NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Kau Rebut Suamiku, Aku Rebut Putramu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Avelin, seorang gadis muda yang menikah dengan pria matang bernama Zayn, kini harus menelan pil pahit ketika ia mendapati sang suami telah berselingkuh dengan cinta pertamanya.
Bukannya melabrak, Avelin justru menyusun rencana untuk membalas perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
Setelah ia mendapati wanita itu memiliki anak seusianya, ia menjadikan putra satu satunya wanita itu sebagai alat balas dendamnya.
" Velin, aku tahu kamu mendekati aku hanya sebagai alat balas dendammu kepada ibuku. Aku terima semua itu asalkan aku bisa tetap bersamamu. Aku mencintaimu Velin, maukah kau tetap bersamaku meskipun hanya sebagai pionmu?"

Apakah kedekatan mereka selama ini mampu menumbuhkan perasaan cinta di dalam hati Avelin, atau justru hanya kebencian yang mendarah daging dalam dirinya?
Yuk dukung kisah mereka hanya di sini!
Di sarankan membaca dari awal sampai akhir agar tidak mempengaruhi performa karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENANGKAP UMPAN

Velin mengapit lengan Zayn, keduanya masuk ke dalam tempat spa milik Siska. Siska, sebagai owner yang menyambut tamu secara langsung merasa terkejut dengan kehadiran mereka berdua.

" Zayn." Gumamnya. Mendadak hatinya gelisah. Namun ia harus bersikap profesional untuk menyambut mereka seperti menyambut tamu tamu sebelumnya.

" Selamat siang, tuan dan nona. Selamat datang di Siska spa. Apa ada yang bisa kami bantu?" Sapa Siska berusaha seprofesional mungkin meskipun hatinya semakin gelisah.

" Siang, anda owner di sini?" Tanya Velin pura pura tidak tahu. Padahal ia ingat jelas wajah wanita yang di panggil sayang oleh suaminya semalam. Ia menatap Siska dari atas sampai bawah.

" Cukup cantik untuk wanita seusianya. Namun jika di bandingkan denganku, kau tidak ada apa apanya tante." Ujar Velin dalam hati.

" Iya nona. Paket spa seperti apa yang anda inginkan nona? Kami bisa bantu memilihnya." Ujar Siska.

" Aku... " Tiba tiba Velin menjeda ucapannya ketika melihat pria yang akan menjadi target balas dendamnya berjalan menuju toilet.

" Rupanya dia di sini. Aku belum mendatanginya tapi dia sudah datang sendiri. Terima kasih dewi Fortuna, kau telah berpihak padaku. Dia tidak boleh melihatku bersama mas Zayn di sini atau rencanaku bisa gagal sebelum di mulai." Ujar Velin dalam hati. Ia langsung menjauhkan tangannya dari lengan sang suami.

" Aduh mas, tiba tiba perutku mulas. Aku ke toilet dulu." Ucap Velin memegangi perutnya. " Mas pulang duluan saja nggak usah nungguin aku, nanti aku telepon kalau aku udah selesai." Imbuh Velin.

" Nggak apa apa mas tunggu di sini." Sahut Zayn melirik Siska.

" Mas bakal bosan kalau harus nunggu lama di sini. Mending mas pulang aja dulu." Ucap Velin mendorong punggung Zayn.

" Baiklah kalau begitu mas pulang dulu. Kebetulan ada pekerjaan mendadak yang harus mas selesaikan. Nanti kalau udah selesai, kamu telepon mas ya. Mas akan menjemputmu." Ujar Zayn mencium kening Velin.

" Iya mas, aku pergi dulu." Velin segera menuju toilet.

Kini tinggal Zayn dan Siska. Untuk beberapa saat mereka saling pandang.

" Aku pergi dulu." Ucap Zayn menatap Siska. Ia bersikap seolah olah tidak mengenalnya. Hal ini membuat Siska merasa kesal.

" Kenapa kamu membawanya ke sini? Apa dia tidak akan curiga dengan hubungan kita?" Ujar Siska sedikit panik.

" Tidak akan. Dia tidak tahu kalau kita saling kenal. Lagian tempat ini di rekomendasikan oleh temannya." Sahut Zayn dengan tenang. Ia menyentuh bahu Siska, " Kamu harus bersikap tenang. Jangan buat dia curiga. Dan ya.. Layani istriku dengan baik." Imbuh Zayn.

" Kamu kelihatan begitu mencintainya. Aku cemburu, aku jadi ingin berada di posisinya." Ungkap Siska.

" Dia istriku, kamu harus sadar posisimu. Hubungan kita saling menguntungkan, dan kamu tahu kalau aku hanya mencintai dia." Ucap Zayn.

Siska mengepalkan erat tangannya.

" Kalau kamu benar benar mencintainya, lalu kenapa kau mengkhianatinya? Mulut laki laki memang tidak bisa di percaya." Cibir Siska.

" Masalah itu kamu lebih tahu daripada aku. Aku pergi dulu." Zayn segera meninggalkan tempat itu.

Siska hanya bisa memandang punggung laki laki yang di cintainya semakin menjauh tanpa bisa melakukan lebih.

Di tempat lain, tepatnya di depan toilet. Velin bersembunyi di balik dinding menunggu putra dari Siska keluar dari dalam toilet.

" Hah lama amat sih, ngapain aja di dalam. Keburu pegal kakiku." Gerutu Velin menghentakkan kakinya.

Tidak lama setelah itu, pria yang memiliki nama yang sama dengan suaminya keluar dari toilet. Velin langsung menjalankan rencananya. Ia berjalan ke arahnya, setelah sampai di depannya tiba tiba...

" Argh!!!!" Velin pura pura tersandung, tanpa membuang waktu pria itu segera menarik Velin ke dalam pelukannya. Namun sayang sekali, ia kehilangan keseimbangan hingga tubuh mereka berdua terhuyung ke belakang dan..

Brugh..

Keduanya jatuh ke lantai dengan posisi Velin di atas. Entah suatu keberuntungan atau kesialan, bibir mereka saling menempel.

Deg.. Deg...

Kedua manik mata mereka bertemu dalam satu titik.

" Ya Tuhan, gadis ini cantik sekali. Dan bibirnya.. Bibirnya kenyal sekenyal permen jelli yang pernah aku makan."

" Omg.. Kalau di lihat dari dekat seperti ini, dia kelihatan ganteng banget. Rahang tegas, hidung mancung, bulu mata sedikit lentik dan matanya... Matanya terlihat begitu teduh." Ujar Velin dalam hati.

" Aish ngomong apa sih kamu Vel, kamu harus fokus sama tujuanmu. Ayo buruan deketin dia! Gunakan kesempatan ini dengan baik. Oh ya segera cabut rambutnya untuk tes DNA."

Setelah sadar dari lamunannya, tangan Velin terulur ke kepala pria itu lalu tanpa ia sadari, Velin menarik beberapa helai rambutnya.

" Awh!!!"

" Ah maaf maaf." Velin segera membenarkan posisinya. Ia duduk di samping pria itu.

" Itu ciuman pertamaku, kau harus bertanggung jawab."

" Apa????" Pekik Velin langsung menatap ke arahnya.

" Ya, kau telah mencuri ciuman pertamaku nona." Sahutnya.

Pria itu segera berdiri, ia mengulurkan tangannya kepada Velin.

" Bangun dulu!"

" Terima kasih." Ucap Velin menerima uluran tangannya.

Keduanya saling berhadapan, " Kenalkan, aku Velin. Kamu?" Tanya Velin seolah belum mengenal pria itu.

" Aku Zayn." Sahutnya.

" Zayn?" Velin mengerutkan keningnya.

" Zayn Bramasta Mahardika." Imbuhnya.

Velin menganggukkan kepala. " Owh, kak Bram."

Zayn mengerutkan keningnya mendengar panggilan itu dari bibir Velin.

" Semua orang memanggilku Zayn." Ujarnya.

" Aku benci dengan nama itu." Ucap Velin mengerucutkan bibirnya. Entah mengapa hal itu membuat Zayn merasa gemas.

" Memangnya kenapa dengan nama itu?" Tanya Zayn.

" Zayn adalah nama pria yang menyakitiku. Aku benci mendengar namanya, apalagi menyebutnya. Boleh kah aku memanggilmu Bram? Aku akan bertanggung jawab untuk ciuman itu." Ujar Velin.

Pria itu menatapnya dengan harapan entah. " Gadis semanis ini masih di sakiti? Sebenarnya laki laki seperti apa yang tidak bersyukur itu?"

" Gimana? Boleh kan?" Velin melambaikan tangan di depan Zayn membaik Zayn tersadar dari lamunannya.

" Baiklah kamu bisa panggil aku Bram. Panggilan yang lebih enak di dengar telinga menurutku." Imbuh Zayn.

( Kita ganti Bram untuk selanjutnya ya)

" Kenapa namamu Zayn?" Tanya Velin.

Bram mengerutkan keningnya.

" Ah maksudku kenapa pria tampan sepertimu harus bernama Zayn seperti pria brengsek yang menyakiti aku? Apa nama itu merupakan nama yang di sukai oleh kaum ibu?"

" Kata mama, Zayn itu di ambil dari nama seseorang yang begitu berarti dalam hidup mama. Tapi siapa itu, aku tidak pernah menanyakannya." Ujar Bram.

" Ya itu cinta pertama ibumu." Sahut Velin dalam hati.

" Owh. Dimana ayahmu?" Tanya Velin.

Bram menatap Velin. " Kenapa sepertinya kamu begitu tertarik pada keluargaku?" Selidik Bram.

" Astaga.. Apa begitu kentara ya? Sabar Velin, kamu pasti bakal tahu jawabannya tanpa bertanya padanya." Gumam Velin dalam hati.

" Ah maaf, aku tidak menyadari kalau kita tidak sedekat itu. Kalau begitu aku permisi." Ucap Velin melewati Bram.

" Tunggu!" Bram mencekal tangan Velin.

" Ada apa?" Tanya Velin menatap tangan Bram yang berada di tangannya.

" Kau harus bertanggung jawab atas ciuman itu. Kau telah merenggut kesucian bibirku."

Velin tersenyum mendengar ucapan Bram. Ia tidak menyangka ada pria sepolos itu.

" Kau mau apa?" Tanya Velin.

" Apapun yang aku mau akan aku pikirkan dulu. Untuk itu kita tukaran nomer ponsel dulu. Setelah aku menemukan jawabannya, aku akan langsung menghubungimu." Ujar Bram.

" Baiklah."

Keduanya langsung bertukar nomer ponsel.

" Kamu udah dapatkan nomerku, hubungi aku kalau kamu sudah punya jawabannya." Velin meninggalkan Bram menuju toilet yang berada tak jauh dari sana.

" Menarik dan unik." Gumam Bram menyentuh bibirnya sendiri.

Velin menutup pintu toilet, ia menyandarkan punggungnya sambil mengatur nafasnya yang terdengar tidak beraturan.

" Ya Tuhan, apa ini rasanya jadi wanita penggoda? Eh tapi bukan wanita penggoda, ciuman tadi tidak ada dalam rencanaku. Jadi salahkan alam yang telah mendukung rencanaku." Monolog Velin menyentuh bibirnya sendiri. " Rasanya kenyal, beda banget sama milik mas Zayn. Apa karena dia masih berondong ya."

" Aish apa yang kamu pikirkan Velin. Fokus pada tujuanmu." Velin memukul kepalanya sendiri mengusir pikiran pikiran yang bisa menjebak hatinya nanti.

Velin menatap beberapa helai rambut di tangannya. " Siapa ayah kandungmu, aku akan segera menemukan jawabannya."

TBC...

1
Siti Khalimah
brarti zain suka velin sejak umur 13 thor?
VANESHA ANDRIANI: makasih dah mampir kakak
total 2 replies
Mba Yun
dobel update thor
VANESHA ANDRIANI: satu satu aja ya.. author lagi g fit
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!