NovelToon NovelToon
Benih Titipan Tuan Mafia

Benih Titipan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Selingkuh / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:667.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: HaluSi

Semua berawal dari sebuah kecelakaan naas yang merenggut kebahagiaan rumah tangga Naysila.
Setelah insiden tersebut, Nay mengalami kerusakan pada separuh wajah dan sebagian tubuhnya sehingga membuat Mahendra, Suaminya perlahan menjauh.
Ketika Nay berada di puncak keputusasaan. Dia memutuskan bunuh diri sampai takdir membawanya ke tempat asing.
Nay di berikan kehidupan layak namun harus mau menandatangani surat perjanjian kontrak pernikahan oleh seorang ketua Mafia berdarah dingin.

"Berikan anak untukku!! Jangan pernah menggunakan hati sebab pernikahan itu berakhir saat bayi itu lahir." Kai.

Minta dukungannya..
Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluSi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 1

Di sebuah meja makan sederhana. Terlihat berbagai sajian menu makanan tertata. Asap masih mengepul sebab baru beberapa menit yang lalu Nay mengangkatnya dari kompor.

Kepala Nay tertunduk, merasa tidak percaya diri dengan wajah rusak yang di miliki nya. Bagian kanan pipi terbakar begitupun tangan dan kaki.

Beruntung dia masih di berikan kesempatan hidup meski rasa syukur itu tidak terlihat pada sikap Hendra, Suaminya.

Hanya bertahan satu bulan saja. Hendra tidak merubah sikap padanya. Dia masih memberikan perhatian seperti sebelumnya. Namun perlahan-lahan, sikap itu berubah padahal kecelakaan itu bukan sepenuhnya kesalahan Naysila.

"Nia.. Sarapan sudah siap." Ucap Nay setengah berteriak.

Suasana rumah masih saja hening padahal waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Biasa Nia sudah menikmati sarapan paginya dengan memperlihatkan senyuman hangat pada Nay sebelum berangkat ke sekolah.

Cepat-cepat Nay berjalan ke arah kamar Nia lalu membuka pintu. Terlihat tempat tidur tertata rapi dengan rak buku dan meja belajar yang masih utuh tidak tersentuh.

"Hentikan kegilaan mu Nay! Kau masih saja berharap anak kita selamat!" Ujar Hendra menyadarkan Nay jika Nia meninggal akibat insiden tersebut.

"Nia.." Isakan tangis kembali terdengar. Membuat otak Hendra seketika memanas.

Bukan hanya perubahan fisik yang dia dapatkan. Nay menjadi tidak waras dan gampang menangis akibat kehilangan anak semata wayangnya.

"Terus saja begitu!" Sontak Nay membungkam mulutnya dengan tangan. Dia selalu terbawa perasaan seperti sekarang.

"Maaf Mas." Nay menutup pintu kamar Nia lalu berjalan menghampiri Hendra yang tengah memakai sepatu mengkilap nya." Kamu mau ku ambilkan atau ambil sendiri." Imbuhnya menawarkan.

Hendra tidak bergeming. Dia terlihat tergesa-gesa mengenakan sepatu seakan ingin segera pergi dari hadapan Nay.

"Mas." Perlahan tangan kanan Nay menyentuh pundak Hendra yang langsung tersingkir saat Hendra berdiri.

"Aku sarapan di luar." Jawab Hendra tanpa menatap ke arah Nay. Wajah itu begitu memuakkan untuknya semenjak dia di angkat menjadi supir pribadi bos pemilik perusahaan besar di mana dia berkerja.

"Aku sudah memasak Mas. Cicipi sedikit saja. Aku memasak makanan kesukaan mu dan Nia."

"Nia sudah meninggal! Kau harus ingat itu!" Sama sekali nay tidak merasa tersinggung dengan ucapan kasar Hendra. Dia ingin memahami jika mungkin Suami nya membutuhkan waktu untuk bisa menerima keadaannya sekarang.

"Iya Mas. Maaf, kadang-kadang aku masih lupa."

"Hm."

"Ku temani sarapan."

"Tidak. Sudah ku katakan. Aku sarapan di luar. Aku tidak berselera makan di rumah!!"

"Karena melihat ku?" Tanya Nay pelan.

"Bukankah setiap hari kau sudah ku suruh bercermin! Paling tidak pakailah penutup wajah dan baju lengan panjang. Kau sudah tidak cocok mengenakan dress ini!!" Menyentuh ujung baju Nay dengan gerakan kasar.

"Itu musibah Mas. Aku juga tidak ingin ini terjadi.."

"Kau tahu bagaimana perasaan ku sekarang. Ketika aku pulang kerja lalu melihat wajah buruk mu?" Nay berjalan mendekat, meraih jemari Hendra sehingga membuat Hendra sontak memundurkan tubuhnya untuk menghindar. Dia tidak ingin menyentuh kulit menjijikan milik Nay." Aku mencoba menerima kenyataan. Aku ingin mencintaimu seperti dulu tapi.. Ini memuakkan Nay. Aku tidak bisa hidup dengan wanita buruk seperti mu." Hati Nay seakan tergores belati tajam. Sikap dingin Hendra sudah terlihat beberapa Minggu lalu tapi sekalipun dia tidak pernah membayangkan sebuah perpisahan terjadi di pernikahannya.

"Aku mohon Mas. Jangan bicara seperti itu. Aku juga tidak ingin semua terjadi."

"Maaf Nay. Aku tidak bisa bersikap sehangat dulu. Kamu terlihat asing untuk ku."

"Terserah jika Mas Hendra mau menjauhi aku tapi jangan punya niat untuk meninggalkan aku." Hendra tidak menjawab. Dia hanya menghembuskan nafas berat seraya meraih tas kecil miliknya.

"Aku pergi. Nanti malam sebaiknya kamu tidur langsung saja. Tidak perlu menunggu ku." Hendra memperlihatkan kunci serep.

"Ya Mas." Nay menyeka pipi basahnya. Dia mengulurkan tangan dan berniat mencium punggung tangan Hendra. Tapi lelaki yang di sebutnya Suami itu pergi begitu saja. Masuk ke dalam mobil mewah berplat merah.

Nay terduduk lemah, menangis sejadi-jadinya sambil menatap kepergian Hendra. Dia tidak pernah membayangkan jika rumah tangganya akan di terpa bencana. Mengingat kehidupan hangat dan sikap hangat nan dewasa yang kerapkali Hendra suguhkan.

Rumah yang dulunya terasa hangat kini terasa sedingin es. Apalagi Nay harus menghadapi semuanya sendirian sebab Nia satu-satunya pelipur lara juga pergi meninggalkannya.

"Kenapa Tuhan!! Kenapa kau hadapkan aku dengan masalah seperti ini!!" Isakan tangis berubah menjadi histeris. Para tetangga yang tidak sengaja melintas malah mencibirnya dengan gosip murahan.

Anak-anak sekitar sering mengolok-olok Nay seperti nenek sihir ketika dia membeli sayur atau menyapu halaman depan. Para orang tua terdengar memperingatkan. Tapi rupanya peringatan itu hanyalah omong kosong. Di belakang Naysila mereka mencibir bahkan menertawakan fisik menyedihkan tersebut.

Braaaakkkkk!!

Nay membanting pintu rumahnya lalu berjalan ke arah dapur. Dia membuang semua makanan yang tersaji di meja sambil berteriak-teriak mengutuk dirinya sendiri.

"Aku memang bukan manusia!! Aku tidak lagi terlihat seperti manusia!! Berikan aku keajaiban Tuhan!! Kau dengar Suamiku mulai jijik melihatku. Aaaaaaaaaagggghhhhh!!! Kenapa tidak kau bunuh saja aku!!!"

Praaaaaannnggggkkkk..

Nay melemparkan satu piring ke arah lemari kaca. Serpihannya berceceran di lantai sementara Nay terduduk di bawah kursi makan.

Hendra begitu tega memojokkan perasaan Nay. Dia seharusnya berperan sebagai sosok penyemangat namun cinta Hendra tidak sebesar itu.

Sekuat apapun Hendra berusaha menerima. Tapi dia memang mencintai Naysila karena bentuk fisik yang teramat sempurna.

Nay memiliki bentuk tubuh ideal walaupun dia sudah menyandang status Mama. Kulitnya putih bersinar dengan rambut ikal alami. parasnya juga begitu cantik hampir sempurna sehingga kala itu Hendra begitu buta di buatnya.

Namun sekarang. Hendra harus melihat wajah buruk itu sampai membuatnya kehilangan selera.

"Maaf Nay. Aku tidak bisa berbohong lebih lama lagi. Aku muak melihat wajahmu." Eluhnya di dalam mobil sambil fokus menyetir. Raut wajahnya terlihat gelisah sebab sebenarnya dia merasa iba dengan keadaan Nay sekarang.

Seketika rasa gelisah itu sirna saat mobilnya terparkir di sebuah rumah mewah. Di depan rumah tersebut berdiri seorang wanita cantik dengan gaya modis. Gaun ketat yang di kenakan membuat bentuk tubuh sempurna nya terekspos bebas.

"Maaf Mbak saya telat." Ucap Hendra membuka pintu mobil untuk Jessy.

"Ini belum di perusahaan sayang. Jangan memanggilku Mbak." Hendra tersenyum simpul. Selama ini perubahan sikapnya tidak sepenuhnya akibat fisik Nay. Pernyataan cinta Jessy membuat cintanya goyah apalagi janda kaya raya itu menjanjikan kehidupan mewah.

"Nanti di dengar pembantu mu."

"Ah mereka tidak penting." Jessy masuk di ikuti oleh Hendra.

"Kemana jadwal hari ini?"

"Ke apartemen. Aku ingin mengobrol santai."

"Memangnya kamu tidak sibuk?"

"Tidak sayang. Sebenarnya hari ini kamu bisa libur tapi aku tidak tega melihat mu bersama Istri mu yang buruk rupa itu." Hendra tersenyum simpul. Dia ikut merasa tersakiti ketika Jessy menghina Nay. Tapi kenyataan soal itu terlihat jelas sehingga Hendra memilih bungkam." Lantas kapan kalian bercerai?" Tangan lentik Jessy mulai meraba paha Hendra dengan gerakan memutar.

"Aku masih kasihan padanya."

"Aku butuh kejelasan sayang. Em hal yang ku bicarakan nanti pasti akan membuatmu bersemangat untuk bercerai. Daripada kamu hidup bersama wanita yang tidak lagi kamu sukai bukankah lebih baik kamu akhiri saja semuanya."

"Hm aku masih memikirkan itu." Hendra tersenyum simpul seraya fokus menyetir. Niat berpisah sudah terencana satu Minggu lalu tapi dia tidak tega mengutarakannya. Bagaimana jika setelah aku mengatakan perpisahan Nay semakin terpuruk? Aku takut dia berbuat nekat, tapi.. Aku juga berhak bahagia..

Sungguh egois perkataan Hendra. Dia berhak bahagia tanpa memikirkan bagaimana perasaan Nay nantinya saat dia menuntut perpisahan ketika keadaannya sedang berada di puncak keterpurukan.

🌹🌹🌹

1
Ayiek Sundoro
emang ada kah di dunia nyata cowok sepolos Kay ini 😄😄🌹🌹
Tarmi Widodo
dasar bodoh si nay udah di cerai masi ngaku suami,emosi aq
Tarmi Widodo
Sisil itu kay,.🤔
Tarmi Widodo
dasar laki² pecundang
Tarmi Widodo
nyimak
Yunerty Blessa
𝑀𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟..𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ 𝑖𝑛𝑑𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟.....𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑟𝑦𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢....
Yunerty Blessa: 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..
total 2 replies
Yunerty Blessa
𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑎𝑚𝑎𝑡 𝑗𝑢𝑔𝑎.....𝑚𝑎𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑡 😘😘
Yunerty Blessa
𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟 𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎𝑡..
Yunerty Blessa
𝑠𝑒𝑟𝑎𝑚
Yunerty Blessa
𝑝𝑒𝑛𝑎𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑛𝑖ℎ..𝑚𝑎𝑘𝑖𝑛 𝑗𝑒𝑑𝑢𝑔 𝑝𝑢𝑙𝑎..
Yunerty Blessa
𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟² 𝑛𝑒𝑘𝑎𝑑....𝑠𝑖𝑎𝑝² 𝑎𝑏𝑖𝑠 𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑢
Yunerty Blessa
ℎ𝑎𝑡𝑖² 𝐾𝐴𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑁𝑎𝑦... 𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑖𝑙𝑎
Yunerty Blessa
𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑖𝑢𝑚𝑎𝑛...𝑘𝑎𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑢 𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎ℎ𝑎𝑡
Yunerty Blessa
𝑡𝑎𝑛𝑡𝑒 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝐴𝑙𝑎𝑛🤣🤣
Yunerty Blessa
𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖𝑎𝑝𝑙𝑎ℎ 𝐴𝑙𝑒𝑥 😏😏 𝑛𝑦𝑎𝑤𝑎 𝑚𝑢 𝑑𝑖 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑛𝑑𝑢𝑘..
Yunerty Blessa
𝑠𝑦𝑎𝑏𝑎𝑠 𝑁𝑎𝑦,,,,𝑐𝑒𝑔𝑎ℎ 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑢 𝑅𝑎𝑛𝑖𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑘𝑒 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢..
Yunerty Blessa
𝑁𝑎𝑦 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝐾𝑎𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑛𝑎 𝑝𝑒𝑡ℎ𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛.....
Yunerty Blessa
𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡 𝑡𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑢𝑠 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑠𝑢𝑘𝑎𝑛 𝐴𝑙𝑒𝑥
Yunerty Blessa
𝑁𝑎𝑦 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑎𝑦𝑎.....𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑎𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑎𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟.....ℎ𝑎𝑡𝑖²
Yunerty Blessa
ℎ𝑎𝑡𝑖² 𝐴𝑙𝑒𝑥 𝑛𝑎𝑠𝑖𝑏 𝑚𝑢 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝐸𝑙𝑎𝑛𝑔.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!