NovelToon NovelToon
Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Noda Pernikahan Di Balik Cadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Tolong hentikan, tolong!" teriak Zena.

Saat ini gadis dalam ketakutan itu hanya pasrah, tidak bisa berbuat apa-apa, pria yang sudah pasti dipengaruhi alkohol itu melecehkannya dengan menyobek pakaian Zena.

Tidak ada satupun yang menolong gadis malang itu.

"Tolong jangan lakukan itu!"

"Tolong..."

"Tolong...."

Zena menghindar dengan memukul-mukul dada pria tersebut.

"Aaaaaaaaaa!" Zena seketika berteriak menahan rasa sakit disaat tubuhnya digagahi tanpa ampunan.

Zena pada akhirnya pasrah dengan air matanya menetes, dengan penuh hawa nafsu pria di atas tubuhnya terus mencari kenikmatan.

Zena tampak setengah sadar dengan mata yang terbuka, namun pasrah, sosok pria di atas tubuhnya benar-benar tidak terlihat dan hanya kalung yang tampak bergoyang dan perlahan mata Zena tertutup.

Siapakah sosok pria misterius tersebut dan apakah Zena mampu menjalani kehidupannya setelah kejadian kelam?
Jangan lupa untuk membaca dari bab 1 sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 Rahasia Masa Lalu

Samudera yang masih berdiri di depan pintu ternyata terbayang masa-masa indah bersama dengan adik angkatnya yang sekarang sudah menjadi istrinya.

"Kak!"

Samudra kaget dan tidak menyadari ternyata Zena sebuah berdiri di depannya.

"Ada apa? kenapa berdiri di sini?" tanya Zena.

Samudra tidak menjawab dan kemudian langsung berlalu dari hadapan Zena.

"Kenapa dia," ucap Zena dengan mengerutkan dahi.

Zena geleng-geleng kepala dan kemudian menutup pintu kamar. Sementara Samudra saat ini berada di dalam kamar mandi terlihat frustasi yang berada di bawah guyuran air shower.

Kepalanya sedikit menunduk dengan tangannya menekan dinding kamar mandi, lagi-lagi Samudra kembali terbayang bagaimana masa-masa indah bersama istrinya, mungkin Samudra tidak sepenuhnya menerima perjodohan dari kedua orang tuanya.

Tetapi menyadari bahwa Zena pantas untuk menikah dan perlahan menerima, kekecewaannya yang besar kepada sang istri karena merasa bahwa istrinya telah didahului oleh orang lain yang membuatnya kecewa dan menganggap Zena tidak pantas untuk dinikahi.

Samudra benar-benar frustasi, isi kepalanya benar-benar berat, entah yang mana yang harus dia percaya.

Samudra selesai mandi hanya menggunakan jubah mandi berwarna putih dan kemudian keluar dari kamar mandi.

Dratt-dratt-drat.

Samudra melihat ponselnya yang bergetar di atas nakas, melihat panggilan masuk dari Ariana membuat Samudra tidak berniat untuk mengangkatnya telepon dari Ariana yang membuatnya merasa terganggu.

PRANGGG!!!!!!

Samudra kaget mendengar suara barang yang terjatuh dan membuat Samudra buru-buru keluar dari kamar.

Ternyata Zena berada di dapur dengan berjongkok yang ternyata gelas yang di pegang tidak sengaja pecah. Samudra dengan cepat menghampiri Zena.

"Auhhhhhhh....." lirih Zena ketika jari-jarinya terkena pecahan kaca tersebut.

Tiba-tiba Samudra sudah muncul di hadapannya dengan berjongkok dan memegang jari-jari Zena yang keluar darah. Zena kaget, bingung sampai tidak bisa berkata-kata.

"Langsung beri obat, saya akan membereskan pecahan kaca ini," ucap Samudra.

Zena tidak mengerti kenapa tiba-tiba Samudra begitu perhatian kepadanya, Samudra mengambil beberapa pecahan kaca tersebut dan membuang ke dalam tong sampah dan sebentar Zena mengobati luka di jarinya.

"Lain kali hati-hati!" ucap Samudra di tengah pekerjaannya sudah selesai.

"Maaf, jika saya memecahkan barang yang ada di rumah ini," ucap Zena.

"Beribu maaf yang terlontar dari mulut kamu tidak akan mengembalikan gelas itu kembali utuh," sahut Samudra.

"Benar, mulut sampai berbusa dan memohon serta sampai menangis berdarah gelas itu juga tidak akan kembali utuh, sama seperti pernikahan ini yang tidak akan pernah kembali utuh ketika sudah ada noda di dalamnya," sahut Zena terdengar penuh sindiran membuat Samudra menatapnya.

"Kamu membicarakan diri kamu sendiri tentang Noda? Kamu merasa paling tersakiti jika saya berbicara kasar kepada kamu dan padahal semua sesuai dengan fakta dan sekarang kamu mengungkit Noda dalam pernikahan kita," ucap Samudra.

"Karena memang pada kenyataannya noda itu yang tidak mudah untuk dibersihkan," jawab Zena.

Zena ingin pergi dari hadapan Samudra tetapi ditahan oleh Samudra.

"Apa benar kamu di lecehkan?" tanya Samudra.

Zena kaget mendengar pertanyaan itu membuatnya menatap Samudra. Samudra menunggu jawabannya.

"Jawab saya Zena?" tanya Samudra.

Zena melepaskan tangannya dari Samudra.

"Apa jawaban itu akan mengubah semuanya? tidak akan, bagi Kakak saya adalah wanita yang paling buruk, wanita yang menjijikan, menyerahkan kehormatannya secara sukarela tanpa mencari tahu dulu apa kebenarannya," ucap Zena.

"Kanapa tidak mengatakan sejak awal, kenapa diam saja?" tanya Samudra.

"Semua sudah terlanjur dan biarlah pikiran buruk yang ada di dalam otak Kakak terus menyebar seperti virus," jawab Zena.

Samudra menutup mata, mengusap wajahnya kasar menggunakan kedua tangannya.

"Ahhhh!" Samudra tiba-tiba menyergah nafas kuat.

"Kanapa kamu begitu suka mempermainkan saya dan membuat saya seperti orang yang paling bodoh, jika semua ini terjadi pada kamu, seharusnya kamu mengatakan kepada saya dan juga mama dan papa, bukan malah diam?" teriak Samudra lagi lagi menyalahkan.

"Kapan kejadiannya?"

"Katakan Zena!" bentak Samudra.

"5 Tahun yang lalu dan semua itu gara-gara Kakak. Kakak masih ingat berjanji akan menjemput Zena saat selesai merayakan pesta kelulusan bersama dengan teman-teman SMA, tetapi Kakak tidak datang dan membiarkan Zena sendirian menunggu di gerbang sekolah, sampai orang itu mengikuti Zena dan Zena tidak tahu siapa dia yang telah merenggut kehormatan Zena!" teriak Zena.

"Jadi kamu menyalahkan saya atas kejadian itu?" tanya Samudra.

"Seandainya Kakak tidak berjanji untuk menjemput Zena, maka Zena akan di jemput Bunda dan Ayah!" tegas Zena.

"Tetapi sudahlah, semua sudah terjadi," sahut Zena merendahkan suaranya.

"Lalu kenapa setelah kejadian itu kamu tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Mama dan Papa?" tanya Samudra.

"Zena takut, Zena tidak berani untuk mencari keadilan sendiri dan merasa kotor, merasa tidak pantas untuk hidup dan hanya Anggi yang mengetahui semua itu!" tegas Zena.

Samudra sudah tidak bisa berkata-kata, mungkin sedikit menyesal karena menuduh istrinya telah berkhianat dalam pernikahan mereka dan juga menipunya sampai-sampai Samudra menjadi orang yang paling jahat memberi hinaan dan kata-kata kasar seolah-olah tidak ada ampunan untuk wanita korban pelecehan.

"Semuanya sudah menjadi cerita masa lalu yang seharusnya bisa terkubur, demi Allah Zena tidak pernah punya rencana ingin menipu Kakak dalam pernikahan dan sejujurnya ingin memberitahu yang sebenarnya, Zena tidak mungkin memberitahu bunda dan ayah atas masa lalu kelam itu karena itu menjadi masa lalu dengan aib yang besar,"

"Tetapi sebelum memulai pernikahan Zena ingin memberitahunya dan ternyata tidak mendapatkan kesempatan, jika Zena benar-benar jahat yang ingin menutupi semua itu, sudah pasti Zena tidak akan pernah menyampaikannya," ucapnya dengan air mata yang kembali jatuh.

"Kakak mungkin menganggap Zena adalah manusia yang paling menjijikkan yang tidak pantas untuk menjadi seorang istri, tidak pantas untuk mendapatkan ampun, tetapi tidak apa-apa, itu sudah menjadi bagian dari resiko dan takdir, Zena akan berusaha untuk menemukan pelakunya dan membawa kehidupan Kakak!" tegas Zena berlalu dari hadapan Samudra.

"Ahhhhhh sial!" umpat Samudra lagi-lagi terbaru emosi dengan memukul meja.

"Kenapa semuanya harus seperti ini? Kenapa nasib pernikahanku harus seperti ini, kenapa harus berantakan!" teriak Samudra.

"Seharusnya kamu beritahu ku terlebih dahulu Zena, harusnya kamu beritahu keberadaannya Zena, kenapa membuatku begitu jahat, kenapa Zena!" teriak Samudra yang tiba-tiba terduduk dengan bersujud.

"Apa ini adalah karma untukku, apa ini karma dariku?" batin Samudra.

******

Zena memasuki kamarnya dengan berlari dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan telungkup, Zena kembali menangis terisak-isak.

"Ya Allah, pada akhirnya dia mengetahui apa yang terjadi yang sebenarnya, tetapi tetap saja beliau terus menyalahkan hamba," ucap Zena menangis sesungguh ku kan.

Tig.

Zena melihat ponselnya yang masuk nanti pesan.

..."Zena maafkan aku harus menyampaikan semua ini kepada Samudra, dia datang menemuiku dan marah karena aku telah mengambil foto dia bersama dengan Ariana dan menyerahkan kepada tanta Amelia, aku juga minta maaf atas apa yang telah aku lakukan mungkin lancang, tetapi aku tidak ingin kamu terus disakiti, aku juga mengatakan yang sebenarnya bahwa kamu 5 tahun lalu mendapat pelecehan, mungkin saat ini kalian sudah membahasnya," ucap Anggi mengakui terlebih dahulu sebelum sahabatnya....

1
Ariany Sudjana
Zena ini bodohnya kebangetan yah, demi menjaga mental Khaira, samudra disuruh meninggalkan Zena dan Khaira, dan kembali bersama Ariana? istri macam apa kamu yah? itu bukan solusi, tapi mencari masalah baru, dasar bodoh
Uthie
Walau bagaimanapun, harusnya Zena lebih bisa paham aturan, dirinya masih bersuamikan Samudera, dan harus jaga hubungan yg tidak disukai oleh suaminya saat ini ..
Uthie
Nasihat Rain betul itu... sekeras apapun Zena menentang nya, namun Takdir Tuhan lah yg menentukan untuk mereka tetap bersatu lewat anak 👍
Uthie
itulah... Zena jangan jadi egois makanya
Uthie
Wahhh.. si Samudera tohhh itu 😡
Uthie
Wahhh.. Zena parah juga dehh kayanya .. punya anak tapi di titip kan... udah gtu gak ada cerita atau merahasiakan semuanya dr orang tua angkatnya?! 🤨
Uthie
Dasar Egois 😡
Uthie
Memang salah Zena juga yg gak terus terang sedari awal 😌
Uthie
penasaran siapa yg sdh menodai Zena dulu?!???
Uthie
nexxxttt
Uthie
coba mampir 👍
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, lebih baik kamu itu dibunuh
Ariany Sudjana
harusnya Zena tetap tenang, jangan terpancing emosi karena si pelacur murahan itu. kalau kamu seperti itu, Khaira akan jadi sasaran tembak Ariana. Ariana kan ga tahu peristiwa sebenarnya seperti apa, jadi kamu jangan bodoh
Ariany Sudjana
banyak typo kak
Ariany Sudjana
kalau gini ceritanya, Khaira akan meninggal, makanya terus kasih pesan seperti itu ke orang tuanya
Ariany Sudjana
terlalu lama si pelacur murahan ini buat ulah, kenapa ga langsung saja dibawa ke jalur hukum ? dia sudah mencemarkan nama baik dan karirnya harus habis atau kalau perlu dibunuh saja si pelacur murahan itu
Ariany Sudjana
kamu jangan egois Zena, dengar dulu penjelasan samudra.
dan Ariana kamu salah cari lawan, kamu harus dibinasakan
anamika
the best pokoknya, semangat berkarya terus Thor👍💪
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Ariana, kamu itu harusnya dibunuh saja
Ariany Sudjana
Anggi dan Zena ini sama-sama keras kepala dan bodohnya kebangetan, apalagi Zena itu egois, hanya peduli sama Khaira, tapi ga peduli sama samudra.
nah samudra mau jalankan tugas negara kan? kak penulis buat saja ceritanya samudra dan rain itu kena tembak gitu dan koma atau buat saja meninggal sekalian, apa kedua perempuan sombong itu masih tetap sombong dan angkuh?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!