NovelToon NovelToon
°

°

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Poligami
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Adli Aplosso suami dari Almara memutuskan menikah lagi karena nyaris lima tahun pernikahan mereka tidak dikaruniakan anak.

Saat frustrasi tidak disentuh lebih dari tiga bulan oleh suaminya sendiri yang sibuk dengan istri keduanya Alma tidak sengaja memiliki hubungan skandal dengan sepupu suaminya.

Sean Aplosso, yang selalu menganggap dirinya sebagai pemerkosa karena sudah menodai Alma.

Seharusnya itu menjadi hal yang buruk. Saat Sean menawarkan penjara, hukum, polisi dan jaksa kepada Alma, agar Sean dipenjara, Alma menolak karena berpikir ini bukan salah Sean, tapi kesalahan di kedua pihak jadi saya tidak perlu menjebloskan diri sendiri ke penjara. Alma tidak mau berurusan dengan hukum apalagi suaminya. Toh tak ada bayi yang akan dikandung karena dia mandul.

Tapi saat terbukti sebagai perempuan sempurna yang tidak mandul, Alma ternyata hamil. Dan Sean memaksa untuk bertanggungjawab untuk menikahi Alma, suami dari Alma dan Ayah dari bayi itu. Meskipun Sean akan menjadi Ayah dan Suami dari penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11: Rumah Kesayangan Sean

Setelah memandikan istrinya yang masih memakai pakaian utuh, Adli mengangkat tubuh sang istri lalu mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu. Potongan handuk itu digunakannya untuk mengusap rambut kepala, wajah dan sekitar tubuh istrinya yang lain. Adli menggendong Alma kembali ke kamar, sengaja membaringkan Alma ke ranjang, tidak perduli pakaian dan tubuh basah Alma akan ikut membasahi seprai yang membalut ranjangnya. Adli mendengus, beban tubuh Alma sedikit membuatnya kesusahan.

"Kuambilkan pakaian," Adli membuka pintu lemari. Mendapati satu pakaian yang cocok di matanya—setidaknya tidak terbuka, Adli tidak suka Alma membagi pemandangan kulit ke lelaki lain—ditariknya dari dalam lemari lalu dengan kasar melemparnya ke wajah Alma. Adli memunggungi Alma setelah berkata, "ganti pakaianmu." Lalu lelaki itu menanggali kemejanya sendiri dan mengeringkan tubuhnya dengan sepotong handuk. Adli mengambil kaus santai dan celana pendek, lalu melirik Alma diam-diam. Alma seperti ragu untuk mengganti pakaian, membuat Adli mendengus. "Ayolah, kamu lamban sekali. Kutinggal, aku harus melihat keadaan Yura dan bertemu Sean."

"Sean ada di sini?" Alma terlihat kaget.

Adli menyipitkan mata, "kenapa kamu terlihat kaget, hm?"

Alma termenung, kepalanya menggeleng samar. Adli semakin menatapnya curiga, "antara kamu dengan Sean tidak ada apa-apa 'kan?"

Alma langsung menggeleng kuat, gelagat itu membuat Adli semakin ragu. "Akui saja jika kamu tertarik dengannya, agar aku punya alasan untuk memenggal kepala sepupuku sendiri." Adli hanya menyeringai, menyaksikan wajah pias Alma Adli berlalu pergi. Pertama kali, Adli mencari Yura di kamarnya. Wanita itu masih tertidur dengan satu lengan yang melingkari perut. Adli menatapnya dingin lalu masuk, ditariknya selimut untuk menyelimuti Yura. Lalu setelah memberikan sedikit perhatian yang tidak seberapa, Adli pergi ke kamar yang dihuni oleh Sean. Pintu kamarnya tidak dikunci, tak ada Sean di sana. Adli semakin mencari, menyeringai saat menemukan Adli berdiri di teras belakang rumah. Mata lelaki itu terpejam, mendongak ke arah langit, seperti menikmati dengungan adzan yang baru berkumandang.

"Kenapa di sini? Nyenyak semalam?"

Pertanyaan Adli mengagetkan Sean yang langsung membuka mata, "aku tidak bisa tidur sampai separuh malam."

"Lagi banyak pikiran?"

Sean hanya mengangguk. "Ya, tapi entah kenapa suara adzan ini meleburkan semua masalah di kepalaku ...."

Adli tersenyum geli, "sepertinya hatimu mulai terketuk. Pertama, memutuskan berhenti minum. Kedua, tertarik dengan suara adzan. Ke berikutnya, aku pasti akan melihatmu memakai sarung, baju kokoh dan kopia lalu berlalu ke masjid untuk salat Jum'at berjamaah."

Mendengarnya Sean ikut mendengus, "ajaib sekali jika memang terjadi seperti itu."

"Itu lebih bagus untukmu."

Sean yang sempat memejamkan mata kembali membukanya, pandangannya redup. "Aku begini hanya karena merasa bersalah, kepada-nya, terlebih kepada Tuhan. Jadi kupikir, aku harus berubah, ya 'kan? Tapi kupikir lagi, tak mungkin aku bisa berubah. Toh, sebulan dua bulan kemudian aku pasti kembali bejat lagi. Biasalan Sean, Tuhan saja ragu padaku."

"Emangnya sebesar apa dosamu hingga berpikir seperti itu?" Adli terlihat penasaran.

"Sebuah dosa yang akan menghilangkan amalan seseorang yang meskipun sudah beribadah selama 80 tahun."

"Berzina?" Adli langsung menebak. "Ah, bukannya hal itu biasa bagimu. Kenapa kamu sefrustrasi ini."

"Lebih dari itu, berzina itu kesalahan di dua pihak. Ini pemerkosaan."

"Kamu memerkosa seseorang?" Adli tersentak kaget.

"Ya, istri orang."

"What?" Adli berseru heran. "Kalau begitu, silahkan menjebloskan diri sendiri ke penjara. Itu hal yang tentu saja diinginkan oleh pihak korban jika kamu bersalah."

"Sayangnya, wanita itu tidak mau berurusan dengan pengacara, hakim, jaksa, hukum, polisi terlebih suaminya. Jadi, dia memintaku untuk tidak melakukan apa-apa untuk saat ini."

"Ada, ya wanita sebodoh ini?"

"Tentu saja ada." Sean menjawab.

"Kalau aku jadi suaminya dan aku tahu, aku pasti membunuhmu."

Sean sedikit merinding lalu berbisik, "tentu saja. Jika kamu tidak berbuat demikian, kamu benar-benar suami yang tidak beradab."

Sepertinya Sean tidak memiliki kesempatan untuk bertemu Alma. Dia memilih untuk menyerah hari ini. Sean berkata sembari menikmati hembusan angin yang menerpa kulit wajah dan tubuhnya yang hanya dibalut kemeja tipis. "Aku pulang duluan, terimakasih sudah mengizinkanku menginap di rumahmu malam ini."

"Tidak masalah, lain kali jangan nginap di rumah orang lagi, kecuali jika 'istriku' tak ada di rumah."

Sean hanya tersenyum, dikeluarkannya kunci mobil. Lalu pergi ke halaman depan. Sean mengendarai mobilnya menuju kediamannya. Ternyata rumah berantakan yang ditinggalkannya sudah bersih dan wangi atas jasa cleaning service yang dia sewa. Sean tentu saja puas dengan hasilnya. Lelaki itu tanpa segan masuk, lalu menikmati angin subuh yang menusuk di atas ranjang kamarnya yang sudah diganti. Sebelumnya, semburan minuman-minuman haram mengenai seprai kasurnya dan aromanya benar-benar menusuk penciuman hidung. Tapi sekarang, hanya bau lemon yang bisa Sean cium dari kasur dan setiap ruangan di rumah ini. Sean suka ini. Dia akan membayar lebih atas jasa cleaning service tersebut. Sangat memuaskan.

Mendadak raut puas Sean berubah saat mengamati rumahnya. Rumahnya memang sudah bersih, aromanya sudah mengenakkan di hidung namun ... entah mengapa teringat dosanya, rasanya Sean ingin membakar rumahnya sendiri. Agar jejak itu hilang, maksud Sean, agar Alma tak usah mengingat tempat kejadian jika tempatnya saja sudah dimusnahkan. Sean mencekram kening dan rambut kepalanya, bibirnya mendesis. "Sialan," makinya geram. "Sialan." Diulanginya lagi makian tersebut.

Untuk terakhir kali Sean akan menikmati suasana di rumah ini. Lelaki itu pergi ke kolam yang menjadi saksi bisu sebelumnya, mencelupkan kakinya lalu menghisap rokok yang masih membuatnya candu. Asap terhembus dari mulut Sean, mata Sean menatap langit-langit atas, bibirnya meringis. Bangkit, Sean mengitari lingkuhan rumahnya yang lain. Mencoba kembali setiap ranjang dan sofanya satu-persatu. Cukup puas bolak-balik tidak jelas, akhirnya Sean menggunakan kamar mandinya untuk mandi. Setelah berpakaian, dengan pakaian termahal yang dia ambil dari dalam lemari, Sean mengumpulkan semua berkasnya yang paling penting—yang tidak terlalu penting dia abaikan—mengambil laptop kerjanya, lalu dibawanya ke pinggir jalan, memasukkannya ke dalam bagasi mobil yang masih terparkir di sana.

Sean membuang potong rokok terakhirnya. Kembali lelaki itu masuk, mengumpulkan semua gas di dalam rumahnya. Diletakkannya di ruang tengah, Sean membuka salurannya, membiarkan gas tersebut terhembus ke angin sebanyak mungkin, sebau mungkin. Setiap gas yang masuk ke penciumannya begitu memanjakan hidung Sean. Di samping kumpulan gas tersebut, Sean membawa deretan kompor dan menyalakannya dengan api yang berkobar sebesar mungkin. Sean menyeringai, lalu meninggalkan rumah tersebut.

Dimasukinya mobil, tancap gas, memutar setir setelah mengisap rokok yang baru. Sean melaju tanpa arah di langit gelap yang masih Subuh, sahut-sahutan ikhamat menghiasi langit pagi yang belum terang. Tiga sampai lima jam kemudian, rumah kesayangan Sean pasti sudah 'meledak'.

>><<

1
katerina
lanjutkan karya bagus ini
Eka Pengestu
padahal bgus loh...knpa slalu buat cerita yg gantung gini sih thor kek di PHP in..😫
cinta pertama
ditunggu updatenya Thor
cinta pertama
yah... penasaran deh? lanjutkan Thor
cinta pertama
benar-benar menguras emosi dan bikin penasaran. semangat kak ollane... author favoritq
NandhiniAnak Babeh
author kemana ya.. sudah 2 bulan ga ada kabarnya lagi nih 🤔🤔🤔
Rika Jhon
ahaha sean bnr2 udh gila bkn stres lg..tpi aq suka n mendukung itu😀
Rika Jhon
ahaha sean stres🤣
Rika Jhon
ahaha ngakak bgt sm kelakuan ny sean
Rika Jhon
ahaha sean menghayal alma hamil dan dy akn memiliki anak dr alma
Rika Jhon
do'a mu aq dukung sean..dan akan di kabulkan olh otor ny😁
Rika Jhon
wuih sean udh mulai fall in love sm alma tpi dy tdk menyadarinya
NandhiniAnak Babeh
author where are you
NandhiniAnak Babeh
author Cepat bangun dan up lagi.. aku begitu setia dengan Karyamu sampai² slalu mengintip ke lapak mu di setiap waktu nya
NandhiniAnak Babeh
author dimanakah dirimu.. jangan bikin reader jadi tergantung seperti ini 😩😩😩😩😩
Vinna_hot mommy
wew....msh blom up jga c othor....
sampe lumutan akoh...
sampe2 ai selingkuh sama tetangga sebelah,eh ..pas ngintip ksni msh blom2 jga ..
ande
up up up up😊😊😊😊
Lenabid Daeng Lumang
udh gk up lg y Thor😁SDH terlalu lama diriku menunggu🤭
Lenabid Daeng Lumang
kadang geram jg sma si Alma,,kan jadi kasihan sma Sean

semangat y Sean aku ad d pihakmu kok💪😊
Indah Tuk Di Kenang
up dong thorrr...semangat💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻ada aku yang menunggu😭😭walau berat😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!