Warning!!!
Hasil meras otak sampe kering, jadi jangan copas👌👌
Terdapat beberapa 21+ harap dewasa dalam menanggapi.
Silahkan Follow dulu akun author.
Follow juga ig author: @dee_h.s
Perempuan dingin dengan segudang misteri ke bungkamannya.
Dengan sikap yg dingin melebihi kutub utara, dengan amarah yg mudah meledak kapan saja membuat tindakannya meyerupai psikopath.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan lelaki yg mampu menjadi peredam dari semua sikap yg ia sendiri tidak bisa kendalikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee h.s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 11
Aku mulai bahagia, itu saja.
SELAMAT BACA GUYS🌹🌹
Luca terbangun dari tidurnya. Ia merasa sakit perut karena belum makan sejak pulang sekolah.
Luca menatap wajah Galang, ia menyentuh wajah itu.
Kenapa Galang begitu sempurna? Tatapannya, hidungnya, bulu matanya. Dan tubuh yg ia peluk saat ini.
Kenapa Luca bisa di pelukan Galang?
Luca mencoba mengingat kembali, dan
Blushh!!
Wajahnya memerah, ia mengingat saat Galang mencium bibirnya.
Kenapa bibirnya terasa bengkak?
Bukankah ini first kissnya.
Luca menyentuh bibirnya dan menariknya.
Ahh masa bodoh, selama itu Galang.
Saat ini ia hanya akan memikirkan perutnya yg keroncongan.
"Galang." Luca menggoyangkan tubuh Galang.
"Hmm ada apa?" Galang membuka matanya dan mengusap rambut Luca.
Rasanya, Luca tidak ingin beranjak. Ia ingin berada di posisi ini selama apapun.
"Gue laper."
Galang tersenyum, rupanya gadis ini lapar setelah berteriak dan menghancurkan kamarnya.
"Ya udah kita makan." Galang mencium singkat bibir Luca dan menariknya pergi.
Tunggu!!
Galang malah se enaknya mencium Luca seperti itu. Ia tidak tau bahwa Luca merasa kaget dan jantungnya hampir meledak.
Dengan tanpa merasa bersalah Galang malah menariknya seperti ini.
"Tunggu. Kenapa lo se enaknya nyium gue." Luca menghentikan langkahnya dan otomatis Galang berbalik menatapnya.
"Kenapa lo baru marah? Lo gak suka?"
"Bukan gitu, harusnya lo bilang dong. Jangan main nyosor." Entah mengapa Luca mengatakan hal itu yg membuat Galang berhasil tersenyum nakal.
"Jadi kalo mau cium harus bilang dulu?" Galang merapatkan dirinya ke tubuh Luca.
Luca yg ingin menghindar malah di tarik dan menubruk tubuh Galang.
Galang memeluk pinggang Luca dan,
"Gue mau cium lo." Galang mel*umat bibir Luca dan menyesapnya sangat dalam.
Ia menggigit bibir bawahnya supa lidahnya bisa masuk.
Luca yg merasa kebingungan malah diam mematung.
Ada perasaan aneh di tubuhnya, terlebih lagi saat Galang sedikit menggigit lehernya, tubuhnya terasa bergetar dengan sendirinya.
"Jangan nangis lagi, gue gak suka." Galang melepas bibirnya dari leher Luca dan mengecup keningnya.
Lalu Galang kembali menarik Luca berjalan ke meja makan.
Baiklah, apa hanya Galang yg benar-benar bisa mempermainkan Luca begini?
Ia malah membuat Luca hampir serangan jantung.
"Lo gila." Umpat Luca merasa kesal.
Galang hanya tersenyum tanpa membalas umpatan Luca.
"Lo mau makan apa?" Galang duduk di samping Luca.
"Spaghetti." Jawab Luca, singkat, padat, dan jelas.
"Gue rasa lo bukan cewek deh." Gior datang dan ikut duduk di depan mereka.
"Maksud lo?"
"Setau gue, cewek kalo di tanya mau makan apa? Biasanya jawabnya TERSERAH, lah lo malah jawab dengan lugas."
"Gue gak suka basa basi." Jelas Luca.
"Tapi gue beneran ragu, lo cantik tapi gue gak yakin lo cewek." Gior tetap saja merasa ragu dengan sisi perempuan Luca.
"Lo gak percaya? Mau gue buktiin?." Luca berdiri dan melepas satu kancing bajunya.
"Luca." Galang membentak Luca dan menyuruhnya duduk.
"Bukan gitu maksud gue Luca. Lo gak bisa di pancing ya, jangan sampai pergaulan lo bebas." Gior menatap kaget dengan apa yg Luca lakukan.
Galang mendekati Luca dan memasang kancing bajunya.
Aahh kenapa saat di dekat Luca ia susah menahan diri, terlebih saat ia menatap leher Luca yg mulus itu.
"Lo suka warna apa?" Tanya Gior.
"Biru."
"Makanan kesukaan?"
"Nasi goreng." Ungkap Luca mengingat nasi goreng buatan ibu Elen yg menurutnya makanan paling enak.
"Nah kan. Biasanya cewek tuh kalo ditanya warna sama makanan kesukaan, bukan cuman satu warna atau satu makanan. Cewek minimal suka dua warna sama dua makanan. Nah lo cuman satu."
"Itu karena gue beda. Udahlah gue laper." Luca menatap spaghetti yg si bawa bibik.
"Kayaknya gue harus cari cewek kayak lo deh biar gak ribet. Atau mungkin lo aja jadi pacar gue."
Galang yg mendengar hal itu spontan melempar garpu ke arah Gior dan mengenai tangannya
"Aduh sakit kak. Kenapa sih? Lagian gue yakin Luca gak punya pacar."
"Gue gak suka lo." Jawab Luca datar dan melahap spaghetti di piringnya.
"Kok lo gitu sih? Jadi lo lebih suka kak Galang dari pada gue?" Entah kenapa Gior malah menyakan hal itu.
Meskipun ia bercanda, hal itu berhasil membuat Galang penasaran dengan jawaban Luca.
"Iya." Jawab Luca.
Jawaban yg berhasil membuat hati Galang bersorak di dalam sana.
"Udah diem. Abisin makanannya." Galang menghentikan percakapan mereka.
TINGGALKAN JEJAK BUAT AUTHOR
btw jangan lupa mampir di karya ku :
‘Aku Tak Mengerti’
budayakan saling support 🤍💗
aku bolak balik ngintip g ada bab baru