NovelToon NovelToon
Kugoda Lagi Suamiku

Kugoda Lagi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Fanfic
Popularitas:85.6k
Nilai: 5
Nama Author: Khodijah Rahman

Ana, seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak yang tidak pernah memperhatiakn penampilannya, hingga suaminya berpaling pada wanita lain. Ana berusaha menggoda lagi suaminya agar kembali kepelukannya. Apakah godaan Ana berhasil? Akankah Prasetya, suami Ana, akan tergoda?

Let's check this out!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khodijah Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Godaan Sang Sekretaris

PRASETYA berangkat ke kantor dengan perasaan marah. Dia sudah sangat bosan melihat tampilan istrinya yang seperti asisten rumah tangga, ditambah anak pertamanya yang menyembunyikan kunci mobil hingga membuatnya terlambat.

"Selamat pagi, Pak.." Sapa Una, sekretarisnya, menyambut dengan senyuman.

Prasetya hanya mengangguk samar dan langsung masuk ke ruangannya. Una mengikuti langkah atasannya, dia ikut masuk ke ruangan Pras.

"Maaf, Pak. Bapak ditunggu Pak Roni di ruangannya." Beri tahu Una.

"Ya." Jawab Pras singkat dan langsung bangkit dari duduknya.

Una menatap kepergian atasannya dengan pandangan penuh damba. Una sudah lama menyukai atasannya, tapi dia segan karena atasannya sudah memiliki istri dan dua orang anak. Una keluar dari ruangan Pras dan kembali duduk di kursinya.

Salah seorang pegawai laki-laki menghampiri Una. Pegawai bernama Hendri itu lumayan kenal dengan Una.

"Pak Pras ada, Mba?" Tanya Hendri.

"Pak Pras lagi keluar, dipanggil sama Pak Roni."

Hendri manggut-manggut.

"Tapi hari ini Pak Pras kayanya lagi bete deh." Curhat Una.

"Emang kenapa, Mba?"

"Pak Pras diam saja, diberi tahu juga jawabnya cuma 'ya'. Pendek banget. Seperti orang lagi kesel."

"Mungkin Pak Pras lagi ada masalah, Mba."

"Eh, kamu kan pernah ya ke rumah Pak Pras. Istrinya cantik ga?" Tanya Una penasaran.

"Cantik sih, tapi..." Hendri tidak melanjutkan ucapannya.

"Tapi apa?" Una semakin penasaran.

"Dia ga pernah dandan dan... pakaiannya pun biasa saja."

Una tersenyum licik.

"Memang kenapa, Mba?"

Una langsung melenyapkan senyumnya. "Enggak, enggak apa-apa."

"Ya udah, aku balik ke kubikel dulu. Nanti ke sini lagi." Pamit Hendri.

Apa mungkin Pak Pras mulai bosan dengan istrinya? Ah, sepertinya ini kesempatanku buat menggoda Pak Pras agar berpaling dari istrinya.

Una duduk di kursinya kemudian membuka tasnya, mengambil bedak dan lipstik dari dalam tas lalu memakainya. Mematut diri di cermin bedak. "Udah lebih fresh dan menggoda. Siapkan dirimu, Una." Ucapnya bermonolog menyemangati diri.

Tak lama Prasetya kembali ke ruangannya, Una segera menyusul masuk ke ruangan atasannya itu. Una langsung berdiri di depan meja Prasetya.

"Bapak mau saya buatkan minuman? Saya lihat dari saat Bapak datang sepertinya Bapak sedang bete, mingkin secangkir kopi bisa merubah mood Bapak." Una menawarkan.

"Boleh." Jawab Prasetya singkat.

"Akan saya buatkan, Pak. Tunggu ya.."

Una pun berbalik, dia meninggalkan ruangan Prasetya dengan melenggangkan kakinya agar pantatnya ikut bergoyang untuk menggoda atasannya itu.

Selang 15 menit, Una kembali masuk ke ruangan Prasetya dengan secangkir kopi. Dengan tersenyum menggoda dia menyuguhkan kopi itu di depan Prasetya.

"Silakan, Pak. Keburu dingin." Ucapnya dibuat segenit mungkin.

Prasetya sempat melongo melihat gerak-gerik dan mendengar suara sekretarisnya. Kenapa dia? "Makasih." Prasetya menyeruput kopinya.

"Itu buatan saya loh, Pak.."

Prasetya hanya mengangguk. Una masih berdiri di depannya dengan senyum menggoda.

"Kenapa kamu masih di sini?" Tanya Prasetya.

"Ee.. Barangkali Pak Pras membutuhkan sesuatu lagi?"

"Tidak, makasih."

"Ya sudah saya permisi, Pak."

Una pun meninggalkan ruangan Prasetya.

Di rumah

Ana sedang bermain dengan kedua buah hatinya. Sebenarnya dia akan memasak, tapi kedua anaknya malah mengajaknya bermain. Ana melihat gurat kesedihan diraut wajah putra sulungnya, meski pun balita 3 tahun itu sedang bermain.

Ana segera memangku Arzanka lalu mencium dan memeluknya. Ana tahu apa yang membuat Arzanka seperti ini, tapi dia ingin putranya itu mengatakan sendiri apa yang dirasakannya agar Arzanka tahu jika ada Mamanya yang siap mendengarkan segala keluh kesahnya.

"Ada apa, Kak? Kok jagoan Mama keliatannya sedih?" Tanya Ana lembut. "Cerita sama Mama."

"Kenapa Papa malah sama aku, Ma? Aku kan cuma ingin main petak umpet sama Papa. Apa Papa ga sayang sama aku?"

Ucapan yang keluar dari mulut putranya membuat hati Ana merasa tertohok. Bagaimana tidak? Anak berusia 3 tahun itu merasa sangat terpukul mendapat bentakan dari Papanya. Mungkin bagi anak 3 tahun itu kedua orang tuanya adalah superhero pelindungnya, jadi saat bentakan itu datang dari salah satunya, hancur sudah pertahanan dirinya karena sudah tidak memiliki superhero lagi.

Ana menangkup wajah mungil itu dengan kedua tangannya. "Papa hanya sedang buru-buru berangkat ke kantor, nanti sore saat pulang kantor pasti Papa mau main lagi sama Kakak. Jadi Kakak ga usah sedih ya."

Ana kembali memeluk dan mencium putranya.

Seminggu kemudian

Sikap Prasetya semakin dingin pada Ana. Hampir tiap malam Prasetya pulang larut tanpa memberi kabar. Jika Ana bertanya, Pras selalu menjawab sedang banyak pekerjaan di kantor jadi harus lembur. Ana pun percaya saja.

Ana harus menyiapkan berbagai jawaban untuk si sulung yang mulai kritis tentang kesibukan Papanya. Ana bukan wanita bodoh, dia dulu karyawan teladan di kantor. Tapi setelah menikah dan hamil, Pras meminta Ana fokus untuk keluarga.

Menjelang siang ibu mertua Ana, Bu Lili, berkunjung ke rumah. Dia ingin bertemu cucu-cucunya. Arzanka langsung berlari kearah Omanya.

"Oma..." Seru Arzanka berlari kearah Bu Lili.

"Cucu Oma makin tampan aja." Bu Lili berjongkok memeluk Arzanka dan mencium pipi balita itu.

Arzanka dan Arzetta bermain bersama Oma Lili, sementara Ana di dapur untuk memasak. Selesai memasak, Ana mengajak Ibu mertuanya untuk makan siang di rumahnya.

"Kita makan siang dulu yuk, Ma." Ajak Ana pada sang mertua.

Lili pun beranjak sambil menggendong Arzetta dan menuntun Arzanka menuju ruang makan. Ana sudah menyajikan nasi beserta aneka lauk untuk makan siang.

Setelah makan siang, Arzanka dan Arzetta tidur siang. Ana dan Lili duduk di sofa depan televisi.

"Pras pulang jam berapa, An?" Tanya Lili.

"Belakangan ini Mas Pras selalu pulang malam, Ma. Lagi banyak kerjaan di kantor, katanya." Jawab Ana.

"Lagi banyak kerjaan di kantor, apa dia bosen liat kamu, An?"

Ana diam. Ucapan ibu mertuanya menusuk hatinya, tapi dia tetap diam. Dia tidak mau membalas ucapan sang mertua karena dia sangat menghormati mertuanya. Lili berdiri.

"Mama pulang aja deh. Mama juga bosan liat kamu! Kamu itu ga bisa merawat diri, An. Lihat Mama! Mama yang udah tua aja masih merawat diri agar tetap terlihat cantik di depan Papa mertuamu. Kamu? Kamu udah seperti ART, An!" Lili bangkit dari duduknya.

Ana mengantar ibu mertuanya sampai teras rumah. "Hati-hati di jalan, Ma. Salam buat Papa." Ana mencium punggung tangan ibu mertuanya.

"Assalamu'alaikum.." Ucap Bu Lili.

"Wa'alaikumsalam.." Balas Ana.

Ana masuk ke kamarnya dan bercermin di depan cermin meja rias. Apa iya aku kaya pembantu? Kalau pun iya, kenapa Mas Pras dan Mama tega banget mengatakan itu padaku?

Cirebon, 1 Maret 2022

1
Dina Sutarlim
bagus
arfan
up
Susi Sidi
emang kalo suami pergi tanpa kabar.. bawaannya was2 ma berpikiran su'udzon ma suami..
Susi Sidi
sumpah cerita nya hamir mirip dengan kehidupan ku Thor😢👍
dite
lha suaminya banyak duit, dia gak nyari art aja..
kadang wanita tuh pada gt, menolak pakai art, pda akhirnya gak keurusan diri sendiri
dite
nah bener tuh omongan sk deby
dite
hehehe.. ibu mertuanya ada benernya jg sih ini.

ibuku anaknya 4 kecil2 smua dlu, ibuku jg bangun dr dini hari, masak ngurus anak rumah dll tpi abis subuhan ibuku sempet pake lipstik, baju ama celana, ga dasteran aja 😅😅
itu ku lihat dari aku kecil sampai dewasa gini.
ah.. kami ga punya art
Vivi Bidadari
Namanya bangkai ditutupi pasti kecium juga bau nya
Vivi Bidadari
Ini mah perbuatan pelakor dan pebinor
Vivi Bidadari
Namanya aja pelakor ya begitu lah kelakuannya yg tak tau mau mau lebih diprioritaskan lebih dari istrinya
Vivi Bidadari
Istri mau cantik mau dilayani dgn baik siapkan ART katanya manager diperusahaan yg ada istrinya di buat seperti pembantu .. hadduhhh
ff
pantas aja anaknya begitu kelakuannya.. org bapak nya ga tau diri juga rupanya.. becakap ikut hati jee 😠
Vlink Bataragunadi 👑
baru nyadar pa? untung ana baik ya, kl aku mah ogaaah nerima lg laki tukang selingkuh  ̄へ ̄
Vlink Bataragunadi 👑
ini mertua minta dihajar ya, gregetan aku  ̄へ ̄
arni prasetyo
maaf
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga si Rafka tau Yuna selingkuh sama kembarannya lalu diceraikan thor
Bhebz
bunga untukmu Ana
Bhebz
maaf baru mampir lagi,
Andi Fitri
istri dan saudara tak ada akhlaknya q tunggu up-nya Thor makin seru..👍
Andi Fitri
lakinya ana bagus di kebiri giliran istri pergi baru nyesel..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!