Jangan lupa follow ig Author.
Ig : Alletta Prin.
Alletta Prin Queena Aziskia Delson adalah putri bungsu keluarga Aziskia dan Delson. Alletta anak yang hangat, ramah, ceria dan baik hati. Tapi semua itu langsung berubah saat kejadian 7 tahun lalu menimpanya. kejadian yang merubah hidup alletta menjadi kelam.
Malvino Ditama Nelson, Putra tunggal keluarga Nelson. Malvin mendirikan mafianya sendiri yang ia beri nama White Tiger. ia sangat sayang kepada adik dan sepupu perempuannya. tapi ia membenci adiknya karna suatu alasan.
Naoki Miki, putri bungsu keluarga Nelson. ia dulu amat disayang oleh keluarga besar Nelson. sebelum kejadian buruk itu menimpa dirinya.
Bukan hanya menceritakan tentang balas dendam Alletta. tapi juga menceritakan perjalanan cinta tokoh yang sangat seru dan menyimpan banyak misteri.
Pertemanan, balas dendam, permusuhun, patah hati dirangkum jadi satu dinovel ini.
Gimana kelanjutan ceritanya ? Cuss kepoin!
Hay makasih udah mampir baca karya author dan ini karya pertama author jadi maaf jika ada typo.
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alletta prin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG EP 10
"Aza" Pekik Sofa yang menangkap tubuh Aza, ia dan Aza terjatuh dilantai dengan posisi kepala Aza dipangkuan Sofa.
Sontak pekikkan Sofa mengalihkan perhatian seisi kantin. mata mereka membulat kaget saat melihat Aza yang sudah pingsan. dengan sigap Alletta, Eline dan Stepanie mendekat kearah Aza.
Alletta menepuk pelan pipi Aza, tapi tak ada reaksi apapun dari Aza.
"Aza" Lirih Alletta sembari mengangkat tubuh Aza ala bridal style dan beranjak pergi. Sofa mengikuti Alletta dari belakang. sebelum pergi Sofa menatap tajam Monika.
"Al bawa ke rumah sakit. pake mobil gue aja" Ucap Sofa diangguki Alletta. Eline dan Stepanie ingin menyusul tapi tak jadi, karna teriakkan Sofa.
"Kalian disini aja, nanti kalo kita nggak balik lagi, tolong bawain tas kita" Teriak Sofa diangguki Eline dan Stepanie. mereka hendak pergi dari kantin, tapi sebelum itu mereka menjambak rambut Monika.
"Kalo sampe Aza kenapa - napa, gue tebas kepala lo" Ancam Stepanie melangkah pergi dari sana diikuti Eline.
"Inget itu" Ucap Eline dingin. seisi kantin yang mendengar itu menelan susah saliva mereka. Malvin dkk pun sama. Malvin menatap tajam Gavin, ia tak habis fikir dengan sahabatnya yang satu ini. jelas - jelas yang salah itu Monika, tapi Gavin malah membela Monika. Malvin maju dan,
Bughh
Satu bogeman mentah Malvin layangkan pada Gavin. para sahabatnya dan seisi kantin kembali dibuat terkejut akan tindakan Malvin. Gavinpun terkejut akan sikap Malvin. ia menatap tak percaya Malvin yang sedang menatap dingin dirinya.
"Lo buta? jelas - jelas yang salah itu JALANG, malah lo bela, Ck' bego banget lo" Ucap Malvin menekankan kata 'Jalang '. setelah mengucapkan itu Malvin pun pergi dari kantin meninggalkan Gavin yang sedang menahan amarahnya, karna tak terima Monika dikatai jalang.
Monika menyentuh sudut bibir Gavin yang juga mengeluarkan darah. Gavin menatap Monika lekat. terpancar dari raut wajah Gavin yang menyiratkan kekecewaan yang besar. di cekalnya tangan monika dan ia berdiri, melangkah pergi dari kantin menuju Uks, dengan memegang tangan Monika.
Arsha, Azka dan Kennath menatap tajam punggung Gavin yang menjauh.
"Ck' beneran bego si Gavin" Ucap Azka diangguki Arsha dan Kennath.
"Sampe nggak bisa bedain, mana yang salah dan benar" Ucap Arsha melangkahkan kakinya keluar kantin. disusul Azka. sedangkan Kennath ia membanyar pesanan temannya dan Alletta dkk.
"Heran gue, si Gavin itu kenapa suka banget sama Monika. apasih yang Gavin suka dari Monika?" Ucap Azka yang heran, kenapa Gavin bisa sesuka itu pada Monika, padahal ia juga sudah disakiti oleh Monika. Arsha mengedikkan bahunya. Ia juga tak mengerti mengapa Gavin suka dengan Monika.
"Iya, kalo ditanya pasti jawabnya 'cinta nggak butuh alasan' eleh basi" Ucap Arsha meniru ucapan Gavin jika ditanya, kenapa bisa suka sama Monika pasti Gavin akan menjawab dengan jawaban yang sama.
"Cinta emang nggak butuh alasan, tapi kalo Gavin patut dipertanyakan" Ucap Kennath yang sudah disamping Arsha. Arsha dan Azka kompak melihat kearah Kennath yang tengah tersenyum entah apa yang ia pikirkan. Arsha dan Azka saling pandang menaikkan sebelah alisnya heran.
"Kenapa lo senyum - senyum sendiri Ken? apa jangan - jangan lo lagi suka sama cewek?" Tanya Azka bercanda diangguki Kennath. sontak Arsha dan Azka menghentikan langkah kakinya. mereka menganga tak percaya melihat respon Kennath yang diluar dugaan. pasalnya Kennath tak pernah mau jika berbicara soal cewek dan sekarang Kennath sedang menyukai seseorang.
Kennath mengernyitkan dahinya bingung karna Arsha dan Azka yang hanya berdiri diam didepan kelas.
"Heh! buruan masuk, mau dihukum sama pak Bambang?" Tanya Kennath membunyarkan lamunan Arsha dan Azka. mereka mendekat kemeja Kennath dan bertanya.
"Lo beneran lagi suka sama cewek Ken?" Tanya Azka sekali lagi dan diangguki oleh Kennath. Kennath menaikkan sebelah alisnya menatap Arsha dan Azka.
"Iya, kenapa? nggak percaya?" Ucap Kennath santai.
"Ya iyalah nggak percaya. eh emangnya lo lagi suka sama siapa Ken?" Tanya Arsha serius.
"Sofa" Satu kata empat huruf mampu membuat Arsha dan Azka membuka mulutnya. mereka tak percaya jika Kennath akan menyukai Sofa.
"SERIUS" pekik Azka sembari berdiri, membuat dirinya menjadi pusat perhatian murid yang ada didalam kelas. Kennath lagi - lagi hanya mengangguk.
"Wahh nggak nyangka gue, tapi nggak papa selera lo bagus nggak kayak Gavin yang suka ama si 500 ratusan" Ujar Arsha yang membuat Azka dan Kennath saling pandang.
"500 ratusan?" Tanya Kennath yang bingung akan ucappan Arsha. Arsha mengangguk.
"Iya, kan banyak tuh yang modelannya kayak si Monika" Jawab Arsha santai. Mereka hanya ber 'oh' riya. jadi itu maksudnya pikir keduanya. tak pak Bambang masuk dan memulai pelajarannya.
🍁🍁🍁
Rumah Sakit QN.
Seorang gadis berseragam Sma terlihat sedang berjalan tak menentu dengan sesekali matanya menatap pintu yang masih tertutup rapat. ia khawatir dengan kondisi Aza. Sofa duduk dikursi sembari mengusap wajahnya.
Sedangkan Alletta tengah didalam mengobati Aza sebagai dokter. Ya, Alletta lulus S3 kedokteran dan bukan bisnis. ia membuka rumah sakit ini untuk mengobati orang - orang yang membutuhkan pertolongan. ia dikenal dengan kehebatannya dalam mengoperasi pasien dan menyembuhkan pasien. 4 tahun Letta menjadi dokter dan belum ada kasus ia tak bisa menyelamatkan pasien. semua operasi sulit yang ia jalani berjalan lancar.
Semua orang ingin diperiksa oleh Letta, tapi mereka harus mengubur keinginannya karna susah untuk bertemu dokter sekaligus pemilik rumah sakit itu. karna letta harus bolak balik rumah sakit, kantor dan markas. belum lagi cafe, restoran, hotel dan banyak lagi yang harus ia periksa. Alletta tak membuka butik karna ia tak mau jika butik milik eommanya tak laku. ia akan merekomendasikan butik milik Awan kepada para claen yang bekerja sama dengannya.
Sofa juga sempat bingung tapi Alletta menjelaskan jika ia salah satu dokter disini dan ia meminta Sofa untuk merahasiakan dan Sofa menurut.
1 jam berlalu Alletta keluar dan melihat Sofa yang tengah menatapnya dengan pandangan yang terlihat sangat khawatir. Sofa tersenyum tipis.
"Gimana Al, luka Aza nggak parahkan?" Ucap Sofa pada Alletta.
"Lukanya lumayan parah, tapi tenang aja udah gue obatin dan Aza bakal dipindahin ke ruang rawat, lo gausah khawatir" Ujar Alletta. Sofa menghela nafas lega.
"Eh lo nggak hubungin nyokap atau bokap lo?" Tanya Sofa pada letta.
"Mereka di luar negri" bohong Alletta. ia yakin jika Aza tak pernah membicarakan tentang orang tuanya. Sofa hanya ber'o'riya.
Sekarang mereka ada diruang rawat VVIP. Alletta memainkan ponselnya dan Sofa hanya melamun. Sofa melihat sebentar kearah Alletta, ia seperti ingin menanyakan sesuatu. Alletta yang tau tengah ditatappun melihat kearah Sofa. Sofa yang ketahuan menatap gelagapan, ia ingin bertanya tapi nyalinya tak sebesar itu.
"Tanya aja" Ujar Alletta yang peka akan sikap Sofa. Sofa tak menyia - nyiakan kesempatan.
" Aza sakit apa "
.
.
.
.
Hayy!
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Happy Reading.