Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan Komandan
Sudah mau tiga tahun Joanna Josephine Josep jauh dari mama dan papanya di kota Ambon. Sekarang anak tunggal ini harus berada di kota Surabaya untuk mengejar cita - citanya menjadi dokter gigi. Mahasiswi manis yang suka menyanyi dan bermain alat musik ini sekarang sudah berada di sementer akhir. Dan sedang menyusun skripsinya.
Selain pintar bermain alat musik dan menyanyi Anna nama panggilan diantara teman - temannya, juga senang olahraga dan kesukaannya adalah olahraga yang berhubungan dengan air dan laut. Sekarang ini Anna sedang bergabung dengan grup penyelam. Dia selalu bisa meluangkan waktunya di tengah kesibukannya menyusun skripsi. Bahkan dengan grupnya mereka perna pergi mengeksplor keindahan laut yang ada di Nusa penida di Bali.
Jarak Kampus dengan kosan Anna sangat dekat. Biasanya Anna berjalan kaki menuju ke kampusnya melewati jalan - jalan kecil di kompleks perumahan tempat dia tinggal. Kalau naik kendaraan online mereka akan melewati jalan utama dan waktu yang di perlukan lima belas menit sampai di depan fakultasnya.
Sedari semester awal Anna sudah terbiasa jalan kaki melewati jalan yang sama. Suatu ketika di berpapasan dengan seorang pemuda berseragam tentara yang buru - buru keluar dari halaman rumahnya, dan hampir saja menabrak dirinya dengan motornya. Untung saja, pemuda itu sadar. Namun ujung bannya sudah menyenggol Anna dan membuat dia jatuh.
"Daniel......." Terdengar suara seorang ibu memanggil namanya. Dan Anna tahu bahwa pemuda berseragam tentara ini bernama Daniel.
"Maafkan saya. Apa ada yang luka." Waktu dia mengangkat Anna sempat dia melihat di dada sebelah kiri ada tertulis nama Daniel . Anna semakin yakin bahwa penuda ini bernama Daniel.
"Nak, kamu terluka, maafkan anak tante ya."
"Ooo tidak terluka parah. Hanya luka lecet. Nanti saya obati. Mari bu saya permisi." Anna pun pergi meninggalkan mereka. Dari kejauhan Anna mendengar ada yang menyebutkan nama dan tempat tinggalnya. Serta menyebutkan tempat dia kuliah.
Pemuda yang menabrak Anna adalah Letda Marinir Daniel Johanes perwira angkatan laut lulusan Akademi Militer. Sekarang ini dia sedang bertugas di pangkalan Marinir. Dia adalah anak bungsu dari Kolonel Marinir Doni Johanes yang sekarang ini sedang bertugas pangkalan utama angkatan laut di Surabaya juga.Sekarang ini Daniel sedang mengikuti seleksi untuk sekolah denjaka di Jakarta. Baru seleksi awal.
Malam ini keluarga Johanes sedang menikmati makan malam bersama, karena saat ini kedua kakak Daniel sedang berkumpul. Biasanya Petrus dan David kakaknya Daniel ini akan memilih tinggal di asrama kesatuan mereka dari pada pulang pergi. Dan hari jumat sore mereka semua pulang ke rumah. Kedua kakak Daniel juga lulusan akademi militer namun kakak pertama Kompol Petrus Johanes dengan kesatuannya polisi dan Kapten Infantri David Johanes adalah perwira angkatan darat.
"Mama kenapa??"
"Mama pikiran sama cewek yang tadi di senggol adik mu di depan rumah."
"Ceweknya cantik ma."
"Cantik... Tetapi dia luka lecet di lututnya."
"Terus...."
"Dia pergi, tanpa mama tolong. Katanya ibu - ibu tetangga dia tinggal disekitar sini. Mahasiswi kedokteran."
"Cantik ma."
"Cantik."
"Kalau mama sudah kenal dan tahu orangnya kenalkan dengan David ya."
"Terus pacar kamu yang kemarin bawa ke rumah mau kamu putusi."
"Ngak begitu mama. Biar jadi pilihan begitu."
"Stop ya David."
"Bercanda ma."
Petrus, David dan Daniel tiga anak laki - laki dari pasangan kolonel marinir Doni Johanes orang kupang dengan perempuan jawa bernama Reni Sulastri ini sangat menghormati kedua orangtuanya. Hari ini hari minggu, mereka biasanya akan ke gereja bersama - sama. Bertepatan dengan Joanna Josephine Josep bertugas melayani di ibadah minggu pagi ini, bergabung dalam tim musik. Anna akan memainkan alat musik keyboard. Karena kostum tim musik yang melayani pada ibadah raya pagi ini berwarna putih, maka Anna datang dengan dress berwarna putihnya.
"Selamat pagi bapak penatua."
"Selamat pagi nona Anna."
"Saya lanjut ke belakang ya pak. Mau siap - siap dengan teman - teman."
"Oke nona."
Dibelakang Anna ada keluarga Johanes lengkap bapak, ibu dan ketiga anak laki - lakinya. Mereka baru tiba di halaman gereja dengan kendaraan mobil mereka.
"Kok, perempuan itu seperti yang kamu tabrak dek."
"Mana ma."
"Itu yang menggunakan dress putih menuju pintu belakang." Daniel sempat melihat, namun tudak begitu yakin apa itu perempuan yang dia tabrak pada hari jumat.
Suasana gedung gereja sangat syahdu. Iringan musik oleh tim musik gereja sudah berbunyi menyambut kedatangan jemaat. Keluarga Johanes juga sudah mengambil bagian didalam gereja. Mereka duduk di kursi depan sebelah kiri yang di depannya sudah ada tim musik yang bermain.
"Betulkan cewek yang mama lihat. Itu yang kamu tabrak Daniel."
"Iya ma, itu ceweknya."
"Sebentar minta maaf dek."
"Iya ma."
"Cantik ma. Manis."Mama Reni Sulastri langsung memukul lengan anak keduanya. Di antara ketiga anaknya David ini yang playboy, waktu masih sekolah mamanya sering ke sekolah karena surat panggilan. Namun mama Reni bersyukur sekarang dia sudah jadi tentara. Bahkan sudah punya teman dekat.
Dalam ibadah Joanna Josephine Josep ada mengisi pujian sambil di iringi oleh dia sendiri dengan keyboardnya. Daniel tidak berpindah dari tatapan kepadanya. Seperti dia mengingat bahwa sosok perempuan ini perna bertemu dengan dia.
"Suaranya merdu sekali. Sepertinya aku teringat akan gadis kecil anaknya Yansen Josep pegawai sipil di bagian keuangan Lanal Ambon."
"Masa pa. Tetapi senyumannya sama seperti anaknya Yansen dan Mei."
Selesai ibadah biasanya tim musik akan berdoa bersama pelayanan di bagian ruang belakang bagunan ini. Mamanya Daniel sedang mencari informasi tentang cewek yang bernama Anna itu ternyata dari salah satu penatua di gereja ini.
"Ooo itu nona Joanna Josephine Josep, dia mahasiswi tingkat akhir jurusan dokter gigi."
"Betul ma, berarti ini anaknya Yansen Josep pegawai keuangan di angkatan laut Ambon."
"Berarti anaknya kak Mei guru sekolah minggu itu."
Anna sudah mau bersiap pulang. Dia mau membuka payungnya. Karena sudah siang dan dia akan pulang jalan ke kosannya.
"Nak, boleh tante bicara." Anna teringat akan peristiwa hari jumat.
"Tante aku baik - baik saja, hanya lecet. Aku juga salah karena tidak hati - hati."
Anna memperlihatkan lukanya, yang sudah diplester dengan plester kekinian berwarna putih.
"Oooo maafkan kami ya." Anna tersenyum.
"Tidak masalah tante."
"Kalau boleh tante tahu apa kamu anaknya pak Yansen Josep pegawai angkatan laut di Ambon." Anna kaget, karena di kota ini ada yang kenal sama papanya.
"Iya, itu papa saya."
"Berarti kamu anaknya kak Mei guru sekolah minggu yang lengket kepada mamamu. Kamu ngak kenal dengan Daniel. Dia ini murid sekolah minggu mamamu."
"Ma... Itu sudah lama, sepuluh tahun lalu. Dia juga masih kecil." Anna tersenyum.
"Maafkan saya tante, om. Saya memang anaknya Yansen Josep. Saya Joanna Josephine Josep. Pasti papa dan mama kenal sama om dan tante."
"Apa nomor telephone papamu masih sama seperti ini??" Anna melihat dan itu memang nomor papanya. Maka papa pun berbicara dengan om itu. Sekilas Anna mendengar suara papanya di seberang telepon.
"Anna itu mantan komandan di sini dulu. Mantan komandannya papa nak."
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan