Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.
Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"
Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"
Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayo Menikah!
Aruni terbelalak, masih untung biji matanya tak melompat keluar. Tapi sepertinya jantungnyalah yang meloncat keluar saking kagetnya.
“Ma?” desis Aruni.
“Hah! Apa! Saya nikah sama dia? Anak kecil ini!” Sena menunjuk ke arah Aruni dengan pekikan semakin melengking tinggi. Sepertinya dia benar-benar sudah diluar batas kesabarannya.
“Sekedar informasi, umurku 20 tahun betewe…” ucap Aruni dengan memasang senyum kaku. Ya, Arumi sudah dua puluh tahun, dia masih kuliah, tentu saja di mata Sena yang seorang pengusaha sukses berusia matang kepala tiga, Aruni masih anak-anak.
Papa tampak terkejut sesaat dengan ide Mama, namun tak lama kemudian dia mengangguk, setuju. “Benar Nak Sena. Bagiaman kalau nak Sena menikah dengan Aruni? Paling tidak kita bisa melewati hari ini tanpa bencana. Kita butuh pengantin secepatnya dan itu hanya bisa dilakukan oleh Aruni.”
Aruni menatap sang papa –tak percaya.
Ya, walaupun jujur saja, Aruni tak keberatan dinikahkan dengan Sena. Siapa sih yang bisa menolak, kecuali Bianca yang otaknya sudah konslet. Lelaki se-tampan, se-macho dan se-sempurna ini kok ditinggalkan? Dia nyari laki yang kayak apa sih, memangnya? Kayak Kakanda Bahlul?
“Bagaimana Runi? Kamu bersedia, kan? Menikah dengan Sena?” tanya Mama.
Saat ini semua mata mengarah padanya. Mama, Papa, staff MUA yang sudah di sewa Mama, para pelayan rumah tangga dan Sena sendiri tentunya. Tekanannya terlalu berat, tapi Aruni memang tak ingin menolak, tapi dia juga harus tetap jaga harga dirinya, jangan sampai kelihatan kesenangan atau kecintaan banget sama Sena. Bisa-bisa Mama dan papa sendiri yang membatalkan ide cemerlang itu.
Aruni menelan salivanya –berakting menderita, lalu mengangguk setelah menarik napas panjang.
“Terima kasih, sayang!” Mama langsung mendekati Aruni dan memeluknya erat.
Aruni tersenyum tipis, “akulah yang berterima kasih, Ma… impianku menikah dengan Mas Sena, bisa terwujud berkat ide gila Mama dan papa…” batin Aruni.
“Kalian semua gila! Bagaimana mungkin aku menikah dengan Aruni! Yang mau kunikahi itu Bianca! Bagaimana dengan teman-teman yang akan datang nanti? Mereka pasti bertanya-tanya dan kaget!” tolak Sena.
“Sena…” Kakak Sena yang sejak tadi diam, akhirnya angkat bicara. “Sepertinya ide ini layak dilakukan,” lanjutnya.
“Mas Surya…” Sena menghela panjang.
“Ingat.. kesehatan Mama. Mama sudah menunggu acara akbar ini dari jauh-jauh hari. Apa kamu tega membuat Mama sedih? Mama sudah tua, Sen…” ucap sang kakak, mencoba mengambil sikap rasional ditengah keadaan yang tak masuk akal.
Aruni menatap kakak Sena dengan tatapan kagum dan penuh rasa terima kasih.
“Tapi bagaimana kalau Mama curiga? Memangnya Mama nggak paham dengan wajah Bianca?”
“Mama belum pernah melihat Bianca secara langsung, kan? Hanya lewat foto? Aku yakin Mama nggak akan paham,” jawab Surya dengan santai. Terlalu santai malah. Seolah dia tak mempermasalahkan siapa wanita yang akan dinikahi oleh adiknya ini. Mungkin itu di dasari karena Surya ingin cepat-cepat melihat sang adik menikah dan melepaskan masa lanjangnya. Umurnya sudah 32 tahun dan belum menikah, benar-benar membuat seluruh keluarga frustasi.
Sena tampak putus asa. Dia menghempaskan bokong seksinya ke atas sofa. Menunduk sambil menjambaki rambutnya sendiri. “Baiklah!” geramnya tertahan.
“Yes!” pekik Runi dalam hati. Astaga, hampir saja suara memekiknya keluar dari mulut. Bahaya! bisa-bisa semua orang mengira kehebohan ini sengaja dibuat oleh Aruni. Padahal sumpah demi Tuhan, dia tidak tau apa-apa! Entah apa yangs duah merasuki Bianca, tapi Aruni berterima kasih karenanya.
Tuhan benar-benar maha baik, bisa mengabulkan keinginan terpendam Aruni yang bahkan dia hayalkan saja tak berani.
“Tapi ada syaratnya!” lanjut Sena.
“Kami hanya akan menikah selama satu tahun, setelah itu aku akan menceraikan Runi!” Sena menatap Aruni tajam, seolah-olah ini semua terjadi karena dirinya. Padahal sebenarnya Aruni juga korban di sini. Tapi korban yang bahagia.
Mama tampak terkejut, begitu juga Papa.
“Tapi.. bukankah itu akan merugikan Runi? Dia akan menyandang status janda di usia muda…” ucap Mama.
Sena mengangkat bahunya, “Itu syarat dariku! Kalau kalian nggak setuju, sudahlah kita jangan lanjutkan saja semua kekacauan ini!”
Mama dan papa saling pandang. Jika Aruni tidak jadi menikah dnegan Sena, mau ditaruh di mana muka mereka. Akan banyak rekan bisnis yang hadir, bahkan dari luar negri. Pesta pernikahan ini diselenggarakan besar-besaran di Hotel Mahakarya –hotel terbesar di kota ini. Tentu saja Mama dan Papa tak bisa membatalkan acara ini begitu saja.
Dengan tatapan mata sendu, Mama menatap suaminya sambil menggelengkan kepala, “Aku nggak tega sama Runi, Pa…”
Waduh! Gawat bisa gagal ini!
“Ma, Runi bersedia. Nggak apa-apa, Ma.” Aruni berusaha meyakinkan sang Mama. Mama –walaupun sebagai orang tua angkat Aruni, tapi beliau benar-benar menyayangi Runi seperti menyayangi anak kandung sendiri. Jadi, bagaimana mungkin Aruni tega membuat keluarga ini menanggung malu. Jika Aruni bisa mencegah hal itu terjadi, apapun akan Aruni lakukan. Walaupun harus menikah dengan pujaan hatinya sendiri. Hais!
Sena menatap Aruni dengan ekspresi yang tak bisa dibaca. Apa itu senang? Marah? Kecewa? Atau sedih? Kenapa mukanya lempeng begitu? Bikin Aruni jadi makin deg-degan.
Akhirnya Sena menghela panjang. Bangun dari duduknya dan berkata, “baiklah! Saya tunggu di gedung!” lalu berjalan dengan langkah lebar meninggalkan rumah mewah dua lantai yang ditinggali oleh keluarga calon pengantinnya.
Setelah Sena dan kakaknya pergi, Mama langsung berlari ke arah Aruni dan memeluknya erat. “Maafkan Mama, Runi… maafkan Mama, gara-gara Bianca kamu jadi begini…” desis Mama sambil terisak kecil.
Aruni mengusap lembut punggung sang Mama. “Ma, nggak apa-apa. Runi ikhlas kok.”
Mama menjauhkan tubuhnya, memegang pundak Aruni smabil menatapnya tajam. “Mama janji, setelah kamu bercerai nanti, Mama akan carikan lelaki yang cocok buat kamu. Mama janji!”
Runi terkekeh, “Aku single sampai tua juga nggak masalah kok, Ma. Yang penting aku bisa lihat Mama sama Papa sehat sampai tua.”
Mama dan Papa saling tatap, lalu mereka berdua memeluk Aruni. “Makasih ya sayang…” ucap Mama sambil menangis tersedu-sedu.
“Ekhem! Maaf Nyonya, Tuan… hari sudah semakin siang, sebaiknya kita cepat mulai berdandannya.” Seorang MUA mendekat dan berusaha mengingatkan keluarga yang akan segera melangsungkan pernikahan ini.
“Oh! Astaga! Sudah hampir jam 7! Ayo cepat kita siap-siap. Yuni, panggilkan orang butik suruh ke sini!” titah Mama pada salah satu asisten Rumh tangganya.
“Kenapa, Ma? Bukannya sudah ada baju pengantin Kak Bianca? Runi pakai itu saja nggak apa-apa,” ucap Aruni.
“Memang, tapi kita tetap butuh orang butik untuk membantumu memakai baju pengantinnya. Ukuranmu dan Bianca kan lumayan jauh.”
Aruni terdiam, lalu melihat dadanya yang rata. Benar juga. Aruni terkekeh getir. Bagaimana mungkin gaun pengantin model strapless dress. itu akan muat di tubuh Aruni yang lebih kecil dari Bianca, apalagi ukuran dada mereka juga jauh berbeda. Astaga… bagaimana ini.
pantes kalo malem suka kluyuran 🤭🤣🤣🤣
tak tunggu bgt ms brot bucin akut sama runi kk tam
emang mas brot ngeri juga vi kalo mode posesip .....
sampe ngaku kalo do'i jelose kalo perlu🤭🤣🤣🤣
kayake adit sama vivi satu frekuensi dah kk
..... asbun 🤭🤣🤣🤣🤣
kpn lagi numpak mobil mahal .......
trik mu emang siiip lah...👍
dalam benak mas broot ....
mbok yo kira kira lah vi . mosok macak cantik . mbahenol secara lo kan milih dress merah menyala ada belahanya dandan cetar membahana kok naik motor awut awutan loh nanti pas turun 🤭
padamu
bnyak tiponya
berasa godaan setan yang terkutuk itu run 🤭🤣🤣🤣
ternyata diam " jutek" ada rasa yang mulai menjalar tumbuh di hati mas brot..... gass lah mas brot runi kan hallal🤭
mungkikah.. mas brot jatuh cinta dgn runi ....?????
kk tam iki pie .......?
🤭🤭