NovelToon NovelToon
Dendam Tiga Wanita

Dendam Tiga Wanita

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Pemain Terhebat / Epik Petualangan / Perperangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Tiga orang wanita harus hidup dalam perjuangan setelah orang-orang terkasih mereka semuanya tewas dibunuh oleh pasukan pemerintah Negara Zonic. Dendam yang dipendam memaksa mereka menempa diri menjadi wanita-wanita kuat.

Ketiga wanita itu adalah Bella Sanggar, Kayla Srikandar dan Akira Srikandar. Bella Sanggar menjelma menjadi pemimpin kelompok pemberontak yang bernama Perampok Hati Es. Kayla yang merupakan janda dari perampok ternaama bernama Srikandar, secara bertahap membentuk kekuatan pemberontak.

Sementara Akira yang terpisah dari ibunya, menggembleng diri di sebuah sekolah ternama milik pemerintah. Kecerdikan yang dimilikinya membuatnya mempelajari banyak ilmu di perpustakaan yang membuatnya menjadi gadis remaja yang tangguh.

Namun, status Buronan Wajib Mati membuat ketiganya harus berhati-hati karena pasukan pemerintah bisa saja mengetahui penyamaran mereka.

Sanggupkah ketiga wanita itu membalaskan dendam orang-orang terdekat mereka? Ikuti keseruan cerita kolosal ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AAP 2: Dikepung

*Akira Anak Perampok (AAP)*

Jregr! Jregr! Jregr!

Tampak dari luar halaman rumah yang luas muncul tiga ekor kuda berlapis baju besi, yang ditunggangi oleh penunggang berbaju besi hitam. Kepalanya pun tertutupi helm besi hitam. Penunggang kuda tengah mengenakan baju dan helm besi yang lebih rapat dan tebal, serta tampak lebih bagus. Dialah yang disebut sebagai Jenderal Dara.

“Ingat, aku tidak mau keturunanku terputus!” bisik Srikandar kepada Jenggot Perak, sambil meringis menahan sakit pada tubuhnya yang ditancapi oleh panah. Ia lalu mendorong Jenggot Perak masuk ke dalam rumah.

Srikandar lalu mencabut beberapa panah yang menancap di tiang dan melompat ke halaman sambil melesatkan anak-anak panah di tangannya. Anak-anak panah itu mengarah ke bagian tubuh ketiga kuda yang tidak tertutupi besi. Namun dengan mudah para penunggangnya menepis anak panah itu.

Jenderal Dara memberi isyarat kepada anak buahnya. Penunggang kuda di sisi kanan yang bernama Sohor cepat melompat dari kudanya, lalu berlari cepat ke arah rumah. Srikandar cepat melompat hendak menyerang Sohor.

Seet! Ceb ceb!

“Akh!” pekik Srikandar ketika dua butir peluru besi melesat menembus dada dan perutnya. Dua peluru itu tersambung benang baja hingga ke tangan prajurit yang di sisi kiri Jenderal Dara. Dia bernama Aral.

Srikandar terlutut di tanah dalam kondisi dua benang baja menancap di tubuhnya.

Brak!

Sementara Sohor mendobrak pintu rumah yang penuh dengan tancapan anak panah. Ia berhenti sejenak, di dalam kosong. Namun suara pintu ditutup membuat prajurit itu berlari masuk lebih dalam. Di dalam, Sohor menemukan ada pintu terbuka di lantai kayu dan ada tangga yang menuju ke bawah. Namun sayang, lubang bertangga tersebut tidak muat oleh besarnya pakaian besi si prajurit.

Sohor mengeluarkan sebuah bola besi berbentuk manggis berdaun satu. Daunnya dicabut dan bola besi pun dilempar ke dalam lubang.

Bduarr!

Bersamaan dengan berlarinya Sohor ke luar rumah, lubang yang adalah jalan rahasia itu meledak.

Sementara di luar, ....

“Srikandar, hari ini kau dieksekusi mati karena kejahatanmu. Pengadilan Wilayah Lima telah memutuskan hukuman ‘pancung di tempat’ dan ‘pemutusan generasi’!” seru prajurit Aral sambil tetap memegangi dua benang bajanya.

“Keturunanku tidak bersalah!” teriak Srikandar dengan mulut penuh darah.

Sets!

Sebuah benda tipis dilesatkan oleh Jenderal Dara dan Srikandar tidak dapat menolak ketika benda itu memotong rapi lehernya. Kepala Srikandar jatuh menggelinding bercecer darah.

Aral menarik kembali benang bajanya yang tergulung otomatis di lengan besinya. Tubuh Srikandar pun tumbang tanpa kepala dan nyawa. Jenderal Dara melemparkan tombak besinya kepada Aral. Si prajurit menangkap tombak itu dan turun untuk menusuk kepala Srikandar dari bawah leher. Hal ini menunjukkan bukti bahwa eksekusi “pancung di tempat” telah dilaksanakan.

“Ada yang kabur lewat jalan rahasia, Jenderal!” lapor Sohor sekeluarnya dari rumah.

Jenderal Dara hanya menunjuk memerintahkan untuk mengejar. Tidak ada istilah membiarkan ada yang lolos dari eksekusi.

“Baik, Jenderal. Tapi aku harus lepas baju besi, lorongnya sempit!”

Sohor segera membuka semua kunci pakaiannya. Ketika pakaian besi itu ditanggalkan, sangat jelas bobot berat dari pakaian besi hitam itu.

Ternyata Sohor adalah seorang pemuda gagah bertubuh kekar dengan pakaian biru ketat. Wajah dan tubuhnya berkeringat. Ia membawa besi besar berbentuk silinder. Sohor segera masuk kembali ke dalam rumah. Segera ia melompat masuk ke dalam lubang yang sudah hangus. Sementara itu di dalam terowongan tanah, ....

“Ayo cepat!” kata Jenggot Perak kepada Kayla dan Akira yang berjalan membungkuk di depannya.

Lorong itu selain sempit, kelebarannya juga tidak teratur. Jenggot Perak dan Kayla harus membungkuk untuk melaluinya.

“Kenapa Ayah dibunuh, Ibu?” tanya Akira yang masih menangis ketakutan campur sedih.

“Mereka menuduh ayahmu orang jahat,” jawab Kayla yang harus menahan tangisnya dan kepedihan batinnya. “Kita harus selamat, karena kita juga akan dibunuh, Akira!”

“Uhuk uhuk!”

Jenggot Perak batuk darah. Ledakan bom tadi membuatnya mengalami luka dalam yang serius.

“Perkiraanku, daerah ini sudah dikepung oleh pasukan Jenderal Dara. Algojo itu terkenal sekali dalam operasinya. Semut pun tidak akan lolos dari hukumannya!” ujar Jenggot Perak. “Tidak ada jaminan kita akan lolos. Jika salah satu dari kalian dikehendaki Allah selamat, pergilah mencari Penunggang Angin!”

“Kita sudah sampai di air terjun!” kata Kayla.

Memang terdengar suara gemuruh air dan berubahnya udara lorong menjadi dingin. Di depan, lorong tampak lebih bercahaya. Kayla dan Jenggot Perak sudah tahu persis tentang jalan rahasia itu. Lorong itu berujung tepat di sisi jatuhnya air terjun ke bawah. Posisi ujung lorong ada di tebing, puluhan meter di atas permukaan sungai yang menjadi penadah air terjun.

Suara air terjun semakin keras terdengar. Ketika jarak beberapa meter lagi, Jenggot Perak cepat menahan.

“Tahan, jangan langsung keluar. Biar aku lihat dulu ke luar. Jika terjadi sesuatu, bawalah Akira langsung melompat ke bawah!”

Kayla dan Akira berhenti. Jenggot Perak terus merangsek menuju ke luar lorong. Ujung lorong tepat berada di sisi terjunnya air dari atas, tapi tidak sampai terkena air. Puluhan meter di seberang lorong adalah tebing batu yang lebih rendah, atasnya adalah hutan lebat.

Set set set!

Betapa terkejutnya Jenggot Perak saat melihat sosok-sosok hitam mengkilap bersiaga di balik pepohonan di tebing seberang. Seketika itu juga, ratusan anak panah melesat ke arah mulut lorong, menghujani Jenggot Perak.

“Berlindung!” teriak Jenggot Perak tanpa beranjak dari depan lorong.

Kayla cepat menarik Akira ke balik tonjolan batu. Jenggot Perak membiarkan tubuhnya berdiri di ambang lubang menjadi penutup. Puluhan anak panah tanpa ampun menancapi tubuh tua itu.

“Guruuu!” jerit Akira histeris.

Seiring itu, sebuah benda besi menggelinding dari dalam lorong.

Blesss!

Bola besi itu kemudian terbelah mengeluarkan asap kuning pekat yang tebal.

Kayla cepat membekap hidung dan mulut anaknya lalu membawanya berlari ke luar lorong. Mayat Jenggot Perak yang berdiri tersender, didorong. Tanpa membaca area lagi, Kayla membawa Akira melompat terjun bebas ke bawah.

Spontan puluhan anak panah melesat berusaha membidik Kayla dan Akira. Kayla sigap melepas cadarnya lalu dikibas-kibaskan yang mementalkan beberapa anak panah yang menyasarnya.

Jburr!

Seiring masuknya Kayla dan putrinya ke air sungai, lenyaplah keduanya dari pandangan.

Dari dalam lorong keluar asap kuning yang langsung raib oleh angin.

“Komandan Safar! Cepat kirim pesan ke Komandan Topa untuk berjaga di hilir!” teriak seseorang dari dalam lorong kepada para prajurit berpakaian besi di tebing seberang.

Orang yang muncul di lorong tidak lain adalah prajurit yang mengejar pelarian Jenggot Perak, yakni prajurit Sohor.

Secara serentak, puluhan prajurit berpakaian besi melesat turun dengan bantuan tali baja ke aliran sungai yang cukup besar. Seiring itu, ratusan anak panah ditembakkan secara acak ke dalam sungai. Namun, semua anak panah berbahan besi itu hanya tenggelam.

Puluhan prajurit menyisir dan memeriksa secara seksama sungai itu. Setiap sela di pinggir sungai mereka periksa.

Di udara, tampak seekor burung elang terbang dari hutan tebing seberang. Burung itu adalah burung pembawa pesan.

Kayla dan Akira sempat muncul ke permukaan, tepat di bawah batu pinggir sungai yang menjorok. Setelah keduanya mengambil napas, keduanya segera menyelam lagi sebelum prajurit besi melihat. Ibu beranak itu harus menyelam cukup dalam supaya bayangannya tak terlihat dari permukaan. Kayla harus melakukan hal itu beberapa kali sambil menunggu pasukan besi bersih dari area tersebut. Kayla memutuskan untuk berenang ke arah hulu. Sementara Akira harus mengalami keletihan.

Kayla dan Akira akhirnya selamat. Meski demikian, mereka akan memperoleh status baru, yaitu “Buronan Wajib Mati”. (RH)

1
Binti
lah kok dah habis.
Om Rudi: mohon maaf, ngegantung. sedang berusaha menyambung dg up dari awal di rudihendriknovel.blogspot.com
total 1 replies
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
ini baru adik yang penurut, tanpa banyak pertanyaan langsung jawab iya 👍👍
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Ha ha ha.. itu bagus kapak terbangnya pulang sendiri, coba kalau gak pulang ujung²nya Bazir nanti yang disuruh mencari
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
canggih dong kamarnya, gimana cara bikin nya biar bisa berubah ubah dalam sekejap 🤔
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
He he he... waktu masih jadi gadis baik ternyata Kayla punya tabungan 😁
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
iya betul.. harus kompakan klo bikin alasan biar seragam bo'ongnya 😅
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
km belum tau Bazir ,klo kakakmu jago memainkan senjata 😁
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
rapih juga siasat dan perencanaan tuan Zormik, hingga pasukan pengawal tidak bisa masuk kepekarangan rumah 👍👍
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
Aish.. gak bisa bayangin pasti perih banget waktu ganti perban
🗣 𝐉𝐨𝐞 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 🦅
ya jelas malu lah wong tubuhnya cuma terbungkus perban 😁
rajes salam lubis
tetap semangat om
kopi meluncur tuk akira
rajes salam lubis
mantap
rajes salam lubis
mungkin teringat megang tongkat kecil
kids hulsman
joss
Om Rudi: trema kasih Kids
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
lanjut novel berikutnya dulu om
Om Rudi: trema kasih
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
gak sabar rasanya loh om nungguin ini up.. seru tau ini
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞: iya om.. senyamannya om saja
total 2 replies
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
kira2 siapa yak om yg bocorin klo bazir bli senjata

gk mungkin tabib nya Kayla kan omm?
Om Rudi: hehehehehe itu udah aturannya
total 3 replies
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
klo di pilm2 Hollywood pke remote control tuh omm
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥: ohhh gituu tapi otakku gk nyampe om, sama yg jdi ide om tuh
total 4 replies
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
akhirnya setelah marathon nyampe juga bab terakhir up

next ommm
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥: siap abdi tungguin om buldep tinggal bbrpa poe deui
total 2 replies
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
tuh kapak kyk bermata yak om bisa balik deui
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!