NovelToon NovelToon
Beban Kelahiran Yang Tragis

Beban Kelahiran Yang Tragis

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Kelahiran Senja Putri Baskara bukanlah awal, melainkan akhir.

​Awalnya, ia adalah janin yang dikandung ibunya, janin yang membawa badai-badai kehadirannya merenggut nyawa kakak laki-lakinya, Fajar Putra Baskara, menghancurkan bisnis keluarga, dan melenyapkan kebahagiaan sang ibu. Sejak hari pertama dirinya hadir, Senja adalah bayangan yang dicap sebagai pembawa sial.


​Satu-satunya cahaya di hidupnya adalah sang ayah. Pria yang memanggilnya 'Putri' dan melindunginya dari tatapan tajam dunia. Namun, saat Senja beranjak dewasa, cahaya itu pun padam.

​Ditinggalkan sendirian dengan beban masa lalu dan kebencian seorang ibu, Senja harus berjuang meyakinkan dunia (dan dirinya sendiri) bahwa ia pantas mendapatkan kebahagiaan.


Apakah hati yang terluka sedalam ini bisa menemukan pelabuhan terakhir, ataukah ia ditakdirkan untuk selamanya menjadi Anak pembawa sial? ataukah ia akan menemukan Pelabuhan Terakhir untuk menyembuhkan luka dan membawanya pada kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Beberapa hari setelah janji terakhir kepada Baskara Hadi, rumah bagi Senja terasa seperti peti mati yang pengap. Ketegangan antara ia dan Paramita semakin tebal. Paramita seolah tahu bahwa suaminya telah pergi dan sekarang kekuatannya atas Senja menjadi tak terbatas, meluapkan sumpah serapah dengan intensitas yang tak tertahankan.

​Senja tahu ia harus bergerak. Janji kepada Ayah adalah satu-satunya kompasnya. Ia meraih ponselnya, mencari nama yang selama ini hanya menjadi pengalih perhatian yang menyenangkan: Damar Saputra. Ini adalah pertama kalinya ia yang menghubungi lebih dulu, sebuah tindakan yang terasa seperti lompatan besar dari tebing.

​Mereka sepakat bertemu di sebuah kafe kecil di sudut kota, jauh dari hiruk pikuk kampus atau lingkungan rumahnya yang suram.

​Saat ia melangkah masuk ke kafe yang hangat dan beraroma kopi, Senja merasakan kontras yang menampar. Kafe itu ramai, penuh tawa ringan dan obrolan biasa, semua hal yang hilang dari hidupnya. Dan di sudut jendela, di bawah pancaran sinar matahari sore, duduklah Damar.

​Damar, dengan kemeja sederhana dan tatapan mata yang tenang. "Dia bukanlah pria kaya raya. Dia adalah seorang pekerja biasa, seseorang yang membawa dirinya dengan ringan, seolah beban hidupnya hanya sebatas mencari solusi realistis untuk masalah hari ini. Betapa berbedanya dengan aku" pikir Senja. Ia selalu membawa beban kelahiran tragisnya seperti rantai besi. ​Damar tersenyum saat melihatnya. Senyum itu tidak mencolok, tetapi stabil.

​"Aku terkejut kau yang menghubungiku," sapa Damar sambil berdiri, menarik kursi untuk Senja. Tindakan sederhana, namun terasa begitu menghargai. "Aku senang. Ambil napas dulu. Kau ingin minum apa? Biar aku yang pesankan."

​Senja hanya bisa mengangguk pelan. Ia merasa jantungnya berdebar, bukan karena romansa, tetapi karena urgensi. Ini adalah momen ia harus menaruh kepercayaannya pada orang lain.

​"Kopi susu kesukaanmu, kan?" tanya Damar meyakinkan, mengingat detail kecil yang bahkan Senja sendiri sering lupakan.

​"Iya, Damar. Terima kasih." ​Saat Damar pergi memesan, Senja mengamati punggungnya. Ia ingat betapa banyak bukti-bukti sederhana ketertarikan Damar yang ia abaikan selama ini.

Saat ujian, Damar selalu memastikan Senja memiliki pulpen ekstra. Saat tugas kelompok, Damar selalu membagi beban pekerjaan dengan adil. Ia tidak pernah memberinya janji-janji muluk, hanya ketegasan yang nyata.

​Ketika Damar kembali, ia meletakkan kopi di depan Senja. Ia tidak segera mendesak, ia membiarkan keheningan yang nyaman menyelimuti mereka.

​"Baiklah" kata Damar setelah beberapa saat, matanya menatap langsung ke mata Senja. Tatapan itu realistis, tidak menghakimi, dan penuh kesabaran. "Senja, kau bisa jujur padaku. Kita sudah berteman lama. Wajahmu terlihat lelah, seolah kau tidak tidur berhari-hari. Aku mungkin hanya pekerja biasa, tapi telingaku siap dan tanganku bisa diandalkan. Apa yang membuatmu datang mencariku, Senja?"

​Ketegasan Damar adalah kunci yang membuka pintu hati Senja. Ia tidak membutuhkan simpati, ia membutuhkan kenyataan. Dan Damar menawarkannya.

​Senja menarik napas panjang, menceritakan semuanya terasa terlalu berat. Jadi, ia memilih bagian yang paling mendesak: ketakutan.

​"Ayahku… diaaa…" Senja harus berhenti, suaranya tercekat oleh kesedihan. "Dia meninggal, Damar. Beberapa hari yang lalu."

​Wajah Damar berubah serius. Ia menjangkau melintasi meja dan menggenggam tangan Senja. Genggaman itu hangat dan stabil. "Aku turut berduka, Senja. Aku tahu seberapa berharganya beliau bagimu."

​"Ayah... beliau meminta janji dariku, Damar," lanjut Senja, air matanya mulai mengalir. "Janji untuk pergi. Menjauh dari rumah itu. Menjauh dari Ibu. Ayah khawatir aku akan kenapa-napa jika aku tinggal di sana sendirian, tanpa perlindungan Ayah."

​Senja menceritakan sebagian kecil dari siksaan verbal dan tekanan psikologis yang ia terima, dari cap "pembawa sial" hingga tuduhan bahwa ia adalah penyebab kematian kakaknya, Fajar. Ia tidak menceritakan memar-memar itu, ia masih terlalu takut dan malu, tetapi rasa takutnya yang mendalam sudah cukup untuk dipahami Damar.

​Saat Senja selesai, keheningan menyelimuti. Damar melepaskan genggaman tangan, tetapi ekspresinya berubah. Ada kemarahan yang mendalam di matanya, kemarahan yang tenang, tetapi kuat.

​"Jadi, Ayahmu tahu segalanya," ucap Damar, suaranya pelan dan rendah. "Beliau tahu Ibu mertuaku sendiri menyiksamu, dan beliau memintamu lari."

​"Aku tidak tahu harus lari ke mana, Damar," bisik Senja. "Aku tidak punya uang, aku baru lulus. Aku takut."

​Kemarahan di mata Damar perlahan berubah menjadi tekad yang membaja. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan. "Kau tidak akan lari sendirian, Senja."

​"Aku tidak mengerti."

​"Aku sudah lama menunggumu. Dan aku tidak akan membiarkan wanita sepertimu, yang menanggung beban yang bukan miliknya, hidup dalam ketakutan. Jika Ayahmu memintamu pergi, berarti beliau memercayai takdir. Dan takdir membawamu padaku," kata Damar, nada suaranya tegas dan realistis, tidak ada drama romantis.

 "Aku akan menikahimu, Senja. Secepatnya."

​Senja terkejut. "Damar, kau tidak perlu..."

​"Aku perlu," potong Damar. "Aku tidak bisa melihatmu hancur lagi. Aku tahu aku bukan pewaris perusahaan besar. Aku hanya pekerja biasa yang punya hidup sederhana, dan itu adalah hidup yang akan aku bagikan denganmu. Menikah adalah cara paling realistis dan legal untuk melindungimu dari Ibumu. Aku akan menjadi Pelita yang harusnya menjadi hakmu sejak lama."

​Damar memegang tangan Senja lagi, kali ini dengan otoritas seorang calon suami dan pelindung. "Beban Kelahiran yang Tragis itu akan menjadi masa lalu, Senja. Kau hanya perlu setuju. Kau aman bersamaku."

​Mata Senja menatap Damar. Ia melihat bukan lagi teman kuliah yang disukainya, tetapi kesempatan untuk hidup yang ditawarkan oleh seorang pria yang memiliki tanggung jawab lebih besar daripada cintanya.

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tak terasa udah tamat lagi/Grievance//Grievance/ ayo buat season 2 nya/Determined//Determined/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
cius ini End😏 ngga prank kan🏃🏃
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: engga beneran udh end kok
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cerita yg bagus, seru dan tidak berbelit². Pokoknya gakan rugi buat mampir❤
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Kembali kasih🤗
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Seriusan ini tamat/Curse/ kok gak rela sih/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: iya sudah harus tamat kita akan ganti ke cerita baru🫣🫣
total 1 replies
Nana✨
ke apa statusnya sudah End kak?
Nana✨: Loh, part Binar ketemu sama aku kemudian jatuh cinta, belum ada kak? /CoolGuy//CoolGuy/
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
akhirnya mati juga
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: berarti belum tamat/Curse/😏
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Akhirnya😭😭 awas aja kalo tu nenek peot bangkit lagi🙄
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: maaci/Kiss/
total 7 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/ kak buruan up lagi /Curse//Curse//Curse/ kenapa di pending segala tuh si nenek lampir bentar lagi mau mati/Angry//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Scowl//Frown//Frown/
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othooorrr/Curse/
Gak mau tahu pokoknya double/Cry/ Masa iya ngamook ku mesti ditunda sampe besok/Hammer/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Itu mah beda lagi/Scream/
total 4 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mbuh mbuh mbuhhhhh... orang mati di pending-pending gitu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: aku kenapa weh🤣🤣🤣
total 3 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apaan ini/Angry//Angry/, Si Paramita cepetan mati lah /Angry//Angry/... Gila bener tuh si Paramita/Angry//Angry//Angry/

othor mesti double up ini/Angry//Angry//Angry/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: double up double up double up/Angry//Angry//Angry/
total 4 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
😏 aku kutukk kau/Curse//Curse/ kak biar jadi sinderlela
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: /Awkward//Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/
total 7 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othorr, jangan macam² kamu ya/Cry/ Dasar Paramita gila/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Awas aja ya/Scream/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nenek peot/Hammer//Hammer/ Gimana ini/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: aku ingin tpi aku tak disanaaa/Cry/
total 3 replies
Nana✨
Kagak pernah di kasih nafas untuk tenang sedikit senjanya oleh nenek tua itu/Cleaver//Cleaver/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: neneknya mmg jahara/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$⚖️⧗⃟ᷢʷ🦐ᵗᵉ𝓡𝐸ˢ⍣⃟ₛ ☠️⃝🐊
meluncur ke sini tanpa nyasar 😍
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: Alhamdulillah kl gk kesasar/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semoga mereka bisa melindungi Senja dari orang gila yg datang
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Hehh/Curse/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ada aja gangguan nya/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Dihh situ kan othornya🙄
total 2 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
mau juga gulali nya/Grievance//Grievance/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Shy//Shy//Shy/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣 Kalian hebat. Demi mama dan calon adik kalian, kalian mau bersusah payah untuk membuatnya😘
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Hahaha... gpp namanya juga baru belajar
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!