NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Tuan Muda

Istri Kontrak Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita

"Lo emang istri gue, Tapi jangan pernah lupa kalo gue nikahin Lo hanya untuk Maura!" Dilan menatap pada Ana yang juga menatap malas ke arahnya.
"It's okee, Gue tidak akan pernah lupa. dan loe juga harus ingat kalo gue juga mau nikah sama lo juga karna terpaksa!" balas Ana tak kalah pedas.

Berawal dari pernikahan kontrak yang saling menguntungkan, Dilan dan Ana membangun rumah tangga tanpa dasar cinta. Dilan yang ingin memberikan sosok ibu untuk Maura, begitu juga dengan Ana terpaksa menerima tawaran Dilan karna butuh uang untuk biaya pengobatan ibunya. kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? temani author melanjutkan kisah ini yuk

Update rutin setiap hari Rabu dan jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 milyar untuk 3 tahun (Revisi )

Maura membuang muka dari Dilan. "Sayang. tolong maafkan papa, papa janji hari ini sampai malam nanti papa bakal temenin Maura. Maura jangan marah ya" kata Dilan berusaha membujuk anaknya. "Atau kalau perlu nanti malam Maura tidur sama papa juga mama di kamar kami. Maura mau?"

mendengar itu seketika gadis kecil itu terlihat bahagia"Mau, Maura mau" balas gadis kecil itu penuh semangat

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari sudah beranjak malam, jam di dinding kamar itu telah menunjukkan pukul sembilan malam. Namun Maura belum juga mau memejamkan mata karna masih ingin menunggu kepulangan papanya.

"Sayang... Maura tidur ya, ingat kan apa kata dokter tadi?" ucap Hana lembut sembari membelai rambut Maura. Berusaha membujuk anak sambungnya agar lekas tidur malam ini

"Maura masih mau nungguin papa pulang, ma. Mama denger sendiri kan tadi katanya papa mau tidur sama kita" balas Maura yang masih terus kekeh tidak mau tidur karna ingin menunggu Dilan. Berulang kali Hana berusaha mencoba menghubungi Dilan, mengirimkan pesan, menelponnya. Namun hasilnya nihil. Dilan sama sekali tidak merespon pesan ataupun panggilan dari Hana.

"Lo kemana sih, Lan? Kenapa lo harus ingkar janji sama anak lo sendiri" Hana hanya bisa membatin sambil menatap kecewa layar ponsel nya. Bukan pertama kalinya Dilan ingkar janji, namun kali ini Hana merasakan kecewa lebih besar dari pada biasanya.

Tok... Tok...

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Hana, gadis itu menoleh kearah pintu dimana sudah menampakkan seorang pria tampan bertubuh tinggi tegap.

"Masuk kak" ucap Hana pada Arka. Ya, pria itu adalah Arka. Beberapa saat yang lalu Hana memang sengaja menghubungi Arka dan memintanya datang karna Maura tak mau memejamkan mata, mengingat kedekatan Maura dengan Arka membuat Hana mau tidak mau meminta tolong pada pria itu. Pasalnya dokter sudah mengingatkan jika Maura tidak boleh tidur terlalu malam.

"Om Arka" Ujar Maura senang. Beranjak dari tempat tidur kemudian memeluk Arka begitu erat.

"Kesayangannya, Om Arka. Kenapa belum tidur sayang, hmm?" Arka menggendong tubuh Maura"Aura gak bisa tidur, om. Aura menunggu papa pulang. Tadi pagi papa sudah janji mau tidur sama Maura. terang Maura pada Arka.

"Mungkin papa masih sibuk. Biasanya kan juga sudah tidur sama papa. Malam ini saja tidur berdua sama mama dulu ya" Arka menatap keponakannya yang sudah menggeleng.

"Nggak, om. Selama ini aku cuma tidur berdua sama mama. Papa aja jarang ada di rumah" perkataan Maura berhasil membuat Arka menoleh sekilas pada Hana, seakan mencari kebenaran dari raut wajah gadis itu, Namun, Hana memalingkan wajah ke lain arah. Tidak ingin menampakkan raut wajah kecewa Hana karna Dilan sudah mengingkari janjinya malam ini.

"Kalo malam ini tidurnya sama om aja gimana? Maura mau gak?"

"Mauuuu.. Maura mau, om. Boleh kan ma?" kini Maura menoleh pada Hana yang sudah mengangguk. "Boleh, sayang." balas Hana dan tersenyum. Gadis itu hendak keluar dari dalam kamar itu namun langkah nya terhenti oleh suara Maura.

"Mama mau kemana. Mama juga ikut tidur disini sama aku juga om Arka. Aku di tengah, mama di sini dan om Arka di sini, Anggap saja om Arka gantinya papa" kata Maura yang polos. Menatap kedua orang dewasa di samping nya bergantian.

Kemudian keduanya saling lirik. Hana seakan tak enak hati dengan permintaan anak sambungan nya. "Ya sudah, sekarang Maura tidur ya, sayang. Sudah malam" Hana memakaikan selimut pada Maura sembari membacakan dongeng seperti malam biasanya. Maura pun mulai tenggelam dalam cerita Hana kemudian terlelap. Bahkan bukan hanya Maura, Arka pun kini sudah ikut terlelap di samping Maura. Hana mencium kening Maura kemudian beranjak dari tempat tidur.

Kini Hana sudah berdiri di balkon sembari menatap bintang yang bertaburan di atas saja. Semilir angin menelusuri pori-pori kulit dan terasa begitu dingin

"Nyari mati Lo? ngapain melamun tengah jalan? kalau sudah bosan hidup setidaknya tidak merepotkan orang lain" kata pria yang hampir menabrak gadis yang sedang melamun di tengah jalan.

"Sorry" balas gadis itu kemudian mengangkat wajahnya, menatap pada pria yang baru saja keluar dari mobil hitam di depannya.

"Hana."

"Dilan,"

"Ngapain Lo berdiri disitu" tanya Dilan. terdengar helaan nafas kasar dari sahabat mendiang istrinya itu. sudah hampir tiga tahun Dilan mengenal Hana.

"Lo lagi ada masalah? muka Lo kayak lagi banyak beban" tanya Dilan setelah keduanya berada di pinggiran jalan. Hana mengangguk lesu.

"Nyokap gue sakit keras, Lan. dan gue gak tau harus gimana" balas Hana lesu

"lo butuh uang?" tanya Dilan. menatap gadis yang ada di hadapannya. Gadis cantik yang hampir tertabrak oleh Dilan. Ya, pria tersebut bernama Dilan. Seorang pengusaha muda yang berasal dari keluarga berada. Dilan menatap gadis yang terlihat bingung yang ada di hadapannya. Beberapa kali Dilan pernah bertemu dengannya. Hanna Carolline, sahabat dari mendiang istrinya.

"Kenapa lo bisa bilang seperti?"Tanya Hana, karna gadis itu belum mengatakannya.

"Bisa diliat jelas dari wajah lo. Butuh duit berapa? Bakal gue kasih asal lo mau ngelakuin permintaan gue"

Hana yang hendak pergi kembali menghentikan langkahnya, menatap pada Dilan seakan tertarik dengan apa yang baru saja pria itu katakan.

"Gue butuh duit buat biaya operasi ibu, katakan apa yang harus gue lakukan?"

"Nikah sama gue dan gue bakal bayar pengobatan buat ibu lo"

"Nikah?"

"Ya, gue harus memberikan mama untuk Maura, sedangkan orang tua gue gak pernah merestui hubungan gue sama Monica, dan lo cukup deket sama mama juga Maura, gue rasa lo bisa jadi mama untuk Maura sementara sampai mama mau merestui hubungan gue sama Monica"

"5 milyar untuk tiga tahun. Lo hanya perlu jadi istri kontak gue selama 3 tahun."

Hana menatap jauh ke depan kemudian memejamkan mata sejenak ketika samar-samar teringat bayangan pernikahannya dengan Dilan dua tahun lalu. Karna butuh uang untuk biaya operasi ibunya, Hana menyetujui permintaan dari suami mendiang sahabatnya.

"Huuufffff... Ada apa sama prasaan aku, kenapa begini?" gadis itu mengusap dada kirinya. "Aku gak boleh jatuh cinta sama dia, masanya akan segera berakhir" Hana masuk kedalam kamar karna udara sudah semakin dingin. Namun gadis itu tidak tidur di atas ranjang, Hana memutuskan tidur di sofa yang ada di dalam kamarnya serta membiarkan pintu kamar tetap terbuka.

Sekitar jam empat pagi, Arka terbangun dari tidurnya. Pria itu beberapa kali mengerjab untuk menyesuaikan pencahayaan yang masuk pada indra penglihatan nya. Kemudian Arka menatap jam di pergelangan tangannya "sudah jam empat. Sebaiknya aku pulang sekarang" kata Arka. Menatap kearah Maura yang masih nyenyak dalam tidurnya. Namun pria itu mengalihkan pandangan ketika tak menemukan keberadaan Hana di atas pembaringan. Tatapan Arka mengedar untuk mencari sosok itu, sesaat setelahnya Arka beranjak dari tempat tidur dan memperhatikan Hana untuk beberapa saat.

"Gadis seistimewa kamu kenapa harus terjebak pernikahan konyol bersama Dilan, Hana. Seandainya waktu bisa diputar ulang, tidak akan aku biarkan kamu menikah dengan sahabatku yang brengsek" kata Arka kemudian menyibak anak-anak rambut Hana yang menutupi sebagian wajahnya. Sudah hampir empat tahun Arka memendam rasa pada istri sahabatnya tersebut. Jauh sebelum Hana menikah dengan Dilan. Lebih tepatnya semenjak pernikahan Dilan dengan mama kandung dari Maura enam tahun lalu. Waktu itu pernikahan Dilan dengan Laura hanya di gelar secara tertutup dan hanya di hadiri oleh pihak keluarga, karna pernikahan itu hanya atas kemauan kedua orang tua Dilan. Lebih tepatnya mereka dijodohkan oleh mendiang kakek Dilan dan Laura.

Arka mendekati Hana dan berniat untuk memindahkan gadis itu ke tempat tidur. Namun...

"Mau ngapain lo, Ar?"

1
🏡s⃝ᴿ ᴷᵉᶜᵉᵇᵒⁿᵍ🐸20『⃟𝐉
mampir thor
vania larasati
next
vania larasati
lanjut
vania larasati
next
vania larasati
lanjut
Siti wahyudah Suwaji
mendingan arka
vania larasati
lanjut
☠ Novita ☘𝓡𝓳『⃟𝐉 zc❖ : siap kK
total 1 replies
Ruang Rinduu
Sukurin kau monic
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjut kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᵐᵘ♉🤎𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ
Rupanya orang yg kamu cintai hanya menyukai harta mu Dilan, semoga segera terbongkar kedok si Monica itu
『⃟𝐉jasmine
Mencintai seseorang seharusnya membuat bahagia kan?
Tapi Hana tidak merasakan itu, hatinya kerap terluka karena cintanya yang tanpa sadar tumbuh untuk Dilan, sang suami kontrak yang hanya menganggapnya hanya orang asing.
Apakan Hana akan mempertahankan cintanya atau memilih pergi...
『⃟𝐉jasmine
Hidup Maura akan bahagia jika papanya itu Arka dan mamanya Hana, dia bisa dapat cinta yang utuh dari mereka berdua
『⃟𝐉jasmine
Mulai lah menjauh Hana, demi hatimu, cintamu terlalu berharga untuk seorang Dilan yang telah buta oleh cinta Monica
『⃟𝐉jasmine
Nah... nah... ulat Keket mulai menunjukkan warna aslinya.... peka dikit atuh Dilan, bucin boleh bodoh jangan ya Mas...
『⃟𝐉jasmine
Setuju banget, dan saat kita sadar kalau kita jatuh cinta pada orang yang salah, segera menepi, perlahan hapus rasa itu
『⃟𝐉jasmine
Pasti telpon dari pacarnya.... sudahlah tidak bisa diharapkan Tuan Dilan ini, dunianya hanya berputar di sekitar Monica
『⃟𝐉jasmine
Bagus Hana, biarkan saja tak usah balas, biar dia rasa bagaimana rasanya tak dihiraukan, tak dianggap
『⃟𝐉jasmine
Sudah punya anak istri dan anda suka menginap dengan perempuan yang tidak halal untukmu.... wah anda luar biasa Tuan Dilan... luar biasa br*ngs*k
『⃟𝐉jasmine
Sesayang itu Hana pada anak sambungnya... definisi ibu tiri rasa ibu kandung ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!