NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruangan leb tersembunyi

Semburan air deras ter hempas ke dalam pipa pembuangan darurat, menghempaskan Rian dan Maya hingga terdampar di atas plat besi yang berkarat. Suara gemuruh air perlahan surut di kejauhan, di gantikan suara hisapan angin dingin dari saluran udara sektor bawah.

Rian terbatuk batuk, berusaha menyapu air limbah dari matanya. Ia segera menghampiri Maya yang terkulai di samping koper perak Neura-pulse. Darah segar merembes dari bahu kiri Maya, menodai kain gaun hitamnya yang kian koyak

"Maya bertahanlah," bisik Rian cemas. Ia mengoyak bagian Bawak kemejanya untuk membalut luka tembakan laser di bahu Maya. Luka itu membakar kulit, namun beruntung panasnya menyumbat sebagian besar pembuluh darah, mencegah pendarahan yang lebih parah.

Maya meringis kesakitan, namun jari jarinya menggenggam lengan Rian erat erat, "koper.... Pemicunya.. Masih utuh?"

Rian memeriksa koper perak itu. Lampu indikator hijau pada alat Neura-pulse di dalamnya masih berkedip stabil. "Alat ini utuh, tapi kita tidak bisa terus berada di lorong ini. Penjaga kategori akan menyisir setiap pipa pembuangan"

Maya menarik nafas panjang yang tersengal, berusaha mendudukan tubuhnya. Ia menunjuk kearah celah dinding beton di ujung lorong, sebuah lorong gelap yang tertutup vegetasi lumut sintetis tebal.

"Di balik dinding itu.. Ada fasilitas penelitian lama" gumam Maya, suaranya semakin melemah. "laboratorium awal proyek oblivion, sebelum dipindahkan ke sektor Nol. Tempat itu sudah di hapus dari peta dari sepuluh tahun lalu"

Rian membopong Maya, merapatkan koper perak dan silinder merah di pelukannya, lalu melangkah menerobos semak lumut buatan tersebut. Di balik celah beton, terdapat sebuah pintu baja berat tanpa tanda. Rian menempelkan telapak tangannya ke panel pemindai biometrik yang sudah mati.

Secara ajaib, saat kulit telapak tangannya menyentuh kaca pemindai yang retak, arus listrik cadangan yang tersisa memicu reaksi. Pemindai berbunyi BEEP tiga kali, dan pendar hijau redup menyala.

Pola epidermis terkonfirmasi: Dr. Rian Vance. Akses Diterima.

Pintu baja terbuka berderit pelan, menyebarkan debu tebal yang telah terendap bertahun-tahun. Rian melangkah masuk membawa Maya ke dalam ruangan raksasa berdinding kaca tipis. Di sana terhampar jajaran meja eksperimen, tabung isolasi syaraf yang pecah, dan terminal komputer tua yang ditutupi sarang laba-laba.

Tempat ini persis seperti penggalan memori terlarang yang pernah disaksikan Rian di Archivia. Ini adalah laboratorium tempat ia pernah bekerja sebagai kepala ilmuwan.

Rian mendudukkan Maya di atas kursi medis medis yang masih berfungsi. Ia lalu melangkah mendekati meja kerja utama yang berdebu. Di sana, sebuah bingkai foto holografis yang telah mati tergeletak miring. Rian mengusap debu tebal di permukaannya dengan ibu jari.

Layar holografis berkedip redup, menampilkan gambar tiga orang yang tersenyum di dalam laboratorium tersebut: Rian yang tampak lebih muda tanpa parut luka, Maya yang mengenakan jas putih peneliti, dan seorang pria berambut pirang dengan seragam militer bertanda pangkat tinggi.

Di bawah foto itu, terukir sebuah catatan kecil bertuliskan:

Proyek Oblivion — Tim Peneliti Utama: Dr. Rian Vance, Dr. Maya Lin, dan Jenderal Leon Vance.

Mata Rian membelalak saat membaca nama terakhir dibingkai foto itu.

"Leon... Vance?" gumam Rian, lidahnya terasa kelu. "Dia... dia saudaraku?"

Maya menatap Rian dari atas kursi medis dengan pandangan penuh kepedihan yang teramat sangat. "Leon adalah kembaranmu, Rian. Dan dialah pemimpin tertinggi Dewan Veridia yang memerintahkan perburuan atas kepalamu malam ini."

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!