"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Detik yang Menentukan
Angka digital mistis berwarna merah darah itu terus menyusut kejam di pergelangan tangan kiri Lin Huang.
Di bawah guyuran hujan lebat Puncak Obat Sekte Sembilan Matahari, Lin Huang berlutut di tanah berlumpur. Napasnya terengah-engah, memburu oksigen dengan rakus. Di kulitnya yang pucat, seuntai tato berbentuk jam pasir menyala mengerikan.
"Sialan! Kutukan bajingan apa ini?!" Lin Huang mengumpat parau, tersedak air hujan dan darah.
Satu menit saja angka itu menyentuh 00:00:00, jantungnya akan meledak menjadi serpihan daging berdarah.
Hanya setengah jam yang lalu, Lin Huang adalah murid luar paling tertindas di sekte ini. Tugasnya hanya memilah tanaman obat busuk dan menjadi samsak tinju para murid senior.
Hidupnya makin mendekati neraka saat Lin Feng—tuan muda cabang sekte yang sombong—mendorongnya ke jurang terlarang atas tuduhan palsu mencuri tanaman spiritual.
Namun, Lin Huang tidak mati.
Tubuhnya tertahan jaring laba-laba raksasa, dan tangannya tidak sengaja menyentuh pecahan batu hitam kuno di dinding tebing. Batu itu meleleh, meresap ke dalam darahnya, dan membentuk tato terkutuk ini.
Seketika, sebuah suara dingin tanpa emosi bergema langsung di jiwanya.
[Peringatan! Tanda Batas Batil telah diaktifkan.]
[Tugas Kematian Pertama: Tampar wajah Tuan Muda Lin Feng di depan umum dalam waktu 15 menit!]
[Hadiah: Fondasi Tubuh Perunggu Kuno (Instan).]
[Hukuman: Gagal menyelesaikan tugas akan mengakibatkan jantung Anda meledak dan jiwa Anda hancur total.]
Lin Huang mengira itu halusinasi. Tapi saat hitungan mundur dimulai, jantungnya mendadak diremas dengan rasa sakit yang begitu absolut.
Pilihan bajingan ini sudah jelas: mati karena melawan, atau mati konyol karena jantung meledak!
Dengan sisa tenaga, Lin Huang merangkak naik dari jurang, berlari menembus badai menuju Lapangan Utama Sekte Luar.
Di ujung lapangan, di bawah paviliun megah yang terlindung dari hujan, sekelompok murid berpakaian sutra putih sedang tertawa terbahak-bahak. Di tengah-tengah mereka, duduk Lin Feng dengan wajah penuh keangkuhan.
"Tuan Muda Lin, apa sampah itu benar-benar mati di dasar jurang?" tanya salah satu pengikutnya sambil menuangkan arak spiritual.
Lin Feng mendengus meremehkan. "Mati atau hidup, apa peduliku? Seorang cacat yang bahkan tidak bisa mengondensasikan Qi berani menatapku menantang. Membiarkannya mati di dasar jurang adalah belas kasihan terbesar."
Mendengar itu dari jarak lima puluh langkah, mata Lin Huang menyipit. Kemarahan yang dipendamnya bertahun-tahun mendidih seketika.
Tanpa suara, Lin Huang mempercepat langkahnya. Sebuah seringai liar terukir di wajahnya yang basah.
"Hah? Lin... Lin Huang?! Bagaimana bisa si sampah itu masih hidup?!" Teriakan salah satu pengikut membuat paviliun seketika hening.
Lin Feng menghentikan cangkir araknya di udara, alisnya bertaut rapat. "Kau belum mati? Sungguh kecoak yang tangguh."
Lin Feng bangkit berdiri, menatap Lin Huang dengan tatapan dingin. "Berani-beraninya kau kembali setelah mencuri obat sekte? Rupanya hari ini aku harus—"
Lin Feng tidak pernah menyelesaikan kalimatnya.
Lin Huang tidak datang untuk berdialog. Sisa waktunya tinggal hitungan menit!
Dengan satu lompatan nekat, Lin Huang menerjang masuk ke dalam paviliun. Sebelum Lin Feng sempat menarik pedangnya, Lin Huang sudah berada tepat di hadapannya.
PLAK!!!
Satu tamparan yang sangat keras dan bertenaga penuh bergema, mengalahkan suara gemuruh guntur di luar.
Tangan kiri Lin Huang menghantam pipi kanan Lin Feng dengan telak. Tubuh Lin Feng terpelintir di udara, menghantam meja kayu cendana hingga hancur berkeping-keping. Tiga buah gigi depannya copot, melesat keluar bersama semburan darah kental!
Para pengikut Lin Feng berdiri membatu dengan mulut ternganga lebar.
Seorang murid luar tanpa basis kultivasi... baru saja merontokkan gigi Tuan Muda Lin Feng?!
Sementara semua orang terpaku, suara agung kembali bergema di kepala Lin Huang.
[Tugas Selesai! Menghitung keberhasilan...]
[Selamat! Menyalurkan hadiah: Fondasi Tubuh Perunggu Kuno!]
BOOM!
Gelombang energi luar biasa panas meledak dari tato di tangannya, mengalir deras ke seluruh pembuluh darah, otot, dan tulangnya. Rasa sakit di jantungnya lenyap seketika.
Kretak!
Tulang-tulangnya bergeser dan mengeras. Kulitnya sempat memancarkan pendaran warna perunggu keemasan sebelum kembali normal. Luka-lukanya sembuh total dalam satu helaan napas.
Ini adalah Tubuh Perunggu Kuno, ranah kekuatan fisik yang bahkan jarang bisa dicapai oleh murid dalam yang berlatih keras selama sepuluh tahun!
"Ugh..." Di lantai paviliun, Lin Feng merangkak bangun sambil memegangi pipinya yang membengkak. Matanya merah padam dipenuhi kegilaan. "KAU... BAJINGAN KECIL! AKU AKAN MENCABIK-CABIKMU MENJADI SEPULUH RIBU POTONG!!!"
"Bunuh dia! Potong tangan dan kakinya!" Empat pengikut Lin Feng menarik senjata mereka.
Lin Huang mengepalkan tangannya, tersenyum dingin. Dengan Tubuh Perunggu Kuno, murid luar level rendah ini bukan lagi ancaman.
Namun, baru saja dia bersiap melayangkan tinju, tato di pergelangan tangannya kembali memancarkan cahaya merah yang jauh lebih menyengat.
Wajah Lin Huang langsung memucat. "Jangan bilang..."
[Peringatan! Tugas Kematian Kedua telah dipicu!]
[Deskripsi: Di dalam Gua Es Misterius di gunung belakang, seorang Dewi Kuno dari Alam Atas sedang dalam kondisi tersegel dan terluka.]
[Tugas: Terobos formasi pelindung gua, masuk ke dalam, dan cium bibir Dewi Es tersebut untuk menyerap energi Yin murninya!]
[Waktu Tersisa: 00:09:59]
[Hukuman: Gagal \= Jantung meledak, jiwa hancur total.]
'Kutukan sialan!! Kau ingin aku mati ya?!' Lin Huang berteriak frustrasi dalam hati.
Mencium seorang Dewi dari Alam Atas dalam waktu sepuluh menit?!
"Mati kau, sampah!" Seorang pengikut Lin Feng menerjang dengan pedang mengarah ke leher Lin Huang.
"Minggir dari jalanku, bangsat! Aku sedang terburu-buru!" Lin Huang meraung. Tanpa menghindar, dia melayangkan tinju perunggunya.
PRANG!
Tinju mentah Lin Huang menghantam bilah pedang baja hingga hancur berkeping-keping. Sisa momentum tinjunya menghantam dada murid tersebut, mengirimnya terbang sejauh sepuluh meter hingga pingsan dengan tulang rusuk patah.
Lin Feng dan pengikutnya yang lain langsung menghentikan langkah, terpaku ngeri.
Namun, Lin Huang tidak membuang waktu. Angka digital di tangannya sudah menyusut ke 00:09:45.
"Lin Feng, simpan nyawamu untuk lain kali! Hari ini, kakekmu ini punya urusan yang lebih penting!"
Lin Huang berteriak sambil melompat keluar dari paviliun, melesat mendaki tebing menuju gunung belakang dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Peduli setan dengan Dewi atau Iblis! Hari ini, demi bertahan hidup, bahkan jika itu adalah permaisuri langit sekalipun, aku akan benar-benar menciumnya!
jos gandos
Mak nyusss
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
🗿🗿🗿🗿
👻👻👻👻👻
🐉🐉🐉🗿🗿👻👻👻🗿🗿🐉🐉🐉
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"