NovelToon NovelToon
Yaoma : Sang Iblis Terkuat

Yaoma : Sang Iblis Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri / Fantasi Timur
Popularitas:78.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yoake-Sama

[Cover buatan salah satu pembaca baik hati yang mau membuatnya]


"Namaku Yaoma aku hanyalah bocah kecil, yang hidup bahagia, setidaknya itu menurutku sampai kehancuran akibat para Dewa di langit terjadi...."

"Peperangan para Dewa terlalu menghancurkan dunia, ibuku yang seorang Dewi kembali ke langit dan berusaha menghentikannya..."

"Tapi dia tidak pernah kembali, dan senyuman kebahagian keluargaku tidak pernah lagi terlihat..."

"Aku yang masih kecil terkadang berpikir begini 'Apa semua masih bisa kembali?' yah meski setelah melihat fakta hari itu harusnya mustahil yah."

(Authornya jarang off, sorry kalo jarang baca komen + ini novel uji coba. Semoga menikmati)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoake-Sama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 "Cambuk Godaan Dan Fisik Iblis"

Chapter 11

"Cambuk Godaan Dan Fisik Iblis"

Yaoma berjalan dengan kelelahan menuju gerbang ke empat. Dengan keadaan tangan kirinya yang baru setengah sembuh. Namun dadanya sudah sembuh secara maximal.

"Hah... hah... hah..., lapar... haus... dan lelah...," ucap Yaoma dengan lelah sembari memegang tangannya.

Yaoma semakin dekat dengan gerbang berikutnya, tapi jalannya masih terlihat kelelahan dengan wajah yang sedikit lesu.

"Sialan... sepertinya saat aku mengamuk energiku jadi cepat habis..., akan butuh waktu membuat tubuh ini kembali energi....," ucapnya sembari berjalan perlahan mendekati gerbang ke empat.

Tangan Yaoma sudah kembali seperti semula, dan Yaoma mencoba menggerakannya perlahan.

"Sepertinya ini cukup, setidaknya aku masih bisa bertarung selama masih ada senjata berupa tanganku!" pikir Yaoma sembari menggerakan jari-jarinya.

Yaoma berjalan dengan normal kembali dan menghilangkan kelelahannya dan semakin mendekati gerbang berikutnya.

Yaoma berada di depan gerbang, dan menghirup nafas panjang dan mengeluarkannya, sembari bersiap memukul gerbang itu dengan tangan kanannya.

Yaoma memukul gerbang dengan kekuatan yang tidak sekeras sebelumnya, sehingga hanya menghancurkan pintu dan tidak mementalkannya.

"Ah... sepertinya aku harus irit energi..," pikir Yaoma agar ia tak menyerang secara membabi-buta kembali.

Yaoma masuk dari bagian pintu yang rusak dengan perlahan dan ada seorang gadis kecil succubus yang menunggunya di dalam gerbang.

"Wah, kakak sudah sampai!" ucap gadis itu dengan senyuman yang sangat manis sembari menghampiri Yaoma.

"Imut sekali!" gumam Yaoma dengan wajahnya yang kikuk dan menjadi sedikit lengah.

"Hehehehe, kakak kenapa???" tanya gadis itu dengan suara yang lembut dan imut.

"Imut!" pikir Yaoma sekali lagi melihat gadis itu.

Yaoma melihat ada luka di pipi gadis itu dan bertanya padanya. "Pipimu kenapa?" tanya Yaoma dengan terlalu santai sembari menunduk sedikit agar tingginya seimbang dengan gadis itu.

"Ah ini... em.... terjatuh...," ucap gadis itu dengan sangat imut dan terlihat menggoda sekali bagi Yaoma.

"Sialan, ini terlalu manis!!" pikir Yaoma mendengar jawaban Succubus.

"Ah.. mungkin... jika... kakak cium.... akan lebih baik...," ucap gadis itu dengan imut sembari menggoda Yaoma.

Yaoma menjadi membeku dan tidak bergerak karena wajah gadis itu yang terlalu imut.

"E-eh!? Kakak pegang saja sudah cukup kok!!" ucap gadis itu yang berusaha menenangkan Yaoma yang membeku.

"Ha-hanya sentuh tak apa kan yah, tapi bukankah bisa jadi jebakan?" tanyanya di pikiran dia sendiri dengan bingung.

"Ah!! sentuh saja!" pikirnya kembali sembari menggoyangkan kepalanya.

Yaoma menyentuh pipi gadis itu dengan lembut, menggunakan 1 jari telunjuk dari tangan kanannya.

"Sialan, ini tak apa kan!?" tanya Yaoma pada dirinya sendiri di dalam pikirannya.

"Wah! aku senang! terimakasih kakak!" ucap gadis itu dengan senyuman yang super manis.

Yaoma menjadi membeku kembali dan tak bisa bergerak karena menurutnya gadis itu sangat sempurna dengan senyuman seperti itu.

"Tapi oni-chan! kami akan menangkapmu!" ucap gadis itu dengan wajah yang seketika menjadi serius.

Seseorang muncul dari atas langit-langit ruangan itu dan bersiap menyerang Yaoma.

Yaoma langsung menyadari itu dan berusaha menghindarinya.

"Tak boleh!" ucap gadis itu dan seketika keluar cambuk dari tangannya dan ia menangkap Yaoma dengan cambuknya dan melemparnya ke arah pukulan orang yang berusaha memukul Yaoma.

Yaoma terpukul tepat di perutnya dan terpental ke bawah, dan gadis itu langsung melompat mundur agar tak terkena dampak dari terpentalnya Yaoma ke bawah yaitu, tempat gadis itu berada.

"Uargh... sialan jebakan yah...," ucap Yaoma dengan tangan gemetaran yang berusaha berdiri.

"Mundur!" perintah gadis itu pada orang yang baru saja memukul Yaoma.

Orang itu langsung mundur dengan cara melompat dengan menggunakan tubuh Yaoma sebagai pijakan lompatan, yang membuat Yaoma terdorong ke bawah kembali.

"Silahkan mulai permainanmu gadis penggoda!" perintah orang yang melompat itu pada gadis sebelumnya.

"Aku benci kau yang mengatakannya tapi, santai saja!" jawab gadis itu.

"Whip Techinique : Renzoku Shita Muchi!" ucap gadis itu dengan mengaktifkan skillnya.

Gadis itu mengayunkan cambuknya dan mencambuk Yaoma dengan cambuknya secara cepat dan bertubi-tubi dengan kecepatan cambuk dan serangan yang luar biasa.

"Argh... tanpa ampun yah. Kupikir gadis itu hanya umpan, ternyata juga petarung...," ucap Yaoma sembari berusaha menahan serangan cambuk gadis itu dengan punggungnya.

"Oke, giliranmu!" ucap gadis itu dengan mengubah ayunan cambuknya menjadi mengikat tubuh Yaoma.

"Berikan padaku!" perintah orang itu pada gadis itu.

"Whip Techinique : Nage Muchi!" gadis itu mengaktifkan skillnya dan gaya cambuknya berubah.

Gadis itu mengayunkan tubuh Yaoma dengan cambuk dan melemparnya ke arah orang itu.

"Sialan!" pikir Yaoma di udara yang baru saja dilempar.

Orang itu bersiap memukul Yaoma sekali lagi dengan kuda-kuda siap memukul.

"Green Aura : Kinryouku Booster!" orang itu mengaktifkan skillnya.

Seketika aura orang itu berubah menjadi hijau dan memukul Yaoma tepat di wajahnya, dengan pukulan yang jauh lebih keras dari sebelumnya dan bahkan lebih keras dari pukulan Yaoma.

"UARGHHHHH!!" reaksi Yaoma terpental ke arah langit-langit karena serangan orang itu.

"Yosh! pemanasan yang bagus!" puji gadis itu pada orang itu.

"Sankyu!" jawab orang itu pada gadis itu.

Yaoma terjatuh kembali ke bawah dengan wajah yang menghadap ke bawah sembari berusaha bangkit kembali.

"Na....namaku Yaoma, seorang bocah dari hutan di atas Tempat ini!" ucap Yaoma sembari berusaha bangun.

Gadis itu tersenyum ke arah Yaoma dan berbicara padanya. "Namaku Succubus sang 'Cambuk Penggoda' dan juga komandan iblis peringkat 10!" ucap gadis itu sembari memperkenalkan diri.

*Ilustrasi

Succubus

[Teaser Whips]

"Namaku Beellzebub, 'Sang Fisik Iblis' dan juga komandan peringkat 9. Dan kuberitahu kau akan kalah kali ini setelah mengalahkan 5 anggota kami!" peringatan Beellzebub pada Yaoma sembari memperkenalkan diri.

*Ilustrasi

Beellzebub

[The Pysical Demons]

Yaoma berdiri kembali dengan menahan kakinya menggunakan tangannya agar dapat berdiri sembari berbicara. "Yah.. terimakasih... tapi aku harus membalaskan sesuatu disini!" ucapnya menjawab perkataan Beellzebub.

"Selain itu..., dalam fisik aku tak akan kalah loh....," ucap Yaoma sembari tersenyum ke arah Beellzebub.

"Kalo begitu... aku mulai!" ucap Beellzebub sembari berjalan perlahan dan sedikit demi sedikit mempercepat langkahnya.

"Succubus cover!" perintah Beellzebub pada Succubus.

"Green Aura : Speed Up!" Beellzebub mengaktifkan skillnya dan ia berlari dengan kecepatan yang cukup cepat.

Succubus mengikuti ke arah Beellzebub dengan berlari secara biasa sembari memegang cambuknya.

"Dark : Dark Speed!" Yaoma juga mengaktifkan skillnya dan berlari dengan cepat menuju Beellzebub dengan kecepatan kegelapan.

Yaoma dan Beellzebub saling beradu tinju, dan mereka tanpa mengadu kekuatan dengan lama langsung saling memukul dengan kecepatan skill mereka masing-masing.

"Kau sudah terbiasa dengan fisik yah!" puji Beellzebub pada Yaoma di tengah pertempuran.

"Kau juga!" puji kembali Yaoma pada Beellzebub sembari saling beradu fisik.

Beellzebub dengan cepat mengangkat kakinya dan berusaha menendang Yaoma, Yaoma menghindar dengan timing yang tepat dan langsung memegang kaki Beellzebub sembari melemparnya dengan kecepatannya.

"Sekarang Succubus!" perintah Beellzebub pada Succubus di tengah udara.

"Yah!" jawabnya sembari berlari sudah mendekati mereka berdua.

"Whip Teachinique : Hayai Muchi!" Succubus mengaktifkan teknik cambuknya dalam keadaan berlari.

Cambuk Succubus dengan cepat menampar wajah Yaoma dengan ayunan cambuknya di tengah terpentalnya Beellzebub di udara.

"Sialan, kombinasi fisik mereka luar biasa!" gumam Yaoma saat tertampar oleh cambuk Succubus.

Beellzebub membalikkan tubuhnya di udara dan mendarat dengan keadaan bersiap kuda-kuda melompat.

"Green Aura : Hayai Jump!" Beellzebub langsung mengaktifkan skillnya setelah mendarat di tanah.

Beellzebub melompat dengan cepat dan lurus ke arah Yaoma dan bersiap memukul sekali lagi.

Yaoma langsung menyadari serangan Beellzebub dan melihat arah pukulan Beellzebub.

Succubus menyerang Yaoma kembali dengan cambukan yang kecepatannya lebih lambat dari sebelumnya di belakang Yaoma.

Yaoma langsung menyadari itu dan menangkap cambuk Succubus dan menariknya.

"E-eh!!" teriak Succubus dengan panik sambil tertarik.

"Apa yang ingin dia lakukan?" tanya Beellzebub di pikirannya di tengah lonpatan.

Yaoma menarik dan melemparnya ke arah Beellzebub yang berusaha menyerangnya.

"Celaka!" pikir Beellzebub di tengah lonpatan.

Beellzebub menahan lompatannya dengan menurunkan kakinya sembari tangannya bersiap menangkap tubuh Succubus yang menuju ke arahnya.

Beellzebub berhasil menangkap Succubus yang menuju ke arahnya. Namun ia menjadi kurang waspada dan tanpa sadar Yaoma sudah menghilang dari hadapannya.

"Apa? seketika dia langsung menghilang???" tanya Beellzebub dengan panik sembari menggedong Succubus.

Yaoma dengan cepat di belakang Beellzebub sembari bersiap menyikutnya dengan sikut kirinya.

"Aku di sini!" ucap Yaoma padanya dengan cepat sembari serangan Yaoma yang semakin mendekat padanya.

Beellzebud langsung membalik sembari memegang tubuh Succubus dan sembari berpkir. "Sialan, aku terlamb____"

Yaoma menyikutnya dengan cepat sampai hidung Beellzebud berdarah. Namun Beellzebud menahan tubuhnya terpental agar Succubus tak terpental.

"Uargh..," reaksi Beellzebub dengan kesakitan.

"Beellzebub!" ucap Succubus dengan panik karena hidung Beellzebub berdarah.

"Tidak, masih belum!" ucap Yaoma sembari dengan cepat mengubah kuda-kudanya kembali.

Beellzebub melempar tubuh Succubus ke atas dengan cepat karena tubuhnya terluka.

"Heh?" tanya Succubus di udara dengan bingung.

"Dark : Super Speed Punch!" Yaoma mengaktifkan skillnya dan mempercepat serangan tangannya saja.

Beellzebud terpukul dengan bertubi-tubi dengan cepat sampai terlihat hampir kehilangan kesadarannya.

Succubus mulai terjatuh dan hampir menyentuh tanah.

Yaoma dengan cepat langsung menyelesaikan serangan terakhirnya pada Beellzebub dan menendangnya dengan cepat sampai terpental cukup jauh di ruangan itu.

"Sial.. maaf...," pikir Beellzebud sembari terpental melihat Succubus.

Yaoma langsung menarik ekor Succubus dengan cepat setelah menyelesaikan combonya pada Beellzebub dan mengayunkan tubuh Succubus di udara.

"Ahh!!! oni-chan ekorku sakit!!!" teriak Succubus di tengah udara.

"Santai saja aku tak melemparmu dengan kekuatan full Succubus-chan!" jawab Yaoma pada Succubus sembari mengayunkan tubuhnya dengan menarik ekornya.

Yaoma melempar tubuh Succubus ke arah Beellzebub dengan kekuatan biasa saja agar tak terlalu menyakiti tubuh Succubus.

"Hah... hah... hah..., kombinasi kalian memang luar biasa. Cuman itu belum cukup!" kritik Yaoma pada mereka berdua.

"Ayo buktikan bahwa kalian sesuai nama kalian!" semangat Yaoma sekaligus sindirnya pada mereka berdua.

"Sial... sepertinya kita juga harus gunakan itu..., kau setuju kan Succubus?" tanya Beellzebub pada Succubus dalam keadaan terduduk.

"Yah, kita harus gunakan!" jawab Succubus sembari berusaha berdiri kembali.

"Ah.. rata-rata anggota kalian bisa Awekaning kan? kalo begitu silahkan serang aku sekuat tenaga!" perintah Yaoma pada mereka berdua.

"Jadi kau tau yah, baiklah akan ku tunjukan padamu 'Green Devil' dan kuserang kau sekuat tenaga!" ucap Beellzebub padanya.

"Akan ku tunjukan juga padamu, fisik naga yang luar biasa!" ucap Succubus juga pada Yaoma.

"Heh... sepertinya sekarang baru mulai pertarungan yah?" tanya Yaoma pada mereka berdua.

"Yah! pertarungan sesungguhnya....

baru saja di mulai!"

Episode berikutnya "Cambuk Godaan Dan Fisik Iblis, Prt 2"

1
Doubley
KERENN! Semangat, Kak. Feedback ke novel saya dong, judulnya The Vengeance. Terima kasih.❤
Claire
kalo jadi sang penghancur pun pasti ada alasannya dan kau itu Eden alasan dia menjadi penghancur🙄
Li Permana
Semangat terus kak author!
fristaandini
baguss
fristaandini
bagus banget
Ishiba Yoake(Bangkit): Thanks~
total 1 replies
El Putri
wah author cover ny bagus sukses buat yang buat cover ny, sama author juga moga sukses
Ishiba Yoake(Bangkit): Terimakasih!
total 1 replies
Blacktedy
Yoake kapan up? :) ini dah kontrak masi aja males. kau dipecat tau rasa :)
Blacktedy: bacot:)
total 4 replies
Blacktedy
aku mau vote tapi vote ku abis
Rsya
halo min, karna saya sedang gabut. apakah mau dibuatin cover?
Rsya: wah sama sama kak, senang kalau authornya suka
total 5 replies
Dhina ♑
Thor, simak deh tulisan I Firmo, rapi bagus, dan Insya Allah jarang salah, tapi pernah typo juga 😂😂
Dhina ♑
Makin teliti dan rapi ya Thor, semoga makin sukses 👍👍
Dhina ♑
Sad dong
Dhina ♑
Semangat up, ga boleh mager
mich
ngeri dah brp bulan ngilang Thor wkwk
Blacktedy: gila gilaan matamu:)
total 2 replies
Blacktedy
jangan bercanda aku ini anaknya roste alscreia(?) sialan!

well tidak adanya tanda baca disana kau jadi seakan akan menghina ibumu sialan:)
Blacktedy
...perhatikan ketikanmu:)
Blacktedy
perhatikan ketikanmu!

kau ini mau pakai kalimat apa?! jangan dicampur seperti itu coba pelajari lagi tentang tata letak kalimat langsung tidak langsung. ada beberapa hal yg butuh penjelasan latar tapi sudah dilanjut ke adegan berikutnya.

mohon perhatikan lagi.
Blacktedy
terlalu banyak pengulangan kata!
kata yaoma dengan sedih.

yaoma dengan sedih ....bla bla..

tadi sempat kulihat sudut pandang tokoh aku di tengah sudut pandang penulis.
tolong kurang pengulangan kata. selain boros juga bisa membuat bosan! perhatikan juga latar waktu tempat dan keadaan! bukan hanya suasana.

selain itu. bagus.
Ishiba Aoi
Semangka othor yoke, next🤘
Xswag
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!