lagipula, kau harusnya berterima kasih. Setidaknya Nona Pembuat Onar yang kau benci tidak lagi merengek mengejarmu, kan?"

Neo mencondongkan tubuhnya, menatap lurus ke dalam jiwa Stella.

Ada sebuah percikan api yang sangat berbahaya di dalam mata kelam pria itu.

"Jangan pikir kau sudah menang hanya karena berhasil mengusir tikus tua berlemak itu," bisik Neo serak, nadanya sarat akan peringatan, namun anehnya tidak terdengar seperti ancaman musuh, melainkan... janji.

"Kau mungkin telah mengubah caramu bermain, Nona Tengil. Tapi kau tetap bermain di duniaku. Dan aku selalu mendapatkan apa pun yang membuatku tertarik."

Neo menegakkan tubuhnya, merapikan letak jasnya dengan sempurna. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, pria itu membalikkan badan dan berjalan keluar dari ruangan.

Pintu tertutup rapat di belakangnya.

Stella terdiam.

Jantungnya, yang sedari tadi ia paksa untuk berdetak dengan ritme normal, kini berpacu sedikit lebih cepat. Sialan. Aura pria itu benar-benar gila.

"Afeksi 15%?" gumam Stella sambil mengusap tengkuknya.

"Hanya dengan 15% saja dia sudah semengerikan itu. Bagaimana kalau poinnya naik? Pria itu benar-benar akan menguliti dan memajangku di dinding ruang tamunya."

"Kau tahu, Host," Vix melayang turun dan duduk di atas tumpukan dokumen.

"Kau baru saja membuat seekor naga bangun dari tidur siangnya. Bersiaplah."

To be Continued

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!