NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13: The Auction House Mystery

Suara rintihan dramatis Leng Yan masih bergema di antara pepohonan Hutan Kabut Abadi ketika Leng Shuang melompat turun dari dahan pohon dengan gerakan sigap. Prajurit wanita bertubuh tinggi semampai itu mendarat mulus di atas tanah, membetulkan letak pelindung lengannya yang terbuat dari kulit naga spiritual, lalu mendelik tajam ke arah kakak kembarnya.

"Momen manis apanya?!" semprot Leng Shuang tanpa memedulikan tatapan heran para pengawal kerajaan. "Kau ini pemilik rumah bordil ternama, bukan penyair jalanan gila yang mengejar pangeran idiot di tengah hutan! Tatap sekelilingmu, Kakak! Ada monster tingkat lima dan Pangeran Ke-3 yang siap meledak!"

Lu Cangqiong yang memang sudah berada di ambang batas kesabaran benar-benar merasa diabaikan. Urat-urat di dahinya menegang, sementara pedang emas di tangannya gemetar hebat akibat perpaduan antara sisa rasa takut dan amarah yang meluap-luap.

"DIAM KALIAN SEMUA!" bentak Lu Cangqiong dengan suara melengking. Ia menunjuk Mu Xuanyuan yang masih asyik menepuk-nepuk kepala Babi Hutan Zirah Besi yang pasrah. "Kalian berdua dari Paviliun Redup, apa urusan kalian mencampuri urusan Perburuan Kerajaan?! Dan kau, Mu Xuanyuan! Sihir hitam apa yang kau pakai untuk menjinakkan monster-monster ini?!"

Xuanyuan mendongak dengan wajah polos tanpa dosa, jemarinya memutar-mutar telinga babi hutan yang gemetar. "Sihir? Kakak Ke-3 bicara apa? Babi ini cuma mau dimanjakan! Lihat, dia punya kerutan manis di dahinya, sama persis seperti kerutan dahi Kakak Ke-3 kalau sedang marah!"

"KAU—!" Lu Cangqiong hampir melompat dari kudanya untuk menebas pangeran gila itu, tetapi rengkuhan aura dingin dari Babi Hutan Zirah Besi—yang mendadak mengerang peringatan agar manusia di depannya tidak mengganggu Mu Xuanyuan—membuatnya urung melangkah.

Di tengah kekacauan itu, Feng Wuchen dan Gu Juechen akhirnya melangkah maju dari balik semak-semak. Dengan raut wajah yang dilatih bertahun-tahun untuk tetap datar seperti papan kayu, Feng Wuchen memberi hormat setengah hati kepada Lu Cangqiong.

"Pangeran Ke-3," ujar Feng Wuchen pendek. "Perburuan di zona ini sepertinya terlalu berbahaya karena ancaman monster tingkat tinggi. Hamba menyarankan agar Pangeran Ke-3 membawa rombongan kembali ke perkemahan utama."

"Cih! Kau mengajariku, Pengawal sampah?!" dengus Lu Cangqiong. Namun, menyadari bahwa ia tidak memiliki peluang memenangkan pertempuran melawan tiga monster tingkat tinggi yang bertingkah aneh serta keberadaan Leng Yan yang kekuatannya tidak terduga, Lu Cangqiong menarik napas panjang seraya menyarungkan pedangnya. "Urusan kita belum selesai, Xuanyuan! Di perjamuan istana esok malam, aku akan memastikan Ayahanda Kaisar tahu betapa memudarkannya kelakuanmu di hutan ini!"

Dengan dengusan penuh penghinaan, Lu Cangqiong memutar arah kudanya dan memerintahkan sepuluh pengawalnya untuk mundur secara teratur, meninggalkan zona perburuan luar dengan kekalahan yang memalukan.

Begitu rombongan Pangeran Ke-3 menghilang di balik kabut tebal, ketegangan di area tersebut sirnah secara instan.

Mu Xuanyuan menghentikan tepukan tangannya di kepala Babi Hutan Zirah Besi. Ia melirik pelan ke arah monster tersebut, dan hanya dengan satu kerdipan mata yang memancarkan kehendak Immortal Emperor, tiga monster tingkat tinggi itu langsung berbalik arah dan melarikan diri ke dalam hutan secepat angin, bersyukur karena nyawa mereka masih diampuni.

"Aah, akhirnya si berisik itu pergi," gumam Xuanyuan. Suara cempreng konyolnya berganti menjadi nada suara yang dalam, tenang, dan dipenuhi wibawa tak tertandingi. Postur tubuhnya yang tadi membongkok kini tegak sempurna, memancarkan aura ketampanan tiada tara yang sanggup membuat bintang-bintang di langit meredup.

Leng Yan mengatupkan kipas emasnya dan menghela napas kagum, matanya berbinar-binar memuja. "Ah... perubahan sikap yang sungguh memikat hati. Setiap kali Yang Mulia melepas topeng konyol itu, jiwaku serasa diterbangkan ke langit sembilan."

"Jaga bicaramu, Leng Yan," potong Leng Shuang seraya mengusap wajahnya yang lelah. "Kau membuatku ingin muntah di tempat."

Xuanyuan hanya terkekeh pelan, menepuk-nepuk debu halus di jubahnya. "Sudahlah, Shuang'er. Kakakmu memang tidak bisa disembuhkan. Omong-omong, kalian berdua sengaja mencariku ke Hutan Kabut Abadi bukan hanya untuk menonton pertunjukan komedi Pangeran Ke-3, bukan?"

Raut wajah Leng Yan mendadak berubah. Meski bibirnya masih mengukir senyum tipis yang menggoda, tatapan matanya mengeras penuh keseriusan. Ia mengibaskan kipasnya sekali, menciptakan penghalang suara spiritual berskala kecil di sekitar mereka agar tidak ada intaian jiwa dari luar yang bisa mendengarkan percakapan mereka.

"Pangeran memang selalu cerdas," tutur Leng Yan seraya melangkah mendekat. "Ada kabar besar yang mengguncang benua dari arah Balai Lelang Xingzhou."

Gu Juechen yang berdiri di samping Feng Wuchen langsung menaikkan sebelah alisnya. "Balai Lelang Xingzhou? Ada masalah dengan Han Xingzhou?"

"Bukan masalah internal," jawab Leng Shuang tegas, mengambil alih penjelasan. "Namun tadi pagi, sebuah artefak kuno yang tertutup segel Ranah Kaisar Abadi tiba-tiba muncul di balai lelang. Seseorang menyerahkannya secara anonim untuk dilelang dalam Acara Lelang Akbar minggu depan."

Mendengar kata 'Segel Ranah Kaisar Abadi', bola mata Mu Xuanyuan berkilat tajam. Sebagai satu-satunya entitas yang telah mencapai puncak Immortal Emperor di benua ini, ia sangat tahu betul bahwa tidak ada pakar ranah Kaisar lain yang masih hidup atau berkeliaran di benua fana. Segala hal yang berkaitan dengan segel tingkat Kaisar pastilah berasal dari peninggalan zaman kuno... atau ancaman dari dimensi luar.

"Segel Kaisar?" gumam Xuanyuan seraya memegang dagunya. "Bentuk artefaknya seperti apa?"

"Sebuah kotak giok hitam berlapis sembilan kunci spiritual," sahut Leng Yan. "Han Xingzhou sendiri telah mencoba memeriksanya, tetapi energi balasan dari segel itu hampir saja merusak susunan pembentukan pembatas di seluruh lantai tiga gedung lelang. Ia tahu bahwa hanya ada satu orang di dunia ini yang mampu mengenali atau membuka kotak itu tanpa menghancurkanisinya."

"Itulah sebabnya Brother Xingzhou mengirim pesan rahasia melalui Paviliun Redup milik kami," tambah Leng Shuang. "Seluruh faksi besar—termasuk Istana Kerajaan Tianming, Sekte Pedang Bintang, dan para tetua dari Klan Long—telah mendengar desas-desus tentang kotak giok ini. Mereka sedang mengumpulkan dana dan pasukan untuk merebutnya di Balai Lelang Xingzhou."

Xuanyuan menyunggingkan senyum tipis yang misterius. Ia merogoh jubahnya dan mengeluarkan sebuah buah kristal spiritual berwarna keemasan dari Ruang Dimensi Portabel milik-Nya, lalu mengunyahnya dengan santai bagaikan memakan camilan biasa.

"Menarik," bisik Xuanyuan. "Sebuah benda dengan segel Kaisar muncul secara tiba-tiba tepat saat persaingan tahta Kerajaan Tianming mulai memanas. Ini bukan sekadar lelang biasa, melainkan pancingan."

"Pancingan?" Feng Wuchen akhirnya bersuara, tangannya memegang erat hulu pedangnya. "Apakah ada faksi rahasia yang sedang mencoba memancing keberadaan Master?"

"Mungkin ya, mungkin tidak," jawab Xuanyuan tenang. "Tetapi jika seseorang berani menggunakan nama Ranah Kaisar untuk bermain-main di Balai Lelang milikku, maka aku harus menghadiri lelang tersebut secara pribadi."

Leng Yan langsung merapatkan tubuhnya ke arah Xuanyuan dengan mata berbinar-binar gembira. "Oho! Kalau begitu, maukah Pangeran yang tampan menjadi tamuku di bilik VVIP Paviliun Redup? Aku telah menyiapkan anggur bunga peony terbaik dan tempat tidur sutra yang sangat nyaman untuk kita berdua menonton lelang~"

PLAK!

Sebelum Xuanyuan sempat merespons, kipas kayu milik Leng Shuang sudah mendarat telak di bahu Leng Yan.

"Hentikan pikiran mesummu itu, Kakak Bodoh!" bentak Leng Shuang dengan wajah memerah menahan malu atas kelakuan kakaknya. "Yang Mulia Pangeran Ke-14 akan datang sebagai pemilik rahasia atau sebagai pangeran gila, bukan sebagai simpanan rumah bordilmu!"

"Aduh, Shuang'er! Kau kasar sekali pada kakakmu sendiri!" keluh Leng Yan sambil mengusap bahunya, walau matanya masih mengerling jahat ke arah Xuanyuan.

Mu Xuanyuan hanya tertawa kecil melihat tingkah sepasang saudara kembar itu. Ia lalu kembali menata rambutnya menjadi sedikit berantakan, melonggarkan ikatan jubahnya, dan mengembalikan ekspresi wajah konyolnya yang khas. Dalam sekejap mata, sosok Immortal Emperor yang berwibawa menghilang, digantikan oleh pangeran cacat yang selalu tersenyum bodoh.

Ia memeluk kembali burung kayunya erat-erat, lalu menatap pengawalnya dan dua saudara kembar itu dengan cengiran lebar.

"Nah! Mari kita kembali ke perkemahan!" seru Xuanyuan dengan suara cemprengnya yang ceria. "Aku harus memberi tahu Ayahanda Kaisar bahwa aku baru saja berteman dengan tiga ekor babi hutan yang sangat ramah!"

Leng Shuang menepuk dahinya sendiri seraya menghela napas berat, sementara Leng Yan terkekeh gembira melihat akting sempurna sang pujakan hati. Misteri kotak giok di Balai Lelang Xingzhou mungkin baru saja dimulai, tetapi bagi Mu Xuanyuan, semua ini hanyalah hiburan tambahan di tengah permainan penyamarannya yang sempurna.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!