NovelToon NovelToon
Seikhlas Awan Menemani Hujan

Seikhlas Awan Menemani Hujan

Status: tamat
Genre:Pengganti / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:802.2k
Nilai: 5
Nama Author: picisan imut

Aku menatap dirinya dalam kedukaan yang tak berangsur mereda. Sebuah kebahagiaan yang hilang dalam sekejap mata membawanya pada hari-hari penuh awan hitam.

Dimana pendar mentari yang selama ini menghiasi paras manisnya, berganti hujan yang tak pernah selesai.

Ayudia... gadis itu meraung-raung di atas pusaran suaminya yang pergi untuk selama-lamanya. Meninggalkan benih dalam kandungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon picisan imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Izin pergi

Sesampainya di sana. Harun langsung mengantre. Sementara Qonni memilih untuk duduk di meja kosong menunggu suaminya datang membawakan pesanannya. Karena outlet tak begitu ramai, Harun pun tak begitu lama juga mengantre makanya. Ia sudah kembali dengan nampan berisi satu porsi Ebi furai dan minuman yang tak begitu banyak mengandung gula.

"Ini, Nyonya." Harun meletakkan nampan tersebut di hadapan Qonni.

"Yeaaay! Makasih Hubby."

"Sama-sama, janji habisin ya? Kalau nggak aku beneran marah loh, Bii."

"Aaaaaa, jangan. Berat kalau A'a marah pake jurus diam seribu bahasa." Qonni menggoyang-goyangkan lengan Harun yang duduk di hadapannya. Pria itu tersenyum.

"Ya udah di makan."

"Bantuin makanya..."

"Aku 'kan nggak bisa makan udang, Sayang," tolak Harun dengan nada halus.

"Eh, iya... lupa."

"Makanya, habiskan. Jangan mubazir..."

"inshaAllah, ini habis kok. Aku suka udang."

Harun manggut-manggut sambil mengacungkan satu ibu jarinya. Kemudian duduk menyandar mengalihkan pandangannya ketempat lain.

"Nak Harun!" Seorang wanita yang berjalan kearahnya, menegur.

"Eh, Ustadzah Siti." Harun beranjak sambil menangkupkan kedua tangannya. Qonni yang melihat perempuan berhijab Syar'i itu juga turut beranjak menjabat tangan wanita tersebut. Wanita paruh baya di hadapannya merupakan ustadzah yang amat di gemari Safa dan dirinya walau tak segila Safa yang bahkan sampai tak pernah absen untuk mendatangi kajian Beliau.

"MashaAllah, ketemu kalian disini."

"Iya, Ust." Harun terkekeh, tatapannya tertuju sebentar pada dua gadis di belakang Ustadzah Siti, yaitu Zahra dan Hanifah. Keduanya merupakan Puteri Beliau. "Assalamualaikum!"

Harun menangkupkan kedua telapak tangannya pada Mereka berdua kemudian beralih pandang lagi pada wanita paruh baya yang masih mengajaknya berbicara basa-basi.

"Ya udah, silahkan di lanjutkan. Kami permisi dulu ya... Assalamualaikum."

"Walaikumsalam warahmatullah." Harun menunduk. Saat ketiga wanita itu melewati mereka setelah itu kembali duduk.

"Yang mana yang namanya Zahra?" Tanya Qonni pada Harun. Perempuan itu akhir-akhir ini memang mengetahui, kalau gadis yang sempat di lamar Harun dulu adalah puteri dari Ustadzah Siti bernama Zahra. Namun ia tidak pernah tahu, seperti apa sosok Zahra.

Harun tersenyum tipis, "kenapa tanya itu?"

"Pengen tahu aja. Dua-duanya cantik, pasti salah satu dari mereka namanya, Zahra."

Harun tak menjawab, ia hanya mengambil botol air mineral lalu meminumnya.

"A'a–"

"Apa, Bii?" jawabnya lembut.

"Yang mana?"

"Mau tau banget, ya?" ledek Harun sambil tertawa.

"Ya mau, lah. Kasih tau yang mana, yang kerudung Dusty pink atau yang abu-abu?"

"Salah satu dari mereka," jawabnya nyeleneh.

"Ya, yang mana?"

"Ihh, mau tahu aja. Ntar tinggal sewot lagi," cibirnya sambil senyum-senyum.

"Sekarang aja udah sewot, kali!" gumamnya lirih hingga menimbulkan tawa di bibir Harun.

"Kan?"

"Iiih, yang mana?"

"Bii, ngapain tanya sesuatu yang nggak bakal masuk timbangan hisab kamu? Jangan kasih cela ke setan dong. Kita lagi adem ayem, nih."

Qonni memajukan bibirnya, ia pun menghentikan pertanyaan itu. Yang jelas, salah satu dari gadis-gadis cantik tadi. Kalau nggak yang lebih dewasa ya, yang lebih muda dengan aura kepintaran yang memancar dari kacamatanya.

Kayanya yang kacamataan, sih? Kalau yang satu terlalu modis. Tapi, entah siapapun gadis yang batal di jadikan isteri oleh A' Harun. Kalian udah berhasil membuatku kesal tanpa alasan. CK!

"Bii, dimakan!" titah Harun yang menangkap raut kecemburuan di wajah Isterinya.

"Iya, ini lagi di makan, Kok." Qonni melirik sebal. Adapun Harun hanya geleng-geleng kepala sambil menyiapkan jurus jitu demi mendinginkan hati Qonni yang mendadak panas itu.

***

Beberapa hari berlalu...

Ilyas menghubungi Harun setelah mendapatkan tiket bola yang akan mereka tonton langsung di GBK. Pria yang baru selesai mengajar di kelasnya pun mengepalkan tangan 'Yes!' karena mendapatkan tiket bola itu lumayan sulit. Sekarang, tinggal bagaimana caranya ia meminta izin pada isterinya yang semoga saja diizinkan.

Hingga saat sore hari setelah menjalankan sholat Ashar. Harun mendatangi isterinya sambil membawa potongan buah segar ke dalam kamar mereka.

Saat ini, keheningan menyelimuti suasana kamar. Perempuan itu sempat memiliki firasat tapi entah apa. Hingga pria di hadapannya mulai bersuara.

"Sayang, aku mau izin ya. Besok mau nonton bola di GBK sama Ilyas?" Harun menyodorkan potongan buah melon ke mulut Qonni. Berbicara dengan hati-hati.

"Kok tiba-tiba?" tanyanya dengan mulut penuh.

"Sebenarnya udah janji lama. Hari ini tim kesayangan ku tanding di sini."

"Club A?" Tanyanya yang di jawab anggukan kepala. "Lawannya?"

"XX FC."

Qonni terdiam, entah mengapa perasaannya merasa tidak enak. Mengingat, dua supporter dari club-club tersebut termasuk rival garis keras yang bahkan sampai di luar lapangan pun saling bantai.

"Harus banget nonton di GBK, ya?" tanyanya pelan sambil memegangi lengan suaminya.

"Iya, Sayang. Ilyas bahkan udah beli tiketnya."

"Tapi aku khawatir, kalau ada tawuran besar gimana?"

"Nggak akan, Bii. Aparat yang mengamankan pasti banyak. Dan lagi, kalau Club A main disini? Supporter dari mereka nggak akan berani nonton langsung di kandang XX FC. Sudah ada himbauan juga kok."

Ayudia Qonniah manggut-manggut, meski demikian hatinya tetap tidak tenang. Terlebih Harun merupakan keturunan asli dari kota dimana Club A terbentuk. Walaupun sudah memiliki KTP sini, karena sejak kecil keluarganya menetap di Jakarta.

Jujur, sebenarnya aku nggak ridho, A'... tapi melihat A'a sangat berharap sekali bisa nonton club kesayangan A'a langsung, aku jadi nggak tega kalau harus melarangnya. Apalagi A'a sekarang jarang keluar rumah selain urusan kerja atau beli sesuatu yang penting.

"Gimana?" Harun menyentuh pipi isterinya. "Jangan diem aja, dong. Kamu izinin A'a ke GBK, 'kan?"

Qonni mengangguk pelan. "Iya, A'... tapi hati-hati, ya? Sebisa mungkin jaga diri A'a baik-baik. Jangan aneh-aneh –"

Harun terkekeh. "Emang aku aneh-aneh apa?"

"Ya kali aja ada sesuatu. Pokoknya kamu harus inget, kita mau punya anak loh!"

"Iya, Sayang! Iya! inshaAllah, A'a bisa jaga diri. Kan ada Ilyas juga. Mudah-mudahan semua baik-baik aja."

Qonni mengangguk pelan. Dan kembali melanjutkan menyantap beberapa potong buah lagi sebelum beralih untuk istirahat karena kepala yang sedikit pening.

1
Anjellita
aku sudah otw thor
moga bisa up teratur
Wisang Geni
Alhamdulillah, setelah beberapa purnama akhirnya bisa melepas rindu pada othor ustadz Irsyad 😍😍😍
Ai yuli
jazakillah,,neng imut,
g kerasa dah abis aja,
semangat bikin cerita baru lagi ya
Ai yuli
bajagiaanyaa kaka beradik ini,
Ai yuli
alhamdulilah dapat ilmu lagi dengar kajiannya ustadz irsyad.makasih thor
Ai yuli
hmm ademnyaa,,banyak banget pelajaran yg bisa di ambil buat pasangan dalam RT,sehat selalu neng imut.
Ai yuli
alhamdulilaah,,sabar yg membuahkn hasil yg manis
Ai yuli
sakit banget rasanya,,tapi ilyas se iklhas itu meski yg disebut selalu nama masa lalu nya Qonni,
Ai yuli
cinta oh cinta,g ada yg bisa nebak seperti apa kedepannya,
yg tadinya kekeh nolak malah sekarang mulai merasakan cinta yg menguat,
Ai yuli
hmm kangen sama rahma&irsyad,
Ai yuli
berkat ke iklhasan&ketulusan ilyas membuahkan hasil yg amat luar biasa
Ai yuli
alhamdulilah, makasih neng udah bikin cerita yg selalu diselipin kisah2 dari lara rosul kita,walau belum bisa memcontoh minimal tau&bisa jadi pengingat diri,🙏👍
Ai yuli
jangan sampe atuuh Qonni kehilangan suami yg kedua x nya mana udah mulai ada rasa lagi,
Ai yuli
masya allah,beekah selalu neng imut,
Ai yuli
😭😭
Ai yuli
dah mulai normal,alhamduliah.
Ai yuli
nah kan sekarang mulai g rela ada cewek lain yg cinta banget sama suami kamu
Ai yuli
ya allah se iklhas itu ilyas mencintai Qonni,sampe bilang walau cukup jadi suami di dunia jika kelak Qonni leboh milih harun,,aku nangis bagian itu nya,😭😭
Ai yuli
si ilyas ada2 aja masa harun persi sushet,😂😂
Ai yuli
ya allah paak ko gitu amat ya,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!