NovelToon NovelToon
ANNA

ANNA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:112.1k
Nilai: 5
Nama Author: Christ

SYNOPSIS:

HANNA GRACE, Atau Yang lebih akrab di sapa Anna, adalah gadis Yang hidupnya di penuhi oleh KE-MA-LA-NGAN.

Saking Tragis nya, bahkan KEMATIAN pun enggan untuk menghampiri-nya.

Maka pertanyaan nya; mampukah Anna meluluhkan Sang Pembuat takdir dan menemukan seberkas cahaya untuk menerangi hidupnya Yang begitu gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THE CHARACTER- ANNA

Samuel McAdam. Pria Berusia 27 tahun, bekerja sebagai Manager di SkyLand, yang tidak lain adalah perusahaan milik keluarga besar McAdam.

Anak dari seorang wanita simpanan yang akhirnya menjadi istri sah. Lucu bukan?

...Lupakan! Motto hidup Samuel adalah; ...

...Jangan mendekatiku. Karena aku tidak suka di dekati. Dan jangan mengusik ku, jika kau ingin hidup mu baik-baik saja....

...🍁🍁...

Samuel McAdam. Pria yang bisa mencintai sekaligus membenci dalam satu wajah. Jika dilihat dari namanya, maka siapapun akan tau jika Sam bukanlah orang biasa.

McAdam, adalah label yang diberikan kepadanya karena sebuah garis keturunan. Samuel adalah salah satu anggota dari keluarga besar McAdam.

Keluarga terkaya di asia, sekaligus pemilik perusahaan raksasa SKYLAND.

Samuel adalah putra kedua setelah Darco McAdam, sang pewaris tahta. Namun ini bukanlah kisah tentang putra mahkota, Karena memang tidak akan seperti itu.

Meskipun para executive lebih banyak memberikan suara kepada Sam sebagai kandidat yang paling cocok untuk memimpin Skyland, namun tetap saja, itu bukanlah takdir seseorang seperti Sam.

Sam hanyalah putra kedua. Itupun bukan dari rahim yang sama dengan Darco. Melainkan dari rahim wanita lain. Wanita yang di sebut-sebut sebagai pembunuh ibu Darco.

Itulah fakta yang banyak orang percayai. -Sam adalah anak haram. -Sam dan ibunya adalah kutukan bagi keluarga McAdam Karena kehadiran merekalah, ibu Darco lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Itulah yang orang-orang gunjingkan tentang Sam dan Ivanka, wanita satu-satunya yang masih Sam miliki, ibunya.

Meskipun ia sangat mampu untuk menempati posisi Darco saat ini, namun Sam tidak akan memiliki kesempatan itu. Jelasnya, ia tak akan bersaing hanya untuk memperebutkan tahta.

Tidak untuk Skyland. Tidak juga untuk cinta.

... Lima tahun sebelumnya......

"Sayang, tersenyumlah. Jangan memasang tampang seperti itu." Ivanka menyentuhkan tangannya ke tangan Sam. "Tunjukan wajah bahagia mu, kakak mu sedang berbahagia saat ini." ujar Ivanka membujuk Sam.

Saat ini mereka sedang berada di tengah-tengah acara pertunangan Darco dan juga Carmella. Sam sungguh tidak memiliki masalah apapun terhadap Darco. Darco adalah kakaknya. Selain itu, sejak dulu keduanya bahkan selalu akur, meskipun mereka tidak lahir dari rahim yang sama.

Tapi tidak dengan Carmella. Wanita yang saat ini tengah tersenyum dengan mata berbinar bahagia saat menatap Darco.

Damn!

Bagaimana Sam bisa tersenyum bahagia, jika wanita yang saat ini berdiri di samping saudara laki-lakinya adalah wanita yang ia cintai juga.

"Mom, aku sudah tersenyum sejak tadi. Lagi pula aku bukan boneka yang dibuat dengan wajah tersenyum. Wajah ku bisa kaku jika terus begitu." Sahut Sam masa bodoh. Padahal di dalam hati ia tengah meradang.

Ia merasa terluka, dan juga kecewa. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Carmella tidak pernah menganggap serius semua perhatian yang Sam tunjukan padanya. Meskipun Sam tau jika Darco dan Carmella di jodohkan oleh keluarga besar mereka, namun tetap saja; baik Darco maupun Carmella terlihat bahagia dengan perjodohan tersebut.

Seakan-seakan keduanya memang telah jatuh hati jauh sebelum keduanya di jodohkan. Sial. Sejak kapan Sam harus tertinggal seperti ini.

"Mom tau sayang." Ivanka bersuara lembut, "Hanya saja, wajah mu terlihat tidak tampan jika cemberut seperti itu. Sungguh." Ivanka tersenyum lagi sambil sesekali bertepuk tangan mengikuti keramaian. "Hanya mom yang selalu memperhatikan wajahku. Orang lain tidak akan." Bantah Sam menolak.

Ivanka mengerutkan kening sambil menatap singkat putranya, "Ingatlah siapa kita sayang. Daddy tidak akan suka jika di berita besok justru wajah menekuk mu ini yang ramai di perbincangkan.- Temuilah kakak mu, dan beri selamat padanya." pinta Ivanka sedikit memaksa. Sam ingin membantah, namun Ivanka sudah memasang wajah peringatan pada Samuel. Dan itu artinya, ia harus menuruti permintaan mommynya.

Jujur saja, Sam akan memilih langsung pergi di bandingkan harus memberikan selamat atas pertunangan Darco dengan cinta tak terbalasnya.

"Kak,- Selamat untuk mu." Sam mengulurkan tangan kepada Darco. Namun Darco menepis tangan Sam. "Bukan tangan bung!" ujar Darco nampak kesal. Sam hanya membatu di tempatnya. Ia sudah sangat kesal dengan kenyataan tentang Carmella, sekarang apa lagi yang akan Darco lakukan untuk menambahkan luka dihatinya.

"Seharusnya kau memberikan kakak mu ini sebuah pelukan!" ujar Darco yang dengan cepat sudah merubah raut wajah kesalnya menjadi wajah penuh tawa bahagia. "Kau benar. Bodohnya aku." Sahut Sam dengan nada bicara menyesal yang dibuat-buat.

"Selamat untuk mu kak." ujarnya lagi, lalu keduanya pun berpelukan. "Semoga kau benar-benar bahagia untuk ku.-" Sahut Darco, membuat tubuh Sam menegang.

Darco menahan pelukannya lebih Lama, "Jangan pikir aku tidak tau kalau kau menyukai Mella." Bisik Darco. "Kali ini, kau harus menyerah bung." Darco menepuk punggung Samuel prihatin sambil tertawa kecil, lalu melepaskan pelukannya.

"Kau sungguh tega.- Bagaimana kau menerimanya jika kau tau perasaan ku." kesal Sam, dengan wajah menekuk.

Darco dan Carmella sama-sama tertawa, melihat Sam. Bagi keduanya, Sam benar-benar seperti seorang adik. Carmella memang lebih tua dari Sam, karena itulah, Carmella tak pernah menaruh hati pada Sam. Dan Darco tau itu..

Bagi Carmella yang seorang anak tunggal, Sam sudah seperti adik laki-lakinya sendiri. "Dasar bocah. Kau pikir dirimu cocok untuku? aku ini kakak mu tahu." Sela Carmella, dengan nada memarahi Sam.

Sam menggeleng. "Kalian berdua benar-benar." ujarnya lagi tidak percaya dengan apa yang Darco dan Carmella lakukan padanya.

Meskipun Sam merasa terluka, namun ia tidak akan membiarkan perasaannya merusak hari bahagia Darco dan Carmella. Mereka adalah orang-orang yang sangat Sam pedulikan selain ibunya.

Orang-orang yang selama ini selalu mendukung Sam untuk melewati hari-harinya yang buruk.

"Kau harus menemukan sendiri wanita yang lebih cocok untuk mu. Aku yakin kau juga akan bahagia,- adik kecilku." kata Carmella, membuat hati Sam semakin terluka.

Bagaimana bisa ia bahagia, jika wanita yang ia cintai adalah Carmella. Wanita yang sama yang memintanya untuk menemukan wanita lain. yang artinya, Carmella sudah dengan jelas meminta Sam untuk melupakan perasaannya kepada wanita itu.

"Yah! Aku akan menemukan wanita lain. Kau bahagia?" sahut Sam, enggan.

Carmella hanya tertawa kecil melihat Samuel.

"Lihatlah, bocah ini pasti akan terus menempel padamu seperti sebelumnya." Sela Darco, yang memeluk Carmella dengan mesra.

"Tidak akan! Aku akan mencari wanita lain!" Sahut Samuel dengan nada sinis, lalu ketiganya kembali tergelak.

Ketiganya terlihat begitu akrab jika sedang berada di lingkaran yang sama seperti saat ini. Sam, Carmella dan Darco, mereka adalah keluarga sekaligus sahabat.

...🍁🍁🍁...

Samuel menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. Ia menghembuskan nafas lelah. Ia benar-benar harus menyerah pada cinta pertamanya.

"Mella.. Mella.. Mella.. Huh!" Lagi-lagi Samuel melepaskan semua kepenatan dan juga rasa kecewanya.

Akhir yang tidak pernah ia harapkan. Tapi pada kenyataannya harus Sam jalani.

"Mencari wanita lain?" Apa kau pikir perasaan ku bisa berganti dengan begitu cepat? wanita tak berperasaan." gumam Samuel menyesalkan.

Samuel bangun dari tempat duduk sebelumnya, kemudian berpindah ke kamar. Ia berdiri di depan cermin, lalu memandangi pantulan dirinya dari dalam kaca.

"Lihatlah dirimu Sam! Kau benar-benar tidak memiliki apapun." Samuel mengulas sedikit senyuman kecewa. Ia benar-benar harus selalu di bawah Darco. Tapi kenapa harus Darco? seandainya saja itu pria lain. Tapi ini Darco, kakaknya. Samuel jadi tidak bisa marah ataupun melampiaskan kekesalannya pada pria itu. Sial.

"Dasar pecundang!"

Samuel kembali berjalan gontai menuju ke kasurnya. Lalu, bruuuk. Ia kembali menghempaskan tubuhnya.

Ranjangnya benar-benar terasa kembut, namun begitu dingin. Sama seperti hatinya yang sedang terluka dan hampa.

Samuel mengumpat pelan, saat mendapati ponselnya yang tiba-tiba bergetar. Ia sedang tidak ingin bicara pada siapapun, terutama pada jam-jam seperti ini. Samuel hanya ingin merenung, dan sendirian.

Tapi sayangnya, ponsel Samuel tak kunjung berhenti bergetar. "Sial!" Siapa yang menghubunginya pada jam seperti ini?

Samuel mengernyit; "Mella..?"

Cepat-cepat ia mengubah posisinya, lalu menempelkan benda pipih itu di telinga.

"Hallo Mell, ada apa?" Tanya Sam, cepat. Namun ternyata bukanlah suara Carmella yang Samuel dengar.

Melainkan suara bising, seperti suara hujan, dan juga sirene. Apa diluar tadi sedang hujan? "Mell, kau disana?"

"Apa ini dengan kerabat nona yang memiliki ponsel ini?" kata seseorang yang saat ini bicara pada Samuel. "Ya, dimana pemilik ponsel ini. Kenapa anda yang bicara pada ku?" Samuel menegang. Perasaannya tiba-tiba menjadi tidak nyaman.

"Nona ini sedang mengalami kecelakaan. Sekarang sedang di evakuasi dan akan di bawa kerumah sakit." kata orang itu samar-samar. Samuel segera melompat turun dari ranjang lalu mengambil kunci mobil kemudian bergegas pergi.

"Katakan pada ku dirumah sakit mana orang-orang akan membawanya?" kata Samuel yang terburu-buru.

"Tuhan, ku mohon jagalah Mella.- Tunggu aku Mell, aku akan datang secepatnya untuk mu, kau harus baik-baik saja. Ku mohon. ku mohon."

Sesampainya dirumah sakit, Samuel berusaha menelpon Darco kakaknya, ia ingin menyampaikan apa yang menimpa tunangannya itu, tapi Darco tak pernah menjawab panggilannya.

"Suster, dimana pasien atas nama Carmella?" Tanya Sam dengan nafas memburu. "Pasien berada di ruang penanganan tuan, di ruangan ketiga dari lorong." jelas perawat tersebut, dan Sam pun bergegas kesana.

Setibanya disana, Samuel tak mendapati keberadaan Carmella, akhirnya ia kembali bertanya kepada perawat, "Pasien atas nama Carmella, dimana saya bisa menemuinya?" kata Sam mulai merasa panik, "Anda keluarga korban?" Sam mengangguk cepat, "Mari ikut saya."

Sam mengikuti dengan perasaan kacau. Ia takut dan juga gelisah. Kepala Sam di penuhi dengan berbagai macam kecemasan.

"Disana, korban atas nama Carmella Stompson." tunjuk perawat itu mengarah ke ruang jenazah.

Bagaikan tersambar gledek, hati Sam benar-benar hancur. Dunianya benar-benar kiamat. Cintanya berakhir, begitu juga dengan...

Malam itu menjadi satu-satunya malam terburuk dalam hidup Sam, malam yang membuatnya benar-benar kehilangan cintanya untuk selama-lamanya,

"Kami tidak bisa menyelamatkan korban, silahkan anda mengurus administrasinya." kata perawat, dan Sam di buat membisu sepenuhnya.

Dadanya terasa sesak, kepalanya seperti di hantam berton-ton besi, dan darahnya.. darahnya seperti habis terhisap.

Sam ambruk begitu saja di depan tubuh dingin wanita yang di cintainya..

"Carmella.."

.......

.......

.......

.......

1
Ririn Santi
jgn bilang klu mom sam adalah mom anna jg
Ririn Santi
apa raka tdk mendapat rekam medis scr utuh bahwa mella mendonorkan jantung dan matanya pd anna?
Ririn Santi
hah... lega anna gak apa2
Ririn Santi
tuh kan anna. klu sampe kamu sadar dan tau luck membuka bajumu bukankah itu akanbmenambah traumamu sj. keras kepala sih kamu gak mau cerita
Ririn Santi
sudahlah anna. jgn bersikap sok kuat menghadapi luck. menghadapi tubuhmu sendiri aja kamu lemah. berbagilah masalah dg orang lain agar mrk bs melindungimu. jgn keras kepala
Ririn Santi
ceritalah anna. jgn hny diam sj. engkau tdk akan bs menghadapinya sendiri
Ririn Santi
syukurlah. anna dikelilingi org baik
Muawanah
aku baru mampir nieh kak 😊
Reni Noor Aeni
akh kak Christ ceritamuu itu lohhh, bikin aku serasa naik rollercoaster 😍😍😍 kereeennnn
A.R.C: Makasih udah mampir
total 1 replies
👑 Mellysa 💣
Gak kerasa sudah tamat aja ceritanya...sempat berhenti baca karena suatu kesibukkan tapi akhirnya bisa baca lagi & menyelesaikan sampai tamat.

Cerita Anna & Sam ini menurut aku termasuk cerita novel yg banyak pelajaran hidupnya...dimana Anna harus berjuang melawan kegelapan demi melanjutkan masa depannya.

Mulai berani untuk kembali belajar mencintai untuk kembali meraih kebahagiaan hidupnya yg sempat hilang akibar rasa sakit yg tidak tertahankan karena cinta.

Sebenarnya melupakan sesuatu yg menyakitkan itu bukanlah hal yg mudah untuk dilakukan...dimana hidup masih berjalan dan pikiran masih bekerja...bayang2 & ingatan pahit itu pasti akan terus mengikuti.

Tetapi kehidupan yg masih harus tetap berjalan membuat kita harus mencoba untuk mendewasakan diri lagi...dimana rasa pahit itu harus kita ingat untuk kita jadikan pelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya.

Thanks Christ...ceritamu luar biasa...semoga menghasilkan karya yg lebih bagus lagi...🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍👍👍
👑 Mellysa 💣
Yeah...selamat akhirnya Anna & Sam mendapatkan 1 pasang anak kembar...lengkap sudah kebahagiaan Anna & Sam. Iri deh...Anna & Sam bisa mendapatkan 2 anak sekaligus dengan jenis kelamin yg berbeda...pasti seru tu.

Semoga Anna & Sam selalu berbahagia dengan keluarga kecil mereka...dan semoga selalu romantis sampai mereka menua & sampai Tuhan berkata waktunya untuk pulang...Amin...🥰🥰🥰🥰🥰
👑 Mellysa 💣
"Terima kasih sudah kembali padaku sayang"

Lah...Sam memangnya Anna pergi ninggalin kamu...? Kan Anna gak pergi kemana - mana...cuma jalan2 sebentar aja kok...ahh Sam mah lebay ihh.

Gini nih kalau cowok sudah bucin...cuma menghilang sebentar dari tatapan mata aja dibilang menghilang...tapi sikap Sam ini malah terlihat menggemaskan sih memang...😂😂😂😂😂
👑 Mellysa 💣
Eleh...siapa lagi itu yg ngambil foto Anna & Luck...kayanya kali ini kepercayaan Sam lah yg akan diuji.

Tapi kalau melihat sifat Sam selama ini sih...gak seharusnya Sam berfikiran jelek tentang Anna...semoga saja ya..? Akh...aku jadi agak ngeri juga sih mikirin konflik selanjutnya...😊😊😊😊😊
👑 Mellysa 💣
Ahhh...kalian manis amat sih...untung Anna adalah perempuan yg bisa berfikir rasional...sehingga tidak mudah bertengkar karena terpengaruh dengan hal2 yg tidak begitu penting.

Lagian juga kepercayaan antar pasangan juga harus ada...sehingga tidak selalu timbul kesalah pahaman yg panjang...semoga Anna & Sam selalu seperti itu...😊😊😊😊😊
👑 Mellysa 💣
Eleh...masa baru juga mengarungi manisnya bahtera rumah tangga tapi sudah mau berantem lagi sih...bener2 dah.

Lagian Sam oon amat sih...ngapain juga berkas yg sudah tidak penting masih disimpan...demen banget sih buat perkara.

Semoga aja hubungan mereka tidak sekacau dapur yg dikacaukan sama Anna....😂😂😂😂😂
M.M. Myka
keren banget thor critanya 🙄🙄.. sukses untk karya2 selanjutnya🤗🤗
A.R.C: terimakasih dukungan nya 🙏🥰
total 1 replies
@ Teh iim🍒🍒😘
Beneran Christ ini dah tamat
@ Teh iim🍒🍒😘: 😍😍😍😍🥰🥰
total 2 replies
Nana effendy
sedih thor💔
Anna Tampu Bolon
terimakasih kakak untuk karya nya .
next aku mau lihat judul lain nya donk kak...
Anna Tampu Bolon
bahagia itu harus di usahakan ...
sehat selalu baby twins .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!