NovelToon NovelToon
Sebuah Rasa

Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Patahhati / Tamat
Popularitas:166k
Nilai: 5
Nama Author: Nafsienaff

Alesia terkejut saat tiba tiba Leon suaminya tidak lagi mengenalinya. Leon juga bersikap dingin dan tidak lagi mengenakan cincin pernikahan mereka.

Beberapa pertanyaan memenuhi otak alesia.
“Kenapa? Bagaimana mungkin? Dan apa yang terjadi?”

Apakah ujian itu mampu membuat cinta alesia dan leon semakin kuat atau bahkan pada akhirnya hancur berlahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keraguan leon

Alesia melongokan kepalanya di dapur. Wanita yang kini sedang berbadan 2 itu menatap minah dan satu lagi asisten rumah tangga yang belum di kenalnya.

Mereka pasti sedang memasak

Alesia melangkah mendekat pada minah dan temanya yang belum menyadari kehadiran alesia. Senyum manis mengembang di bibir alesia melihat kekompakan keduanya dalam bekerja. Tidak heran meskipun rumah itu tidak di huni tapi tetap bersih, rapi, dan terawat.

Alesia mengedarkan pandanganya ke seluruh sudut dapur. Keningnya mengeryit ketika melihat 2 dus susu untuk ibu hamil.

“Ini susu hamil siapa?”

Minah dan satu lagi temanya langsung menoleh mendengar suara alesia. Mereka saling menatap sesaat sebelum kembali menatap alesia yang berada di depan meja bundar di dapur.

“Itu saya yang membalinya. Kata nyonya santi untuk nyonya muda.” Jawab minah.

Alesia mengangkat sebelah alisnya.

“Kapan kamu membelinya?”

“Tadi siang nyonya.”

Alesia terdiam namun berlahan seulas senyum terukir di bibirnya. Santi sangat memperhatikanya juga janin dalam kandunganya. Alesia benar benar tidak pernah menyangka santi bisa begitu baik padanya.

“Oke.. Tante mana?”

“Nyonya santi ada di kamarnya nyonya.” Jawab minah.

“Ya udah. Makasih yah..”

Alesia berlalu dari dapur dan melangkah menuju tangga. Dengan pelan alesia menaiki satu persatu anak tangga hendak menuju kamar santi yang memang berada di lantai 2 rumah itu. Alesia ingin berterimakasih karna santi sudah begitu baik dan perhatian padanya.

Tok tok tok

Santi mengusap air matanya ketika mendengar suara ketukan dari balik pintu kamarnya. Entah kenapa melihat leon bersikap kasar pada alesia membuat santi kembali mengingat masa lalu kelamnya bersama mantan suaminya. Hatinya ikut merasa sakit mendengar leon yang tidak mengakui anak dalam kandungan alesia.

Siapa sih?

Santi melangkah dari jendela kamarnya menuju pintu kamarnya. Sebelum membuka pintu santi terlebih dulu memastikan bahwa tidak ada air mata yang masih tersisa di pipinya. Santi tidak mau siapapun tau tentang apa yang pernah dia rasakan dulu.

“Kamu..”

Santi menatap jengah pada alesia yang berdiri di depanya.

“Ada apa?” Tanyanya malas.

“Tante.. Aku mau bilang makasih sama tante. Tante udah belain aku terus juga udah beliin aku susu hamil.”

Santi berdecak mendengarnya. Entah kenapa melihat alesia tersenyum rasanya seperti santi sedang di ledek oleh istri dari keponakanya itu.

“Cuma mau bilang itu doang kamu nggedor nggedor pintu kamar saya begitu keras?”

Alesia mengeryit bingung. Alesia mengetuk pintu dengan pelan. Tidak menggedor keras seperti yang di katakan santi.

“Aku..”

“Saya lagi tidak mau di ganggu. Ngerti?” Sela santi kesal.

Alesia menahan nafasnya sesaat. Santi tetap sangat menyebalkan. Padahal niatnya menemui santi baik yaitu ingin berterimakasih.

“Udah sana kamu turun. Saya lagi males ngomong sama kamu.”

Alesia mencebikkan bibirnya. Entah wanita jenis apa tantenya itu. Sudah sangat baik padanya tapi masih saja sinis dan galak.

Brak !!

Alesia hanya bisa mengelus dada ketika santi menutup pintu dengan keras di depanya. Alesia benar benar tidak mengerti dengan sifat santi. Santi sangat baik padanya. Santi bahkan membelanya sampai memukul leon yang adalah keponakan kesayangan serta satu satunya.

Alesia menghela nafas kemudian melangkah pelan berlalu dari depan kamar santi. Alesia melangkah menuju tangga hendak turun kembali ke lantai bawah.

Tante sudah baik sama aku.. Tapi masih aja gengsi. Masih aja galak.

“Pelan pelan kalau turun tangga !!”

Alesia berhenti melangkah lagi. Wanita itu menghela nafas lagi kemudian menggelengkan kepalanya. Alesia tidak habis pikir dengan sikap tantenya yang aneh juga susah di tebak itu.

Di sisi lain leon sedang menyantap makan malamnya seorang diri. Pria itu terdiam sesaat. Di meja makan hanya ada dirinya seorang diri. Tidak ada santi juga alesia.

Leon menghela nafas. Di lepasnya garpu dan sendok yang di pegangnya. Leon tidak menyangka jika santi benar benar mengajak alesia keluar dari rumahnya. Leon sadar ucapanya memang sangat keterlaluan. Tapi leon benar benar tidak bisa mengingat apapun tentang kedua wanita itu. Santi yang mengaku sebagai tantenya dan alesia yang mengaku sebagai istrinya.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa semuanya begitu membingungkan?”

Leon memejamkan kedua matanya. Semua kejelasan tentang alesia yang adalah istri sah nya memang ada. Tapi leon benar benar tidak bisa membohongi perasaanya sendiri. Leon merasa tidak mengenal alesia. Meskipun memang photo pernikahan mereka memang jelas juga video pernikahan mereka masih ada tapi leon benar benar tidak bisa mengingatnya. Semua itu kadang membuat leon kesal. Leon tidak ingin berbohong karna leon sendiri tau bagaimana sakitnya di bohongi. Leon tidak mungkin berpura pura baik pada alesia.

Leon bangkit dari duduknya kemudian berlalu dari meja makan meninggalkan hidangan menggugah selera itu utuh. Nafsu makan leo mendadak hilang begitu mengingat kejadian tadi siang.

Leon menaiki anak tangga menuju lantai 2. Pria itu masuk ke dalam kamarnya dan alesia. Leon menatap setiap sudut kamarnya yang sempat di tiduri alesia.

Kalau memang dia benar istriku itu berarti pernah ada sesuatu yang sangat indah disini.

Leon tersenyum. Pria itu melangkah menuju ranjang dan mendudukan dirinya disana. Aroma parfum alesia masih memenuhi ruangan itu. Dan leon tidak bisa mengelak bahwa wangi parfum alesia membuatnya nyaman.

Leon mengalihkan pandanganya pada meja dimana peralatan make up milik alesia tertata rapi disana. Sebulan lalu leon pernah menyuruh asisten rumah tangganya membuang peralatan make up yang kata santi adalah milik alesia. Tapi alesia sama sekali tidak menanyakanya.

Leon mengeryit ketika mendapati 2 amplop putih yang tergeletak di antara deretan make up milik alesia. Penasaran leon pun melangkah mendekat ke meja rias alesia. Leon menyipitkan kedua matanya menatap 2 amplop berjajar yang ada di depanya. Pelan pelan leon meraih kedua amplop tersebut.

“Amplop apa ini?” Gumam leon bertanya tanya.

Leon membuka satu amplop di tanganya. Di dalam amplop itu terdapat surat pemberhentian kontrak milik alesia.

Leon tersenyum tipis. Entah kenapa hatinya merasa senang melihat surat pemberhentian kontrak milik alesia. Leon memang tau alesia adalah seorang model karna wajah alesia sering muncul di televisi.

Leon menghela nafas kemudian meletakan surat pemberhentian kontrak milik istrinya. Leon membuka lagi satu amplop yang masih di pegangnya. Dan ketika mengetahui bahwa isi dari amplop itu adalah test pack dan surat hasil pemeriksaan milik alesia leon tidak bisa untuk tidak tersenyum. Hatinya mendadak berbunga bunga begitu membaca surat tersebut. Leon bahkan merasa sangat bangga melihat nama alesia yang menggunakan nama sanjaya di belakangnya.

Ada apa denganku? Kenapa rasanya sangat bahagia sekali? Apa benar anak dalam kandunganya adalah anakku? Atau apakah aku perlu tes DNA untuk memastikanya?

1
Siti Sri Wahyuni
Mampir 😊
bulannn.98
ceritanya bagus, tpi diawal cerita mungkin perlu sedikit diperbaiki lagi tanda baca dan nama tokoh harus pake huruf kapital biar lebih enak di bacanya. semangat dan sukses teruss thor❤
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
rindian
tante gokil
rindian
wkwkk,,santi keras karna trauma masa lalu
Sulati Cus
g tau deh mau komen apa mau nyalahin si leon dia lg amnesia apa Alesia kabir aja dulu kali bisa kembali tu ingatan
elen situmorang
aku menikmati ceritamu
elen situmorang
menarik
elen situmorang
aku mampir Thor..
Ryska Hadiyana
semangatt
Tuti Hayuningtyas
waduh kasian thoooorrr
Anis Hasan
wach ending yang bagus
Nurrita
aah.. Leon aja yg baper. Dia malu ditegur ale di dpn rico, tp dia ngehina rico di dpn Alesia. Dia ga mikir apa, rico jg sakit hati, wibawanya sebagai laki2 diinjek2 sm Leon. Leon egois bgt
Nurrita
Rico ini emg tipe pejuang cinta sejati ya, udah dihina berkali2 ttp aja maju. semoga usahamu ga sia2 ya rico
Neni Yanti
Wahhhh khirnya ketauan siapa ayahnya ale,, happy ending 😍
mᥲmі zᥲ᥎іᥱr 🍇
aku terkejut thor... sehat2 kah thor.. setelah lama ga up akhirnya up juga.. semoga lancar up nya ya thor
Neni Yanti
Akhirnya up jga setelah sekian purnama 😂😂
Army Freddie
Kepedean amat sih Pingkan
Army Freddie
Kayaknya Leon mau dijodoh2in ama Pingkan
Laluna Veronia
Keren thor ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!