NovelToon NovelToon
Azka Dan Rasya

Azka Dan Rasya

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:84k
Nilai: 5
Nama Author: Azkara Senja

kisah cinta yang bersemi antara Azka dan Rasya saat keduanya duduk di bangku SMA. Melewati indahnya masa-masa SMA, hingga sebuah kecelakaan yang mengharuskan kedua nya berjuang bersama menyembuhkan sebuah trauma. masa lalu yang hadir, masa depan yang menghampiri. Akankah mereka tetap bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkara Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Hari yang ditunggu oleh semua perwakilan sekolah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional telah tiba. Hari ini, semua perwakilan dari Sekolah Negeri 45 diminta untuk langsung berkumpul di tempat penyelenggaraan. Penyelenggaraan OSN kali ini dilakukan di SMA Negeri Ibu Pertiwi.

“Azka sayang, di depan sudah ada Rasya jemput kamu” Mama memberi tahu.

“Iya Ma, sebentar lagi. Ini lagi ngecek barang bawaan” Jawab Azka dari dalam kamar.

“Ma, Pa, Ade berangkat ya. Doain semoga lancar dan bisa lolos ke tingkat propinsi” ucapnya ketika menghampiri Mama dan Papa di meja makan.

“Iya, Papa doakan yang terbaik selalu untuk De Azka. Yang tenang mengerjakannya” Papa menjawab setelah mematikan TV dan menghentikan aktivitas nonton berita paginya sebelum berangkat bekerja.

“Iya sayang, Mama doain. Tenang aja. Ade gak sarapan dulu?” tanya Mama

“Enggak ah Ma. Takut sakit perut, apalagi sekarang udah mulai deg-degan” jawab Azka

“Yasudah, sana berangkat. Kasian Rasya didepan nungguin, mama lupa nyuruh dia masuk, hehe” ucap Mama sambil memasang wajah bersalah

“Gak apa-apa Ma, biarin aja. Hihi. Yaudah Adek berangkat ya, Assalamu’alaikum” ucapnya sambil mengambil tangan kedua orang tuanya bergantian dan menciumnya.

“Wa’alaikumsalam warohmatullah wabarokatuh” jawab Mama Papa bersamaan.

“Kak, udah lama nunggu?” tanya Azka sambil menepuk bahu Rasya ketika Ia sudah berada tepat disamping lelaki itu.

“Astaghfirullahal’adziim!!! Kaget gila! Untung aku gak jantungan Dek” ucap Rasya sambil mengelus dadanya karena terkejut dengan sapaan Azka yang tiba-tiba

“Ehehe, maap Kak. Emang ngelamunin apa sih?” tanya Azka lagi sembari mengambil helm yang diserahkan oleh Rasya.

“Enggak ngelamun kok” Rasya berkilah. Dia menutup helm menyembunyikan wajahnya.

“Beneraaan? Bilang enggak kok salah tingkah?” tanya Azka membuka tutup helm agar wajah salah tingkah Rasya terlihat.

“Enggak elaah, ni anak. Ayo buruan” sergah Rasya sembari menutup kembali tutup helm nya dengan sekali gerakan. Azka menaiki motor Rasya dan kemudian motor tersebut sudah melaju dengan kecepatan sedang membelah kota menuju SMA Negeri Ibu Pertiwi.

Sesampainya di lokasi tujuan, Azka turun dari motor kemudian berjalan masuk beriringan dengan Rasya. Kepalanya menoleh berkeliling untuk mencari Alfan, Ocha, atau yang lainnya. Tiba-tiba…

“Woy Ka! Tejie tejie, udah berdua aja nih kalian” sapa seseorang yang suaranya amat Azka kenali.

Azka menoleh ke arah sumber suara, dan mendapati sobat SMPnya yang bernama

“Alan!!! lama banget gak kontak-kontak iiih” serunya ketika mendapati wajah putih bersih berbentuk oval dengan bibir merah milik Alan.

“Belum juga setahun kali Ka” cetus Rasya

“Ih, tapi kan tetep aja lama. Ya kan Lan?” Azka beralih ke Alan.

“Iya nih, aku seperti biasa, tetep sibuk. Jadi susah ketemu atau kontak-kontak sama temen-temen”

“Kamu juga ikut olimp Lan?”

“Enggak, aku bantu panitia penyelenggara aja Ka. Soalnya aku masih tetep fokus di PORSENI aja”

“Oooh, iya iya. Eh Lan, ruang Komputer dimana?” tanya Azka ketika sampai pada persimpangan pertama di dalam gedung SMA NIP.

“Loh, kok Komputer? Kamu gak olimpiade Biologi Ka?”  Azka hanya menggeleng. Malas memberitahukan alasannya.

“Bagus deh, hitung-hitung nambah korban bacaan Lo ya Ka” Alan tersenyum jail.

“Sialan!” kata nya sambil memukul pelan lengan sahabatnya itu

“Lah, emang aku si Alan” mereka pun tertawa mendengar jawaban Alan

“Iya, ketawa aja terus berdua. Ada yang lupa deh tadi kesini sama siapa”  potong Rasya dari belakang Azka dan Alan. Sontak mereka berdua menengok dan tertawa kembali

“Maaf Kak. Udah lama gak ketemu Alan sih. Hehe”

“Sorry Sya, lupa kalo Azka udah ada pengawalnya” kata Alan menggoda

“Idih, siapa yang bilang” kata Rasya menjauhkan tangannya dari tepukan Alan

“Jadi bener nih gosip kelas 8 dulu? Jadi yang menang Ra…”

“Gosip apaan sih. Gausah banyak omong deh Lan” potong Azka

“Ya aku kan cuma mau konfirmasi aja Ka. Jangan sewot gitu dong” ucap Alan.

“Enggak ada gosip-gosipan Lan dan Kak Rasya bukan pengawal aku” jelasnya

“Wah, udah ada embel-embel Kak segala nih!, kejebak kakak-adek zone ya Sya?” lagi-lagi Alan menggoda Rasya dengan menoel lengannya

“Sialan Lo Lan!”

“Yasudah, aku mau ke ruang panitia dulu. Ruang komputer ada di sebelah sana. Lurus belok kanan ruang nomor 4 sebelah kiri di dekat tangga” jelas Alan dan kemudian berlalu meninggalkan Azka dan Rasya berdua setelah sebelumnya menepuk lengan Azka dan melambaikan tangan.

Saat sampai di ruangan yang dimaksud Alan, sudah terlihat Alfan, Ocha, Harisa, dan Kak Adis. Kak ajo belum terlihat, mungkin sedang mengurus administrasi keikutsertaan mereka.

“Hai, selamat pagi” sapa Azka pada semua yang ada disana.

“Eh, Azka sama Rasya dateng juga” jawab Alfan sambil menggeser tubuhnya memberi isyarat agar Azka duduk di tempatnya tadi

“Makasih Mas” ucap Azka

“Kemana dulu Lo berdua?” tanya Ocha dengan nada yang sangat menginterogasi

“Santai woy, Gue udah daritadi sampe sini. Di depan ketemu Alan. Jadi ngobrol dulu”

“Oh, awas aja nyempet-nyempetin pacaran dulu”

"Siapa yang pacaran beg*k!”ucap Azka pada Ocha sembari melambaikan tangan hendak menoyor kepalanya seperti yang biasa Ocha lakukan kepada dirinya. Tetapi karena diantara mereka berdua ada Harisa, usaha Azka jadi sia-sia. Ocha hanya menjulurkan lidahnya mengejek. Azka mendengus kesal.

“Hei. Ini nametag kalian. Pake yah. Oiya, ini seragam peserta. Boleh dipake sekarang sebagai luaran seragam sekolah. Usahakan identitas sekolah tetap terlihat. Ketika nanti bel berbunyi, semuanya sudah lengkap dengan semua atribut ini ya” Kak Ajo yang tiba-tiba saja sudah berada diantara mereka menjelaskan dengan cepat. Mereka semua mendengarkan sambil mengangguk-angguk.

“Ada yang mau ditanyain?” tanya Kak Ajo kemudian. Mereka menggeleng kompak. “Oke kalo gitu saya mau kesana dulu nemuin pak Alex. Pake seragamnya” Kak Ajo mengingatkan dan melesat menjauh.

“Yok Cha, Sa, ke kamar mandi dulu” ajak Azka. Merekapun meninggalkan Alfan, Rasya, dan Kak Adis.

---

“Huuaaaaaahhh, gila pusing Gu⁰e Cha ngerjainnya”

“Lo aja bilang pusing apa kabar kepala gue Ka” keluh Ocha

“Gue juga gak ngerti itu tadi soal apaan. Kayaknya sih kita mah gak ada harapan-harapan amat inih. Paling juga Kak Ajo atau kak Adis yang bakal maju dari sekolah kita” Harisa nyerocos panjang yang diikuti oleh kepala Azka dan Ocha yang mengangguk-angguk tapi tidak sambil bernyanyi trilili li-li-li-li-li-li seperti pada nyanyian lagu anak-anak.

“Makan yuk, laper” ajak Azka sambil memegangi perut yang rata hampir cekung di balik seragamnya

“Ayo” ajak Ocha menarik tangan mereka berdua menuju pojok kantin di SMA NIP

“Cha, kok kesini?”

“Katanya lo laper oyong!” ucap Ocha sambil menoyor kepala Azka seperti biasa

“Oh iya. Tapi sebenernya gue gak mau disini makannya” rengeknya pada Ocha. Harisa hanya mendengus kesal melihat tingkah dua orang dihadapannya ini.

“Maunya dimana?” tanya Ocha lagi

“Ke tempat makan diluar aja laah”

“Yaudah ayok” akhirnya Ocha mengiyakan permintaan Azka

“Harisa, ikut gak?” tanya Ocha memastikan

“Enggak deh, Gue pulang aja”

“Oke” Azka dan Ocha menjawab bersamaan. Merekapun pergi keluar halaman sekolah dengan menaiki kuda besi yang Ocha bawa.

Pilihan merekapun akhirnya jatuh pada sebuah warung pasta dengan nuansa klasik setelah melewati perdebatan panjang yang membuat mereka berdua harus muter-muter dan bolak-balik selama di perjalanan tadi.

“Fiuh akhirnya sampe juga” Ucap Azka sembari menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi di dekat jendela.

“Heem. Tapi berasa ada yang kurang gak sih? Udah lama gak kumpul sama Nadia, Iren, Risa, Ita, Fabel apalagi” ucap Ocha sambil menyenderkan tubuhnya mengikuti gaya duduk Azka

“Heem. Akhir minggu main yuk” ajaknya setelah mendapat ide itu

“Nggak bisa Gue Ka. Mau ke rumah Nenek”

“Yaaah, yaudah akhir minggu depannya aja” ajak Azka tak mau idenya ditolak

“Bukannya itu pas sama acara news breaking yang diikutin Nadia?” Ocha mengingatkan

“Oh iya. Lupa Gue” Azka menepuk jidatnya sendiri

“Yaudah lah Ka, gausah direncanain. Nanti cuma jadi wacana doang” ucap Ocha sambil melambaikan tangan memanggil pelayan.

“Selamat siang mbak, ada yang bisa saya bantu?” ucap pelayan bertubuh gempal yang tadi dipanggil Ocha. Suara nya lembut dan santun, sebelumnya mereka tak menyangka suara pelayan itu semerdu itu jika melihat dari penampilan luarnya.

“Carbonara dua ya Mas, sama mango float 1, Lo apa Ka?”

“Emm, samain aja deh. Eh gak Gue leci aja” Azka meralat pesanannya

“Baik, saya ulangi pesanannya ya. Carbonara 2, Manggo float 1, dan lychee float 1”

Dua gadis itu mengangguk dan pelayan itu melesat menyampaikan pesanan mereka kepada yang bertugas di dapur. Azka dan Ocha mengobrol tentang banyak hal, lalu sesekali mereka tertawa lepas, kadang juga diikuti dengan pukulan-pukulan kecil di atas meja. Pesanan mereka datang, sejenak keduanya diam, menikmati makanan dan minuman di hadapan mereka. Setelah semuanya tandas, mereka kembali mengobrol. Sampai akhirnya ucapan Ocha membuat Azka berhenti tertawa seketika.

“Tadi pagi Lo berangkat sama si Rasya Ka? Napa gak pulang bareng sekalian?”

“Astaghfirullahal’adziim!!!” Azka memekik karena teringat bahwa harusnya memang Ia pulang bersama Rasya. Hanya saja, rasa laparnya tadi sudah mengalihkan pikiran. Terlebih setelah mengerjakan soal panas di kelas olimpiade tadi.

“Kenapa Ka?”

“Gue lupa!” Azka merutuki dirinya dengan menepuk-nepuk jidat. “Kak Rasya nungguin gak ya?”

“Lo janjian pulang bareng?” Azka mengangguk .

“dasar Oyong Azkaaaa!” Ocha menjitak kepala sahabatnya itu dengan gemas.

1
Milhiyah
setia kawan banget sih Agilnya....
Milhiyah
waalaikumussalam mantap nih ceritanya
Milhiyah
semakin seru thor ....
Milhiyah
lanjut thor
My_ChA
ini cerita yg bener2 real khdpn ank sekolah....bca cerita ini q jd ingat kenangan masa sekolah dlu...hampir sama dg apa yg pnh q rsakan... punya shbt cew cow yg bda2 kls....dsni q yg jd ocha yg gk pnh pun psngn cm punya gebetan aja.... hehehe.....ya bgtulh diantara qmi gk ada yg jodoh smpe nikah dg pangan wktu sekolah ....tp itulah kenyataan hidup...walo rasanya brt buat melepas cnt Qt...tp hrs besar ht demi kebahagiaan mereka dn org lain 😭😭😭😭
tp nm nya bca cerita q gk rla sebenarnya klo Rasya gk jd sm Azka 😭😭😭
mellifluous.dw: Izin promo ya kak☺️

Jangan lupa mampir dan baca novelku juga ya yang berjudul “Cruel Love Journey”😉

Langsung klik profilku ya kak😍

Jangan lupa tinggalkan jejak Lopyuuu😘

Salam dari saya penulis amatiran, terimakasih🥰
total 1 replies
My_ChA
mulai membaca....like like 😍😍
Muhammad Ari
keren thor.... ijin promo ya, jgn lupa mampir dan baca novel dg judul "sudden kiss" ya.... 😇😇😇
Azka: terima kasih..
total 1 replies
𝙳𝚑𝚢
Aku kesel sama Triaa, cemburunya begitu amat. jelas2 udah di jelaskan dari awal hubungan Azka sama Alfan itu gimana. jawaban Azka tepat banget aku suka,yg buat si Tria terdiam.
Keii68
daebak!
Reghiena ghiena
banjir air mata thor 😭😭😭
Azka: Terima kasih sudah baca Azka dan Rasya..💕

Yuk baca juga kisah RAGIL..
total 1 replies
𝙳𝚑𝚢
duh kak, tersentuh banget sama ceritanya sedih banget loh sama Rasya nya😢. sampe ikutan terisak kaya Azka, sampe2 rekamannya gagal berulang kali nih. ikutan nangis jadinya.

novel kaka, bener2 luar biasa bisa membawa aku sebagai pembaca masuk kedalamnya. semangat terus dalam berkarya kak💪❤
𝙳𝚑𝚢: Siap kak, makasih dukungannya🥰
total 2 replies
Rabaniyasa
aku bakalan sering mampir nih
Rabaniyasa
jejak like dulu thor..
Rabaniyasa
awal yang bagus thor
Azka: Terima kasih sudah membaca Azka dan Rasya..
Sering-sering mampir dan tamatkan yaa, 💕
Jangan lupa main ke karyaku yang lain 💜
total 1 replies
Hyemi Park
Semangat thor
Hyemi Park
Ceritanya bagus Kak Author. Semangat terus. Ak dtng bawa boom like. Jgn lupa mampir di karyaku yg Lingkaran Iblis 🤗❤ Biar saling mendukung. Makasih ya!
Azka: Terima kasih sudah membaca Azka dan Rasya. ditunggu di karyaku yang lain.. yaa
total 1 replies
by
Ceritanya seruuu!
Yuuk baca novel ku berjudul:

- Cinta di dalam perjodohan
- Cinta setelah menikah
- Kebahagiaan SEMENTARA
- SELEBGRAM

Aku tunggu kehadiran kalian... Semangat thor♥
Azka: Terima kasih sudah baca Azka dan Rasya..💕
total 1 replies
Ririn Apriani Lase
karya yg luar biasa
NAIM NURBANAH: cerita yang menarik...TOP..aku coba dubbing novel ini ya kak...sampai mewek baca nya..
total 2 replies
𝙳𝚑𝚢
𝔖𝔢𝔪𝔞𝔫𝔤𝔞𝔱 𝔨𝔞𝔨❤ 𝔠𝔢𝔯𝔦𝔱𝔞𝔫𝔶𝔞 𝔟𝔞𝔤𝔲𝔰 𝔟𝔞𝔫𝔤𝔢𝔱 𝔧𝔞𝔡𝔦 𝔱𝔞𝔪𝔟𝔞𝔥 𝔰𝔢𝔪𝔞𝔫𝔤𝔞𝔱 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔫𝔤𝔢 𝔡𝔲𝔟𝔟𝔦𝔫𝔤 𝔫𝔬𝔳𝔢𝔩𝔫𝔶𝔞 𝔴𝔞𝔩𝔞𝔲𝔭𝔲𝔫 𝔰𝔲𝔞𝔯𝔞 𝔫𝔤𝔤𝔞𝔨 𝔟𝔞𝔤𝔲𝔰🤭😂
𝔍𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔩𝔲𝔭𝔞 𝔪𝔞𝔪𝔭𝔦𝔯 𝔧𝔲𝔤𝔞 𝔶𝔞 𝔨𝔢 𝔫𝔬𝔳𝔢𝔩 𝔨𝔲
*𝙈𝙀𝙉𝙄𝙆𝘼𝙃 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘿𝙊𝙎𝙀𝙉𝙆𝙐
*𝙈𝙀𝙍𝙀𝙆𝘼 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝙏𝘼𝙆 𝙏𝙀𝙍𝙇𝙄𝙃𝘼𝙏
*𝙋𝘼𝘾𝘼𝙍𝙆𝙐 𝘽𝙊𝙎𝙎𝙆𝙐

𝔍𝔞𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔩𝔲𝔭𝔞 𝔩𝔦𝔨𝔢, 𝔯𝔞𝔱𝔢5, 𝔡𝔞𝔫 𝔣𝔞𝔳𝔬𝔯𝔦𝔱𝔢 𝔧𝔲𝔤𝔞 𝔧𝔢𝔧𝔞𝔨 𝔨𝔞𝔩𝔦𝔞𝔫 𝔶𝔞.
𝔐𝔞𝔯𝔦 𝔰𝔞𝔩𝔦𝔫𝔤 𝔰𝔲𝔭𝔭𝔬𝔯𝔱❤❤❤
Azka: Terima kasih sudah jadi dubber untuk Azka dan Rasya.
Yang lain mampir juga yuk, di karyaku yang lain..
-RAGIL (Cinta Pertama)

beri cinta, like, dan komennya..
See u💕
total 1 replies
Lew
Semangat terus ya kak😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!