NovelToon NovelToon
Trapped By You

Trapped By You

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: BintangFRY

​​"Bagaimana rasanya ketika terbangun dari koma panjang, hanya untuk menemukan bahwa dirimu sudah bertunangan dengan seorang yang bahkan kamu sendiri tidak mengenalnya?"

Itulah yang di alami Kayna Ramida. Begitu membuka mata setelah koma hampir satu bulan lamanya, ia langsung di sambut dengan senyuman seorang pria asing yang mengaku sebagai tunangannya. Damara Lexander Veldens.

"Kenapa menatapku seolah aku ini orang asing, Sayang? Aku adalah pria yang paling kau cintai, ingat?" Mara berbisik lembut.

​"Kalau aku memang sangat mencintaimu...kenapa setiap sentuhanmu justru membuatku merasa seperti seekor mangsa yang sedang diincar di tengah kegelapan?"

​"Karena kau adalah milikku, Kayna. Dan aku akan melakukan segalanya agar kau tidak akan pernah lari dari sisiku lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BintangFRY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kayna Ramida

​"Ini keterlaluan! Bagaimana bisa butik sebesar LiLYRa membuat kesalahan amatir seperti ini?!" teriak wanita itu, yang tak lain adalah Nyonya Rosa, salah satu pelanggan VIP yang terkenal sangat rewel dan kerap memanfaatkan status sosial suaminya untuk menindas para pekerja.

​"Ada masalah apa di sini, Nyonya Rosa?"

​Suara dingin dan tenang Kayna mendadak memotong omelan Nyonya Rosa. Seluruh staf butik menoleh ke arah Kayna dengan pandangan lega, seolah melihat malaikat pelindung yang siap membereskan kekacauan.

​Nyonya Rosa menoleh, menatap Kayna dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan meremehkan karena melihat usia Kayna yang masih sangat muda. "Oh, jadi kamu manajer di sini? Baguslah! Lihat ini! Gaun pesanan khususku untuk acara gala dinner besok malam sama sekali tidak muat di bagian pinggang! Ini terlalu sempit! Penjahit kalian pasti tidak becus mengukur, atau mungkin mereka sengaja memotong kainnya terlalu hemat!"

​Siska mencoba menjelaskan dengan gemetar, "Tapi Nyonya, ukuran yang kami gunakan adalah ukuran resmi yang Anda kirimkan—"

​"Diam kamu! Aku tidak bicara denganmu!" bentak Nyonya Rosa kasar.

​Kayna melangkah maju satu langkah, menempatkan dirinya tepat di depan Nyonya Rosa untuk melindungi stafnya. Ia mengambil gaun merah marun itu dari tangan sang sosialita, memeriksanya selama beberapa detik dengan mata jelinya, lalu menatap kembali wajah Nyonya Rosa tanpa ada sedikit pun rasa takut atau terintimidasi di matanya. Sifat berani Kayna yang terkenal keras kepala mulai mengambil alih.

​"Nyonya Rosa," ucap Kayna dengan nada suara yang sangat tenang namun tajam menghujam. "Gaun ini dikerjakan dengan presisi tinggi menggunakan detail ukuran lingkar pinggang 68 sentimeter, persis seperti data tertulis yang Anda tanda tangani minggu lalu. Tim penjahit kami tidak melakukan kesalahan satu milimeter pun. Potongan kain ini adalah mahakarya seni yang sempurna."

​"Lalu kenapa sekarang tidak muat di tubuhku?! Kamu mau menuduhku bertambah gendut, hah?!" wajah Nyonya Rosa memerah menahan geram.

​Kayna tersenyum tipis, sebuah senyuman profesional yang sarat akan sindiran halus. "Tentu saja tidak, Nyonya. Masalahnya bukan pada berat badan Anda, melainkan pada pilihan korset yang Anda kenakan di balik pakaian Anda hari ini. Anda mengenakan korset bersabuk tebal yang sama sekali tidak cocok dengan struktur potongan A-line gaun malam ini, sehingga menciptakan volume tambahan di area perut Anda sendiri. Jika Anda memaksakan diri menyalahkan penjahit kami atas pilihan pakaian dalam Anda yang keliru, maka itu adalah tindakan yang tidak adil."

​Nyonya Rosa tertegun, matanya membelalak kaget. Ia tidak menyangka akan dikonfrontasi dengan argumen yang begitu teknis, logis, dan menohok oleh seorang gadis muda. Biasanya, manajer butik mana pun akan langsung berlutut meminta maaf dan menawarkan diskon besar demi meredam amarahnya. Namun gadis di depannya ini justru menatapnya dengan pandangan superior yang tak tergoyahkan.

​"Kamu... berani-beraninya kamu berbicara seperti itu pada pelanggan VIP?!" desis Nyonya Rosa dengan suara bergetar karena malu dan marah yang bercampur aduk.

​"Aku menghormati setiap pelanggan yang menghargai karya kami, Nyonya Rosa," balas Kayna dengan intonasi tegas. "Butik LiLYRa tidak pernah menjual produk gagal. Jika Anda ingin gaun ini terlihat menakjubkan di tubuh Anda esok malam, penjahit kami bisa menyesuaikan lingkar pinggangnya dalam waktu lima belas menit dari sekarang—atau, Anda bisa membeli koleksi korset sutra premium kami di lantai dua yang dirancang khusus untuk gaun berpotongan seperti ini. Keputusan ada di tangan Anda. Apakah Anda ingin tampil sebagai wanita paling elegan besok malam, atau Anda ingin terus membuang waktu dengan berteriak di butik saya?"

​Keberanian dan ketegasan Kayna yang mutlak membuat Nyonya Rosa benar-benar mati kutu. Keangkuhan wanita sosialita itu perlahan runtuh di hadapan aura dominan yang dimiliki Kayna. Setelah terdiam beberapa saat sambil menahan malu di depan para staf lainnya, Nyonya Rosa akhirnya mendehem pelan, mencoba menyelamatkan harga dirinya yang tersisa.

​"Ehem... baiklah. Minta penjahitmu menyelesaikannya dalam lima belas menit. Dan... ambilkan korset sutra premium yang kamu katakan tadi ke ruang ganti saya," ketus Nyonya Rosa, lalu berbalik pergi menuju ruang ganti dengan langkah terburu-buru.

​Siska dan para staf lainnya langsung mengembuskan napas lega yang panjang. Mereka menatap Kayna dengan pandangan penuh kekaguman yang luar biasa.

​"Nona Kayna, Anda benar-benar hebat! Saya tadi sudah gemetar setengah mati," bisik Siska dengan mata berbinar.

​Kayna hanya mengangguk kecil, wajahnya kembali dingin. "Kembali bekerja, Siska. Pastikan panel kayu ek yang kuminta tadi selesai tepat waktu. Aku tidak ingin ada kesalahan lagi hari ini."

​"Baik, Nona!"

​Kayna melangkah kembali ke dalam ruang kerjanya. Baru saja ia mendudukkan diri di kursi kebesarannya, ponsel pribadinya yang terletak di atas meja bergetar hebat. Layar gawai itu menampilkan nama yang sangat ia hormati sekaligus ia hindari jika sedang sibuk dengan urusan butik: Ibu Liliana.

​Kayna menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya. "Halo, Selamat pagi, Ma."

​"Selamat pagi, Kayna sayang," suara Liliana terdengar anggun dan penuh wibawa dari seberang telepon di Jakarta. "Mama baru saja membaca laporan keuangan sementara dari cabang Jogja. Perkembangan bisnis di sana luar biasa, Mama sangat bangga padamu."

​Kayna tersenyum bangga dengan kepuasan yang disampaikan ibunya. "Terima kasih, Ma. Ini semua berkat tim yang solid dan kedisplinan yang kuterapkan di sini. Aku tidak akan membiarkan nama baik LiLYRa turun di tanganku."

​"Mama tahu itu, Nak. Sifat keras kepala dan ambisimu memang persis seperti Mama waktu muda," Liliana terkekeh pelan sebelum nadanya berubah menjadi sedikit lebih serius dan penuh teka-teki. "Oh ya, Kayna. Minggu depan, Mama ingin kau menyerahkan kendali butik Jogja sementara kepada asistenmu. Kau harus datang ke Jakarta."

​Kayna langsung mengernyitkan dahi, firasatnya mendadak terasa tidak enak. "Ke Jakarta? Untuk apa, Ma? Minggu depan jadwal cabang Jogja sangat padat, ada kedatangan kain sutra baru dari Italia yang harus kuperiksa sendiri."

​"Tunda dulu urusan kain itu, Kayna. Ini jauh lebih penting," potong Liliana dengan nada yang tidak menerima penolakan. "Kita diundang untuk menghadiri jamuan makan malam privat yang sangat eksklusif. Ini bukan sekadar pertemuan bisnis biasa, melainkan makan malam keluarga besar bersama mitra bisnis utama kita yang baru kembali dari luar negeri... keluarga Veldens."

​Mendengar nama asing itu, kerutan di dahi Kayna semakin dalam. "Keluarga Veldens? Maksud Mama, miliarder keturunan Belanda yang memiliki pengaruh besar itu? Kenapa aku harus ikut terlibat dalam makan malam keluarga mereka?"

​Sisi intuitif Kayna yang tajam mendadak mengirimkan sinyal alarm bahaya yang pekat di dalam benaknya. Ada sesuatu di balik nada suara ibunya yang menyiratkan sebuah rencana besar yang sengaja disembunyikan darinya.

​"Nyonya Johanna Marelia Veldens sangat mengagumi tabiat dan prestasimu dalam mengelola bisnis, Kayna. Beliau secara khusus meminta kehadiranmu dalam makan malam itu," jelas Liliana, suaranya terdengar penuh harap namun juga menyimpan misteri. "Lagipula, ada seseorang yang sangat penting yang ingin diperkenalkan kepadamu di sana. Seseorang yang akan memegang peranan besar bagi masa depanmu."

​Kayna menggenggam ponselnya lebih erat, matanya menatap tajam ke luar jendela kaca ruang kerjanya yang menampilkan pemandangan Kota Bandung. "Siapa yang ingin Mama perkenalkan padaku? Tolong jangan bilang kalau ini adalah..."

​"Bersiaplah dengan gaun terbaik hasil rancanganmu sendiri, Kayna. Kita bertemu di Jakarta minggu depan," ucap Liliana tanpa menjawab pertanyaan putrinya, lalu langsung memutus sambungan telepon sepihak.

​Kayna perlahan menurunkan ponselnya, menyandarkan punggungnya pada kursi dengan napas yang memburu. Detak jantungnya berpacu cepat bukan karena rasa takut, melainkan karena kemarahan dan penolakan yang mulai bergejolak di dalam dadanya. Sebagai seorang wanita yang mandiri dan penuh prinsip, ia benci dikendalikan atau diatur dalam hal apa pun, terutama jika itu menyangkut masa depan hidupnya sendiri.

​Ia tahu betul apa arti dari kata 'perkenalan' dalam kamus kalangan elite sosialita: sebuah perjodohan paksa.

​Kayna menatap lurus ke depan dengan pandangan sedingin es, tangannya mengepal kuat di atas meja kerja. "Keluarga Veldens... siapa pun pria yang ingin kalian sodorkan padaku, dia sudah salah memilih lawan. Aku tidak akan pernah membiarkan diriku menjadi boneka dalam permainan bisnis kalian."

​Gadis ambisius itu tidak pernah tahu bahwa perkataannya hari ini adalah awal dari sebuah konfrontasi berdarah, dan bahwa di luar sana, takdir yang jauh lebih gelap, posesif, dan berbahaya telah menguncinya sebagai target utama yang tidak akan pernah bisa meloloskan diri.

...●Bersambung●...

1
AzhuraAstra
Lanjut seng!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!