NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02

Siang itu Naya mendapatkan pesan dari Anna,  orang kepercayaan Naya yang Naya tugaskan untuk mengurus panti jika Ia sedang bekerja.

Anna mengatakan jika salah satu anak panti mengalami kecelakaan dan tengah berada dirumah sakit. Raut khawatir langsung terpampang diwajah Naya apalagi Ia sangat menyanyanggi semua anak pantinya.

Rio ditabrak orang mbak, tapi orangnya mau tanggung jawab dan sekarang masih dirumah sakit cipta medika, mbak cepet kesini.

Pesan yang membuat tangan Naya langsung gementar hebat dan mengharuskan meninggalkan pekerjaan, berlalu pergi menuju rumah sakit.

Sesampainya dirumah sakit, Naya berlari dan melihat Anna sudah didepan rumah sakit menunggu Naya datang.

"Kok bisa sih?" tanya Naya pada Anna.

"Maaf mbak, kejadian nya waktu pulang sekolah Rio mau nyebrang trus ketabrak mobil tapi orangnya mau tanggung jawab kok mbak." kata Anna.

"Tapi gimana keadaanya?" tanya Naya.

"Cuma lecet mbak, tapi banyak. ini juga baru diperban." Kata Anna menjelaskan dan keduanya berjalan ke IGD dimana Rio sedang mendapatkan perawatan.

"Syukurlah, mbak udah khawatir banget." lega Naya melihat Rio terlihat baik baik saja meskipun luka lecetnya sangat banyak.

"Maaf ya mbak, habis aku binggung mau ngabarin siapa." kata Anna merasa tak enak.

"Kalau nggak kamu kabarin, jelas aku bakalan marah." jelas Naya.

"Takut ganggu mbak Naya kalau lagi sibuk.'' ungkap Anna.

"Sesibuk apapun, anak panti jelas nomer satu buat aku." kata Naya.

Anna hanya mengangguk paham, ia tau Naya memang wanita berhati malaikat, Naya dulu yang membantunya keluar dari pekerjaan haram menjadi wanita bayaran dan memberikan pekerjaan sebagai pengurus panti bahkan memberikan kepercayaan untuknya mengurus panti asuhan milik Naya.

"Maaf saya habis dari toilet." kata seorang pria yang baru saja datang.

"Ini mbak Naya, orang yang udah nabrak Rio." kata Anna terlihat sebal dengan pria itu,  Naya pun juga menatap tak suka kearah pria yang menabrak salah satu anak panti nya.

"Maafkan atas keteledoran saya, karena saya benar benar tak sengaja," kata Pria itu dengan raut penyesalan, melihat pria didepan nya terlihat menyesali perbuatannya membuat Naya sedikit luluh dan mengerti.

"Lain kali  berhati hatilah." jelas Naya.

"Baiklah, oh iya ini kartu nama saya.'' kata pria itu memberikan sebuah kartu nama pada Naya.

"Nathan?" tanya Naya memastikan.

Nathan hanya mengangguk, "Saya seorang sopir dan bos saya ingin meminta maaf secara langsung dengan anda nanti malam jika mengijinkan karena sewaktu kejadian bos saya sedang berada dimobil dan sekarang bos saya sedang ada pertemuan dihotel jadi tidak bisa ikut kesini." kata Nathan.

"Jika memang ingin meminta maaf datanglah ke panti asuhan kasih bunda," kata Naya "lagipula sebentar lagi Rio juga sudah diperbolehkan pulang melihat hanya luka lecet saja." kata Naya.

"Baiklah, nanti malam saya akan kesana dengan bos saya." kata Nathan "Dan sekali lagi saya meminta maaf atas kelalaian saya, dan semua biaya rumah sakit juga sudah saya bayarkan." jelas Nathan.

"Baiklah jika memang seperti itu." kata Naya terlihat acuh.

Pengobatan Rio selesai dan dokter juga sudah mengijinkan Rio pulang, Naya terlihat sangat lega begitupun Anna. sedangkan Nathan pria itu sudah pergi setelah berbincang dengan Naya karena harus menjemput bosnya yang tengah meeting disalah satu hotel dekat rumah sakit.

Rio kini sudah berada dimobil dengan Naya dan Anna, sesekali Rio terlihat meringgis kesakitan, karena Rio masih kelas 4 sd dan luka seperti ini pastilah membuatnya sangat kesakitan.

"Apa masih perih sayang?" tanya Naya saat berhenti dilampu merah melihat Rio meringgis kesakitan.

"Perih Bund." jawab Rio. anak anak dipanti memang memanggil Naya dengan panggilan Bunda, karena bagi anak anak, Naya adalah bunda mereka dan Naya pun tak mempermasalahkan itu semua, meskipun statusnya masih muda dan belum menikah apalagi memiliki anak namun ia sangat menyukai saat anak anak dipantinya memanggilnya Bunda.

"Makanya lain kali hati hati kalau nyebrang." celetuk Anna yang duduk dibelakang.

"Aku udah hati hati kok, memang om nya tadi aja yang ugal ugalan." kata Rio tak terima disalahkan.

"Udah udah, jangan ribut lagi, yang penting Rio sudah tidak apa apa," kata Naya "Besok lagi kalau mau nyebrang hati hati ya sayang, panggil pak satpam aja suruh nyebrangin." kata Naya lembut.

"Iya Bunda, tapi sepedaku rusak Bunda." kata Rio hampir menangis.

"Lho, kan anak bunda pinter benerin sepeda sendiri kan?" tanya Naya.

Anak panti dirumah Naya ada 10 orang, 4 perempuan dan 6 laki laki mereka masih kelas 1, 2 ,3 ,4 sd bisa dibilang Rio paling besar diantara anak panti yang lain dan semua anak memang sudah memiliki sepeda sendiri hasil menabung dari uang saku pemberian Naya. Setiap ada sepeda yang rusak, Rio lah yang bisa membenarkan sepeda adik adiknya.

"Tapi tadi rusaknya parah banget Bund, masak ban nya sampe lepas." jelas Rio yang kini sudah menangis.

"Ya udah nanti kalau Bunda ada rejeki, biar Bunda beliin kamu sepeda baru ya." kata Naya menghibur.

"Nggak usah Bund, biar nanti Rio nabung lagi aja." kata Rio sudah tak menangis.

"Cenggeng banget sih jadi cowok." celetuk Anna yang ada dibelakang mendengarkan Naya dan Rio.

"Mbak Anna mah gitu." kesal Rio membuat Anna dan Naya tertawa bersamaan.

Mobil Naya sudah sampai didepan rumah panti milik Naya. Semua anak anak panti tampak antusias menunggu kedatangan Kakak mereka yang tengah mengalami musibah.

Rio turun dari mobil dan dibantu oleh Anna.

Semua anak panti perempuan menangis melihat keadaan Kakak mereka yang kakinya punya banyak perban.

"Kak kok bisa gitu sih."

"Pasti perih banget ya kak,"

"Sakit banget ya kak," celoteh para anak perempuan berbeda dengan anak laki laki yang kebanyakan mengejek.

"Kak nggak nangis kan tadi?"

"Kayaknya nangis deh, liat aja matanya merah gitu.''

"Faisal, Haikal, kalian nggak boleh gitu sama kakak kalian." kata Naya menasehati bocah kelas 1 sd itu.

"Maaf bun, kan cuma bercanda." kata keduanya tersenyum kikuk.

Setelah dibawa kekamarnya, Naya mengumpulkan anak anak panti didepan ruang tamu.

"Sekarang Bunda cuma mau bilangin kekalian,  kalian harus hati hati kalau nyebrang, jangan sampai kayak kakak kalian, dan juga selama kakak kalian sakit, kalian harus membantu merawat kakak Rio." jelas Naya.

"Baik Bunda." semua anak panti serentak mengatakan itu.

"Jadi buat Mely, Kiki, Nina Dan Ani harus bergantian ngambilin kak Rio makan dan untuk para cowok Haikal, Faisal, Tama, raffa dan Rama harus membantu kak Rio kalau mau kekamar mandi atau kemanapun." kata Naya lagi.

"Siap Bunda."

Naya sedikit lega, melihat Anak anak asuhnya patuh padanya dan meskipun mereka masih kecil namun mereka bisa saling menjaga dan membantu.

"Permisi," suara Nathan mengejutkan semua anak panti dan langsung melihat kearah Nathan yang baru saja datang dan terlihat berdiri didepan pintu, Nathan tak sendiri, ia bersama seorang pria yang membuat Naya terkejut. Tak hanya pria itu namun juga pria yang berdiri dibelakang Nathan yang langsung menatap kearah Naya.

Naya...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!