Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mila, perempuan yang telah bersuami itu mampu menggetarkan hatinya hingga membuat dia mencari tahu seperti apa kehidupan yang sedang di jalani Mila bersama suaminya. "Mila, kau tak pernah bahagia kan hidup bersama suamimu itu?" tanya Andra menatap serius Mila. "Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" sentak Mila. "Ceraikan saja suamimu dan jadilah istriku, kau akan kujadikan ratu dalam hidupku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Ceraikan Saja Suamimu
Bab 1
Ceraikan Saja Suamimu
Andra baru selesai meeting dan langsung menuju ke toko furniture miliknya yang saat ini tengah di kelola oleh Mila, karyawannya yang sudah mengabdi selama dua tahun terakhir. Selama itu pula pelan-pelan Andra mengamati kehidupan yang di jalani Mila bersama keluarganya.
Lalu tercetuslah kata-kata yang membuat Mila emosi pada bosnya itu. Padahal selama ini dia bersikap biasa saja seperti atasan dan bawahan pada umumnya. Meski Andra selalu perhatian padanya bahkan sering juga melebihkan gaji dengan alasan ini dan itu hingga Mila mau menerimanya.
Hari ini Mila tampak murung di ruang kerjanya saat Andra masuk untuk menuju ke ruangan miliknya dan membuat Andra tidak bisa lagi menahan rasa penasaran di hati pria itu.
"Mil, kau melamunkan apa?" tanya Andra seraya melangkah masuk menuju ke ruang kerja.
"Eh, Bapak sudah pulang dari meeting. Ada yang bisa saya bantu?" Mila balik bertanya tanpa menghiraukan pertanyaan bosnya itu.
"Katakan jika kau punya masalah, siapa tahu saya bisa membantu mencari solusi," tukas Andra.
"Tidak ada apa-apa Pak, saya hanya lupa belum bayar listrik di rumah. Apa sudah di cabut apa belum sama petugas PLN," ujar Mila memberi alasan.
Alis Andra terangkat sebelah mendengar penuturan Mila. Padahal uang gajinya selama ini lumayan, apa iya Mila bisa melewatkan begitu saja soal seperti itu.
"Memangnya suamimu tidak membayarnya setiap bulan?" pancing Andra untuk membuat Mila mau bercerita.
Mila tampak salah tingkah, dia memang selalu berhasil melindungi nama baik suaminya meski batin dan hatinya tersiksa karena perlakuan dari Arjun suami Mila.
"Emm, di bayar kok, Pak. Hanya bulan ini sepertinya belum," gugup Mila.
Andra sudah tahu, jika uang itu tidaklah di gunakan dengan benar oleh Arjun ketika Mila memberi tugas mengurus rumah. Selama ini Arjun selalu saja menghabiskan uang istrinya untuk hal-hal yang tidak jelas. Namun Andra selalu bersikap pura-pura tidak tahu di hadapan Mila.
"Katakan saja dengan jujur, Mil. Kau tak bahagia kan hidup dengan suamimu itu?" pancing Andra lagi agar Mila mau sedikit saja terbuka padanya.
"Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tangga saya dan Bapak tidak ada hak untuk ikut campur!" sentak Mila spontan. Sejak semalam Mila menahan sesak di dadanya karena Arjun menguras uang tabungannya hanya demi membeli gitar. Padahal kebutuhan lainnya harus Mila sendiri yang penuhi termasuk kebutuhan suaminya juga.
"Ceraikan saja suami mu itu, kau akan ku jadikan ratu dalam hidupku. Percayalah, bahagia akan selalu menyertaimu." Andra mengatakannya dengan mantap membuat Mila menajamkan tatapan pada Andra yang juga mengunci tatapannya.
"Bapak sepertinya kelelahan. Jadi bicara ngawur seperti itu," ujar Mila melemah. Ya, sebaiknya dia menurunkan ego untuk tidak bersikeras dengan bosnya yang kadang-kadang aneh menurutnya.
"Saya serius, Mil. Saya harap kamu bisa memikirkan kata-kata saya, kenapa sejak dulu kau tak pergi meninggalkan suami benalu itu."
"Maaf, Pak, jam tiga sore saya harus mengecek pesanan kayu yang datang. Saya permisi." Mila pamit dengan segera untuk menghindar dari ucapan aneh bosnya tersebut.
Andra hanya bisa menghela napas dengan kasar dan mengendurkan ikatan dasi di lehernya. Bagaimana pun juga caranya, Mila harus bisa lepas dari pria benalu yang menyusahkan istri itu.
Andra pun menelepon orang kepercayaannya untuk meminta laporan hari ini. Dan seperti biasa, laporan itu selalu membuatnya merasa geram dan ingin menelan manusia secara hidup-hidup.
*
Mila selesai mengecek semua barang yang masuk dan mencatat dengan teliti lalu kembali lagi ke ruang kerjanya. Dia akan menginput data tersebut dan meminta data lainnya dari para staff lain.
Saat kembali ke ruangan, pak Andra sudah tidak ada lagi di ruangannya membuat Mila bernapas lega. Setidaknya dia bisa terhindar dari pertanyaan atau pun ucapan yang selalu membuatnya ingin meledakkan emosi.
Hingga saat sore dan tiba waktunya untuk pulang, Mila mendapat pesan dari Arjun untuk membelikan bubur untuk pakan peliharannya dan juga makanan kesukaan suaminya itu di restoran biasanya memesan makanan.
Mila mengepalkan tangannya menahan rasa kesal. Padahal dia sudah rela bangun pagi untuk membuat sarapan dan juga lauk makan siang, tapi apa hasil yang dia dapat. Mila harus keluar uang lagi untuk membeli pesanan Arjun.
"Sekali saja kau menyenangkan hatiku bisa tidak, sih!" dengus Mila menahan air mata. Dia tidak boleh menangis dan cengeng hanya karena permintaan sepele itu. Mila masih mengingat pesan kedua orang tuanya, permintaan suami harus di layani dengan sepenuh hati oleh istri. Namun Mila sendiri tidak sadar jika permintaan sang suami telah menyusahkannya bahkan menjadikan dirinya tulang punggung keluarga.
Mila keluar dari ruang kerjanya dengan mengusap air mata yang masih tersisa di pipi cantiknya. Andra melihat Mila keluar dengan terburu-buru ingin segera menyusulnya tapi di tahan oleh panggilan dari seorang wanita.
"Andra!" panggil bu Maya.
"Mama, ngapain ke sini?" sungut Andra. Matanya terus menatap kepergian Mila yang semakin menjauh.
"Memangnya Mama nggak boleh datang ke kantor anak sendiri. Aneh kamu ini, ngapain kamu liat keluar seperti itu?" heran bu Maya pada putranya.
"Ada pengemis jalanan yang minta sedekah. Aku pergi dulu Ma."
"Andra, tunggu, Mama mau bicara!" teriak bu Maya yang sudah tidak di hiraukan lagi oleh Andra. Pria itu segera mengikuti kepergian seseorang yang selalu membuatnya ingin menjadi pelindung.
"Apa anak itu mengejar Mila?" gumam bu Maya yang tadi sempat melihat Mila sekilas sebelum wanita itu keluar dari kantor.
Bu Maya memutuskan untuk pulang ke rumah karena Andra sudah keburu pergi, dia berencana untuk mengajak putranya itu makan malam sekaligus memperkenalkan seorang gadis dari teman arisannya.
Andra yang sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama waktu melihat Mila yang melamar kerja di tempatnya, dia pun melihat status yang mila sandang. Mila itu adalah wanita bersuami, karena rasa penasarannya yang begitu tinggi hingga membuat dia untuk mencari tahu lebih banyak tentang sosok Mila.
*
Andra melihat Mila yang baru saja sampai di rumah dengan menenteng kresek putih yang di perkirakan isinya adalah makanan. Di depan rumah wanita itu sudah ada Arjun yang menunggu kepulangannya sambil memainkan gitar baru.
"Siapin makananku, lama banget sih pulangnya?" ketus Arjun mengekor langkah Mila masuk ke dalam rumah.
"Namanya juga baru keluar dari kantor, memangnya beli pesanan kamu ini cuma modal kedipin mata langsung ada di tangan. Perlu ikut proses antrian panjang!" kesal Mila.
"Kamu itu membantah terus! Mau jadi istri durhaka, hah!" teriak Arjun dengan satu sentakan menjambak rambut Mila.
Mila hanya meringis menahan perih di kulit kepalanya, dan dengan sengaja Arjun mendorong kasar tubuh Mila hingga hampir terhuyung. Untunglah makanan yang baru saja di tuang ke dalam wadah itu tidak tumpah.