NovelToon NovelToon
Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Badboy / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Tri Ariani Supriyanto

Cinta masa kecilku, yang membuatku buta dan melakukan apa saja demi cinta.
Sehingga ahirnya Aku harus menanggung perbuatan nista ini sendiri.
Aku harus kehilangan orang - orang yang sangat aku sayangi demi dirimu.
Tapi apa balasanmu???
Hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi mungkinkah aku akan menemukan kebahagiaan dan cinta untuk kedua kalinya
Tuhan berikan aku cinta dan kebahagian itu lagi, Tolong lah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ariani Supriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

" Sekar . . . Bangun . . . "

samar - samar kudengar suara ibu membangunkanku

" kamu tidak ikut jemput Nak Edewrd kah "

lanjutnya dan membuatku sesaat terbangun dari tidur siangku

" jam brapa ini bu " gumanku sambil melirik jam dinding di atas tempat tidurku

" Astaga, jam 12.00 "

segera aku melompat dari tempat tidurku, berlari kecil menuju kamar mandi.

" Aduh . . . "

tanpa sengaja aku manabrak kaki kursi makan di depan kamarku

sambil nyengir kuda dan mengusap - usap kakiku yang sakit. Aku tetap berlari - lari kecil menuju kamar mandi

" hem . . . terpaksa nih harus mandi bebek, biar tidak terlambat jemput kak Edward " gumanku

" sekar Sudah belum, kamu lama sekali sih "

gantian ayahku yang mengingatkan aku

" Sebentar ayah, ini tinggal pakai sepatu "

jawabku sambil berlari keluar kamar, tentu saja dengan menghindari kaki kursi yang aku tabrak tadi . . .

" waw kak, cantik sekali dirimu hari ini " goda Satrio adikku semata wayang

" iya lah, kakakmu ini kan memang paling cantik dek " jawabku sambil tersenyum bangga, serta tanganku mengacak - acak rambut Satrio

"aaakh . . . kak aku ini bukan anak kecil lagi, jangan acak - acak rambutku terus " sahut satrio tidak terima, dengan cemberut dia pura - pura ngambek

" sudah, sudah, ayo kita berangkat.

keluarga Pak Lee sudah lama menunggu kita " kata ayah sambil melerai pertengkaran kecilku dengan Satrio

Di teras rumah kulihat ibu sedang menerima telepon.

" iya Bu Lee ini kami sudah mau berangkat, baik di tunggu yaaa "

" gara - gara kamu ini sekar, kita terlambat. Bu Lee sampai menelepon kita " semprot ibu padaku

" maaf Bu " jawabku sambil merajuk, ku peluk tangan kanan ibu sambil aku benamkan wajahku di ketiak beliau

" ih geli ah . . . " jawab ibu sambil mencubitku kecil

Dalam perjalanan menuju bandara aku selalu senyum - senyum kecil membayangkan wajah Kak Edward.

seperti apa ya dia saat ini,masih tetap ganteng???

atau tambah ganteng lagi???

tingginya bertambah lagi tidak ya???

badannya apa masih gagah seperti dulu???

senyumnya apa masih seindah dulu???

Wah beribu pertanyaan di dalam hatiku.

tak terasa kami rombongan keluargaku dan rombongan keluarga kak Edward sudah sampai di bandar udara juanda

ramai sekali terminal kedatangan domestik ini,sudah sesak hampir tidak ada celah.

" Duh . . . Pi kita tidak dapat tempat duduk ini " kudengar gumanan mami Kak Edward manja sabil mengipas - ngipaskan tangannya di wajah. aku jadi semakin bersalah, karena aku ketiduran jadi tidak kebagian tempat duduk di bandara ini

untung tidak menunggu beberapa lama, pesawat kak Edward sudah tiba.

mami dan papinya kak Edward bergegas menuju pintu kedatangan,

yang lainnya terutama aku hanya sabar mengunggunya di tempat kami semula.

tidak sampai lama, ahirnya bapak dan Ibu Lee sudah datang kepada kami sambil menggandeng seorang pria yang cukup tampan, putih, tinggi dan senyum merekah di sudut bibirnya yang merah sekali.

SubhanaAllah, sungguh indah ciptaanMu ini Ya Rob,

benarkah Ini Edward yang enam tahun lalu menjadi teman bermainku???

dia sekarang terlihat lebih tampan, lebih tinggi dan yang pasti lebih ganteng sepuluh ribu persen dari enam tahun yang lalu

" Hay . . . apa kabar, kamu sekar yang dulu itu kan ??? kenapa, apa kamu lupa sama aku " sapanya sambil mengulurkan tangannya kepadaku.

hem . . . sejenak aku tersadar kalau mulutku sampai terbuka lebar melihat Anugerah Terindah tuhan yang ada di depanku.

" oh . .. i . . . iya, aku . . . aku sekar yang dulu itu "jawabku sedikit terbata bata

dia hanya tersenyum kecil

SubhanaAllah senyumnya indah sekali hampir tidak rela aku memalingkan wajah untuk tak melihat KaruniaMu ini Ya Allah.

" sudah - sudah . . . Ramah tamahnya kita lanjut di rumah saja ya, di sini sesak sekali sumpek rasanya " kata Bu Lee membuyarkan lamunanku mengagumi Kak Edward

dengan bergegas kami menuju mobil masing masing untuk menuju Rumah keluarga Lee

satu jam berlalu, ahirnya kami sampai juga di kediaman keluarga Lee,

kami segera masuk kedalam rumah tersebut.

di dalam rumah kami meneruskan Reuni yang tertunda tadi di bandara. Dengan di sambung makan malam bersama, hidangan dimeja sunggu penuh, hampir tidak terlihat pinggiran meja.

mereka bilang ini sebagian adalah makanan kesukaan kak Edward.

" Pak Gunawan ini makanan tidak ada yang mengandung **** ya.

kami sangat menghormati keluarga sampeyan, makannya hari ini makanan yang terhidang di meja ini seratus persen hallal ya.

ayo silahkan di cicipi " terang pak Lee kepada keluargaku

"Alhamdulillah, pak Lee Terimakasih sudah mengistimewakan keluarga kami " balas ayahku dengan sopan dan terharu

bagiku makanan di depanku memang sangat menggoda, karena aku memang si jago makan, apalagi makanan dari keluarga Lee, mereka memang sangat menghormati keluargaku, Mereka selalu bilang kalau keluargaku adalah keluarganya juga di indonesia ini yang paling berharga.

tapi makanan itu semua tidak ada tandingannya dengan saat aku mengagumi sosok pangeran hatiku yang tepat ada di hadapanku ini.

sungguh

sungguh

sungguh

aku lebih memilih kelaparan hari ini hanya untuk memandanginya

Ah . . . tak terasa jam dinding di rumah keluarga Lee sudah menunjukkan jam dua belas malam.

Sebagai tamu yang punya aturan ahirnya kami pun mohon diri.

terpaksa sih aku untuk pulang

Beneran deh, tidak Ikhlas aku pulang malam ini

" Baiklah terimakasih pak Lee atas hidangannya, oh iya Nak Edward semoga kamu sucses ya nanti di indonesia dengan predikat nilai terbaikmu dengan bekerja di perusahaan papimu nanti " pamit ayah ku pada keluarga Lee

" Siap, Terimakasih ya Om sudah menjemputku "

balas Kak Edward

dengan berat hati ku tinggalkan rumah keluarga Lee

Baik lah besok masih ada waktu lagi,

aku pastikan aku akan melihatmu lagi Pangeran Hatiku

1
Asma Rani
Luar biasa
Vanza Vanza
perempuan gilaàaaaa
Nuralam
kok Edwar lg jgn sm dy deh kan beda agama sm yusuf aja yah sekar
Nuralam
harusx sebagai umat muslim ucap astagfirullah bukan astaga naga yang tak ada artinya
Nuralam
kok aku yg deg degan yaahh
Nuralam
jgn terlalu mudah jatuh cinta, harus belajar dr pengalaman
Nuralam
mgkn lbih baik meninggal drpd hd anak haram🤭
Nuralam
bukanx udah kelas 3 smk yahh ko msih 16 thn🤔🤔
Nuralam
tulisanx bgs dan rapi membuat pembaca terbw suasana
Nurjanah Paris
082117464435
Ryuken
Mon maap saya kira Cen Tong 🙏😭
Marlina
sama Yusuf az,seiman trs baik,kalau sama Juan dulukan klgnya sudah merendahkan klg mu
Annisa Ratna
Saya suka ceritanya
Bariyah
bagus ceritanya
Murlina Lina
Biar mati saja menyusul anaknya yg tdk dia akui...
Murlina Lina
Bodoh sekali si sekar kelyar saja dari perusahaan itu
Murlina Lina
Mas Yusuf aja sama2 muslim...
Carolline Fenita
maaf kak izin promote karya saya berjudul istri yang tersakiti ,oleh Angeline, terima kasih
گسنيتي
emmm thor tolong.. kembalikan rasa cinta melebihi rasa cintay sekar dulu. pngen tak antem to cwok. dh rusakin ank orng mlh bilng siluman asemmm.. dasr edwar tak taw mlu..
گسنيتي
yusuf aja... biar tenng hudup mu sekar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!