Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bill makanan
Sampai diparkiran apartment Queen buru-buru keluar dari mobil,Fahri menatap punggung Queen yang sedang berjalan cepat.
"Awas aja,tunggu pembalasanku"gumam Fahri.
Queen masuk ke dalam apartment langsung melesat menuju kamar mandi,membersihkan dirinya sebelum keduluan Fahri.
"Akhirnya bisa berendam juga,untung aja aku cepat turun kalau ngga bisa dapat amukan dari si pria brengsek itu"gumam Queen sambil memainkan air di dalam bathub.
Fahri masuk ke apartment menahan emosinya,kelakuan Queen membuatnya tambah pusing.
"Kemana si bar-bar itu"gumam Fahri yang tak melihat Queen di dalam kamar.
Fahri melepas dasi dan jasnya,menggulung kemejanya sampai batas siku,setelah itu merebahkan tubuhnya ke ranjang sambil memijit pelipisnya.
Di dalam kamar mandi Queen berendam sambil bersenandung,merasa menang mengerjai Fahri,bahkan Raisa percaya kalau dia adalah sopirnya.
Setelah merasa cukup dengan ritual berendamnya,Queen segera membilas tubuhnya di bawah shower menghilangkan busa sabun yang melekat pada tubuhnya,setelah selesai semua dia meraih handuk dan tak sengaja menjatuhkan bajunya,membuat baju itu basah terkena air.
"Astaga,kenapa aku ceroboh sekali"gumamnya.
Queen melilitkan handuk pada tubuhnya,melangkah menuju pintu,baru saja tangannya menyentuh gagang pintu dia teringat Fahri.
"Sial,aku tidak sendiri di apartment ini,bagaimana kalau si brengsek itu melihatku seperti ini,bisa jatuh harga diriku"umpat Queen menyesali kecerobohannya.
Tangan Queen memutar gagang pintu dan membukanya sedikit,mengeluarkan kepalanya dan melihat kesekitar kamar mencari keberadaan Fahri,dan sialnya Fahri sedang tidur di ranjang,bagaimana bisa dia keluar,tak ada pilihan lain selain meminta bantuan padanya.
"Sstttt...sttttt....".
Fahri mendengar suara berdesit dari arah kamar mandi,melirik sebentar kemudian senyum smirk terlihat di bibirnya.
"Aduhhh,kenapa dia tidak menjawab"geram Queen.
Queen mencoba kembali barangkali tadi Fahri tidak mendengar.
"Ssstttt....sstttt" kali ini agak keras.
"Kenapa kau bersiul-siul di kamar mandi,apa itu hobby mu?"ejek Fahri.
"Dasar brengsek,aku memanggilmu,apa kau tidak mengerti?".
"Bagaimana aku mengerti,aku punya nama,kau tadi hanya bersiul"jawab Fahri santai.
"Haisss,tolong ambilkan bajuku di lemari situ?"pinta Queen.
"Apa kau tak punya kaki?".
"Apa kau gak liat aku gak bawa baju ganti".
"Suruh siapa gak bawa,bukan urusanku".
"Apa kau mau aku keluar hanya pake handuk dasar mesum".
"Terserah,lagian siapa juga yang bernafsu pada tubuhmu yang kecil itu" ucap Fahri.
"Dasar pria brengsek,paling tidak kau pergi dulu dari kamar aku mau keluar".
"Ogah,kenapa aku yang harus keluar,ini kamarku".
Queen geram,tapi tak ada pilihan lain,dia mulai berlari kecil ke depan lemari,Fahri menatap Queen dari ranjang.
"Gleegk".
Fahri menelan salivanya susah payah,bohong kalau dia tidak bergetar saat melihat tubuh Queen hanya di balut handuk,apalagi handuk itu hanya menutupi sebagian dari paha mulusnya.
Dengan secepat yang dia bisa Queen mengambil baju acak dari dalam lemarinya kemudian berlari kembali kedalam kamar mandi.
Fahri yang terdiam sesaat melihat tubuh Queen kini mulai sadar dan keluar dari kamar.
"Sial kenapa hanya melihat tubuh si bar-bar pake handuk aja bisa panas dingin begini sih"umpat Fahri.
Fahri berjalan ke dapur dan mengambil air dingin kemudian menenggaknya sampai tandas.Queen yang sudah memakai piyama tidurnya menghampiri Fahri yang ada di dapur,melihat sekilas ke arah Fahri kemudian mencebikkan mulutnya dan sengaja menyenggol Fahri membuat Fahri bergeser dari depan lemari es.
"Apa kau tak punya mulut,sampai harus menggeser orang".
"Isshhhh,mulutku terlalu berharga untuk bicara sama kamu"jawab Queen asal.
"Dasar bar-bar" Farhi bedecak kemudian meninggalkan Queen.
Perut Queen sudah tidak bisa di ajak kompromi,dengan gesit dia membuka lemari es,mengeluarkan beberapa bahan makanan kemudian memasang apron pada tubuhnya.
Queen mulai memainkan jemarinya,memasak makanan untuk menenangkan cacing-cacing di perutnya,tingkah Queen emang sedikit bar-bar tapi berkat didikan Rara dia mempunyai sisi baik juga,yaitu bisa memasak dan tidak pernah mengandalkan pembantu,dia juga membersihkan apartment sendiri.
Aroma masakan menguar memenuhi apartment,membuat Fahri mengernyitkan keningnya.
"Si bar-bar berulah apa lagi sekarang,apa dia berniat membakar apartmentku" batin Fahri kemudian langsung berlari ke arah dapur.
Matanya melotot melihat Queen memasak di depan kompor,apalagi aromanya begitu menggugah selera.
Fahri berjalan mendekat dan melihat apa yang sedang di masak Queen,matanya menajam saat dia melihat Queen sudah selesai dan menaruh masakannya ke dalam dua piring yang ada di meja.
"Kalau dia masak dua berarti yang satu buat aku,siapa lagi di apartement ini selain aku dan dia" gumam Fahri.
Fahri memang melupakan makan siangnya tadi,seperti kebiasaannya kalau masih di Jakarta,dia selalu makan di rumah dan bi Asih yang menyiapkan.
Fahri menelan salivanya,liurnya sudah hampir menetes.
"Kenapa kau berdiri disitu,jangan bilang kau menginginkan masakanku" ledek Queen.
"Aku hanya penasaran,makanan macam apa yang kau masak,hanya berjaga-jaga saja mana tau kau dengan sengaja membakar dapurku" jawab Fahri.
"Alasan,bilang aja kalau ngiler liat makananku,tuh iler usap dulu yang bener jangan sampe menetes".
Spontan Fahri mengusap mulutnya membuat Queen tak bisa menahan tawanya.
"Sial,kau mempermainkan aku".
"Duduklah aku tidak setega itu membiarkanmu kelaparan,anggap saja ini niat baikku".
Tanpa buang waktu Fahri duduk dan mengambil alih satu piring kemudian memakannya dengan lahap.
"Apa kau tidak pernah makan,tidak ada yang mengambil makananmu?"ucap Queen saat melihat Fahri begitu lahap makan spagetti buatannya.
"Si bar-bar ternyata bisa masak juga" batin Fahri.
Mereka makan bersama dalam diam,hanya suara sendok dan piring yang beradu mengalun di meja makan itu,Queen juga menyiapkan dua gelas jus.
Setelah kenyang Fahri berniat pergi dari meja makan,belum juga dua langkah Queen sudah menginterupsi langkahnya.
"Mau kemana bang?"sindir Queen.
"Tidur mau kemana lagi" jawab Fahri santai.
"Enak saja,tuh piring sama gelas bekas makan di cuci dulu" perintah Queen.
Fahri mengerutkan keningnya,dan membalik badannya kembali ke arah Queen.
"Apa aku gak salah dengar?".
"Apa telingamu sudah gak berfungsi dengan baik?".
"Untuk apa aku mencuci piring,besok juga ada petugas yang membersihkan apartement".
"No..no...aku sudah meminta mereka tidak kesini sejak aku tinggal di sini".
"Maksudmu?,kau membersihkan apartment ini sendiri?"tanya Fahri.
"Siapa lagi kalau bukan aku,emang ada makhluk astral yang bisa bersih-bersih rumah"geram Queen.
Tak ada pilihan lain Fahri mengambil piring dan gelasnya dan mulai mencucinya walaupun sebelumnya terjadi drama karena dia tidak pernah mencuci piring ataupun gelas.
Setelah selesai Fahri kembali berjalan menuju kamarnya,dan lagi-lagi Queen menginterupsi langkahnya.
"Wait my baby,kau melupakan sesuatu".
"Apalagi?" geram Fahri.
"Ini bill tagihan makananmu malam ini".
"Appaaaaaa????".
♡♡♡
To be continue...