NovelToon NovelToon
Sacrifice Of Love

Sacrifice Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Patahhati / Militer
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hida

"Cinta" satu kata yang penuh makna. Terkadang butuh pengorbanan untuk menunjukkan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan yang Menjaga

***

Malam di perbatasan semakin sunyi. Hanya suara dedaunan yang tertiup angin dan sesekali suara hewan malam yang terdengar. Fahira masih berdiri di tempat yang sama, tempat ia menemukan surat itu, surat yang menegaskan bahwa Doni ada di dekatnya. Ia tahu hatinya tidak salah. Tapi jika memang Doni masih hidup, kenapa ia tidak menampakkan diri?

Fahira menggigit bibirnya, matanya menerawang ke dalam kegelapan.

"Kenapa, Doni?" bisiknya. "Kenapa kamu memilih untuk bersembunyi dariku?"

Di tempat lain, dari balik rimbunan pohon, Doni berdiri memandang wanita yang selama ini ia lindungi dari kejauhan. Ia tidak tahu berapa lama lagi bisa bertahan seperti ini. Setiap kali melihat Fahira, ada dorongan besar dalam hatinya untuk menghampiri dan memeluknya. Tapi ia tidak bisa. Tidak boleh.Dan saat ini itu hanya kemustahilan.

Doni mengepalkan tangan. Ada banyak hal yang masih belum bisa ia ceritakan kepada Fahira. Ada terlalu banyak ancaman yang belum bisa ia ungkapkan. Ia tahu, satu-satunya cara untuk menjaga Fahira tetap aman adalah dengan terus berada di dalam bayangan.

Pagi itu, Fahira berjalan lesu menuju ruang makan barak. Matanya sembab, kantung matanya semakin jelas terlihat. Talita yang sudah duduk di sana bersama Gabriel, langsung memperhatikannya dengan tatapan khawatir.

"Lo kurang tidur lagi?" tanya Talita, nadanya sedikit lebih tegas.

Fahira hanya mengangguk pelan. Ia duduk di kursi di samping Talita, meletakkan kepalanya di atas meja kayu yang dingin. Gabriel, yang sejak tadi diam, akhirnya membuka suara.

"Kita semua tahu lo masih kepikiran Doni," ujarnya dengan nada lebih lembut dari biasanya. "Tapi, Ra, lo nggak bisa terus-terusan kayak gini."

Fahira mengangkat wajahnya, menatap Gabriel. "Gue nggak bisa ngelupain dia, Gab. Gue udah coba, tapi setiap gue mulai berdamai dengan keadaan, selalu ada sesuatu yang bikin gue sadar kalau dia masih ada. Kemarin, gue nemu surat ini." Fahira menyerahkan surat kecil itu kepada Gabriel.

Gabriel mengambilnya dan membaca perlahan. Matanya sedikit menyipit. "Tulisan tangan Doni?"

"Kayaknya," jawab Fahira pelan.

Gabriel menarik napas panjang, kemudian menatap Fahira dengan serius. "Dengar, Ra. Kalau Doni memang ada di sini, dan dia memilih buat tetap bersembunyi, pasti ada alasannya. Mungkin dia dalam bahaya. Atau mungkin dia lagi berusaha melindungi lo dari sesuatu. "

Talita mengangguk setuju. "Lo harus mikir, Ra. Kalau Doni memilih untuk nggak muncul di hadapan lo, mungkin dia nggak mau lo terlibat dalam sesuatu yang lebih besar."

Fahira terdiam. Kata-kata Talita dan Gabriel masuk akal. Tapi hatinya menolak menerima kenyataan bahwa Doni ada di dekatnya, namun menolak untuk menemuinya. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang disembunyikan Doni darinya? Apa yang sedang ia lakukan sebenarnya?. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkeliling di kepala Fahira.

Di tempat lain, Doni duduk di sebuah pondok kecil yang tersembunyi di dalam hutan. Ia menatap peta yang terbentang di atas meja kayu tua, garis-garis merah menandai berbagai titik penting di wilayah perbatasan. Beberapa laporan rahasia tertumpuk di sampingnya.Meskipun dia di hadapan dengan masalah pecintaannya, dia masih harus tetap profesional dalam pekerjaannya.

Sebagai prajurit bayangan, tugasnya bukan hanya melindungi negara dari ancaman yang tidak terlihat, tetapi juga memastikan bahwa keberadaannya tetap menjadi misteri bagi banyak orang, terutama bagi Fahira.

Doni memijat pelipisnya. Hatinya masih belum bisa tenang setelah melihat Fahira tadi malam. Melihatnya menangis, meneriakkan namanya, membuat luka yang ia coba sembunyikan semakin dalam. Ia ingin mendekati Fahira, ingin menyentuh wajahnya dan meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi ia tidak bisa. Tidak sekarang.

Sebuah suara di radio komunikasi kecil di sampingnya mengalihkan perhatiannya.

"Doni, posisi aman?" Suara rekannya terdengar melalui alat komunikasi itu.

"Aman," jawab Doni singkat.

"Target masih dalam pemantauan?"

Doni mengangguk, meski orang di seberang sana tidak bisa melihatnya. "Masih. Tidak ada ancaman sejauh ini."

"Bagus. Tetap di posisi, jangan lakukan gerakan yang mencurigakan. Karena akan membahayakan tim kita. "

Doni menekan tombol di radionya dan memutuskan sambungan. Ia menatap liontin yang tergantung di lehernya,liontin yang sama dengan yang dimiliki Fahira. Liontin itu bukan sekadar perhiasan biasa, melainkan benda yang penuh kenangan bagi mereka berdua. Saat itu, ia memberikannya pada Fahira sebagai simbol cinta mereka. Sekarang, liontin itu menjadi penghubung satu-satunya antara dirinya dan Fahira. Pengobat rasa rindunya kepada sang pujaan hati.

Hari-hari berlalu, tetapi rasa penasaran Fahira semakin bertambah. Ia tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Doni ada di dekatnya. Ada sesuatu yang ia sembunyikan. Tapi apa?

Suatu malam, Fahira memutuskan untuk kembali ke tempat ia menemukan surat Doni. Ia menunggu dalam diam, berharap bisa merasakan keberadaannya sekali lagi.

"Doni..." bisiknya, berharap seseorang akan menjawab.

Angin malam berembus kencang. Suasana begitu hening, seolah alam pun menahan napas. Fahira menggigit bibirnya. Jika Doni tidak mau menemuinya, maka ia sendiri yang akan mencarinya.

Dengan hati-hati, ia melangkah masuk ke dalam hutan.

Langkah kakinya terdengar pelan, bersamaan dengan gemericik dedaunan di bawah kakinya. Semakin dalam ia berjalan, semakin gelap suasana di sekitarnya. Namun Fahira tidak peduli. Jika ini satu-satunya cara untuk menemukan Doni, maka ia akan melakukannya.

Tiba-tiba, terdengar suara dari balik semak-semak.

Fahira langsung berhenti dan menajamkan pendengarannya. Suara itu seperti langkah kaki seseorang yang berusaha bergerak dengan hati-hati.

"Siapa di sana?" suara Fahira terdengar jelas di tengah sunyi.

Tidak ada jawaban.

Fahira semakin waspada. Jantungnya berdebar cepat. Dengan perlahan, ia berjalan menuju sumber suara. Namun, saat ia sampai di sana, yang ia temukan hanyalah jejak kaki di tanah.

Jejak kaki yang masih baru.

Fahira berlutut, menyentuh jejak itu. Hatinya semakin yakin, Doni ada di sini. Ia baru saja pergi.

"Doni..." lirihnya. "Kenapa lo selalu lari?"

Tanpa ia sadari, dari balik pepohonan, Doni memperhatikannya. Matanya dipenuhi kesedihan, tetapi ia tetap tidak bergerak. Tidak sekarang. Ia masih belum bisa. Masih ada hal yang harus ia selesaikan sebelum bisa kembali ke Fahira.

Sebelum bisa menatap matanya dan berkata, "Aku pulang."

Sementara itu, di tempat lain, seseorang sedang mengamati semua pergerakan Doni dan Fahira. Seseorang yang selama ini berada di balik semua kejadian ini.

Seseorang yang tidak ingin Doni kembali.

Seseorang yang menganggap bahwa Doni harus tetap menjadi bayangan.

"Jangan biarkan dia mendekati Fahira," suara itu terdengar dingin dan tajam. "Jika dia mencoba, hentikan dengan cara apa pun."

Malam itu, keputusan telah diambil.

Dan Doni tidak akan pernah bisa kembali dengan mudah.

#####

1
Ratu Felicia
baru mulai baca
Sesye Pattiasina
thor,,, kenapa si fahira bisa hilng?? kn sudah ditemukan doni sama gabriel.kok hilng lagi..ceritanya hanya d satu titik.bosan
Naufal hanifah
cerita nya bagus,
Hieda_H: terimakasih kak
total 1 replies
Raf__20
“A Memories”

Di sebuah kedai kopi kecil, Shun dan Nagisa bertemu secara tak terduga. Percakapan ringan, secangkir kopi, dan keheningan yang nyaman perlahan menumbuhkan sesuatu di antara mereka. Namun, tak semua kenangan diciptakan untuk bertahan selamanya…

Ketika masa lalu, rahasia, dan takdir mulai menguji mereka, mampukah kenangan itu tetap hidup?

Sebuah kisah tentang pertemuan, kehilangan, dan arti merelakan.
Umi Jasmine
ayo m. hilda di lanjut
Tami Satra
semangat nulis cerita nya thor
Tami Satra
cukup menarik cerita baru nya
Sulfia
lanjuuut
riska
kok gk dilanjutin?
cita puhaci
kemana terusannya ...
🔵🐲⃞⃟🅔ˣᵒzc❖𝕸𝖔𝖒𝖘Ꭿ ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kayaknya seru nih ceritanya,,,dah aku favorit tapi belum sempat baca,,,,
Misnawati Pulungan
lanjut ya kak
cita puhaci
apa tdk dilanjutkan ? sayang Thor , teruskan ..
Indah Sasanti
kpn d lnjut lg thor
Nunuk Pati
Ayo thor ditunggu up lanjutannya...
cita puhaci
makasih mbak cerita barunya , ditunggu terusannya ...
cita puhaci
ditunggu ceritanya mbak Hida..3 jempol buat mbak
Liana Murni
lanjut Thor,,
Lili Suryani Yahya
double Up thorrr
zairakeni canel
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!