NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa / Aksi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.

​Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.

​Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!

​Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.

​Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi

​Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!

​"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik yang Menentukan

​Sepuluh menit. Hanya itu waktu yang tersisa sebelum jantung Lin Huang meledak menjadi serpihan daging berdarah.

​Di bawah guyuran hujan lebat yang membasahi Puncak Obat Sekte Sembilan Matahari, Lin Huang berlutut di tanah yang berlumpur. Napasnya terengah-engah, memburu oksigen dengan rakus sementara tangan kanannya mencengkeram pergelangan tangan kiri. Di kulitnya yang pucat, seuntai tato berbentuk jam pasir berwarna merah darah menyala dengan pendaran yang mengerikan. Di atas jam pasir itu, deretan angka digital mistis terus menyusut dengan kejam.

​[00:09:52]

​[00:09:51]

​[00:09:50]

​"Sialan! Kutukan keparat apa ini?!" Lin Huang mengumpat, suaranya parau, tersedak oleh air hujan dan darah yang mengalir dari sudut bibirnya.

​Hanya setengah jam yang lalu, dia adalah murid luar paling tidak berguna di Sekte Sembilan Matahari. Tugasnya setiap hari adalah memilah tanaman obat busuk di kaki gunung, menjadi samsak tinju bagi para murid senior yang sedang kesal, dan tidur di gudang kayu yang bocor. Hidupnya sudah cukup menyedihkan. Namun, ketika dia didorong ke dalam jurang terlarang oleh Lin Feng—tuan muda sombong dari keluarga cabang sekte—karena dituduh mencuri tanaman spiritual, hidup Lin Huang berubah menjadi mimpi buruk yang jauh lebih gila.

​Dia tidak mati saat jatuh ke jurang. Tubuhnya tertahan oleh jaring laba-laba raksasa, dan tangannya tidak sengaja menyentuh sebuah pecahan batu hitam kuno yang tertanam di dinding tebing. Detik berikutnya, batu itu meleleh, meresap ke dalam darahnya, dan membentuk tato terkutuk ini.

​Seketika itu juga, sebuah suara dingin yang tidak memiliki emosi bergema langsung di dalam jiwanya, membawa sebuah perintah yang terdengar seperti lelucon gila.

​[Peringatan! Tanda Batas Batil telah diaktifkan.]

[Tugas Kematian Pertama: Tampar wajah Tuan Muda Lin Feng di depan umum dalam waktu lima belas menit!]

[Hadiah: Fondasi Tubuh Perunggu Kuno (Instan).]

[Hukuman: Gagal menyelesaikan tugas dalam batas waktu akan mengakibatkan jantung Anda meledak dan jiwa Anda hancur total.]

​Lin Huang awalnya mengira itu adalah halusinasi akibat benturan di kepala. Namun, ketika hitungan mundur mencapai angka empat belas menit, jantungnya tiba-tiba berdenyut dengan rasa sakit yang begitu hebat, seolah-olah ada tangan tak kasat mata yang meremas organ vitalnya itu hingga hampir pecah. Rasa sakit itu begitu nyata, begitu absolut, hingga kesadarannya dipaksa menerima satu kenyataan pahit: Suara itu tidak berbohong. Jika dia tidak melakukan kegilaan itu, dia akan mati.

​Maka, dengan sisa tenaga yang ada, Lin Huang merangkak naik dari jurang menggunakan akar pohon, berlari menembus badai menuju Lapangan Utama Sekte Luar, tempat di mana Lin Feng biasanya berkumpul bersama para pengikutnya.

​[00:07:12]

​Waktu terus berjalan tanpa ampun. Lin Huang akhirnya tiba di tepi lapangan batu yang luas. Di ujung lapangan, di bawah paviliun megah yang terlindung dari hujan, sekelompok murid berpakaian sutra putih sedang tertawa terbahak-bahak. Di tengah-tengah mereka, duduk seorang pemuda dengan wajah tampan namun penuh keangkuhan. Dialah Lin Feng.

​"Tuan Muda Lin, apakah sampah itu benar-benar mati setelah Anda dorong ke Jurang Kabut?" tanya salah satu pengikutnya sambil menuangkan arak spiritual ke cangkir Lin Feng.

​Lin Feng mendengus meremehkan, menyesap araknya dengan santai. "Mati atau hidup, apa peduliku? Seorang cacat yang bahkan tidak bisa mengondensasikan Qi ke dalam tubuhnya berani menatapku dengan mata menantang. Membiarkannya mati di dasar jurang adalah belas kasihan terbesar yang bisa kuberikan."

​Mendengar kata-kata itu dari jarak lima puluh langkah, mata Lin Huang menyipit. Kemarahan yang selama ini dia pendam selama bertahun-tahun di sekte ini mendidih seketika. Ditambah dengan rasa sakit di dadanya yang semakin berdenyut kencang seiring menyusutnya waktu, Lin Huang tidak lagi memiliki rasa takut.

​Mati karena melawan, atau mati konyol karena jantung meledak? Pilihan bajingan ini sudah sangat jelas!

​Tanpa suara, Lin Huang melangkah maju. Sepatunya yang robek menginjak genangan air, menciptakan riak-riak kecil yang teredam oleh suara gemuruh guntur di langit. Dia mempercepat langkahnya, berubah menjadi seringai liar di wajahnya yang basah.

​Salah satu pengikut Lin Feng yang berdiri di tepi paviliun tiba-tiba menyadari kehadiran seseorang. Dia menoleh, dan matanya langsung membelalak tak percaya ketika melihat sosok kurus yang dipenuhi lumpur dan darah sedang berjalan kencang ke arah mereka.

​"Hah? Lin... Lin Huang?! Bagaimana bisa si sampah itu masih hidup?!"

​Teriakan itu membuat seluruh paviliun seketika hening. Lin Feng menghentikan cangkir araknya di udara, alisnya bertaut rapat saat dia menoleh. "Kau belum mati? Sungguh kecoak yang tangguh."

​Lin Feng bangkit berdiri, merapikan jubah putihnya yang tanpa noda, lalu menatap Lin Huang dengan tatapan dingin penuh kejutan yang merendahkan. "Berani-beraninya kau kembali ke sini setelah mencuri obat sekte? Rupanya kaki dan tanganmu yang utuh membuatmu lupa daratan. Biar hari ini aku—"

​Lin Feng tidak pernah menyelesaikan kalimatnya.

​Lin Huang tidak datang untuk berdialog. Dia tidak punya waktu untuk drama basa-basi khas dunia persilatan. Sisa waktunya tinggal hitungan menit!

​Dengan satu lompatan nekat, Lin Huang menerjang masuk ke dalam paviliun. Jarak sepuluh langkah terakhir dikikisnya dalam sekejap mata. Sebelum Lin Feng sempat menarik pedangnya atau mengaktifkan pelindung Qi-nya, Lin Huang sudah berada tepat di hadapannya.

​Plak!!!

​Satu tamparan yang sangat keras, mentah, dan bertenaga penuh bergema di dalam paviliun, bahkan mengalahkan suara gemuruh guntur di luar.

​Tangan kiri Lin Huang, yang digerakkan oleh keputusasaan dan seluruh berat badanya, menghantam pipi kanan Lin Feng dengan telak. Kekuatan tamparan itu begitu besar hingga tubuh Lin Feng terpelintir di udara, menabrak meja kayu cendana hingga hancur berkeping-keping, dan membuat arak spiritual tumpah mengotori jubah putihnya yang mewah. Tiga buah gigi depan Lin Feng copot, melesat keluar bersama semburan darah kental.

​Paviliun itu seketika menjadi sunyi senyap, seolah-olah waktu telah berhenti. Para pengikut Lin Feng berdiri membatu dengan mulut ternganga lebar. Otak mereka gagal memproses apa yang baru saja terjadi. Seorang murid luar tanpa basis kultivasi... baru saja menampar wajah Tuan Muda Lin Feng sampai giginya rontok? Ini bukan lagi sekadar penghinaan; ini adalah tindakan bunuh diri massal!

​Sementara semua orang terpaku, sebuah suara agung bergema di kepala Lin Huang.

​[Tugas Selesai! Menghitung keberhasilan...]

[Selamat! Anda telah menyelesaikan tugas dalam batas waktu. Menyalurkan hadiah: Fondasi Tubuh Perunggu Kuno!]

​Boom!

​Detik itu juga, Lin Huang merasakan gelombang energi yang luar biasa panas meledak dari tato jam pasir di tangannya, mengalir deras ke seluruh pembuluh darah, otot, dan tulangnya. Rasa sakit meremas di jantungnya lenyap seketika, digantikan oleh sensasi kekuatan yang tak terbatas.

​Terdengar suara gemertak dari dalam tubuhnya saat tulang-tulangnya bergeser dan mengeras. Kulitnya yang semula pucat dan penuh luka memar samar-samar memancarkan pendaran warna perunggu keemasan sebelum kembali normal. Luka dalam akibat jatuh ke jurang sembuh total dalam satu helaan napas. Otot-ototnya yang tipis kini menjadi padat dan berisi. Dia merasa seolah-olah bisa menghancurkan batu besar hanya dengan kepalan tangannya sendiri.

​Ini adalah Fondasi Tubuh Perunggu Kuno, sebuah ranah kekuatan fisik yang bahkan jarang bisa dicapai oleh murid dalam sekte yang berlatih keras selama sepuluh tahun! Dan Lin Huang mendapatkannya hanya dalam waktu satu detik!

​"Ugh..." Di lantai paviliun, Lin Feng merangkak bangun sambil memegangi pipinya yang membengkak seperti bakpao busuk. Matanya merah padam, dipenuhi oleh kegilaan dan niat membunuh yang belum pernah ada sebelumnya.

​"KAU... KAU BAJINGAN KECIL! AKU AKAN MENCABIK-CABIKMU MENJADI SEPULUH RIBU POTONG!!!" Lin Feng meraung histeris. Energi Qi berwarna merah menyala meledak dari tubuhnya saat dia menarik pedang panjangnya dari sarung. "Bunuh dia! Potong tangan dan kakinya! Jangan biarkan dia mati dengan cepat!"

​Empat pengikut Lin Feng akhirnya tersadar dari keterkejutan mereka. Mereka segera menarik senjata masing-masing, wajah mereka penuh dengan kemarahan karena merasa kecolongan.

​Lin Huang mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan barunya yang berdenyut di bawah kulitnya. Dia tersenyum dingin. Dengan Tubuh Perunggu Kuno, murid-murid luar level rendah ini bukan lagi ancaman baginya. Dia baru saja bersiap untuk menguji kekuatan barunya dan membantai mereka semua, ketika tiba-tiba... tato di pergelangan tangannya kembali memancarkan cahaya merah yang jauh lebih menyengat.

​Wajah Lin Huang langsung memucat. "Jangan bilang..."

​[Peringatan! Tanda Batas Batil memperbarui status.]

[Tugas Kematian Kedua telah dipicu!]

[Deskripsi: Keberadaan Anda telah memicu kemarahan takdir. Di dalam Gua Es Misterius di puncak gunung belakang, seorang Dewi Kuno dari Alam Atas sedang dalam kondisi tersegel dan terluka.]

[Tugas: Terobos formasi pelindung gua, masuk ke dalam, dan cium bibir Dewi Es tersebut untuk menyerap energi Yin murninya!]

[Waktu Tersisa: 00:09:59]

[Hukuman: Gagal \= Jantung meledak, jiwa hancur total.]

​"Kutukan sialan!! Kau ingin aku mati ya?!" Lin Huang berteriak frustrasi di dalam hatinya.

​Mencium seorang Dewi dari Alam Atas? Di dalam gua terlarang sekte? Dan waktunya hanya sepuluh menit?! Ini bukan lagi sekadar nekat, ini adalah tindakan mencari mati dengan cara paling efisien!

​"Mati kau, sampah!" Seorang pengikut Lin Feng menerjang maju dengan pedang yang mengarah langsung ke leher Lin Huang.

​"Minggir dari jalanku, bangsat! Aku sedang terburu-buru!" Lin Huang meraung. Tanpa menghindar, dia melangkah maju dan melayangkan tinjunya yang memancarkan pendaran perunggu.

​Prang!

​Tinju mentah Lin Huang menghantam bilah pedang baja tersebut hingga hancur berkeping-keping. Tidak berhenti di situ, sisa momentum tinjunya menghantam dada murid tersebut, mengirimnya terbang sejauh sepuluh meter ke luar paviliun, menabrak lantai batu hingga pingsan seketika dengan tulang rusuk patah.

​Lin Feng dan pengikutnya yang lain langsung menghentikan langkah mereka, mata mereka membelalak ngeri melihat kekuatan monster yang tiba-tiba dimiliki oleh Lin Huang.

​Namun, Lin Huang tidak membuang waktu untuk pamer atau menyelesaikan dendamnya pada Lin Feng. Angka digital di tangannya sudah menyusut ke [00:08:45]. Setiap detik yang terbuang adalah langkah lebih dekat menuju kematiannya sendiri.

​"Lin Feng, simpan nyawamu untuk lain kali! Hari ini, kakekmu ini punya urusan yang lebih penting!" Lin Huang berteriak sambil berbalik, lalu melompat keluar dari paviliun.

​Menggunakan kekuatan fisik barunya yang luar biasa, dia berlari seperti binatang buas yang lepas dari kandang, melompati pagar pembatas dan melesat mendaki tebing menuju gunung belakang dengan kecepatan yang tidak masuk akal, meninggalkan Lin Feng yang berteriak histeris di tengah badai hujan.

​Lin Huang tahu, apa yang menantinya di atas sana mungkin adalah seorang dewi yang bisa menghancurkannya menjadi debu dengan satu jentikan jari. Namun, melihat angka di tangannya yang terus berkurang, Lin Huang hanya bisa menggertakkan giginya dengan tatapan mata yang dipenuhi kegilaan raksasa.

​Peduli setan dengan Dewi atau Iblis! Hari ini, demi bertahan hidup, bahkan jika itu adalah permaisuri langit sekalipun, aku akan benar-benar menciumnya!

1
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰
Tanto Casper
bagus sekali...lanjut thor
Danzo28: "Terima kasih banyak ya dukungannya! Pasti lanjut terus, pantengin terus ya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!