Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anna Selamat
Dokter gigi Joanna Josephine Josep sudah melahirkan anak laki - laki bagi keluarga Johanes di rumah sakit angkatan laut di Sorong dalam usia kandungan tujuh menuju delapan bulan, karena mengalami pendarahan hebat akibat stres. Dan dorongan yang membuat dia terjatuh. Tindakan operasi pun dilakukan saat mereka tiba. Anna dilarikan dari ruangan komandan saat itu. Karena saat itu langsung dia tidak sadarkan diri.
Anna memaafkan, namun dia sangat ketakutan karena ini kali pertama dia di celakai. Dia jatuh dari panggung akibat di dorong, namun suaminya dengan cepat memeluknya dan benturan keras tidak terlalu melukai Anna yang hamil besar.
Mama Reny dan Mas Jefry akhirnya berangkat ke Sorong saat itu juga ketika mendapat kabar kondisi Anna, yang rencana awalnya mama harusnya ke Jakarta dan lusanya Daniel bersama istri dan mertuanya dari Sorong dan Jefry bersama Cindy dan David dari Surabaya untuk pelantikan papa Dony, namun semua batal. Papa memerintahkan mama dan Jefry ke Sorong.
Kondisi saat ini mereka masih diuntungkan dengan adanya papa dan mamanya Anna di sana. Sehingga mereka bisa mendonorkan darah buat anak mereka. Bayinya selamat namun Anna kritis. Saat ini bayi laki - laki yang lahir dengan bobot satu koma dua kilogram dan panjang tiga puluh centimeter itu ada di inkubator karena lahirnya prematur. sedangkan Anna ada di ICU. Daniel menangis melihat istrinya terbaring lemah dengan alat - alat di tubuhnya. Gio dan Bima melihat kehancuran seorang suami melihat istrinya dalam keadaan kritis.
"Harus kuat sayang. Kamu tidak sendiri sudah ada mama dan mas disini."
"Anna ma, Daniel bisa apa tanpa Anna ma."
"Anna wanita yang kuat sama seperti kamu." Mama dan masnya langsung memeluk Daniel memberi kekuatan.
Kondisi Anna yang sudah tiga hari tidak sadar membuat Papa Dony juga berangkat ke Sorong setelah pelantikannya. Mendengar menantu dan cucunya kritis. Tiba di kota Sorong langsung ke rumah sakit dan sekarang ada di ICU.
"Nona, bangun ya....papa ada disini. Siapa yang sakiti nona. Papa akan marah. Bangun sayang cerita buat papa." Kebiasaan Anna waktu kecil selalu cerita kepada papa Dony ketimbang papanya Yansen papanya sendiri, jika di godai oleh Daniel. Hal ini yang membuat papa mertuanya berbicara seperti itu.
Tak lama kemudian, Anna mulai merespon ketika mendengar suara mertuanya. setelah tiga hari hanya tidur saja. Dokter - dokter dengan cepat datang memeriksa. Istri perwira menengah dan menantu dari Laksamana Pertama (Laksma ) Marinir Dony Johanes ini seorang perwira tinggi.
Saat ini seharusnya mereka semua ada berkumpul di Jakarta namun karena kejadian ini Papa Dony sendiri menerima pangkat istimewanya itu kemarin. Dan hari ini ada untuk menantunya.
"Bagaimana menantu saya?"
"Sudah merespon baik. Nyonya Anna kondisinya membaik."
Sementara Kapten Andi Haris sudah was - was. Dia memarahi istrinya.
"Saya sudah katakan jangan terlibat dalam masalah sepupumu. Ingat karier saya."
"Maaf kak. Maafkan saya."
"Istri Mayor Daniel masih belum sadar."
Perbuatan Susi membuat papanya Nurul kecewa, dia langsung menghubungi Susi dan menasehatinya. Susi menangis menyesal akan perbuatannya. Tak lama Propam marinir datang menjemput suaminya. Kapten Abdi Haris kena hukuman indisipliner karena tidak bisa membimbing istrinya, sehingga istrinya melakukan perbuatan jahat.
"Pak suami saya mau di bawa kemana?"
"Ke tahanan depan."
"Jangan pak. Saya yang salah."
"Kamu dirumah jaga anak - anak." Kapten Andi Haris memerintahkan istrinya agar tetap di rumah menjaga anak - anak mereka.
Semua tetangga melihat kejadian itu. Akibat dari perbuatan istri, suami yang anggota tentara harus di beri hukuman. Menjadi pelajaran buat istri - istri tentara.
Di rumah sakit Daniel memeluk istrinya, mencium sangat mesra waktu Anna membuka matanya dan merespon. Keajaiban terjadi antara mertua dan menantu.
"Jangan bobo lama - lama lagi sayang, mas takut." Daniel mencium bibir istrinya.
"Maafkan adek mas." Anna mengusap muka suaminya yang pucat. Lalu mencium pipi dan bibir suaminya. Anna mengelus perutnya. Daniel pun ikut mengusap perut istrinya. Anna merasakan ke hangatan dari usapan itu.
"Buah hati kita sudah lahir. Laki - laki sayang. Kamu harus kuat dan keluar dari ruangan ini. Baru kita lihat sama - sama."
"Anak kita sama siapa?"
"Ada dua opa dan dua omanya yang hebat menjaga dia."
"Papa Dony ada disini juga mas."
"Papa datang karena kesayangannya ngak sadar tiga hari."
"Maafkan adek mas." Daniel memeluk istrinya. Tidak lama dokter datang dan memberitahu bahwa nyonya Anna bisa pindah le ruang rawat yang sudah disiapkan. Sekarang Daniel sedang berada di ruangan dokter bersama mama dan mertuanya, Juga mas Jefry Sedang membicarakan tentang kondisi anaknya.
Satu lagi pergumulan mereka karena bayinya lahir prematur maka dia butuh penanganan khusus. Namun kedua omanya berjanji untuk menjaga cucunya. Saat ini Anna dan anaknya belum bisa di bawa ke luar kota Sorong karena kondisi mereka. Anna menangis melihat kondisi anaknya. Daniel memeluk istrinya. Dan menciumnya.
"Harus kuat sayang. Tuhan mempercayai kita membesarkannya dengan melewati berbagai cobaan. Besar nanti dia pasti bangga sama seperti papinya bangga punya mami yang hebat."
Anak Daniel dan Anna diberi nama Andrew David Johanes. Pagi ini Anna bangun dan menceritakan mimpinya bahwa mas David dan opa dan omanya datang mengusap kepalanya. Maka anaknya diberinya Andrew ikut nama opanya Anna dan David ikut nama kakaknya Daniel.
"Papa suka dengan nama itu, sesuai arti nama itu dia akan kuat. Andrew David Johanes. Terima kasih Tuhan. Engkau menambah satu cucuku lagi. Papa bahagia sekali punya David Natanael Johanes yang sudah usia tiga tahun serta Andrew David Johanes yang baru satu minggu usianya."
Daniel sudah beraktivitas seperti biasa. Mas Jefry sudah balik ke Surabaya bersama papa Dony. Begitu juga dengan papa Yansen sudah kembali ke Ambon. Di kota sorong hanya ada mama Reny dan mama Mei yang membantu Anna mengurus bayi mungilnya yang sangat merah. Pertumbuhan Andrew bagus, karena dia masih mengkonsumsi ASI mamanya dan juga susu formula yang bagus.
Saat ini susu itu di kirim oleh budhe dan pakdhenya. Satu minggu satu karton yang hanya beriisi empat kaleng. Saat ini Daniel ke kota Sorong untuk menjemput istri anak, mama dan mama mertuanya, bersama ajudannya Gio dan supirnya Bima. Karena dokter sudah ijinkan Andrew untuk pulang dan di rawat di rumah. Dua hari ini, Daniel sudah menyiapkan kamarnya Andrew serta tempat tidur buat kedua oma juga kursi pijet buat istrinya duduk jika menyusui.
Daniel juga membantu kedua mamanya mengurus anaknya sendiri. Malam jika Andrew menangis, dia yang ke kamar anaknya mengantikan popoknya dan memberi susu sesuai takaran dan catatan yang di buat oleh istrinya. Dia membiarkan kedua mamanya tidur juga istrinya.
"Adek harus kuat ya. Jangan nakal." Daniel berbicara dengan Andrew. Sekarang berat badan Andrew sudah dua koma sembilan di bandingkan waktu dia lahir yang hanya satu koma lima kilogram. Jam enam pagi, Anna, mama Reny dan mama Mei bangun mendapati Andrew tertidur di badan papinya. Kami semua tersenyum. Anna mendekati suaminya mencium bibirnya untuk membangunkan.
"Terima kasih suami hebatku. Tetapi jangan seperti ini lagi ya. Aku takut Andrew jatuh kalau mas nyenyak."
"Maafkan mas. Tetapi Andrew bagaimana sayang??"
"Dia bahagia bisa tidur pelukan dengan papinya."
"Maafkan Daniel ma."
"Kenapa ngak banguni mama. Mama pikir Andrew aman ngak ada suaranya. Ngak tahu sudah di urus papi hebatnya." Anna sudah mengabadikan gambar Andrew bobo di perut papinya dan sudah di kirim foto itu ke opa - opa dan pakdhe serta Budhe. Semua tersenyum bahagia. Terlihat dari vidio call pagi ini.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan