NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Sang Ceo

Cinta Tulus Sang Ceo

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Kehancuran yang Ia rasakan, membuat Ilham Adi Prawira, kabur dan mengasingkan diri di sebuah hotel selama beberapa minggu.

Putra pertama dari Prawira grup yang berusia berusia 27 tahun itu, mengalami patah hati yang cukup parah. Ketika sang wanita yang Ia cintai, justru memilih sang Papa sebagai calon suaminya.

Di hotel itu, Ia mengalami sebuah insiden. Seorang pelayan, bernama Khalila. Ia salah memberikan pesanan, hingga berakibat fatal untuk mereka berdua.

Karena kejadian malam itu, dengan semua rasa bersalahnya, Iam mencari wanita itu dan memberikan tanggung jawab untuknya.

"Tak perduli bagaimanapun kau menolak. Aku, akan tetap menikahimu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekali pembohong, tetaplah pembohong

"Jika kalian tetap menikah, aku tak akan datang." ancam I'am pada Sang Papa.

"Terserah... Papa tak perduli, kami tetap akan menikah, Dua hari lagi." jawab Papa Dirga.

I'am, dengan segala emosinya langsung pergi. Meninggalkan mereka berdua, tanpa sedikitpun menoleh kebelakang.

Ia berjalan kembali ke kantornya, mengambil mobil yang masih terparkir disana. Jarak memang tak terlalu jauh, hingga hanya dengan berlari saja Iam telah sampai pada tujuannya.

***

"Dia, tak merestui kita." ucap Dona, tertunduk lemah.

"Dia hanya syok. Nanti, pasti akan berubah fikiran." ucap Papa Dirga, yang mengecup dahi Dona dengan begitu lembut.

Mereka memang sudah dekat sejak lama. Hanya saja, Dona selalu menyembunyikan hubungan mereka. Ia merasa tak enak hati, jika harus membuat kedua ayah dan anak itu harus bersitegang. Meski kini, semuanya harus terjadi juga.

Mereka berdua pulang kembali, setelah Dona membayar semua pesanan. Berjalan bergandengan dengan mesra, meski usia yang terpaut cukup jauh, yakni 25tahun. Semua orang tak akan menyangka, jika mereka adalah pasangan kekasih.

***

Ia telah tiba di rumahnya. Tepatnya, di rumah keluarganya. Ia masuk ke dalam kamar, dan langsung membereskan semua pakaiannya masuk kedalam koper. Aulia, sang adik pun menyusulnya ke dalam kamar ketika mendengar kabar yang mengejutkan itu.

"Kak, Kakak mau kemana?" tanya Aulia, lirih.

"Mau pergi, setidaknya tak harus menyaksikan pernikahan kedua pengkhianat itu." jawab I'am, berada emosi.

"Kak, Kakak jangan gitu. Maha mau tinggalin Aul sendirian?" tangisnya.

Iam meluruskan tubuhnya, mengusap wajahnya dengan kasar dan menahan kembali amarahnya. Ia membaik badan, lalu memeluk adiknya.

"Kamu ngga tahu apapun, jadi tenanglah. Biarkan Kakak meratap semua rasa sakit ini sendirian. Biarkan Kakak tenang untuk beberapa saat." bisiknya, ditelinga sang adik kesayangan.

Aulia menangis terisak. Ia bingung, harus memihak pada siapa saat ini. Antara Papa yang memang butuh kebahagiaan baru, dan Kakaknya yang begitu sakit.

" Aul harus tetap disini. Aul, harus menjaga hak Mama disini. Kakak, hanya pergi sebentar."

I'am melepaskan pelukannya, lalu melangkahkan kakinya keluar dari rumah besar itu.

Bukan tak ingin melepaskan harta sang Papa, tapi Ia mempertahankan hak yang telah Mamanya berikan. Ia takut, jika Ia melepaskan, akan ada orang lain yang memanfaatkan itu nanti.

I'am mengendarai mobilnya dengan cepat. Ia menuju sebuah hotel mewah, milik salah seorang sahabatnya. Ia membooking sebuah kamar dengan fasilitas yang lumayan mewah, dan menghabiskan bermalam-malam disana.

Ia diam, merenung, meluapkan segala rasa sakitnya. Tak jarang, Ia ke club yang ada di ruangan bawah, dan bermain dengan para wanita bayaran. Meski mereka tak sampai bermalam, karena I'am bukan lah pria penyuka **** bebas.

Dua hari mengisolasi diri. Iam mendapatkan kabar jika Papanya telah menggelar pesta pernikahan mewah, Didi sebuah hotel besar.

"Kalian serius rupanya." geram I'am, dengan softdrink nya.

Dalam berita pun mempertanyakan kehadirannya sebagai anak tertua.

"Ilham, Tengah menjalankan mandat saya di luar negri, sehingga tak dapat datang hari ini. Tapi, Ia tekah memberi selamat dan mengirim rangkaian bunga yang besar itu." tunjuk nya, pada sebuah rangkaian bunga diengah ruangan.

"Hhh, pembohong! sekali pembohong, tetaplah pembohong." gerutunya.

Wajahnya tampak begitu berantakan, dengan kumis dan brewok yang mulai panjang dan rambut yang acak-acakan. Matanya pun sayu, karena begitu sulit tidur malam dan siang. Ia tampak benar-benar hancur, dan seolah sulit sembuh dari rasa sakitnya.

1
Syalum
😍😍
Jamaliah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jamaliah
pasti ulah keluarga dona
juwita
mampir
nissa
ada ada saja lila ngidam nya
nissa
yang lalu biarlah berlalu iam, kamu harus bisa mengiklaskan dona
nissa
lanjut
nissa
percaya saja sama iam bu marni
nissa
syukurlah kalau mas iwan mo berubah
nissa
iam iam kasihan papamu itu lho wes tue
nissa
mbak dinar telaten banget ya ngurus lila
nissa
duh semakin rumit
nissa
meleyot deh aku
nissa
wah sungguh bijak iam
nissa
iam memang pintar otak nya, pantas jadi ceo
nissa
baik banget si iam
nissa
tak tau malu mama nya dona
nissa
siapa tuh
nissa
kasian lila
nissa
kacau dech semua nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!