NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:89.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tim Kasus Dingin

Sheva duduk di bangku penonton dengan wajah manyun. Bibirnya yang merah alami itu tampak dimajukan lima senti, kesal karena dua sepupunya tidak datang-datang.

"Kemana dua kadut itu!" gerutu Sheva.

"Aku perlu cari tahu?" tawar Mbak Lilis.

"Iya Mbak. Gemas aku!" pinta Sheva. Ponselnya berbunyi dan tampak nama 'Oom Victor' di layar. "Halo Oom ... Pada masih di kamar mandi, Oom. Bertapa mungkin ... Biasa lah ... Iya Oom. Kami segera ke halaman sekolah."

Mbak Lilis segera mencari dua remaja laki-laki itu. Abraham menatap Sheva.

"Mereka baik-baik saja kan?" tanya Abraham ke Sheva yang memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.

"Paling bebelen!" cebik Sheva membuat Abraham tertawa.

"Casing bule tapi tetap bilang bebelen," kekeh arwah bocah Belanda itu.

"Njelehi!"

Introducing Selvarina 'Sheva' Kristal de Luca Sasono

***

Kenzie dan Zane berjalan mengendap-endap mengikuti orang-orang itu. Terbiasa latihan bela diri dari kecil dan mulai diperkenalkan latihan menembak, membuat kedua remaja itu menjadi lebih percaya diri.

"Mereka kemana ya?" gumam Kenzie.

"Baru tahu aku ada pintu ke belakang seperti itu," bisik Zane.

"Ada enam orang. Eh ada yang bawa kardus besar. Kok pipih ya?" Kenzie semakin curiga. Terbiasa mendengar cerita kedua orang tuanya yang bekerja di RS Bhayangkara dan Medical Examiner rumah sakit yang sama, belum Oom-oomnya anggota tim gabut di Polda Metro Jaya, pikirannya kemana-mana.

"Mereka pergi." Zane dan Kenzie berjalan dari balik tembok lalu bergegas ke pintu belakang sekolah. Keduanya melihat dua mobil Van hitam pergi dengan tergesa-gesa.

"Kamu catat nomor polisinya?" tanya Zane.

"Done!" jawab Kenzie sambil menulis diatas kertas nota beli burger. Kebiasaan seperti ayahnya, dokter Lucky, Kenzie selalu membawa bolpoin dan kertas.

"Kalian berdua ngapain?"

"Ya Tuhan Yesus!" seru Zane.

"Astaghfirullah!" timpal Kenzie.

"Ayo pulang. Pak Victor sudah menunggu di halaman." Mbak Lilis menatap dua remaja itu.

"Yuk pulang. Biar kita rundingan sama Sheva dulu," ajak Kenzie. "Yang penting, kita sudah dapat nomor polisinya meskipun aku tidak yakin ini asli."

Kedua remaja dengan satu Kunti comel itu pun kembali ke tempat Sheva sudah menunggu dengan wajah sebal.

"Kalau kalian bertapa, jangan lama-lama dong!" sungut Sheva sebal.

"Kita bukan bertapa Sheva. Ada sesuatu!" balas Kenzie. Dia dan Zane mengambil tas masing-masing.

Sheva menaikkan sebelah alisnya. "Apaan?"

Mereka bertiga berjalan keluar dari lapangan basket itu. Tampak masih ada beberapa siswa disana.

"Sepertinya kita akan ada kasus," bisik Kenzie.

Mata hijau Sheva terbelalak. "Kasus apa?"

"Nanti saja," sahut Zane.

"Haaaaiii Zaannneee! Lihat sini dong!"

"Zaneeee!"

Zane hanya melirik dan wajahnya tampak sebal karena digoda para remaja perempuan yang bersekolah di SMP ini.

"Banyak yang naksir elu tuh," goda Kenzie.

"Kenziiieeee!"

"Lha?" Kenzie menoleh dan tampak seorang remaja dengan wajah dibuat sok imut, melambaikan tangannya.

"Astagaaa ...." Sheva menggelengkan kepalanya.

Ketiganya pun segera masuk ke dalam mobil milik Brigjen Victor.

"Zane, siapa itu?" tanya Brigjen Victor.

"Groupies!" jawab Zane judes.

"Groupies? Kamu punya groupies?" Brigjen Victor menaikkan sebelah alisnya.

"Fansnya Zane banyak Oom," kekeh Sheva.

"Masa? Duh, mamamu bisa ngereog ini," gumam Brigjen Victor.

Zane hanya mendengus. "Bukan selera aku. Aku tidak suka cewek centil dan sok iyeee gitu!"

Brigjen Victor hanya tertawa. "Kita pulang ya. Papa mau bayar hutang tidur."

Note

Groupie adalah penggemar fanatik suatu grup musik (biasanya band rock) yang sangat mengidolakan sang artis hingga rela mengikuti mereka ke mana pun saat tur.

Meskipun pada awalnya kental dengan konotasi seksual dan stereotip perempuan tanpa kekuasaan, banyak yang melihat peran ini lebih kompleks. Saat ini, istilah tersebut juga kerap dipakai secara lebih luas untuk menggambarkan penggemar yang sangat antusias terhadap atlet, penulis, atau tokoh publik lainnya. Sumber Google.

***

Keesokan paginya, ketiganya pulang dari sekolah dengan sepeda karena rumah mereka dekat dengan sekolah. Sheva sudah diceritakan Kenzie dan Zane, auto penasaran.

"Kita cari mobilnya?" tanya Sheva sambil mengayuh sepedanya. Mereka bertiga memakai helm dan sepeda yang canggih.

"Mau cari ke ...." Mata hazel Kenzie melihat mobil itu di depan galeri seni yang sudah tutup dekat sekolah mereka. "Itu mobilnya!"

Kedua sepupunya menoleh dan mobil itu pun pergi keluar dari galeri seni.

"Kejar!" seru Kenzie.

"Mau kejar gimana Kenz! Pengkor nih kaki! Mesin mereka pakai Mercedes! Kita mersikil!" omel Sheva. "Mending lapor ke Papa deh!"

Kenzie hanya mengangguk. Ya kali dia mau jadi atlet balap sepeda.

***

Ruang Kerja Brigjen Victor Sihasale, bekas ruang kerja Irjen Dean Thomas yang sudah pensiun ( delapan tahun kemudian )

Brigjen Victor Sihasale melihat dua kakak beradik kembar di depannya. Dia pun membaca data mereka berdua.

"Cristiano dan Casey ... Santoso? Kalian anaknya Indrawan Santoso kan? Pemilik pabrik baja dan jalan tol?" tanya Brigjen Victor Sihasale.

"Benar," jawab Iptu Cristiano.

"Kenapa kalian jadi polisi? Lulusan terbaik Akpol Semarang pula." Brigjen Victor tampak bingung karena dua anak konglomerat yang kayanya minta ampun malah jadi ... Polisi?

"Kami gabut Pak Victor," jawab Iptu Casey.

Brigjen Victor menggeleng bingung. "Lalu, kalian ditempatkan di sini karena ... Indigo? Kalian berdua indigo?"

"Benar Pak Victor," jawab keduanya.

"Oke. Kalau begitu, aku test." Brigjen Victor pun berdiri dan memberikan kode ke dua Iptu itu untuk mengikuti dirinya.

Iptu Cristiano dan Iptu Casey pun mengikuti calon komandannya. Mereka masuk ke dalam ruang kerja dimana sudah ada tiga anak ABG sedang ribut dengan Kombes Steven dan Kombes Arief.

"Tapi itu beneran Papa!" seru remaja ABG perempuan berambut pirang panjang.

"Sheva, Papa tidak mungkin memeriksa sekolah itu kalau tidak ada buktinya," ucap Kombes Steven dengan sabar.

"Tapi Pa ...."

"Sheva. Papa kan banyak pekerjaan jadi tidak mungkin periksa kesana."

"Ehem!"

Semua orang menoleh. Remaja ABG dengan wajah dingin segera menghampiri Brigjen Victor.

"Pa. Ada mayat di sekolah XX tempat aku tanding basket sama Kenzie," lapor Zane Sihasale.

"Masa di sekolah itu ada mayat?" tanya Brigjen Victor.

"Beneran Oom!" sahut ABG pria satu lagi yang terlihat blasterannya. Mata hazelnya adalah warisan dari ibunya.

"Kenz ... Kamu tahu dari mana?" tanya AKP Rosita.

"Tante, kan Mama selalu kasih ilmu ke aku dan dik El. Siapa tahu kita mau jadi dokter," jawab Kenzie Buwono.

"Itu memang mayat."

Sekarang semua orang menoleh ke sosok asing di belakang Brigjen Victor.

"Eh .. Halo, aku Iptu Casey," cengir gadis berambut pendek itu. "Ini saudara kembar aku, Iptu Cristiano. Kami dipindahkan kemari karena ... "

"Hiiyyyaaahhh! Mbak Kunti!" seru Iptu Cristiano sambil loncat di belakang saudara kembarnya.

"Mas Cristiano ganteng ih! Aku suka!" seru Mbak Lilis sambil cekikikan. "Namaku Lilis, Mas. Bukan Mbak Kunti."

"Mbak Lilis, tolong," pinta Iptu Casey dengan wajah tegas.

Semua orang melongo melihat kejadian itu. "Eh Gaban, perasaan kita kalah gede sama si Cristiano bukan Ronaldo itu tapi nggak sampai jejeritan gitu ya?" gumam AKP Samsudin.

"Kayaknya tim kita makin plenger deh!" balas AKP Ghafar sambil makan roti.

"Aku setuju!"

Kedua sahabat itu menoleh dan tampak Tole bersila sambil melayang dan makan popcorn.

"Hiiyyyaaahhh!"

New Member

***

Yuhuuu up Pagi Yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Meeta Baggio
Mau sebanyak apa pun bukti yg ada mash tetap ga mau mengakui perbuatan nya dan anak nya sendir. udah ambil aja ginjal nya
tan_wiedya
si jelaga kuper bet brarti yak, sama hana aja kagak tau. mampus lah kau pebinor sengklek 🤣
Hana Reeves: dia baru pulang dari Dundee dan tidak ketemu Hana karena posisinya kan Hana di Penang
total 1 replies
amilia amel
yeayyyy kena batunya kamu si jelaga sekarang
sukury
amilia amel
oalah.... Jay.... Jay....
ternyata sudah dicekoki pak Tommy sejak kecil to kalo Elina calon jodohmu
awesome moment
jiiiiaaaannnn pancen jelaga tulen. jejaknya dimana2. 8 lho. sregep puuuuuuooooooollllll
beybi T.Halim
mampos😁😁😁 aku boleh ngakak brutal gak ,sayonara dah jelaga barangnya kok diobral murah.,untung gak diambil ginjal luu sama hanabi
sri supadmi
ambil ginjalnya gak nih 🔥🤭
Murti Puji Lestari
langsung klenger ngak kamu dengar ini, akhirnya jelaga triple kill
Bla_bla_bla
bwhahaha rasain kau jelaga makanya sok sombong sih🤣
kan kena karma juga akhirnya🤣
Elsa Fanie
eee s jelaga bener an kurang jauh main ny 🤦🤦🤦,apa kata ny MW ngasih jabatan dan posisi dokter ckckck, punya om yg wakil IDI j sombong ny g ketulungan 🤦🤦🤦🤦 udah g2 NPD parah LG, untung Bu Nana udah pensiun,,,,kasih paham lah siapa Hanabi terlepas dari jabatannya,KLO Hanabi keturunan Pratomo dan Reeves,,,😤😤😤😤👊👊👊geram kali AQ,KLO g s kebiri j Hanabi
Ibu² kang Halu🤩
omaaaaaaa, jgn dulu jantungan ya pebinor, jgn dulu pokoknya, kalau kamu jantungan alamat mbak Hanabi langsung angkut jantungmu dan segala isinya sebadan-badabmu😂😂😂 ehh, aku kesenangan ini😂😂
Tosari Agung
hadeh malah hanabi yang mengeksekusi si pembinor kenapa gak hukuman kasih ke dokter lucky atau ketua IDI tapi jangan hilang gelar tapi hilangin nyawanya aja si pembinor itu thor mana menghasilkan anak pula
Hana Reeves: kan dok Lucky lagi ke kantor IDI. ini waktunya bersamaan 🙏
total 1 replies
Ichy Fitri
hanabi nahan diri ga ambil ginjalnya Gara2 dia sekretaris majelis kehormatan etik ya 🤭
Murti Puji Lestari: padahal sudah gatel pengen cutik ginjalnya itu 😅
total 1 replies
Ani
salah cari lawan kamu jelaga 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 tamatlah riwayatmu
Murti Puji Lestari
keplak saja dash, bapak satu itu emang kok 🤣🤣🤣
Meeta Baggio
Bener2 bapak si Jayy yaa....mendiktrin anak nya jodoh sama Elina, entah itu emang cinta, obsesi or apalahh...lieurr jd na....inti nya skrng mah fokus aja sama sekolah yg bener aja titik ga pake koma. wow....Hana yg turun tangan ini apa lg wajah anak nya si Adi mirip pake banget,udah ambil aja semua organ nyaa deh Hana
Ita Xiaomi
Ini sih gawat. Hasil test DNA blm keluar, ginjal malah udah siap.
Ita Xiaomi
Semangat ya Jay🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣. Emang gigih Pak Tommy.
Ita Xiaomi
Serius Ken. Klo Dokter Lucky tau seru tuh🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!