NovelToon NovelToon
Suamiku Guruku

Suamiku Guruku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurul Heldal Yani

[Tahap revisi]

Ini kisah seoarang murid yang dinikahkan dengan gurunya karena satu kejadian.

Latika murid SMA Ayyubiyah, ia gadis yang ceria, imut, namun suka terlambat datang kesekolah.
Kehidupannya harus berubah setelah ia menikah dengan Afriadi kepsek di sekolahnya.

Afriadi orang yang tak bisa dibilang dingin tapi sebenarnya tidak.
Afriadi mempunyai masalalu yang membuat ia berubah draktis.

Sebelum terikat, Latika sempat membuat masalah dengan Afriadi, waktu pertama kali Afriadi masuk ia di tabrak Latika di tangga sekolah, lalu Latika memberi pertanyaan aneh kepada Afriadi waktu di Aula, lalu Latika merusak ponsel Afriadi tampa sengaja.
Kejadian itu saja sudah sial bagi Latika apa lagi sekarang mereka suami istri.

Apa lagi yang akan terjadi?

Apakah Latika bisa mengubah Afriadi kembali seperti dulu?

Bagaimana kehidupan mereka?

Apa saja yang terjadi setiap hari dalam kehidupan mereka?

Apakah hidup mereka akan bahagia atau tidak?

Apakah akan timbul rasa cinta di antara mereka atau tidak?.

Simak ceritannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Heldal Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aula

Latika berlari menuju kelasnya dengan nafas terhengah-hengah ia sampai di depan kelas.

Ternyata kelasnya...

"Haaaa... Kosong!" Latika melongo melihat kelas yang kosong, "Di mana semua orang? Apa hari ini hari libur? Masaa sih." Latika kebingungan melihat kelas tak ada penghuninya, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

'Masaa iya jam segini kelas kosong tidak berpenghuni, bahkan bukan kelas aku saja kelas yang lain juga tidak ada penghuni, lorong-lorong juga sunyi' pikir Latika melangkah-langkah kecil mengitari sekitar kelasnya.

Salah seorang siswi melihat Latika dari ke jauhan ia menghampiri Latika dengan jalan terjingkit-jingkit.

"Latikaaaa!!!" kejut siswi tersebut, suaranya bagaikan bom atom yang meledak di kota Nagasaki jepang membuat jantung Latika hampir meloncat dari tempatnya, nyaris dijemput malaikat maut.

Siswi tersebut tidak lain ialah Hana salah seorang teman akrab Latika, ia paling jago soal masak orang tuanya memiliki beberapa restoran bintang 5. Intinya dia anak orang kaya tapi, walaupun anak orang kaya ia tidak sombong dan ringan tangan untuk membantu, mudah berteman tidak peduli orang itu mau kaya atau miskin baginya sama saja.

"Latika mengapa kau masih di sini? Ayo cepat acaranya akan segera dimulai." Hana menepuk bahu Latika, yang ditepuk tidak merespon perkataan Hana. Perkataan Hana tidak kedengaran oleh Latika mungkin itu karena efek kejutan tadi jantungnya masih berdebar kencang.

"Latika," panggil Hana sekali lagi, Latika tidak merespon Hana ia sibuk menenangkan jantungnya, Hana geram melihat Latika.

"Latikaaaaa!!!" teriak Hana di telinga Latika, membuat Latika terkejut dua kali, telinga Latika berdengung. Suara Hana kek terompet.

"Jangan teriak-teriak, tidak cukupkah tadi kau mengejutkanku," omel Latika.

"Maaf ya." Hana memeluk Latika, "Ayo pergi."

"Kemana?" tanya Latika singkat.

Hana tidak menjawab pertanyaan Latika, ia membawa Latika ke Aula.

Terdengar suara riuh dari dalam Aula, Hana membuka pintu Aula.

"Ternyata semua anak murid ada di sini," seru Latika dalam hati, terkejut.

"Hoy! Sini... Sini..." salah seorang siswi yang duduk di ujung sana melambai-lambaikan tangannya.

Ha.. Itu, siswi yang melambai-lambaikan tangan itu namanya Salasiah salah satu sahabat akrab Latika, ia termasuk anak orang kaya juga, orang tuanya pengusaha sukses, ya walaupun anak orang kaya ia juga sama dengan Hana tidak ia tidak sombong dan ringan tangan untuk membantu, mudah berteman tidak peduli orang itu mau kaya atau miskin baginya sama saja, ia anak yang ceria, dan agak lemot sedikit orangnya.

Mereka pergi kesana ketempat Salasiah duduk.

"Kenapa lama betul kalian ini?" tanya seorang siswi yang duduk di sebelah Salasiah, kepalanya muncul di sebelah bahu Salasiah.

Ha.. Itu pula, namanya Nana dia juga sama dengan Hana dan Salasiah salah satu teman akrab Latika, dia juga anak orang kaya, orang tuanya pengusaha. Mereka bertiga ni sama, ringan tangan dan mudah berteman tanpa pandang bulu.

"Kau ini ke toilet tu kencing kah? Atau apa kah? Lambatnya," perotes Salasiah lengkap dengan muka sebal.

"Ala... Aku lambat gara-gara ini." Hana menyenggol bahu Latika, "Aku ketemu anak tersesat ini tadi."

"Eh.. Eh.. Acara apa ini?" tanya Latika duduk yang di sebelah Hana.

"Astaghfirullah, kau tidak tahu?" Nana antusias, tangannya menempel di wajah Salasiah, menyingkirkan muka Salasiah dari pandangannya.

"Fuh.. Tangan kau bau." Salasiah menyingkirkan tangan Nana dari mukanya, "Huh.. Fuh.. Fuh..."

Nana mendelik mencium tangannya, tak bau pun malah harum. Nana melirik Salasiah tajam mengusap telapak tangannya ke wajah Salasiah, yang kena usap menepis tangan Nana mengusap wajahnya.

Hana dan Latika hanya melihatkan saja.

Hana memukul pelan bahu Latika "Haisss... Apalah dua orang ni."

"Biasalah, kan masih bocah," sindir Latika menyengir lebar.

"Kau juga satu, masih bocah." Hana balik mengomeli, "Masa hari ni tak tahu."

Latika menggaruk kepalanya, benar-benar tidak tahu. Hana hanya menepuk jidat, "Hari ini pengankatan kepala sekolah baru."

"Hemm... Kepala sekolah yang lamakan masih ada. Kenapa harus mengangkat kepala sekolah yang baru?" Latika benar-benar tidak tahu soal itu.

"Aiiisss.. Ini anak memang tidak tahu informasi." Kepala Salasiah menghalangi pandangan Nana, "Kau semalam kemana?"

"Hem.. Nana jelaskan pada dia." Salasiah memoleh kebelakang, terkejut wajahnya dekat dengan wajah Nana selisih satu jari saja lagi, Salasiah tersenyum.

Nana menyingkirkan muka Salasiah "Kau ini tak tahukah? Kepala sekolah yang itu bukan kepala sekolah tapi wakil kepala sekolah itu, dia mengantikan tugas kepala sekolah yang inilah,"

Jari Latika mengketuk-ketuk dagu "hem.. Tidak paham."

"Kau tidak paham lalu, panjang lebar aku jelaskan." Nana marah, sebab aku tidak paham dengan penjelasan Nana.

"Hem.. Begini." Hana menggantikan Nana menjelaskan, "Kepala sekolah yang lalu itu punya anak, posisi kepala sekolah diserahkan kepada anakanya. Tapi, anaknya itu masih sekolah S2 jadi wakil kepala sekolah menggantikan posisinya sementara-"

"Nah, jadi anak kepala sekolah itu sudah selesai S2 jadi dia diangkatlah jadi kepala sekolah, posisi dia dikembalikan." Salasiah memotong perkataan Hana, "Gitu paham?"

"Em.." Latika mencoba memahami perkataan yang diucapkan temanya.

Kelihatan sekali Latika tidak paham Hana yang geram kepada Latika "Pahamkan saja."

Sudah berkali-kali teman Latika menjelaskan. Tapi, Latika tatap tidak paham, Latika menggaruk kepalanya.

"Eh, dengar-dengar gosip katanya Bapak kepala sekolahnya tampan. Hihihi.." Nana berbisik pelan.

"Iya, aku dengar juga katanya tampan." Kepala Salasiah menghalangi pandangan Nana.

Nana menjauhkan kepala Salasiah, lagi-lagi Salasiah menghalangi pandangan Nana.

"Hem.. Ingat woy.. Ingat." Hana menginggatkan jangan membeyangkan kepala sekolah berlebihan.

"Tahulah.." Salasiah sebal, lagi asik-asiknya membicarakan kepala sekolah baru, dalam pikirannya masih membayangkan seperti apa rupa Kepala sekolah itu? Sambil menyengir-nyengir sendiri.

Hana yang menebak kalau temanya itu masih memikirkan rupa kepala sekolah.

PAAAKKK..

Hana menepuk paha Salasiah, yang ditepuk menciut kesakitan mengosok-gosok pahanya.

1
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Nur Aminah Nst
nekt KK😊
DyAh
al-kahfi🤔.....gk smpe hbis kn thor panjang loh itu😁
Sarina So
kina jenius bgt 24 tahun msh SMA👍🏿
Rauhun Dikta
🥰
Yurniati
tetap semangat thorr
Ummu Abdul
0

0
0
p00

p0
Hi Hii
hmm kok gk ada sungkan 2nya teman Latika kayak gitu punya sopan santun aja ...maaf kalau gk setuju sama kelakuan temenya latika
Teh Ida Amk
lutunya nih cerita jd senyum2
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Sri Lestari
revisi lagi thor.. dialog yg ini di ulang 2X
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo jika berkenan silahkan mampir di novelku judul Alexandria, terimakasih kak
total 1 replies
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
perutx pinter bsa ngomong lapar 🤭🤭😆😆
kavena ayunda
trauma ma lebay beda tipis😂
Indah Amelia
Wow 🤩 😯
Jupri Anto
ceritanya seru thorrrrr...
tapi tolong penulisannya yang rapi
Mahruf
ceritanya membingungkan
~s~♊
bahasa Banjar sakalinya😂
takajut mambacanyaa..😂
author ya urng Banjar kah🤭😂
Rafanda 2018
polisinya goblok saksinya bnyk klo dia suaminya ko di tahan,pngn tertawa tkt dosa
Rafanda 2018
polisinya ngapain ko sampai berbulan bulan,,terus tersangkanya kemana ga di interogasi ,,hhhh
Rafanda 2018
harusnya yg di interogasi itu tersangkanya thorrrrrrr,,,kan tersangkanya tertangkap,masa korban masih sok uda di tekan pertanyaan,belum pulang lg masih di tempat perkara,,hhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!