NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang kacau

“Aruni! Aruni! Bangun!”

Aruni membuka matanya lebar –karena terkejut. Dia baru tidur jam satu malam dan sekarang sudah di suruh bangun? “Jam berapa ini, Ma?” tanyanya malas. Ini pertama kalinya Aruni dibangunkan dari tidurnya oleh sang Mama. Biasanya Aruni selalu bangun lebih pagi, menyiapkan segala sesuatu kebutuhan di rumah sebelum semua orang terbangun.

Ya, Aruni cukup tau diri. Sebagai anak angkat, dia tak boleh ongkang-ongkang kaki di rumah orang yang sudah merawat dirinya dan menyekolahkannya.

Dua tahun lalu, ketika Ibu Aruni meninggal, tiba-tiba muncullah Mama Melati dan Papa Bastian. Mereka berdua menjadi orang tua angkat Aruni, Karena teryata Mama Melati adalah saudara dari Ibu Aruni yang selama ini tinggal di kota. Mereka berdua mengangkat Aruni menjadi anak, karena tau Aruni sudah tak punya siapa-siapa lagi. Aruni diboyong ke kota. Ke rumah mewah yang hanya pernah Aruni lihat di sinetron TV. Saking tak percayanya, Aruni bahkan mengira dia diajak ke rumah ini agar di jadikan pembantu. Namun Mama dan Papanya benar-benar orang baik. Mereka memperlakukan Arumi seperti anak mereka sendiri. Jadi cerita orang tua angkat yang jahat itu ternyata hanya ada di serial Drachin saja.

Mama dan Papa memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik. Namanya Bianca Kirana Larasati. Terpaut usia sepuluh tahun lebih tua dari Aruni, dan dia mempunyai kekasih yang sangat tampan bernama Bratasena  Arka Sadajiwa. Uhh… dari namanya saja sudah terbayang kan betapa gagahnya orang ini.

Lelaki itu berumur dua tahun lebih tua dari Bianca, mereka teman kuliah –pasangan senior dan junior di kampus, dan menjalin hubugan cukup lama. Lebih dari delapan tahun, atau mungkin sepuluh tahun? entahlah, Aruni kurang begitu mengerti.

Bratasena itu, tipikal lelaki apa ya namanya? Gagah, ganteng, keren, macho, ya begitulah. Pokoknya dia sempurna dan sangat cocok bersanding dnegan Bianca yang juga paripurna cantiknya. Mereka berdua sungguh pasangan serasi.

Aruni benar-benar iri pada kakak angkatnya –Bianca. Hidupnya begitu sempurna. Cantik -perpaduan wajah Eropa dan Asia, memiliki orang tua baik dan kaya, pacarnya juga ganteng –kaya –dan sangat sayang padanya. Benar-benar kehidupan yang sangat diimpikan oleh semua gadis yang ada di muka bumi ini, termasuk Aruni.

Tapi bukan berarti –karena cemburu, Aruni ingin merebut milik Bianca. Tidak sama sekali. Ya, walaupun diam-diam dia pun menyukai Bratasena, tapi itu hanya sebatas pengagum rahasia, dan Aruni cukup tau diri, mana mungkin dia berani merebut kekasih kakak angkatnya, terpikirkan saja tidak! dan lagi, mana mau Bratasena yang sempurna dan tampan luar biasa itu tertarik dengannya. Siapalah Aruni ini? Hanya gadis desa, cupu, pendiam pemalu dan malu-maluin. Si upik abu dan itik buruk rupa adalah ikon yang tepat untuknya. Bisa merasakan hidup berkecukupan di kota saja, Aruni sudah sangat bersyukur, dia tak pernah serakah menginginkan apa yang bukan haknya.

Tapi hari ini –tanpa diminta –Aruni mendapatkan apa yang pernah muncul dalam angan-angannya.

“Aruni! Bagaimana ini!” pekik Mamah. Wajahnya pucat, air mata bahkan sudah menggenang dipelupuknya. Melihat ini, Aruni tentu saja was-was. Apa yang sedang terjadi?

“Kenapa Mah? Jangan bikin Aruni takut,” gugup Aruni sambil berusaha bangun dari tidurnya walaupun kepalanya masih terasa sangat berat.

“Bianca, Runi! Bianca!” pekik Mama.

“Kak Bianca kenapa, Mah?” Aruni pun ikut kalut. Apa yang terjadi dengan kakaknya? Bukankah hari in adalah hari istimewa baginya? Dia akan menikah dengan sang kekasih setelah sepuluh tahun lamanya berpacaran. Apakah Bianca sakit? Kecelakaan? Atau apa?

‘Binaca kabur…” Mama memekik pilu. Kedua tangannya terangkat untuk menutupi wajahnya yang saat ini sedang menangis sejadi-jadinya.

“Apa!” kaget Aruni. Dengan kecepatan kilat, dia melompat dari ranjang empuknya. Masih mengenakan gaun tidur dengan jubah yang tak diikat, Aruni berlari menuju kamar sang kakak.

Aruni menahan napas ketika melihat kamar kakaknya yang berantakan. Semua pintu lemari terbuka dan kosong –tak ada baju Bianca di dalamnya. Tas koper besar yang biasanya teronggok di atas lemari pun –menghilang.

“Astaga! Kak Bianca…” desis Aruni kalut.

Aruni kembali menuju kamarnya, duduk di sebelah sang Mama yang masih menangis terisak. “kak Bianca pergi ke mana , Ma? Bukankah hari ini adalah hari pernikahannya?” desis Aruni.

“Mama juga nggak tau, Runi.. Mama nggak tau. Pagi ini, Mama mau bangunkan Bianca karena MUA sudah datang, tapi pas Mama buka kamarnya, Bianca sudah nggak ada. Kamarnya kosong!”

Aruni terdiam tanpa kata. Shock parah.

“Gimana ini … mau ditaruh di mana muka Mama dan papa ke keluarga Sena! Papa pasti malu sekali!” Mama mulai terisak, suaranya bergetar.

“Papa mana, Ma?”

“Papa di bawah, lagi mencoba menghubungi teman-teman Bianca. Siapa tau ada yang tau dimana keberadaan anak kurang ajar itu!”

“Atau mungkin…” Aruni menggantung ucapannya.

“Atau mungkin apa?” tanya Mama penasaran.

“Kak Bianca lagi di rumah Mas Sena… Kan, dia sering menginap di sana…” ucap Aruni sambil menggigit bbir bawahnya, segan berkata jujur.

Ya, walaupun Bianca belum menikah dengan Sena, semua orang tau jika hubungan mereka sudah sangat jauh. Papa dan Mama tak terlalu ambil pusing karena memang mereka berdua sudah bertunangan beberapa tahun yang lalu, jadi Mama dan Papa membebaskan hubungan mereka. Walau bagi Aruni yang orang kampung ini, hal seperti itu sangat tak pantas. Ya, bagaimanapun kehidupan di kota besar nggak bisa disamakan dengan kehdupan di desa. Apalagi Ayah Bianca memang orang Eropa.

“Mama sudah telpon Sena tadi, katanya Bianca nggak ada di sana,” Mama mendesah, wajah tuanya semakin terlihat renta karena sedih dan stress.

Aruni berdecak kesal. Baru kali ini dia sebal pada sang kakak angkat. Aruni tak peduli dengan sikap Bianca yang serampangan asalkan jangan membuat kedua orang tuanya yang sudah tua ini resah. Bianca itu benar-benar keterlaluan.

Aruni pun tau sekali, jika di belakang Sena, Bianca itu punya lelaki lain. Beberapa kali berganti-ganti malah. Entah apa yang dia cari, padahal Sena sudah begitu sempurna tapi di matanya tetap saja ada kurangnya. Ingin rasanya Aruni memberi tahu Sena tentang tingkah kakak angkatnya itu, tapi dia tak sanggup. Dia nggak mau menghancurkan keharmonisan keluarga ini.

“Bianca!!!”

Aruni tersentak kaget mendengar suara menggelegar dari lantai bawah. Dia keluar dari kamarnya dan melongok ke lantai satu dan melihat Sena dengan wajah marah, rambut awut-awutan dan baju acak-acakkan menerobos masuk ke ruang keluarga dan mendekati Papa yang sedang terdiam di sana sambil menempelkan ponsel ke telinganya. Papa masih berusaha mencari Bianca.

“Di mana Bianca!” tanya Sena dengan suara yang lebih tinggi beberapa oktaf dari biasanya. Dia benar-benar murka. Dan Aruni tak tega melihat sang Papa dicecar sekasar itu. Dia pun berlari menuruni anak tangga, dengan tangan menyilang di dada, merapatkan jubah tidur warna pink yang dia kenakan.

“Dimana Bianca, Om?!” suara tinggi Sena kembali terdengar, kali ini Mama pun sampai keluar dari kamar Aruni. Tau kan, betapa murkanya Sena karena ditinggal kabur oleh kekasih hatinya itu.

“Om juga nggak tau, Sena.. Om masih berusaha mencari Bianca… maafkan Om..”  ucap Papa dengan suara lirih dan bergetar. Beliau pasti sangat menderita akibat perbuatan anak perempuannya itu.

“Bagaimana bisa, kalian tidak tau! Jam sepuluh nanti pernikahan ini sudah harus dimulai! Semua keluargaku datang, Om! Mau ditaruh di mana mukaku!” Sena setengah berteriak, dia bahkan menjambaki rambutnya –frustasi.

Jujur, hati Aruni terasa nyeri –sakit sekali, melihat Sena begitu kalut. Dia yang biasanya kalem dan berwibawa bisa begini berubah karena terluka. Luka yang ditoreh Bianca pasti tak akan pernah bisa dilupakan oleh lelaki ini.

“Sena…” Tiba-tiba Mama muncul dari belakang Aruni, berjalan melewati anak angkatnya itu lalu mendekati Sena.

Sena yang tampak kalut, menoleh, sekilas dia bersitatap dengan Aruni, namun dengan cepat dia mengalihkan pandangan matanya. Hati Aruni makin mencelos.

“Bagaimana kalau pernikahan ini tetap berlangsung-“

Sena terbelalak lalu tertawa, tawa penuh luka. “Lalu siapa pengantin wanitanya? Pohon pisang?!” kesalnya.

Mama menelan saliva, menarik napas panjang lalu menoleh ke arah Aruni, “menikah saja dengan Aruni.”

1
hiro_yoshi74
bisa galon juga mas brooot kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: heran dah plin plan gitu butuh aqua kali kk 🤭
total 2 replies
Hiro Yoshi
ih bahaya ta Lina sama bikin sahabatan
pantes kalo malem suka kluyuran 🤭🤣🤣🤣
Tamie
gaes... yuk like dan komen sebanyak-banyaknya, biar novel ini rame dan othor-nya semangat nulisnya ya.. hehehe... love you to the bone.. eh to the moon...🤭🤭
Hiro Yoshi: gabut kk hiburan ku cuma bc nopel
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
hiro_yoshi74
ciiiie ...... yg mulai peka terhadap rangsang .....
hiro_yoshi74
wes lumayan run ngo samgu merem ......
hiro_yoshi74
nah kan malah treveloka ru .....🤣
hiro_yoshi74
aku tau otak mu mas brott..... pasti mau perpanjang dari setahun jadi selamanya .
tak tunggu bgt ms brot bucin akut sama runi kk tam
hiro_yoshi74: he e.... yang pasti posesip bngt dah
total 2 replies
hiro_yoshi74
wk wk ..... macam guguk bae vi di rantai .

emang mas brot ngeri juga vi kalo mode posesip .....
hiro_yoshi74
patik🔥 terus dit sampe mas brott tebakar api cembokur 🔥
sampe ngaku kalo do'i jelose kalo perlu🤭🤣🤣🤣
Tamie: Adit lg jd kompor mbleduk 🤣😅
total 1 replies
hiro_yoshi74
nass jangan bilang idenya sesat modelan vivi kk tam ?


kayake adit sama vivi satu frekuensi dah kk


..... asbun 🤭🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: jangan bilang mau cekokin 🥂 pulang" jadi es teler 🤭
total 2 replies
hiro_yoshi74
rejeki nomplio0k vi ......
kpn lagi numpak mobil mahal .......
trik mu emang siiip lah...👍
dalam benak mas broot ....
mbok yo kira kira lah vi . mosok macak cantik . mbahenol secara lo kan milih dress merah menyala ada belahanya dandan cetar membahana kok naik motor awut awutan loh nanti pas turun 🤭
hiro_yoshi74
kalah telak .. selamat menjilat ludah sendiri 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
tak kirain vivi tepi lebih kalem dari runi ehhhhhhh kok modelan bisikan setan yg terkutuk kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
semangat kk tam aku
padamu
bnyak tiponya
Tamie: iya ngerti bgt lah..... pokoke i lop u pull...
total 6 replies
hiro_yoshi74
cieee ms broot mulai posesip 🤭💃
hiro_yoshi74
wah sesat vi.
berasa godaan setan yang terkutuk itu run 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
yg pwnting kenyang dulu run malunya no 2 in aja🤭
hiro_yoshi74
wk ,,,, kejawab sudah penasaran nya .....
ternyata diam " jutek" ada rasa yang mulai menjalar tumbuh di hati mas brot..... gass lah mas brot runi kan hallal🤭
Tamie: 🤭🤭🤭🤭.....
total 1 replies
hiro_yoshi74
kok nyesal ????....
mungkikah.. mas brot jatuh cinta dgn runi ....?????
kk tam iki pie .......?
🤭🤭
hiro_yoshi74: nah kan bikin penasaran ........
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!