Amora Kia Immanuel. Harus mendapatkan siksaan di umurnya yang sangat muda ini, karena perbuatan yang dilakukannya terhadap pria tampan pada malam hari itu.
Samuel Adipati Arley. Pria tampan yang membalaskan dendamnya kepada orang yang membuat dirinya harus terbaring koma di rumah sakit.
Mau tau kisah selanjutnya?
Yuk simak ceritanya hanya di "Noveltoon" 😘
Fb: Zizi Ziah
Ig : Zi.ziah12
--------------------------------------------------------------------------
# Bijaklah dalam membaca
# Budidayakan like and vote
# Gak suka SKIP jangan main REPORT karya orang sembarangan
# Tidak bermaksud menjelek-jelekkan tokoh
Happy Reading😘💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fauziah habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Happy Reading :)
^^^
Malam harinya di apartemen Amora. Terlihat seorang gadis cantik tengah termenung duduk di meja belajarnya.
Gadis cantik itu yang tak lain ialah Amora yang tengah melamun memikirkan perkataan kakaknya kemarin malam.
Setelah Harry mengetahui dirinya menabrak seseorang di malam hari itu, membuat kakaknya itu marah besar dan hampir menamparnya kalau tidak ada Kinara yang menahannya.
Kemarin malam Kinara main ke apartemennya, karena dirinya menyuruh Kinara menonton drakor bersama di apartemennya.
Tokk ...
Tokk ...
Bunyi ketukan pintu kamarnya membuat Amora tersadar dari lamunannya dan langsung berjalan membukakan pintunya.
Ceklek ...
Terlihat Harry sang kakak yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya dengan tatapan datarnya.
" Makan! " Ujar Harry dengan singkat dan langsung kembali pergi.
" Uhh, sampai kapan kakak seperti ini. " Lirih Amora dengan terus memerhatikan kakaknya yang berjalan menjauhinya.
Setelah melihat kakaknya benar-benar pergi dari hadapannya. Amora langsung kembali masuk kedalam kamarnya bersiap-siap untuk turun makan malam bersama.
...---------...
" Malam kak. " Ujar Amora yang sudah sampai di meja makan dan melihat kakaknya yang tengah menunggunya sambil memainkan ponselnya.
Amora terdiam tidak mendapati balasan dari kakaknya itu. Gadis cantik itu langsung duduk dan mengambil makanannya sendiri.
" Sampai kapan kakak mendiamkan ku? " Tanya Amora yang sudah selesai mengambil makanannya sendiri dan menatap ke arah Harry yang tengah memakan makanannya.
" Kak kumohon jangan diamkan aku seperti ini. " Lirih Amora dengan sendu yang melihat kakaknya masih terus mendiamkannya.
" Amora tau Amora salah, tapi Amora gak sengaja menabraknya. Lagian salah orang itu yang menyebrang tidak melihat-lihat terlebih dahulu. " Ujar Amora yang masih terus membela dirinya.
" Ini yang aku tak suka dari dirimu Amora, menyalahkan orang lain atas kesalahan mu. " Ujar Harry dengan menatap datar ke arah adiknya.
Amora terdiam mendengarnya. Emang benar yang dikatakan kakaknya itu, dirinya selalu menyalahkan orang lain di atas kesalahannya sendiri.
Tapi kali ini benar, orang itu yang salah yang menyebrang tanpa melihat-lihat terlebih dahulu. Seolah-olah orang itulah yang ingin menabrakkan dirinya sendiri.
" Tap- " Belum selesai Amora berbicara, Harry sudah lebih dulu memotongnya.
" Cukup Amora! Kakak tak mengerti dengan pikiran mu! Kakak capek melihat sikap mu yang terus seperti ini MEMBUAT MASALAH! " Ujar Harry dengan menekan kata terakhirnya.
" Dulu kau mencelakai Kristal! Sekarang kau kembali membuat ulah menabrak orang lain! Kapan kau berubah Amora?! " Ujar Harry dengan membentak adiknya itu yang langsung membuat Amora menunduk menangis.
" Hikss, aku tau dulu aku salah. Ta-tapi kali ini benar kak, aku tak sengaja menabrak orang itu. Kenapa kakak gak percaya sama Amora? Amora capek kak semua orang gak percaya sama Amora lagi! Gak mamih, papih, kakak! Selalu aja menyalahkan Amora!!! " Teriak Amora sambil menangis dan berlari menuju kamarnya.
Gadis cantik itu sudah tidak bisa menahan rasa sakit melihat orang-oranh yang di sayanginya terus menyalahkan dirinya.
Dia sadar dulu dia pernah mencelakai Kristal, putri angkat dari mommy Anjel. Tapi setelah mamih dan papihnya mengirim dirinya kesini dan hidup sendiri disini. Gadis cantik itu mulai berubah sedikit demi sedikit menjadi orang yang tidak egois lagi dan menjadi wanita yang mandiri.
Tapi kedua orang tuanya itu dan kakaknya itu tidak mempercayai dirinya lagi setelah kejadian itu. Walau dia sudah berubah menjadi gadis yang lebih baik lagi.
~Bersambung~
Aku up satu episode lagi nihh🤭 Maklum lagi semangat buat nulis😌 Likenya jangan lupa ya😉 Dahh see you👋😘