Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Kini keluarga kecil itu sudah tiba di supermarket yang mereka tuju.Bu wida mengambil beberapa cemilan untuk tamu di rumahnya nanti.sedangkan pak arman dan aulia menunggu di kedai samping supermarket sambil memesan es kopi untuk keduanya.
"pah tapi aku di izinin kan pergi ke sana?kalo gak diizinin buat apa papa nyuruh aku bawa temen temen ke rumah"Tanya aulia yang duduk di sebelah papanya.
"emang maunya gak diizinin?"Tanya balik pak arman.
Aulia menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"ihh papa mah gitu"Ia memasang wajah cemberut.
"iya papa izinin sayang,yang penting kamu bisa jaga diri.kalo ada apa apa kabarin papa sama mama di rumah ya?janji?"
"iya pa aul janji"
anak dan bapak itu menyatukan jari kelingking mereka sebagai janji yang baru saja dibuat.
"permisi pak ini es kopinya"ucap seorang pelayan kedai itu yang menghampiri pak arman dan aulia dengan membawa nampan berisi 2 gelas es kopi yang tadi di pesannya.
"makasih"ucap keduanya.
"mama masih lama ya?"tanya gadis itu.
"gak tau,kayak gak tau aja kamu.mama kalo belanja suka lama,lama milihnya"celetuk papanya.
Aulia hanya tersenyum karena papanya sudah tahu betul kebiasaan ibunya.
"kenapa?"
"gapapa,aku tadinya pengen beli sweater buat nanti pergi"ucap lagi aulia.
"mau papa temenin?"
"ajak mama juga deh pa,jangan di tinggal disini kasian kalo nunggu kita lama karena aku juga bakal lama kalo milih milih baju hehe"
Gadis itu melemparkan senyuman,memperlihatkan gigi gingsulnya yang tampak membuatnya lebih manis.
"hadeuh,duplikatnya mama"pak arman menepuk jidatnya dengan pelan,lalu tertawa kecil.
Obrolan diantara keduanya mengundang kesan hangat,biasanya seorang bapak akan terlihat garang bersama putrinya.Namun berbeda dengan pak arman,ia akan terlihat garang jika ada yang berani mendekati atau mengganggu anak perempuan semata wayangnya.
20 menit sudah mereka menunggu bu wida belanja hingga es kopi yang mereka pesan sudah habis tak tersisa.Munculah bu wida di kedai itu.Ia menghampiri anak dan suaminya yang duduk tak jauh dari pintu masuk.
"mana belanjaannya ma?"tanya pak arman yang melihat tangan istrinya hanya menggenggam tas mungilnya yang hanya berisi ponsel dan dompet.
"udah mama taro di mobil"
pak arman mengangguk.
"yaudah mau kemana lagi?"tanya pak arman kepada istrinya.
"ya pulanglah,emang mau kemana lagi?"tanya balik bu wida.
"aul katanya pengen beli sweater"ucap pak arman sambil melirik anaknya.
"oh yaudah ayo mumpung masih siang,mama juga sekalian ah mau cari daster daster lucu"
"bukannya daster mama udah banyak ya di rumah?"
"itumah masih sedikit pa,satu lemari aja belum full"ucapnya.Pak arman menelan salivanya.Bahkan satu lemari besar pun tak mampu menampung baju baju istrinya.
Mau tak mau ia menurut saja asal permintaan istrinya tak aneh aneh,lagi pula baju itu hanya akan di gunakannya dirumah.Selagi ia mampu apapun yang diinginkan oleh dua wanita kesayangannya itu akan ia penuhi.
Hari mingu ini ia akan menghabiskan waktu untuk keduanya,waktu yang jarang ia berikan karena sibuk bekerja.Pak arman pamit pergi ke kasir terlebih dahulu untuk membayar pesanannya tadi.Sedangkan bu wida dan aulia menunggu di dalam mobil.
"temen kamu jam berapa ke rumahnya sayang?"tanya bu wida saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
"katanya sih habis maghrib otw,mungkin habis isya sampenya.rumah mereka kan jauh jauh."
bu wida mengangguk sambil memakaikan sabuk pengaman untuknya.
Tak lama pak arman sudah kembali menemui mereka,mobil itupun dilajukannya dengan pelan.
Selama perjalanan tak ada obrolan di antaranya,aulia kembali memainkan ponselnya dengan telinganya yang masih ditutup oleh earphone.Sedangkan bu wida tampak memejamkan matanya.
Pak arman hanya menoleh sekilas ke arah keduanya,lalu mengendarai mobilnya dengan hati hati karena jalan saat itu sudah ramai oleh kendaraan lain yang berlalu lalang.
Sampai tak terasa mereka sudah sampai di tempat yang di dalamnya banyak barang impian wanita.Pak arman yakin ibu dan anak itu tak hanya membawa pulang sweater dan daster saja.pasti akan ada barang lain yang ingin mereka bawa pulang juga.
"udah sampe"
bu wida terkejut saat mendengar ucapan suaminya,ia mengucek matanya dengan semangat.Lalu mengajak anaknya turun dan meninggalkan pak arman sendirian di dalam mobil itu.
"buru buru amat,giliran bayar aku juga yang di carinya.mana mau mereka pake uang mereka sendiri"ucapnya sambil memasang wajah pasrah.
Ia menyusul anak dan istrinya ke dalam,langkah keduanya tak terkejar karena mereka berdua berpencar untuk mencari sesuatu yang mereka tuju.
Ia melihat ke sekeliling ada toko perhiasan custom.Sebentar lagi aulia akan berulang tahun,ia ingin memberikan hadiah sebuah cincin yang ada ukiran nama anaknya disana.
Meski ia tahu aulia tak pernah meminta hadiah apa apa selama beberapa tahun ini,semenjak usianya menginjak 20 tahun.Aulia tumbuh menjadi gadis yang dewasa.Namun dimata papanya,aulia tetaplah gadis kecilnya.
Cincin itu akan menjadi abadi sebagai kenangan.Sebagai bukti cinta seorang papa kepada anaknya,sebelum ada laki laki lain yang memberikan sebuah cincin untuk diisi di jari aulia.
Ia berjalan ke arah toko mas itu.Ia menghampiri seseorang yang menyambutnya dengan ramah.Menunjukan dan memberikan beberapa cicin modelan terbaru yang dicari olehnya.
"bisa di ukir nama mbak?"tanyanya pak arman.
"bisa pak,boleh namanya mau siapa?"
"aulia maulida,kepanjangan gak ya mbak?"
"sepertinya tidak pak,mohon di tunggu sebentar ya"
"berapa lama tuuh kira kira mbak?"
"sekitar 30 menit pak"
Karena dirasa lumayan lama jika menunggu disana,pak arman memilih untuk meninggalkan nya saja dulu agar istri dan anaknya tak curiga.Ia kembali mencari istri dan anaknya disekitar sana,di tengah ramainya pengunjung akhirnya ia menemukan keduanya.
Wajahnya keduanya tampak bahagia memilah milih barang barang yang unik dan lucu.Pak arman hanya tersenyum senang melihat keduanya,meski harus mengeluarkan uang banyak tak jadi masalah untuknya.
"pa,mama pengen beli baju couple deh sama papa"bu wida menghampiri suaminya yang sedang berdiri memperhatikannya.
"buat kemana?"tanya pak arman yang kebingungan dengan permintaan istrinya.
"aulia kan mau liburan sama temen temennya,masa kita di rumah aja.Mama juga pengen liburan berdua sama papa"
"waduh,boleh tuh.emang pengen liburan kemana mama"
"pengen liburan ke pantai"
"emang ada ya baju couple disini?"tanya pak arman.
Bu wida langsung mengangguk,lalu menarik tangan suaminya untuk ikut bersamanya.mereka meninggalkan aulia yang masih kebingungan memilih warna sweater yang akan di belinya.