[SEDANG HIATUS!]
Diana Xylaria, Gadis cantik yang ceria dan optimis, ternyata ada rahasia besar tentang dirinya yang bahkan dia tidak tau.
Hidupnya yang biasa saja tiba tiba terusik karena pertemuannya dengan CEO dari sebuah perusahaan besar, Rylan Axelion. Namun sayang, keduanya bahkan tak ingat telah menghabiskan malam bersama.
Ditengah badai perebutan kekuasaan di keluarga Rylan, serta tentangan dari wanita yang berkuasa, Rylan dan Diana harus terus berjuang agar bisa bersama.
Akankah mereka bisa bersama?
Dan Apa sebenarnya Rahasia kelam Diana?
Simak ceritanya di sini.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩـ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
「 ✦ UPDATE SENIN DAN KAMIS ✦ 」
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2
Pagi itu, matahari muncul perlahan di atas cakrawala, membawa cahaya emas yang menyinari kota dengan hangat dan cerah. Burung-burung berkicau merdu, angin sepoi-sepoi, dan bunga-bunga mulai mekar dengan wangi yang harum, menandakan musim semi yang sudah akan datang.
Dikamarku, aku sedang bersiap untuk pergi ke kantor. Sudah 1 tahun aku bekerja dan semua berjalan dengan baik. Aku memakai jasku dan memasang nametag di leherku, dan berjalan keluar dari rumah sewaanku.
Di kantor, aku berjalan masuk, menyapa rekan rekan kerjaku, lalu naik ke ruanganku di lantai 6. Terdengar suara bos ku yang sedang menelepon.
"baik, baik. Akan aku aturkan untuk besok."
Aku menaruh tas ku di atas meja kerjaku. Merapikan penampilanku, dan menyapa bos ku.
"selamat pagi, direktur Katrina." Sapaku. Dia melihatku sekilas.
"Oh, pagi Diana. tolong aturkan jadwal untuk besok ya, CEO dari kantor pusat akan datang untuk survei. Aturkan jadwalku dari jam 11 sampai 1 siang ya."
"Baiklah, biar aku lihat jadwal besok." aku membuka tab kerjaku, melihat Schedule untuk besok. "direktur, ada tanda tangan kontrak di jam 12 besok, untuk proyek Danau Lania"
"Undurkan saja ke jam 1"
"oh, baiklah." aku mengubah jadwal di tab kerjaku. Lanjut menelepon untuk mengundurkan proyek. Sepertinya hari ini akan sedikit sibuk, untuk menyambut kedatangan CEO pusat besok, semua harus dipersiapkan dengan baik.
Setelah pengumuman bahwa CEO kantor pusat akan datang besok, suasana di kantor berubah menjadi riuh. Orang-orang berlarian, kertas-kertas beterbangan, kursi-kursi berantakan... Direktur Katrina juga sudah mulai sibuk dengan setumpuk dokumen di atas mejanya.
Para rekan kerjaku sudah mulai membicarakan CEO ini, yang membawa segala kericuhan ini. Jika dia mau datang, harusnya ada pemberitahuan sejak bulan lalu, agar kami tak kelabakan seperti ini.
Aku memijat pelipisku. Sepertinya aku harus menangani ini, agar semua jadi lebih rapi. Astaga, banyak sekali pekerjaanku!
"kepala bagian keuangan, tolong melapor padaku. Nah, siapkan rekap ulang keuangan dari 6 bulan lalu, jangan ada yang disembunyikan, kumpulkan di mejaku sore ini."
"Bagian penjualan, tolong siapkan laporan penjualan dan laporan target, bawa ke mejaku siang ini."
"Kepala HRD, tolong evaluasi kinerja karyawan 6 bulan terakhir, berikan datanya padaku sore ini."
Sepertinya kalau kerjaanku belum selesai, mungkin aku harus lembur lagi malam ini. Tapi semoga saja mereka kerjanya cepat.
Waktu berjalan dengan cepat. Matahari bersinar makin terik. Dokumen yang tadi pagi kuminta telah tersedia atas mejaku. Saatnya ku periksa dengan seksama.
Aku membuka lembaran demi lembaran laporan keuangan. Semuanya rapi. Tak ada kesalahan, tak ada penyelewengan. Bagus sekali. Semua yang bekerja disini lumayan jujur memang.
Aku beralih ke laporan penjualan dan laporan target. Hasilnya lumayan memuaskan. Sepertinya akan ada bonus untuk bulan ini. Aku merapikan dokumen ini, lalu menumpuknya bersama laporan keuangan.
akhirnya, semua sudah beres. Aku merenggangkan punggungku, berdiri dan berjalan ke Pantry, menyeduh segelas kopi susu. Sekarang tinggal tunggu laporan kinerja karyawan saja.
Waktu berlalu, matahari sudah mulai mendekati ufuk barat, menghiasi langit dengan warna jingga berkilau. Kepala HRD baru saja datang mengantarkan laporan untukku.
Tanganku meraih laporan kinerja karyawan. Semuanya bekerja dengan benar, puas dengan gaji yang diberikan, dan tidak ada keluhan, kecuali beberapa karyawan baru yang kurang semangat saja. Tapi tak apa, itu bisa dilatih nanti.
Dan semuanya telah siap sekarang. Aku merapikan semua laporan laporan itu dan memberikannya pada direktur Katrina.
"Kerja bagus Diana. hasil kerjamu selalu melebihi ekspetasi ku. Mungkin kali ini kau bisa dipromosikan."
"jangan katakan itu direktur. Semua berkat dari Kepala bagian masing masing yang bisa mengerjakan semua dengan cepat. Lagipula, aku puas dengan pekerjaanku sekarang." aku merendah.
"tidak tanpa Arahanmu Diana. Baiklah. Terima kasih untuk hari ini. Kau bisa pulang. Sudah jam pulang juga kan?"
Aku tersenyum. Mengemasi barang barangku, dan berpisah dengan direktur Katrina. Aku turun ke Lantai bawah, berpamitan dengan rekan rekan kerjaku yang sedang bersiap untuk pulang juga.
Hari ini cukup melelahkan juga. Akhirnya aku sampai dirumah, meletakan tas ku, melepas jas dan nametag, bersiap untuk mandi dan membersihkan diri.
Setelah mandi, aku pergi ke dapur untuk memasak. Karena aku sedang malas, jadi aku menghangatkan Makanan kotak siap saji dari kulkas. Setelah Nasinya matang, aku duduk di sofa, makan sambil menonton tv, streaming drama favoritku.
tak terasa, jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Aku segera berkemas, merapikan piringku dan mematikan tv. Setelah semua beres, aku pun berbaring di tempat tidur. Membuka handphone dan melihat lihat video pendek.
"Berita pembunuhan lagi? Kasihan sekali wanita ini.. Diperkosa, lalu dibunuh dengan kejam.." ucapku pelan.
Entah kenapa ketika melihat berita berita seperti ini, perasaanku tidak nyaman.. Dadaku menjadi sesak.
"Diana! Pergi!"
Suara siapa itu? Aku melihat layar handphone ku. Wanita itu.. Berdarah.. Banyak sekali.. Nafasku mulai tak teratur. Lalu, sesak sekali. Mataku mulai tertutup. Mungkin aku mengantuk. Lalu.... Lalu apa ya?
⋆。゚☁︎。⋆ ゚☾ ゚。⋆⋆。゚☁︎。⋆ ゚☾ ゚。⋆⋆。゚☁︎。⋆。 ゚☾ ゚。⋆
"Rylan! Jangan lari! Kau ingin pergi kemana?"
Pria itu pergi, semakin menjauh dari suara wanita itu. Dia, Rylan Axelion, harus lari dan sembunyi seperti seorang pengecut, padahal dia adalah seorang Raja Bisnis yang dihormati.
Keadaannya tak begitu baik. Nafasnya pendek-pendek, tak teratur. Jantungnya berdetak begitu cepat, tubuhnya gemetaran. Dia bersandar dibalik tembok di sebuah gang kecil yang gelap.
"Obat sialan." Rylan memaki. Suaranya terdengar gemetar. Suhu tubuhnya naik drastis. Sudut matanya menangkap seseorang yang lewat, dengan cepat dia menarik tangan wanita itu.
"Lepaskan Aku! Siapa kau!"
"ssht.. Tolong.. Bantu aku sebentar, dan jangan berisik" Rylan menutup mulut wanita itu. Wanita itu memberontak ingin melepaskan diri.
"akan kulepas, tapi kau harus janji untuk diam" Wanita itu mengangguk, Rylan melepaskan tangannya.
"apa mau- ummph!"
Tanpa aba aba, Rylan langsung melumat bibir lembut wanita itu. Tangannya mulai bergerak menyusuri tubuhnya. Dia berbalik, menekan wanita itu ke tembok. Kesadarannya sudah sepenuhnya hilang dibawah pengaruh obat.
"lepas! Ah! Sial kau! Argh! Ummh! Jangan disitu!" wanita itu memberontak semakin kuat. Tapi tenaganya kalah dengan rylan. Dia berujung pasrah dipermainkan oleh rylan.
"maaf" suara Rylan terdengar pelan. Dia menggendong wanita itu dan memulai aksinya. Wanita itu perlahan mulai terbuai dengan sentuhan rylan. Desahan lembut terdengar dari mulutnya.
"tolong lepaskan aku... Hufth.. Hah.. Ah..aku.. Tidak bisa.." wanita itu mencengkram kuat punggung Rylan, menahan serangan demi serangan yang memasuki tubuhnya. Akhirnya, dia membenamkan kepalanya di pundak Rylan, mengejan keras tanpa suara.
Rylan mengendurkan pegangannya dan membiarkan wanita itu turun. Dia terduduk lemas dilantai, dan Dengan sisa kesadaran terakhirnya dia mengucap pelan, "Nama mu"
"Xena Nyxira, ingat itu baik baik." wanita itu menjawab sambil merapikan pakaiannya. Menatap Rylan sebentar, lalu meninggalkannya tak sadarkan diri di gang kecil dan gelap itu.
"ternyata begini perasaan ibu waktu itu.. Cih" wanita itu menggumam pelan, bayangannya hilang di ujung jalan.
walaupun kepribadian xena kuat dan bisa diandelin, tapi bisa nyelakain kamu juga kalo gak terkendali 😖