NovelToon NovelToon
Jodoh Untuk Papa

Jodoh Untuk Papa

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Beda Usia / CEO / Duda / Tamat
Popularitas:83.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kim O

Jadi anak dari seorang duda ganteng nan kaya raya merupakan hal yang sangat merepotkan bagi Artika, gadis manis berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku kelas dua SMA.

Alih-alih sibuk dengan dunia percintaannya sendiri, Tika malah disibukkan dengan kisah cinta sang ayah.

Pasalnya, hampir setiap hari selalu ada wanita-wanita yang datang menitipkan salam untuk sang ayah melalui dirinya. Hal itu tentu saja membuat Artika kesal dan memutuskan untuk membantu mencarikan beliau pendamping hidup.

Pilihannya tiba-tiba tertuju pada Anissa, guru bahasa indonesia berusia muda yang langsung menarik perhatian gadis itu.

Berhasilkah Artika menyatukan mereka berdua demi kelangsungan dan ketenangan hidupnya sendirii?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Jodoh untuk Papa.

"DOR!" Vira dan yang lainnya tiba-tiba menepuk punggung Tika yang sedang melamun. Bel jam istirahat sudah berbunyi tetapi Tika yang biasanya paling heboh kini tampak membisu di mejanya.

Tika berteriak lalu memandangi keenam temannya dengan wajah sangar. "Bisa kalem sedikit nggak?"

"Nggak!" jawab mereka kompak. Tika langsung mencibir.

"Kamu sendiri ngapain bengong-bengong sendirian? Biasanya juga langsung lari ke kantin macam orang kesetanan!" seru Nadia, gadis yang suka sekali mengikat rambutnya bak ekor kuda.

"Pusing!" jawab Tika singkat.

"Pusing kenapa?" Kali ini Marta bersuara.

"Mikirin wanita-wanita yang ngejar papa. Kira-kira gimana ya caranya biar para wanita itu berhenti nitip salam ke aku?" gumam Tika dengan raut wajah serius.

"Loh, tumben? Bukannya kamu nggak terlalu keberatan? Apa lagi kalau ada imbalannya seperti yang dilakukan Kak Anne tadi pagi,"ujar Marta.

Tika menghela napasnya. "Jenuh ahh, aku jadi nggak sempat mikirin diri sendiri ... percintaan maksudnya! Sebagai gadis belasan tahun yang sedang mengalami masa-masa muda, aku juga butuh kisah cinta sendiri!" kata Tika sedikit berteriak.

"Ya sudah, terima aja cintanya si Bastian sana! Nggak kasihan apa dia udah nguber-nguber kamu dari kelas satu!" Novi beringsut duduk di sebelah Tika dan menepuk-nepuk pundaknya.

"Ih, nggak mau lah sama yang pecicilan begitu! Aku maunya sama yang dingin dan pendiem kayak ...." Mata Tika tiba-tiba tertuju pada punggung seorang remaja yang duduk jauh dari tempatnya. Remaja itu bernama Devan, sang ketua basket yang jadi incaran gadis-gadis di sekolah.

Sebenarnya Tika tidak terlalu menaruh perasaan padanya, hanya sekadar mengagumi saja. Dapat syukur, tidak dapat ya sudah.

Sementara remaja bernama Bastian yang sempat disinggung oleh Novi, adalah teman sekelas Tika saat masih duduk di kelas satu. Bastian adalah pria berisik yang tidak pernah kehabisan energi. Tampaknya Bastian juga tidak memiliki urat malu karena dia sering memperlihatkan kekonyolannya yang akut.

Kendati demikian Tika tak pernah menjauhi Bastian. Justru terkadang Bastian bisa menjadi teman yang sangat dibutuhkan.

Melihat arah pandang Tika, keenam gadis itu mencibir.

"Jadi, apa solusimu?" tanya Yuli yang kembali membahas soal ayah Tika.

"Bantuin dong!" seru Tika.

Ketujuh gadis itu pun terdiam. Mereka sibuk memikirkan alasan yang paling masuk akal agar bisa menjauhkan wanita-wanita itu. Namun, disaat bersamaan seorang remaja dengan suara menggelegar masuk ke dalam kelas. Siapa lagi kalau bukan Bastian.

"HAI, GADIS-GADIS MANIS, TERUTAMA ARTIKA CELIA WIBOWO!"

"Berisik banget sih, Bas!" tegur Novi ketus.

"Jangan sembarangan ganti-ganti nama belakang orang dong!" seru Tika tak kalah ketus.

Bastian tertawa kecil. "Kalian tumben banget pada bengong nggak jelas di kelas, biasanya juga udah menguasai separuh bangku kantin." Pria muda itu mengambil salah satu kursi dan menyeretnya hingga ke sisi lain Tika. "Ada apaan, sih? Ada apa Tik?" tanyanya penasaran.

"Biasa, soal papa," jawab Tika lesu.

"Papamu kenapa memangnya?" tanya Bastian lagi.

"Sama cewek-cewek!" jawab Tika cepat.

"Cewek-ceweknya kenapa? Omong-omong papamu punya banyak cewek?" Bastian tanpa merasa bersalah kembali bertanya. Hal itu lantas membuat Tika dan yang lainnya mendengkus keras-keras.

"Ya Tuhaaan! Capek banget ngomong sama kamu tahu!"

"Ya maaf, aku, kan nggak ngerti." Bastian meringis, sembari menatap takut-takut para gadis yang tampak ingin menjambak rambutnya. Kendati begitu, Tika tetap menceritakan apa yang menjadi kegundahannya.

Mendengar cerita Tika, Bastian sontak mengangguk-anggukkan kepalanya. "Bilang saja papamu sudah punya pacar!" celetuknya cepat.

Tika terkesiap. "Benar juga!" katanya.

"Tapi harus pakai bukti. Nggak mungkin mereka percaya begitu saja tanpa melihat langsung!" seru Novi yang langsung disetujui oleh teman-teman lainnya.

Tika langsung mengeluh. "Benar juga. Lantas cari di mana ya? Sebenarnya sih, nggak perlu dicari karena pasti banyak yang mau sama papa, tapi aku nggak mau yang sembarangan."

"Memangnya kamu mau yang seperti apa, Tik?" tanya Bastian.

Tika mengelus-elus dagunya sambil berpikir. "Yang jelas cantik, baik, ramah, ngomongnya lembut, pinter, terus ...."

Perkataan Tika sontak terhenti ketika seorang guru wanita masuk ke dalam ruang kelas sembari membawa setumpuk buku.

Dia lah Bu Anissa, guru muda berusia 30 tahun yang menjadi idola para siswa karena kecantikan dan keramahannya. Selama mengajar hampir dua tahun di sekolah ini, beliau sama sekali belum pernah memarahi anak didiknya. Jangankan marah, menaikan nada bicara saja tidak.

Bu Anissa bahkan tak segan memberi hadiah kepada anak-anak kelasnya yang mendapat ranking.

"Bella, tolong bagikan buku teman-temanmu ya?" Suara Bu Anissa yang lembut mengalun indah ke seluruh penjuru kelas.

"Baik, Bu," jawab Bella, sang ketua kelas.

Tika tersenyum sumringah. Matanya tak lepas memandangi sosok Bu Anissa yang kini berjalan keluar kelas.

"Tik!" Novi menepuk keras bahu gadis itu. "Kok melamun?" tanyanya.

"Aku udah nemuin kriteri yang cocok!" seru Tika tiba-tiba.

"Hah? Siapa?" Keenam gadis dan juga Bastian segera mendekatkan diri pada Tika.

Tika menahan kepala Bastian yang hendak mengambil kesempatan. "Jangan mulai deh!" kata gadis itu, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan mereka dengan wajah sumringah.

"Bu Anissa."

Mendengar jawaban tersebut, mereka semua terdiam selama beberapa saat.

"APA?"

...**********...

"Hari ini bukan papa yang jemput, Tan?" ujar Tika ketika baru masuk ke dalam mobil.

"Pak Ari sedang ada pertemuan penting dengan klien. Kamu mau ikut Tante ke kantor?" tanya Vanessa yang memang sering dimintai tolong menjemput Tika bila Ari sedang sibuk.

"Emm, nggak deh, aku ngantuk!" jawab Tika. "Oh iya, Tan, aku mau tanya deh!" sambung gadis itu tiba-tiba.

"Tanya apa?" kata Vanessa tanpa mengalihkan pandangannya pada Tika, sebab wanita itu fokus menjalankan mobilnya untuk keluar dari wilayah sekolah.

"Tante kok bisa nikah sama suami Tante? Memangnya Tante nggak punya perasaan sama papa?"

Mendengar pertanyaan tersebut, Vanessa sontak menginjak pedal rem kuat-kuat karena terkejut. Beruntung mereka sudah memakai seat belt dengan aman.

"Tan, ih, bahaya tahu!" pekik Tika.

"Kamu ngagetin Tante, sih!" sahut Vanessa kesal. Wanita itu pun sempat meminta maaf pada siswa siswi pejalan kaki yang terkejut dengan tindakannya.

"Ngapain Tante kaget?"

Vanessa melirik sepintas Tika yang duduk di sebelahnya. "Ya kaget lah, tahu-tahu kamu menanyakan hal aneh begitu!"

Tika mengangkat bahunya. "Ya kali aja gitu. Pasalnya, guru-guru, staf, bahkan siswi sekolah saja banyak yang naksir papa, masa Tante nggak!"

Tika kemudian beringsut mendekati Vanessa lalu bersandar di pundaknya. "Memang papa kurang menarik di mata Tante?" tanya gadis itu.

"Tidak!" jawabnya tegas. "Kamu ngapain tiba-tiba bahas papamu?" tanya Vanessa.

Tika menegakkan kepalanya. "Nggak apa-apa sih, cuma nanya aja."

Vanessa sontak menggelengkan kepalanya, heran dengan sikap gadis itu yang tiba-tiba membahas ayahnya.

1
Anonim
Gk sah salah nama wkwkkwkw
Ibnu Rizqi
Anissa Dwi Hapsari apa Anissa Cempaka Maharani,iiiih apa aq slh baca ya Thooor...mmmm
Hiatus: wkwk lupaaa maapiiiin, kpn2 aku revisi deh. makasih udah mampir kak😍❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
ayu cantik
suka
Bundanya Pandu Pharamadina
kilat Tamatnya mbak Author
❤❤❤❤
Hiatus: xixixi iya bund. makasih udah mau baca😍😍🤗🤗😘❤️❤️❤️
total 1 replies
Bundanya Pandu Pharamadina
Ari dirimu datang tepat waktu, sabar Annisa yg menghina dirimu akan jatuh pastinya🤔
Ari Annisa❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Ari ayo lah mulai membuka hati dgn jodoh dari Tika, tapi tetep melalui mbak Author❤🤣
Bundanya Pandu Pharamadina
marathon
mbak Author
👍❤🙏
Hiatus: makasih byk bunda sudah mau mampir😭😭😍😍🤗🤗😘😘❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Bundanya Pandu Pharamadina
like
favorit
👍❤
Asri Yunianti
Luar biasa
Asri Yunianti
Lumayan
Mei Mei
Luar biasa
Hiatus: trmksh kk. semoga berkenan dgn cerita2ku yg lain. bahagia dan sehal selalu😍😍🤗🤗😘😘❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Endank Susilowaty
cie cie ada yg malu niee 😁😁
Endank Susilowaty
pak ari blum menyadari perasaannya
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Hiatus: trmksh sudah mampir kk❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
mawar
lah kok udh tamat
Hiatus: siap kk😍🤗❤️❤️
total 3 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Hwaiting Kk
PaMud mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Iya Kk Cantik
total 3 replies
mawar
kepala anisa ap kepala tika thor
Hiatus: owalah iya slh ketik. makasihhhhh udah diingetiin ya kaaaa. lop2😘😘❤️❤️❤️
total 1 replies
Tyara Lantobelo Simal
Saat dirinya di hina ada orang lain yang akan mengangkat derajatnya
Selanjutnya
Hiatus: kakaaaa, udah lama ga bersua. makasih udh mampir😍😘🤗❤️❤️
total 1 replies
LilCutie
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
Hiatus: aamiin aamiin. makasih byk ayah😍😘🤗❤️❤️
total 1 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Hwaiting Kk
Ry Benci Pakpol Mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!