NovelToon NovelToon
Isekai Slime? Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Isekai Slime? Reinkarnasi Ke Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Harem / Fantasi Isekai / Romantis / Reinkarnasi / Action
Popularitas:135k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Genre : Fantasi, Fantasi-Isekai, Action, Harem, Romance, Adventure, Reinkarnasi, Isekai, Magic, Demon, Royal.

[On Going]

- Bagian 1 — Kerajaan & Lise - End [27]

- Bagian 2 — Nasib Buruk - End [11]

- Bagian 3 — Medan Perang Kuno - End [22]

- Bagian 4 — Sion and its Destruction - ???

- Sinopsis -

Setelah bertahun-tahun dibully oleh orang-orang kaya, Sion akhirnya mencapai batas kesabarannya. Dengan amarah yang telah lama dipendam, ia meluapkan segala emosinya tanpa peduli pada konsekuensinya.

Namun, kepuasan itu hanya sesaat. Pada akhirnya, Sion memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri—tanpa penyesalan sedikit pun.

Tapi tak seperti kebanyakan orang, kematiannya bukanlah akhir. Ia terdampar di dunia lain.

Akankah Sion berjuang untuk mencapai puncak? Tetap menjadi korban? Atau justru berbalik menjadi sosok yang menindas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Makan Di Kedai

Angin berhembus kencang, sangat segar rasanya. Dan saat ini juga aku sedang memperhatikan seorang gadis cantik, berambut biru panjang senada dengan matanya. Dengan polosnya ia mengejar kupu-kupu yang terbang disekitarnya.

Sulit dipercaya dia ini adalah Slime.

"Hei, Lise. Apa kau tau kota terdekat disini?"

Lise yang sedang mengejar kupu-kupu, tiba-tiba berhenti lalu menjawab. "Hmm, ahh ada. Ikuti aku, mari kita kesana."

Setelah beberapa langkah, Lise melompat dan berubah kembali menjadi Slime. Ia menaikiku, dan duduk di kepalaku.

"Lise."

"Apa?" jawabnya, merasa tak ada yang salah.

"Kenapa, kau duduk disana?"

"Aku malas berjalan."

Slime ini, dia ingin membodohiku ya. Ia seenaknya duduk di kepalaku sementara aku berjalan. Tapi yasudahlah, apa boleh buat.

Kami terus berjalan, melewati pepohonan yang lumayan lebat. Semakin jauh kami berjalan, semakin terang cahaya di depan. Menandakan sudah hampir keluar dari hutan.

Di beberapa langkah terakhir, aku berlari keluar hutan, lalu melompat. "Yahuu! Akhirnya keluar juga!"

"Woi! Apa yang kau lakukan."

Tanpa kusadari, Lise yang sebelumnya ada di atas kepalaku malah terjatuh karena aku melompat, serius aku tidak sengaja.

"Gomenasai..." ucapku, sambil mengangkatnya, lalu mengelus-elus kepalanya.

"Kau ini ada-ada saja."

Lupakan itu, dan lanjutkan perjalanan. Dari sini sudah terlihat sebuah kota, aku melanjutkan berjalan.

Sesampainya di gerbang kami di periksa, untung saja Lise sudah merubah bentuknya menjadi manusia, sebelum kami tiba di gerbang. Kurasa monster tidak di perbolehkan ada di kota.

Eh? Memangnya Slime monster juga? Padahal mereka lemah seperti ini.

Kami meneruskan berjalan lagi, bedanya kali ini Lise sudah berjalan sendiri. Akhirnya kepalaku tidak berat lagi. Begini-begini Lise dalam wujud Slime cukup berat.

Sepanjang kami berjalan banyak hal yang kuperhatikan, dan ada juga hal yang membuatku khawatir. Satu hal, yaitu...

Kami tidak punya uang!

Lise selalu memperhatikan makanan sepanjang perjalanan, yang menandakan kalau dia ingin makan. Dia lapar!

"Bagaimana ini! Ada gadis cantik yang sedang kelaparan di sampingku, apa yang harus kulakukan!" pikirku panik.

Eh dia Slime, bukan kah tinggal makan daun saja.

Ahh... Tidak mungkin dia mau makan daun dalam wujud manusia, lagi pula itu akan menarik perhatian orang-orang.

"Hei..."

Gawat! Dia pasti akan bilang, kalau dia lapar!

"Eum, apa?" ucapku, menoleh kearahnya.

"Siapa namamu? Aku lupa menanyakannya."

Ahh, benar juga. Saking terkejutnya tentang Slime yang bisa bicara, sampai-sampai aku lupa memberitahu namaku.

"Namaku... Sion."

"Hmm... Sion, aku lapar."

"Eh..."

Kan! Dia benar-benar lapar!

"Kau mau makan daun?"

Karena sudah kebingungan, aku malah melontarkan pertanyaan itu kepadanya.

Plak!

Ia memukul kepalaku lalu berkata. "Kau bodoh ya? Seorang gadis cantik ini kau suruh makan daun?"

"Padahal sebelumnya kau menyuruhku makan daun, kupikir itu makananmu." Aku memegangi kepalaku.

"Aku hanya bercanda." Ia menarikku ke suatu kedai makanan.

Di depan kedai, aku berpikir. Bagaimana caranya agar kami bisa makan. Kalau di dunia sebelumnya, bayarannya bisa digantikan dengan mencuci piring.

Tepat saat aku melangkah masuk ke dalam kedai, tiba-tiba. "Eh—"

Semua orang di kedai menoleh ke arahku, begitu juga dengan Lise. "Ah, ehem. Bukan apa-apa."

Aku hanya sedikit terkejut, sebelumnya muncul suatu ilusi. Sepertinya itu petunjuk kekuatanku. Aku tak dapat skill cheat saat datang, bahkan tak ada sistem. Memangnya skill seperti apa yang kumiliki.

Kami akhirnya mendekati meja, Lise duduk di kursinya dengan anggun. Kurasa ia hanya sedang pamer. Karena ada beberapa gadis disini, mereka memperhatikan Lise, kurasa karena iri akan kecantikannya.

Aku duduk sambil mengingat apa yang ada pada ilusi, yang kulihat sebelumnya. Sementara itu Lise menatapku dengan menggembungkan wajahnya.

"Kalau tidak salah, tinggal begini saja kan." Aku mengarahkan tanganku, pada seseorang berpakaian rapi yang terlihat kaya.

"Noriutsuru."

Setelah selesai mengucapkan kata itu, tubuhku langsung pingsan dan kesadaranku beralih ke tubuh pria dengan pakaian rapi itu.

"Ahh, jadi begini."

Saat ini aku sedang berada di tubuh orang itu sambil berpikir, lalu setelah beberapa detik. Aku kembali ketubuh asliku.

"Sepertinya kekuatan ini hanya bertahan beberapa detik," batinku.

Dan di depanku, Lise menatapku tajam. Kelihatannya ia marah.

"Hoi, Sion. Kenapa malah tiduran! Aku lapaarr!"

"Iya-iya, sebentar," jawabku.

Kini aku kembali mengulangi apa yang kulakukan sebelumnya. "Noriutsuru."

Aku mengambil uang dari satu milik pria itu, lalu berjalan ke arah mejaku dan Lise. Meletakkan uang ke dalam saku milikku, dan kembali duduk seperti sebelumnya.

Dan setelah itu aku kembali ke tubuhku.

Aku mengambil uang yang sebelumnya kumasukkan ke saku milikku, dan sedikit tersenyum. "Uang ini kelihatannya lumayan banyak."

Sebenarnya masih banyak di saku orang itu, tapi aku hanya mengambil beberapa.

Aku melihat ke arah Lise, ia tampak penasaran dengan apa yang kulakukan. Lalu, ia menghembuskan napasnya. "Sudahlah, apapun yang kau lakukan, terserahlah. Sekarang..."

Dalam sekejap uang yang ada di tanganku hilang, bagai debu tertiup angin. Itu adalah perbuatan Lise. Matanya bersinar melihat uang yang begitu banyak.

"Hei, kenapa kau mengambil semuanya?"

"Begini, tidak baik jika laki-laki yang menyimpan uang. Bahkan di rumah tangga juga perempuan yang menyimpan uang, kan?"

"Eh... Kau menganggapku suamimu? Tapi kita baru saja bertemu tadi!"

"Terserahlah." Ia kemudian pergi, dan mengambil banyak makanan yang terlihat sangat lezat.

Makanan yang terlihat enak, membuat air liurku menetes saat melihatnya. Tak berlama-lama kami berdua menyantap makanan itu.

Aku makan dengan tenang, menikmati setiap rasanya. Sedangkan Lise makan dengan begitu cepat, kelihatannya dia sangat lapar. Saat ini, ia sudah menghabiskan lima piring.

Sungguh...

"Slime yang rakus."

"Hah?! Apa katamu!"

Gawat! Suara hatiku bocor!

"Aaa... Bukan apa-apa, sepertinya kau salah dengar." Aku menggaruk-garuk kepalaku, dan memalingkan wajah selagi mengubah topik.

Tong!

Sebuah piring melayang dan mengenai kepalaku, membuatku berteriak. "ADUHH! SAKITT!" Membuat semua orang disini langsung memperhatikanku.

"Sekali lagi kau bilang aku rakus, awas saja kau." Ia mengancamku dengan menunjuk dua jarinya ke mataku.

"Maaf," ucapku.

Setelah selesai tentang itu, kami melanjutkan makan. Aku menghabiskan dua piring, sedangkan si Slime rakus ini menghabiskan sepuluh piring.

Untuk pembayaran kami menghabiskan tiga koin emas, sedangkan sebelumnya aku hanya mengambil lima belas koin emas.

Sepertinya kedepannya aku harus mencari cara untuk mendapatkan uang, kalau tidak bagaimana cara untuk membayar makanan si rakus ini.

Lise mengelus-elus perutnya, wajahnya begitu bahagia. Kami istirahat sebentar di kedai itu, karena setelah makan, aku sama sekali tidak punta tenaga untuk berjalan. Perutku terlalu penuh!

Selagi itu juga, aku berpikir. Akan kugunakan untuk apa kekuatanku ini. Masa aku harus memaling uang orang lain terus. Maling isekai!

Jangan dong!

1
Protocetus
kapan up
Kasma Wati
/Hunger//Hunger//Hunger//Hunger/
Kasma Wati
🤣🤣🤣👍👍👍
studibivalvia
kupikir sion ini cewe ternyata cowo?
Cecilia: cowo wkwk
total 1 replies
studibivalvia
kakak gausah mampir di karyaku ya soalnya aku di sini bertindak sebagai reader, pure reader jadi aku sama sekali ga berharap buat dibaca karyanya hehe, ini murni mau aku baca karena gaada yg bisa aku lakuin selain baca punya kakak 😖 kan kakak udah bantu aku kemarin jadi maaf ya kak cuma ini yg bisa aku kasih 🙏🏻 next nya mungkin aku cicil baca ya kak … sekali lagi terima kasih untuk yg kemarin
studibivalvia
alurnya cepat dan ringan, ini aku bayanginnya kayak anime cowok yg terdampar ke dunia lain sebagai pahlawan tapi skill dia cuma bisa belanja online 😭 aku lupa judulnya tapi feel -nya terasa kurang lebih kayak gitu 👍🏻 pembukaannya menarik dan ringan dengan alur yg cepat … sedikit membuat penasaran karena secara tak langsung sion punya skill di dunia itu, aku ga pernah baca novel adventure tapi pembawaannya mudah untuk dibayangkan 👍🏻
ᥫ᭡나우나
kepanjangan nih paragraf
ᥫ᭡나우나
langganan banget nih nama aku lihat" 😭
Chiyaa
next post min ☺️
Cecilia: hooh, 2k perbab kok, jdi agak lama
total 1 replies
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐
apakah musuhnya sama?? 🤔🥱
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐
ish ish ish, parah banget /Sweat/
The Provokator
Mengecewakan, build up karakter Matsuri kurang banget, gak ada sama sekali malah. Klimaks untuk bagian ending arc 2 jadi gak kerasa, klo ini bukan bagian dari arc 2 (cuma chapter biasa) masih bisa ditolerir
The Provokator
Bom nya satu aja cvk
The Provokator
pertanyaannya, apa kota kematian ada di tempat yang sama? gimana mungkin dia pergi ke sana diam-diam, pagi-pagi klo ada di kota lain
Cecilia: agak jauh, tapi jalannya ada gtu. jdi abis di kasi tau jalannya, langsung lurus ae ngikutin
total 1 replies
The Provokator
Ada bantalan dadanya cvk
The Provokator
Holy shiet motherfucckerrs
The Provokator
bisa juga lewat eksposisi dikit soal perilaku MC yang kadang agak nyeleneh
The Provokator
terlalu banyak dialognya, kau bisa sisipin satu atau dua narasi biar bosenin, atau mininal kasih dialog aksi
The Provokator
3rd PoV, bagus sih untuk eksposisi, tapi usahakan tetap jaga fakta klo Sion gak tahu, karena sedari awal dia emang gak tau, kecuali nanti dikasih tau
The Provokator
Oeee itu gadis kecil cvk, kasih satu clue kalo dia masih manusia, masih ounya perasaan
Cecilia: nah kan/Sweat/
total 11 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!